Become Rich With System

Become Rich With System
Bab 27


__ADS_3

"Benar tuan muda kedua, sebentar lagi bawahan saya akan membawanya ke hadapan saya."


Saat ini Snake sedang berbicara dengan Ryan lewat ponsel, Ryan menanyakan perkembangan situasi. Snake meyakinkan Ryan kalau bawahannya akan menangkap Lukas dan membawanya.


"Kuharap kau tidak mengecewakanku, Snake. Jika tidak, jangan salahkan aku jika bisnismu tidak berjalan dengan baik." Ryan memperingatkan Snake melalui ponsel.


"Yakinlah, tuan muda kedua. Saya tidak akan mengecewakan Anda." Snake meyakinkan Ryan sebelum akhirnya mengakhiri panggilan.


"Kuharap Louis melakukan pekerjaannya dengan baik." Snake bergumam.


Snake sangat bergantung pada keluarga Blake untuk melanjutkan bisnisnya, jika dia tidak bisa melakukan apa yang diminta oleh Ryan, maka bisnisnya akan kacau.


Snake mengandalkan keluarga Blake untuk mengimpor narkoba dari luar, sementara keluarga Blake yang membawanya melalui kapal, dia dan bawahannya yang mengedarkannya.


Jika dia tidak bisa memenuhi keinginan Ryan, maka Ryan mungkin akan meminta keluarganya untuk tidak mengandalkan Snake mengedarkan narkoba. Saat itu terjadi, maka mereka semua akan dibunuh untuk menghilangkan orang yang mengetahui bisnis gelap mereka.


"Jika Louis gagal, maka aku akan melakukannya sendiri."


Beberapa saat kemudian Louis dan bawahannya datang ke tempatnya, melihat itu Snake segera menanyakan pada Louis bagaimana dengan pekerjaan yang dia suruh:


"Bagaimana? Apakah kau sudah berhasil? Dimana orang itu?"


"Ini... Kakak, kami tidak bisa menangkap orang itu." Kata Louis.


Mendengar itu Snake langsung marah, dia pun memarahi Louis dan bawahannya yang lain, "Tidak bisa?! Bagaimana mungkin kau tidak bisa melakukan pekerjaan yang mudah itu?!"


"Kakak, sebenarnya orang yang kau suruh untuk kami tangkap adalah monster yang sudah menghajar kami dulu. Kami tidak mungkin bisa mengalahkannya, jika kami melawannya, kami semua mungkin akan mati." Louis menjelaskan, dia tidak ingin melawan Lukas.


"Sialan, seharusnya kalian lakukan apapun untuk menangkapnya, bukannya malah lari seperti ini." Snake mengutuk Louis dan bawahannya yang pengecut.


Dia tidak menyangka Louis dan bawahannya akan lari setelah hanya melihatnya saja, tindakan pengecut yang mereka tunjukkan membuat Snake sangat marah. Bagaimana bisa dia memiliki anak buah yang pengecut seperti itu.


"Kalian semua sampah tidak berguna! Jika kita tida bisa menagkap orang itu, maka kita tidak bisa melanjutkan bisnis kita dengan keluarga Blake lagi."


'Seandainya kau tau betapa mengerikannya orang itu, kau tidak akan berani berkata seperti ini.' Batin Louis dan bawahannya, mereka semua yakin jika Snake pernah dihajar oleh Lukas, dia tidak akan berani berkata seperti sekarang.


"Sepertinya memang harus aku sendiri yang menyelesaikan masalah ini." Snake bergumam.


Mau tidak mau dia sendiri yang harus mengurus Lukas, karena Louis dan bawahannya tidak bisa diandalkan sama sekali.


"Ngomong-ngomong dimana bawahanmu yang satunya? Bukankah tadi dia ikut bersama dengan kalian?" Snake bertanya, dari tadi dia tidak melihat Ronny diantara mereka.

__ADS_1


"Sekarang dia mungkin sedang beristirahat, kak. Dia dengan berani mengulur waktu untuk kami melarikan diri, dia adalah pahlawan kami." Salah satu bawahan Louis menjawab.


"Kalian semua memang pengecut." Snake berkata dengan dingin.


...


Sementara itu dirumahnya, Lukas sedang menonton TV.


[Hot News! Pemirsa, aktris terkenal Helen Winslet dikabarkan sedang berkencan dengan seorang pria di salah satu restoran bintang lima.]


[Hal ini tentu membuat para penggemar heboh, bahkan banyak penggemar pria yang tidak terima dengan hal tersebut.]


"Untunglah mereka tidak mendapatkan gambarku, jika tidak aku akan mendapat masalah."


Lukas segera mematikan TV setelah melihat berita tersebut, dia sangat bersyukur karena tidak ada yang berhasil mendapatkan gambarnya saat makan bersama dengan Helen.


Saat dia sedang bersantai, Monica menghampirinya dan bertanya, "Tuan, apakah Anda menghajar Ronny?"


