
Di ruang rawat, saat ini Caroline sedang berbaring dengan sedih, dia melihat kakinya yang dibalut perban. Melihat itu membuatnya meneteskan air mata.
"Padahal tinggal sedikit lagi ...." Kata Caroline dengan sedikit menyesal.
Caroline sudah sangat menantikan dirinya berada di posisi lima besar selama ini, sebelumnya dia hanya bisa finish di posisi sepuluh besar. Jadi dia cukup terpukul dengan kejadian ini, tidak hanya tidak bisa finish di posisi lima besar, dia juga harus dirawat untuk waktu yang cukup lama.
Crew Caroline akhirnya tiba di ruang rawat, semuanya khawatir dengan kondisinya. Lukas juga ada disana, dia melihat Caroline yang memiliki raut wajah sedih.
"Bagaimana kondisimu? Tidak ada cedera dibagian lain kan?" Tanya pelatih.
Caroline menggelengkan kepalanya, "Tidak, hanya kaki kananku saja yang terluka."
"Syukurlah, yang penting kau selamat." Pelatih menghela napas lega.
"Tapi... Kita hampir bisa finish di posisi lima besar." Caroline sedikit menyesal karena gagal finish di posisi lima besar.
Mendengar itu membuat crew yang lain juga ikut bersedih, namun bagi mereka keselamatan Caroline yang paling penting. Jika sampai terjadi apa-apa pada Caroline, maka mereka juga tidak akan memiliki pembalap lagi.
Dan yang lebih penting lagi, mereka juga akan kena marah oleh keluarga Webster jika sesuatu yang buruk terjadi pada Caroline.
"Jangan membahas itu lagi... Untuk sekarang fokus pada pemulihanmu..." Pelatih tidak ingin membuat Caroline merasa terbebani.
"Apakah Tim Webster ada disini?"
Seorang pria dengan tampilan biasa masuk dan bertanya pada mereka.
"Ya, saya pelatih Tim Webster, ada apa?" Pelatih langsung menjawabnya.
"Begini... Pertandingan akan kembali dimulai, jadi kalian diminta untuk bersiap... Itu saja, kalau begitu saya permisi dulu." Kata pria itu sebelum pergi.
Setelah pria tersebut pergi, semua crew dibuat bingung. Karena mereka tidak memiliki pembalap yang tersisa, di tim mereka hanya ada Caroline, jadi tidak ada yang bisa mereka lakukan di situasi ini selain menyerah.
"Sepertinya kita hanya bisa menyerah pada pertandingan kali ini." Pelatih menggelengkan kepalanya.
Mendengar itu membuat wajah semua crew menjadi muram, meski mereka tau tidak ada yang bisa mereka lakukan, namun tetap saja hal itu membuat mereka semua sedih.
Caroline juga sama seperti mereka, dia merasa bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Namun apa boleh buat, bencana tidak memiliki mata, hal itu bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun.
'Tunggu...' Caroline kemudian teringat dengan Lukas.
Dia mencari keberadaan Lukas, begitu matanya tertuju pada Lukas, dia menunjukkan raut wajah gembira dan berkata, "Semuanya, aku tau seseorang yang bisa menggantikanku pada pertandingan kali ini."
__ADS_1
"Siapa?" Tanya pelatih dengan penasaran, dia juga menjadi bersemangat.
Semua crew yang lain juga menjadi bersemangat ketika mendengar itu, mereka tidak sabar ingin mengetahui siapa orang tersebut.
"Dia..." Caroline menunjuk Lukas.
Semuanya langsung mengalihkan perhatian mereka pada Lukas, melihat penampilan Lukas yang tidak meyakinkan membuat mereka sedikit ragu.
"Aku tau kalian meragukannya, tapi jangan khawatir, aku akan menjamin kalau dia adalah orang yang hebat." Tambahnya, Caroline sangat yakin dengan kemampuan Lukas.
Dia ingat saat mereka berdua balapan, keahlian Lukas sudah sebanding dengan pembalap profesional yang lain. Jadi dia yakin Lukas bisa menangani balapan kali ini.
"Ini... Apakah kau yakin?" Pelatih masih sedikit meragukan keputusan Caroline.
"Pelatih, yakinlah, aku yakin dia sangat bisa diandalkan." Caroline meyakinkan pelatih.
"Baiklah, karena kau sangat yakin, maka kita tidak ada pilihan lain." Pelatih akhirnya setuju.
Lagipula mereka juga tidak punya pilihan lain, jadi tidak ada salahnya dengan menjadikan Lukas sebagai pembalap sementara mereka.
[Ding! Jadilah juara pertama dalam lomba balap mobil! Hadiah: Sebuah pusat perbelanjaan, serta satu kartu keterampilan acak!]
