Because Of Pizza

Because Of Pizza
Bab 71 ( End )


__ADS_3

Tiga puluh hari sudah berlalu Arga, masih tak kunjung kembali. Lala, terus memikirkan perkataan Tari, yang takut akan terjadinya bahaya pada Arga. Berulang kali Lala menghubungi Arga, namun tidak ada jawaban. Rasa cemas terus menghantui perasaannya. 


"Kamu menunggu Arga?" tanya Tari, yang terus memperhatikan Lala. 


"Aku hanya mencemaskannya." 


"Arga, pasti baik-baik saja. Dia pasti kembali. Setelah Arga, kembali kamu harus melakukan apa yang menurut hatimu benar ikutilah kata hatimu." 


Lala, tertegun lalu memeluk Tari, yang berdiri di hadapannya. 


"Aku menyesal Tari. Aku pikir Arga, tidak akan pergi selama ini. Aku takut terjadi hal buruk padanya. Bagaimana jika dia menemui kedua orangtuaku dan mereka … aku takut mereka akan marah dan melakukan hal buruk padanya. Apa lagi ayah katakan padaku Tari apa yang harus aku lakukan." Lala berkata sambil terisak. 


"Sepertinya Arga, baik-baik saja," ucap Tari. 


"Kamu tahu darimana keadaannya baik atau tidak." 


"Karena aku melihatnya."


"Apa!" 


Tari, hanya tersenyum dan menatap jalanan di depannya. Lala, yang merasa heran dengan tatapan Tari, membuat dirinya menoleh ke jalanan depan saat melihat Arga, sedang berjalan ke arahnya. 


"Kamu melihatnya? Arga sudah kembali." 


Bukannya menjawab pertanyaan Tari. Lala, semakin mengeraskan isakan tangisnya. Dan berlari ke arah Arga, yang terus berjalan ke arahnya. 


Arga, tertegun langkahnya terhenti saat Lala, tiba-tiba saja memeluknya. Tidak hanya Arga, Tari, pun merasa terkejut. Begitu pun dengan yang lainnya. 


"Oh, sang pangeran sudah tiba. Apakah akan ada pernikahan." Celoteh Shiren. 


"Mungkin," jawab Tari. 


Sedangkan Lala, masih belum melepaskan pelukannya. Lala, terus menangis dalam pelukan Arga. 


"Kemana kamu pergi? Apa kamu sengaja membuatku khawatir, kamu bilang ingin mendengar jawabanku tapi kamu malah pergi lagi selalu saja seperti itu." 


Arga, hanya tersenyum


"Kenapa tersenyum apa ini lucu. Kamu bilang ingin menjadi ayah yang baik untuk Gala. Tapi kamu malah pergi lagi." 


"Terima kasih. Terima kasih karena sudah mencemaskanku." Kata Arga, yang terus menatap Lala. 


"Masih sempat kamu bilang terima kasih." 


"Sekarang aku sudah tahu jawabannya." Arga, tiba-tiba bersimpuh di hadapan Lala, cincin yang sempat Lala, tolak kini ia bawa kembali. Di hari ini Arga, kembali melamarnya. 


"Aku tidak akan mengulangi perkataanku. Jadi … jawablah dengan cepat. Menikahlah denganku." Lala, tertegun bibirnya diam tanpa sepatah kata pun. Namun, Arga anggap diamnya itu adalah jawabannya. Tanpa menunggu lama Arga, langsung menyematkan cincin itu. 


Aksi Arga, pun membuat ramai semua orang yang melihatnya. Shiren, dan Tari, pun ikut bahagia. 


"Mereka buatku iri."


"Apa kamu juga akan menikah setelah ini?. Akanku buatkan pizza untukmu." 


"Pizza!" 

__ADS_1


"Ya, sebagai ucapan selamat." 


Shiren dan Tari saling bergurau. 


"Apa kalian juga akan mengucapkan selamat atas kedatanganku." Seruan seseorang mengejutkan Tari dan Shiren. Mereka berdua pun menoleh ke belakang. Mata keduanya membulat sempurna ketika melihat siapa yang datang. 


"Amel." 


"Kenapa terkejut. Apa kalian tidak ingin menyambutku." 


"Tentu, sepertinya kita harus mengadakan pesta." 


"Pesta ya! Sebelum berpesta sepertinya aku harus memberikanmu hadiah. Tanganku sudah sangat pegal sekali ingin segera memukulmu Shiren." Amel, yang masih marah karena di tinggal teman temannya membuat Amel, ingin melampiaskan amarahnya. 


"Eeh … tunggu Amel. Jauh-jauh datang hanya untuk memukulku. Sayang sekali padahal kita sedang menyaksikan pemandangan indah." Amel, pun menarik kembali tangannya. 


"Sudahlah jangan saling bertengkar. Dokter Lala sedang bahagia lihatlah." Tari, mencoba melerai perdebatan akhirnya Amel dan Shiren pun diam. Namun tiba-tiba


"Kalian sedang apa disini?" Seruan Aryan, mengejutkan mereka bertiga. Aryan, berlari dengan nafas tersengal-sengal.


"Ada apa?" tanya Shiren.


"Gawat aku butuh bantuan kalian" 


"Untuk apa?" tanya Amel. 


"Amel kau datang." 