"Aku memberinya sedikit pelajaran, tapi tenang saja, aku tidak membunuhnya." Lukas menjawab dengan santai.


"Bukan itu masalahnya, bagaimana jika dia melaporkan Anda pada polisi?" Monica sama sekali tidak mempedulikan Ronny, sebaliknya dia khawatir dengan Lukas.


Jika Ronny melaporkannya pada polisi, maka Lukas akan berada dalam masalah yang serius.


Lukas sangat yakin Ronny tidak akan melakukan itu, jika dia berani melakukannya, maka dia akan membuatnya lebih menderita lagi.


"Ngomong-ngomong bagaimana kau tau soal itu?" Tanya Lukas, dia penasaran bagaimana Monica bisa tau kalau Ronny terluka.


"Pihak rumah sakit menghubungi saya, mereka bilang menemukan Ronny tergeletak dijalan dengan kondisi yang sangat parah. Jadi saya yakin itu mungkin ada hubungannya dengan Anda." Jawab Monica, dia menjelaskan bagaimana dia bisa mengetahui Ronny terluka.


"Jadi begitu," Lukas mengangguk setelah mendengar penjelasan Monica.


"Anda ingin makan apa nanti malam?" Monica bertanya Lukas ingin makan apa saat makan malam nanti.


"Hmmm, aku ingin makan ayam goreng, sudah lama aku tidak makan ayam goreng." Lukas menjawab setelah berpikir sejenak.


Setelah Monica bekerja di rumahnya, Lukas tidak pernah lagi memakan ayam goreng. Sekarang dia merasa rindu dengan rasa ayam goreng dan ingin memakannya.


"Baiklah, kalau begitu saya akan menyiapkannya lebih dulu."


Monica segera ke dapur untuk menyiapkan makam malam.

__ADS_1


Sambil menunggu waktu makan malam, Lukas memanfaatkan waktu untuk menulis seri ketiga dari novel Harry Potter. Dia ingin menamatkan semua serinya dengan cepat.


Setelah beberapa jam akhirnya waktu makan malam tiba, dia pun segera menghentikan pekerjaannya dan pergi ke ruang makan.


"Kakak!"


Sherly sudah ada disana menunggunya sambil menghadapi makanan didepannya.


"Halo Sherly!"


Lukas segera duduk setelah menyapa Sherly, dia pun segera menyantap makanan yang sudah ada didepannya.


"Selamat makan!"


...


Beberapa hari berlalu dengan cepat, sekarang Lukas sudah menyelesaikan novel Harry Potter seri ketiga, namun dia tidak langsung menyerahkannya pada Bobby. Dia akan menunggu hingga seri kedua tamat dulu.


Seri kedua masih belum tamat, masih ada beberapa bab yang belum dipublikasikan oleh Bobby, dia akan mengirimnya ketika itu sudah tamat.


"Hahhh, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Lukas bingung harus melakukan apa.


Karena dia tidak punya pekerjaan, Lukas tidak memiliki kegiatan selain menulis novel. Namun karena dia baru saja menyelesaikan seri ketiga novel Harry Potter, dia ingin beristirahat dan relaks.


Ketika Lukas bingung harus melakukan apa, tiba-tiba ponselnya berdering. Lukas segera mengambilnya dan melihat itu adalah nomor yang tak dikenalnya, "Siapa ini?"


Lukas mengangkatnya dan suara seorang wanita terdengar dari sisi lain, "Lukas, ini aku, pemilik rumah."


"Bibi pemilik rumah? Ada apa? Apakah ada sesuatu yang Anda butuhkan?" Tanya Lukas, dia bingung kenapa pemilik rumah menghubunginya saat ini.


'Bukankah aku sudah membayar uang sewa rumah itu untuk dua bulan ke depan?' Batin Lukas, Lukas ingat sudah membayar sewa untuk dua bulan. Jadi dia bingung kenapa pemilik rumah menghubunginya sekarang.


"Begini, ada beberapa orang yang mencarimu. Mereka bilang kau punya hutang dengan mereka, mereka pergi ke rumah yang disewa olehmu namun tidak menemukan kau disana. Jadi mereka menemuiku untuk mengetahui keberadaanmu." Pemilik rumah menjelaskan.


'Hutang? Hutang apa? Apakah aku pernah berhutang dengan seseorang?' Batin Lukas, dia tidak ingat pernah berhutang dengan seseorang.


"Baiklah, bibi. Katakan pada mereka aku akan tiba disana sebentar lagi. Ngomong-ngomong dimana kalian?"


"Kami sedang berada di warung mie ayam dekat rumah yang kau sewa."


Setelah itu Lukas mengakhiri panggilan dengan pemilik rumah.

__ADS_1


'Apakah itu hutang yang dimiliki oleh pemilik tubuh sebelumnya? Tapi aku tidak menemukan hal itu dalam ingatannya.' Batin Lukas.


Dia segera pergi menuju tempat pemilik rumah berada untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


__ADS_2