
[Ding! Kalahkan Caroline dalam balapan! Hadiah: 50% saham Dragon Entertainment! Serta satu kartu keterampilan acak!]
"50% saham Dragon Entertainment? Sepertinya menarik, tentu saja aku akan memenangkan ini bahkan tanpa ada misi sekalipun."
Lukas tidak tau apapun tentang Dragon Entertainment, tapi dia yakin itu pasti perusahaan hiburan yang bagus karena itu merupakan hadiah dari sistem.
"Garis finishnya adalah jembatan pertama yang akan kita lewati!" Teriak wanita bernama Caroline tersebut.
Dia mengatakan batas akhir balapan mereka adalah jembatan pertama yang mereka lewati.
"Baiklah, persiapkan dirimu!" Lukas berkata dengan bersemangat.
Keduanya segera melaju dengan kecepatan penuh mereka, meski mobil Lukas adalah yang termahal di dunia, itu tidak menjamin kecepatannya lebih cepat dari yang lain.
Dalam hal balapan, selain kecepatan mobil juga memerlukan skill mengemudi yang ahli, jika tidak memiliki skill tersebut. Mau secepat apapun mobilnya, tidak akan mungkin bisa bersaing.
keduanya meliuk-liuk di jalan raya, banyak pengendara lain merasa terganggu dengan mereka berdua.
"Hei, berhati-hatilah!"
"Hei, jangan kebut-kebutan di jalan raya begini!"
"Apa sih yang dilakukan polisi? Kenapa polisi tidak menangkap mereka berdua?!"
Tanpa peduli dengan keluhan pengendara lain, mereka berdua saling menyalip satu sama lain. Keduanya tidak akan membiarkan salah satu dari mereka menang dengan mudah.
"Tidak buruk, apakah kau sering balapan?"
Caroline tidak menyangka ternyata Lukas bisa mengimbangi dirinya, yang merupakan pembalap profesional. Tidak banyak orang seperti Lukas selain di arena balapan, jadi dia cukup kagum dengan Lukas.
"Tidak juga, tapi aku cukup terbiasa mengendarai mobil sport seperti ini."
Saat di bumi, Lukas pernah mengendarai mobil sport milik salah satu klien wanitanya, jadi dia lumayan terbiasa dengan situasi seperti ini.
"Benarkah? Kalau begitu cobalah kejar aku!"
Caroline kemudian menancap gasnya hingga membuat mobilnya melaju sangat kencang dan membuat Lukas tertinggal dibelakang.
Lukas tidak diam saja setelah melihat Caroline melaju di depannya, dia kemudian menancap gas untuk mengejar Caroline.
Namun Caroline yang berpengalaman tidak akan membiarkan Lukas menyalipnya, jadi dia menutup ruang untuk Lukas agar tidak bisa menyalipnya.
"Sial, wanita ini sangat pintar," Lukas kesal karena Caroline menutup ruang untuknya.
Ketika Lukas mengarahkan kemudinya ke kanan, Caroline juga mengarahkan kemudinya ke kanan. Ketika Lukas mengarahkan kemudinya ke kiri, Caroline juga melakukan hal tersebut.
"Hahaha! Kau tidak mungkin bisa menang dariku!" Caroline tertawa dengan penuh kemenangan.
__ADS_1
Lukas terus berusaha menyalip Caroline, namun semua usahanya sia-sia.
"Sialan, sepertinya aku hanya bisa menunggu kesempatan."
Tidak ada pilihan lain untuk Lukas, dia hanya bisa menunggu kesempatan saat Caroline lengah. Pada saat itu, dia akan memanfaatkan kesempatan untuk mengalahkan Caroline.
Tak lama kemudian, mereka melihat jembatan ratusan meter jauhnya di depan, keduanya langsung tancap gas untuk sampai di garis finish.
"Hahaha! Ini adalah kemenanganku!" Caroline sudah yakin akan memenangkan balapan.
Namun, karena terlalu senang, Caroline jadi tidak memperhatikan Lukas yang melaju di sebelah kirinya.
"Jangan senang terlalu cepat, kita tidak akan tau siapa yang akan memenangkan balapan sebelum mencapai garis finish."
Caroline dikejutkan dengan perkataan Lukas, dia terlalu senang hingga lupa menutup ruang untuk Lukas.
"Sial, bagaimana bisa aku lupa menutup ruang untuknya." Caroline sangat kesal karena tidak memperhatikan hal seperti itu.
Ketika keduanya berjarak kurang dari seratus meter dari jembatan, mereka langsung menginjak habis gas mereka.
Kedua mobil melaju bersebelahan dengan sangat cepat, kebetulan jalanan disana hanya ada mereka berdua, jadi mereka tidak perlu khawatir menabrak pengguna jalan lain.
Lukas sedikit berkeringat di dahinya, dia saat ini sangat fokus menatap ke depan. Begitu juga dengan Caroline, dia juga dalam kondisi yang sama dengan Lukas.