"Ya aku datang untuk memukul mu." 


"Arga, dokter Arga," ujar Tari. Yang menunjuk ke arah Arga. 


"Kebetulan sekali. Arga," teriak Aryan "Tunda dulu lamaranmu sekarang ikut aku ada tugas negara dulu. Cepatlah kita harus melakukan operasi. Lala, kau juga kalian aku tunggu di ruang operasi segera." 


Arga dan Lala pun saling tatap. 


"Tapi aku sudah lama tidak melakukan operasi." Lala, merasa takut karena sudah lama tidak menjalani peraktek. 


"Jangan takut. Ayo menyelamatkan pasien adalah tugas kita," ajak Arga.  


Arga, langsung menggenggam tangan Lala, lalu menuntunnya. Mereka berdua menuju ruang operasi. 


"Kenapa semua orang pergi. Apa aku juga harus ikut." Tari, yang kebingungan segera mengikiti mereka menuju klinik. 


****


Satu minggu kemudian 


Di atas bukit. Yang memperlihatkan hamparan laut biru membuat indah suasana. Sepasang pengantin sedang mengucapkan kata-kata sakral untuk mengikat cinta mereka. Di tempat yang indah ini menjadi saksi cinta mereka berdua Lala dan Arga, resmi menikah. Semua orang ikut bahagia. 


"Ouh akhirnya." 


"Gala, lihatlah ayah dan ibumu. Sekarang mereka bersama," ucap Tari, pada Gala yang berada di gendongan Sari. Gala, hanya menjawab dengan tawa. 


****

__ADS_1


Penduduk desa kini senang karena di desa itu kini sudah resmi di bukanya sebuah kelinik dengan peralatan medis lengkap dan dokter yang ahli. Keinginan Arga, tercapai direktur membuka cabang di desa itu. Begitu pun dengan peralatan medis yang mendapat dukungan dari menteri kesehatan yaitu ayah Lala sendiri. 


"Kamu yakin tidak akan kembali?"


"Tidak, aku akan tinggal di sini selamanya. Akhirnya kita memiliki klinik sendiri." 


Kini Arga, dan Lala, memutuskan untuk tetap tinggal. Dan mereka akan menjadi dokter di desa itu. 


****


Hari-hari terus berlalu hingga sampailah di saat ini. Saat-saat menegangkan bagi Aryan yang akan menjadi seorang ayah. Di depan ruangan bersalin Aryan, terus menunggu dengan gelisah. Tari, yang sedang berjuang mempertaruhkan hidup dan matinya. Tanpa terasa satu jam sudah berlalu Aryan, masih tetap setia menunggu pada akhirnya suara tangisan bayi pun terdengar. Membuat Aryan, tersenyum bahagia. 


"Oma, bayiku … bayiku sudah lahir." 


"Iya, itu cicit Oma." 


"Itu cucuku juga." 


Aryan, Oma Rose, dan Kiranti sudah lama menunggu kehadiran cucu dan cicitnya. Setelah mendengar suara tangisan bayi itu senyum mereka pun merekah. 


"Aryan, selamat anakmu perempuan," ujar Shiren, setelah membantu persalinan Tari. 


"Cucuku perempuan," 


"Cicitku … aku punya cicit perempuan." 


Oma Rose dan Kiranti begitu antusias. Namun, tidak dengan seorang bocah laki-laki yang merasa kecewa. 


"Aku tidak suka. Tidak bisa di ajak bermain bola. Wanita sangat cengeng." 


"Bintang, wanita itu menggemaskan Mama yakin kamu akan menyukai ponakanmu itu." 


"Aku tidak ingin di panggil paman aku masih kecil. Kenapa ponakanku lahir sekarang kenapa tidak menungguku dewasa." 


Rosa dan Kiranti tertawa mendengar celotehan Bintang. Ayan, hanya menanggapi dengan senyuman. 


...----------------...


Kesalahan ...


Siapa pun pasti pernah melakukan kesalahan


Kebaikan ...


Kadang sulit melakukannya, terkadang sulit mengungkapkannya. Karena kesalahan sebelumnya telah menutupi kebaikanmu selama ini. Namun mengakui satu kesalahanmu akan membuka kembali kebaikanmu yang tertutup selama ini.


Terima kasih buat kalian yang sudah setia membaca karya saya yang sederhana ini. Semoga kalian terhibur dan semoga ada kebaikan yang bisa di ambil dari cerita ini. Kisah ini cerita fisik murni dari imajinasi saya sendiri. Maaf jika ada kesalahan baik dari segi tulisan atau pun bacaan itu sendiri. Karena saya juga masih belajar.


Sebelum pamit saya akan mengingatkan jangan lupa mampir ke karya saya yang baru Life After Married, semoga kalian menyukainya dan jangan lupa dukungannya like, komentar, vote, hadiah, Bintang dan favoritnya. Bantu Share juga ya hehe ...


Oh iya jangan lupa follow akun IG saya juha ya @dini_rtn karena saya juga nulis novel di pf lain. Kali aja ada yang mau mampir kalian bisa lihat di akun IG ku. Untuk yang sudah follow boleh konfirmasi lewat DM atau komentar biar nanti saya follback. Terima kasih 🙏😊


Salam sayang dan rindu


Dini_ra ❤

__ADS_1


...The End...


__ADS_2