Setelah sekian lama Lukas menunggu misi dari sistem, akhirnya muncul juga misi tersebut. Lukas sangat bersemangat untuk menyelesaikan misi, dia juga ingin mencoba bagaimana rasanya balapan sesungguhnya.
"Nak, apakah kamu bersedia untuk menjadi pembalap sementara kami?" Tanya pelatih.
"Ini... Apa yang akan aku dapatkan jika aku finish di posisi pertama?" Lukas tidak ingin memberikan bantuan dengan percuma, jadi dia bertanya apa yang bisa didapatnya jika finish di posisi pertama.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Caroline.
Caroline tidak keberatan memberikan imbalan pada Lukas selama itu masih dalam batas yang bisa dia berikan, lagipula dia tidak yakin Lukas bisa finish di posisi pertama.
"Hmm" Lukas merenung sejenak memikirkan apa yang dia inginkan.
"Bukankah keluargamu beroperasi di bidang otomotif? Aku ingin mobil sport!"
Lukas ingat kalau keluarga Webster beroperasi di bidang otomotif, dia mengetahui hal tersebut dari internet. Di waktu luangnya, Lukas biasanya mencaritahu tentang tiga keluarga besar yang berkuasa di Pearl City.
Dan dia ingat jika keluarga Webster juga menjual mobil sport, jadi dia ingin mobil sport sebagai imbalannya. Meski dia sudah memiliki satu mobil sport, tidak ada salahnya untuk memiliki satu lagi.
"Tidak masalah, aku akan memberikannya jika kau bisa finish di posisi pertama." Caroline setuju dengan keinginan Lukas.
__ADS_1
"Ayo semuanya bersiap untuk pertandingan!" Pelatih mengingatkan semua crew untuk mempersiapkan semuanya.
Setelah beberapa saat akhirnya semua persiapan sudah selesai, Lukas juga sudah mengenakan pakaian khusus untuk pembalap.
'Wow, ini sangat keren,' batin Lukas.
"Nak, lakukan yang terbaik. Aku tidak mengetahui tentangmu, tapi aku yakin dengan pendapat Caroline, jadi jangan mengecewakan kami semua." Kata pelatih.
"Yakinlah, aku pasti bisa finish di posisi pertama!" Kata Lukas dengan penuh semangat.
Lukas sangat yakin dia bisa finish di posisi pertama, lagipula dia memiliki keterampilan mengemudi tingkat dewa. Dengan keterampilan tersebut, mudah saja bagi Lukas untuk bisa menjadi yang pertama.
Meski kurang yakin, tapi ketika melihat mata Lukas yang penuh percaya diri, keyakinan pelatih menjadi bertambah setelah melihatnya.
"Baik, aku percaya padamu. Lakukan yang terbaik!" Kata pelatih dengan penuh semangat.
"Semua pembalap diharap untuk segera memasuki sirkuit!"
Lukas segera masuk kedalam mobil setelah mendengar suara tersebut, dia kemudian menyalakan mobilnya dan segera mengendarainya kedalam sirkuit.
Semuanya berada dalam posisi seperti sebelum kecelakaan terjadi, Lukas berada dalam urutan keenam.
Setelah wasit mengibarkan bendera, semua pembalap langsung menancap gas mereka dan mobil langsung melaju dengan kecepatan maksimal.
Lukas juga tidak diam saja, dia langsung menginjak habis gas. Mobilnya langsung melesat dengan kecepatan penuh. Dalam tikungan pertama, Lukas berhasil melewati pembalap yang ada di depannya.
"Wow, pembalap dari tim Webster sangat luar biasa, dia berhasil melewati pembalap yang ada di depannya dengan mudah!"
"Benar, dan yang lebih luar biasanya lagi, dia juga tidak menggunakan rem pada tikungan tersebut."
Dalam tikungan tersebut, Lukas tidak menginjak rem sama sekali, dia terus melaju dengan kecepatan penuh.
"Sial, aku tau dia hebat, tapi aku tidak tau kalau dia akan sehebat ini." Caroline juga menonton pertandingan itu.
Setelah berhasil melewati pembalap yang berada di posisi kelima, Lukas sekarang berada di posisi kelima. Tidak berhenti disitu saja, Lukas terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh dan berhasil menempati posisi keempat.
"Wow! Dia kembali berhasil melewati pembalap yang ada di depannya!"
Balapan terus berlangsung dan hanya tersisa satu lap terakhir, Lukas sekarang sudah berada di posisi kedua.
"Apakah dia benar-benar bisa finish di posisi pertama?" Pelatih sangat bersemangat melihat pertandingan Lukas. Dia bertanya-tanya apakah Lukas bisa finish di posisi pertama.
__ADS_1