Saat hampir mencapai finish, Lukas berhasil menyalip Caroline, dia berada beberapa inci di depan Caroline. Lukas akhirnya berhasil mengunci kemenangannya terhadap Caroline.
Keduanya kemudian berhenti di atas jembatan, Caroline kesal karena kalah dari Lukas, dia memukul setirnya dengan marah.
"Sial!"
[Ding! Selamat kepada host karena telah berhasil menjalankan misi!]
[Ding! Selamat kepada host! Anda mendapatkan 50% saham Dragon Entertainment, serta satu kartu keterampilan acak.]
[Apakah host ingin membuka kartu Anda?]
"Buka, buka sekarang juga!" Lukas berkata dengan penuh semangat.
Dia tidak sabar ingin mengetahui apa yang didapatkannya dari kartu keterampilan acak.
[Ding! Selamat kepada host karena mendapatkan keterampilan mengemudi tingkat dewa!]
"Keterampilan mengemudi tingkat dewa? Tidak buruk, aku mungkin bisa mengemudi dengan mata terpejam dengan keterampilan ini."
Lukas cukup senang dengan keterampilan baru yang di dapatnya, dia mungkin akan mengalami hal serupa di masa depan. Jadi keterampilan itu tentu saja sangat berguna baginya.
Caroline keluar dari mobilnya lalu menghampiri Lukas dan memberikan selamat padanya, "Selamat untukmu."
__ADS_1
Lukas keluar dari mobilnya dan menerima jabat tangan dari Caroline dan berkata, "Terima kasih, aku hanya beruntung. Jika kau tidak lengah di akhir, mungkin aku tidak akan menang."
"Tentu saja, jika aku tidak lengah kau tidak mungkin bisa mengalahkanku. Lain kali aku pasti akan mengalahkanmu."
Caroline mengatakan dia akan mengalahkan Lukas di masa depan, dia masih tidak bisa menerima kekalahannya.
'Di masa depan tidak akan ada seorang pun yang bisa mengalahkanku,' batin Lukas.
Dengan keterampilan mengemudi tingkat dewa yang baru di dapatnya, tidak akan ada yang bisa menyainginya di masa depan.
"Perkenalkan, aku Caroline, Caroline Webster. Siapa namamu?" Caroline kembali mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Lukas.
'Apakah semua orang kaya memiliki nama keluarga mereka sendiri?' Lukas bertanya pada dirinya sendiri.
'Jika seperti itu, sebagai orang terkaya di masa depan, bukankah aku harus memiliki nama keluarga juga?' Batin Lukas.
Lukas mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya, "Aku Lukas, Lukas Miracle."
'Miracle, nama yang bagus.'
Lukas secara spontan membuat nama keluarga untuk dirinya, dia memilih nama Miracle karena itu sesuai dengan situasinya saat ini. Dia secara ajaib bisa bertransmigrasi ke dunia lain setelah mati tertabrak truk.
"Ngomong-ngomong, bagaimana kau bisa membeli mobil ini? Kurasa hanya ini satu-satunya yang ada di negara kita."
Caroline bertanya bagaimana cara Lukas bisa membeli Bugatti Veyron yang dikendarainya. Karena menurut informasi yang dia ketahui, hanya orang yang sangat berpengaruh yang bisa memilikinya.
Dia melihat penampilan Lukas biasa saja, tidak ada sesuatu yang menarik sama sekali selain wajah tampannya.
'Tentu saja ini adalah hadiah dari sistem,' batin Lukas.
Namun dia tidak mengatakan itu pada Caroline, "Kebetulan saat itu pihak yang bertanggung jawab atas mobil ini adalah kenalanku. Jadi aku memohon padanya untuk menjual mobil ini padaku."
"Memangnya bisa seperti itu?" Caroline bertanya dengan bingung.
Menurut pengetahuannya, tidak mungkin bisa seperti itu walaupun kau adalah keluarga dari penanggung jawab.
"Tentu saja," Jawab Lukas dengan cepat.
"Tapi menurut-"
Sebelum Caroline mengungkapkan keraguannya, tiba-tiba beberapa mobil polisi datang dari depan dan belakang mereka.
"Jangan bergerak! Kami mendapatkan laporan dari pengguna jalan lain kalau kalian kebut-kebutan di jalan."
Seorang polisi wanita berteriak sambil mengarahkan pistol pada keduanya. Polisi itu bernama Angelina, dia sebelumnya berada di divisi kejahatan dan kekerasan.
Namun dia diturunkan menjadi polisi lalulintas setelah gagal pada sebuah misi. Dan ini adalah hari pertamanya menjadi polisi lalulintas, jadi dia dalam suasana hati yang buruk.
__ADS_1
Dan kebetulan dia mendapatkan laporan ada dua mobil kebut-kebutan di jalan, jadi dia berencana melampiaskan kekesalannya pada mereka.