Because Of Pizza

Because Of Pizza
Bab 59


__ADS_3

Sebelumnya Arga, mendengar percakapan antara Shiren dan Lala pada sambungan telepon. Arga segera mendatangi Shiren, dan bertanya tentang Lala pada temannya itu. Shiren, pun merasa terkejut dan gugup melihat kedatangan Arga, ke ruangannya. Tidak ingin mengatakan keberadaan Lala, saat ini namun tidak tega melihat Arga, yang terus memohon. Akhirnya Shiren, terpaksa mengatakannya jika Lala kini berada di sebuah pulau desa terpencil, yang bekerja sebagai pelayan toko bunga setiap hari.


Shiren, pun mengatakan pada Arga, tentang usia kandungan Lala, yang sudah menginjak lima bulan. Dan perjuangan Lala, selama melewati trimester pertama yang hanya mendapat perhatian dari para temannya. Shiren, juga tidak lupa mengatakan kekecewaannya pada Arga.


"Aku tidak menyangka kamu masih bisa hidup tenang selama ini. Sedangkan Lala, dia di asingkan oleh keluarganya karena dirimu."


"Kalian berhak marah padaku, aku memang lelaki yang tak punya nyali."


"Jika begitu tunjukan kelakianmu itu. Temui Lala, di terima atau tidak itu masalahmu. Tapi jika lelaki sejati tidak akan mudah menyerah dan akan terus berjuang untuk cintanya. Rose Flower itu nama tokonya. Aku harap Lala, akan menerimamu."


"Terima Kasih." Arga, mengayunkan langkahnya dan berlari setelah mendapatkan titik terang tentang keberadaan Lala. Saat ini dirinya tidak akan pernah meninggalkannya lagi.


Di tengah koridor Arga, bertemu dengan Aryan. Mereka saling diam dan saling menatap tiba-tiba Shiren, berlari di ujung lorong berteriak memanggil namanya. Mata kedua lelaki itu tertuju pada Shiren, kali ini. Shiren, menghentikan langkahnya tepat di depan Arga, nafasnya tersengal-sengal karena berlari.


"Aku lupa memberikan ini padamu. Semoga ini akan membuatmu lebih semangat." Kata Shiren, yang memberikan foto USG kehamilan Lala, yang selama ini tidak pernah Arga, ketahui perkembangan janinnya.

__ADS_1


"Jangan pernah melukainya lagi," ucap Aryan, membuat Arga, menoleh.


"Tidak akan pernah," jawab Arga. "Aku harus segera pergi terima kasih." Arga, pun kembali berlari menyusuri setiap koridor rumah sakit. Aryan, tersenyum berharap Arga, benar-benar menjaga ucapannya.


****


Lala, tak mampu menahan bendungan air matanya. Saat melihat Arga, di depannya. Lelaki yang selama ini ia tunggu dan lelaki yang sudah menghancurkan hidupnya. Entah kenapa luka hatinya kembali terbuka, yang selama ini sudah Lala, tutup dan melupakannya bisa-bisanya Arga, kembali.


"Arga."


"Sudah terlambat. Kembalinya kamu hari ini tidak akan merubah apa pun." Setelah mengatakan itu Lala, melangkah masuk ke dalam meninggalkan yang diam terpaku.


Memang sangat sulit untuk mendapatkan maaf dari nya. Arga, tahu hal itu. Namun dirinya tidak akan pernah menyerah dan akan tetap berusaha agar Lala, memaafkannya. Di saat Arga, tertegun Sari, datang yang membawa bunga mawar. Arga, pun bercerita pada Sari, tentang kedatangannya dan hubungannya dengan Lala.


Sari, merasa terkejut tidak percaya jika lelaki tampan di depannya itu adalah kekasih Lala. Dan Sari, merasa kasihan pada Arga, begitu pun Lala, kisah cinta mereka sungguh rumit dan menyedihkan.

__ADS_1


"Sulit mendapatkan maaf seorang wanita, tapi tidak mungkin tidak akan mendapatkannya. Luka yang sudah kau berikan tidak akan hilang dengan cepat, dan akan membekas. Tapi tetap berusahalah perlahan bekas luka itu akan menghilang. Anggap saja ini ujian dari tuhan dan hukumanmu karena telah meninggalkannya. Nenek akan mendukungmu."


"Terima kasih Nek. Selama ini Nenek, sudah menjaganya aku berhutang budi pada Nenek."


"Jangan berkata begitu. Nenek sangat senang kehadirannya disini. Kau bisa tinggal disini jika kau mau."


"Tidak usah Nek, aku sudah menyewa rumah itu setidaknya aku masih bisa melihatnya. Jika aku tinggal disini Lala, tidak akan mau tinggal bersamaku. Ini kartu namaku juga teleponku jika terjadi sesuatu padanya tolong hubungi aku."


"Ya, pasti Nenek hubungi."


"Sampai jumpa." Arga, pamit seraya membungkukan punggungnya Lalu, pergi meninggalkan toko bunga itu.


"Aku tidak akan menyerah. Aku akan menebus kesalahanku padamu," ucap Arga, yang terus menatap jendela kamar di atas toko bunga. Berharap Lala, muncul dan menghentikan kepergiaannya walau pun itu tidak mungkin.


Sedangkan Lala, tengah menangis untuk meluapkan emosinya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2