
"Aku akan memplagiarisme novel dari bumi dan mempublikasikannya disini dengan namaku. Hmmm, novel apa yang harus kubuat?" Lukas bingung novel apa yang harus dia tulis.
"Ahh aku tahu apa yang harus kutulis, aku yakin ini pasti akan tekenal dengan cepat."
Lukas dengan cepat mengetik di laptopnya, setelah mengetik selama hampir 10 jam, dia hanya bisa membuat 10 bab dalam novelnya.
"Sial, aku sangat lapar, setelah mengetik selama 10 jam, aku hanya bisa membuat 10 bab. Yah tidak masalah, aku yakin ini pasti akan segera membuat heboh para pembaca." Lukas sangat yakin novelnya pasti disukai banyak pembaca.
Lukas membuat novel Harry Potter, meski tidak sama persis dengan yang ada di bumi, tapi secara keseluruhan sama. Dia segera mengunggahnya ke internet dan menunggu respon dari pembaca.
Di suatu tempat.
Seorang pria sedang makan sambil menghadapi komputernya, lalu muncul sebuah notifikasi dari monitor komputernya, "Apa ini? Harry Potter? Novel macam apa ini?"
Pria itu segera membukanya dan mulai membaca bab pertama, setelah beberapa waktu, tanpa sadar dia sudah membaca semua bab dan merasa sangat terpukau dengan apa yang baru saja dibacanya.
"Apakah hanya ada 10 bab? Kapan bab berikutnya akan rilis lagi? Sial, aku sudah tidak sabar menanti kelanjutan ceritanya." Kata pria itu dengan penuh semangat, dia kemudian mengetik komentar untuk segera merilis bab baru.
Dengan cepat novel Harry Potter menyebar dikalangan pecinta novel, mereka mendesak Lukas untuk segera merilis bab baru. Mereka dibuat penasaran dengan kelanjutan dari ceritanya.
"Hei, apa kau sudah membaca novel Harry Potter?"
"Harry Potter? Novel jenis apa itu?"
"Ini, aku akan membagikan tautannya padamu."
"Sial, novel ini sangat luar biasa. Kapan bab baru akan rilis?"
"Entahlah, authornya belum memberikan konfirmasi."
Dengan antusiasme dari para pembaca, Lukas menerima banyak notifikasi dari sistem. Saat ini dia sedang sakit kepala karena terus mendengar suara notifikasi, "Sistem, bisakah aku membisukan notifikasi ini? Jika terus seperti ini aku akan menjadi gila."
[Tentu saja, mulai sekarang notifikasi perolehan poin akan dibisukan.]
Lukas akhirnya tidak mendengar suara notifikasi yang membuatnya kesal lagi, "Akhirnya aku tidak mendengar suara itu lagi."
"Ngomong-ngomong, sekarang novel Harry Potter sedang viral. Aku tidak menyangka akan secepat ini." Lukas tidak menyangka novel Harry Potter akan membuat heboh para pecinta novel.
"Hmmm, sebaiknya aku merilis 1 bab per hari," Kata Lukas setelah berpikir sejenak. Dia tidak ingin terlalu sering merilis bab baru, dia ingin membuat para pembaca penasaran dengan merilis 1 bab per hari.
__ADS_1
"Sistem, berapa poinku? Aku yakin pasti sangat banyak kan?"
[Poin saat ini adalah 200.]
"Hanya 200 poin? Kenapa sedikit sekali? Bagaimana cara kerjanya?"
[Setiap 1 poin dihitung per 10 orang yang memujimu, saat ini hanya ada 2000 orang yang memujimu. Jadi kau mendapatkan 200 poin.]
"Jadi seperti itu," Lukas mengangguk. Kemudian dia berkata pada sistem, "Aku ingin menggunakan beberapa poin untuk ditukarkan dengan uang."
[Kau akan dibawa ke ruang sistem dan tubuhmu akan tidak sadar untuk sementara waktu, mohon bersiap.]
Lukas segera berbaring di tempat tidurnya, lalu kemudian dia kehilangan kesadarannya dan terbangun di ruang sistem. Disana dia kembali bertemu dengan loli kecil, loli itu kemudian berkata, [1 poin dapat ditukarkan dengan 1 dollar, berapa poin yang ingin kau tukarkan?]
"Sepertinya 50 dollar cukup, lagipula aku hanya perlu untuk makan saja."
[50 poin berhasil ditukar, dan 50 dollar segera dikirim ke kantongmu. Apakah kau ingin membuka lottere dengan poin yang tersisa?]
"Lottere? Hadiah seperti apa yang bisa aku dapatkan?"
[Dalam lottere terdapat berbagai macam jenis item atau teknik bela diri, jika beruntung kau mungkin akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa.]
[Dalam lottere tingkat rendah, hanya terdapat item atau seni bela diri level rendah, sedangkan tingkat sedang, terdapat item atau teknik dengan tingkatan yang lebih bagus. Dan pada lottere tingkat tinggi, terdapat banyak item atau teknik dengan kualitas terbaik.]
"Sekarang aku hanya memiliki 150 poin, maka aku akan menggunakannya untuk membuka lottere tingkat rendah dan sedang."
[150 poin berhasil dikurangi, sekarang kamu dapat membuka kedua lotteremu. Yang mana yang akan dibuka lebih dulu?!]
"Tentu saja yang tingkat rendah, yang terbaik belakangan."
[Lottere tingkat rendah berhasil dibuka! Selamat! Anda mendapatkan 10 dollar.]
'Sial, bukankah itu artinya aku rugi? Jika tau begini aku lebih baik menukarnya dengan uang.' Batin Lukas, dia merasa tertipu ketika hanya mendapatkan 10 dollar.
[Lottere tingkat sedang berhasil dibuka! Selamat! Anda mendapatkan keterampilan tubuh berlian.]
[Penjelasan : Keterampilan tubuh berlian, seperti namanya, tubuh Anda akan sekeras berlian jika menggunakannya.]
"Keterampilan tubuh berlian? Sepertinya menarik," Lukas sedikit tertarik dengan keterampilan tubuh berlian.
__ADS_1
"Keluarkan aku dari sini sekarang," Lukas ingin segera keluar dan makan, perutnya sudah sangat lapar sekarang.
Setelah keluar dari ruang sistem, Lukas segera membuka matanya dan keluar untuk makan. Dia berjalan keluar disekitar lingkungannya dan menemukan warung makan pinggir jalan. Lukas segera memesan, "Paman, berikan aku 2 porsi mie ayam."
"Baiklah, tunggu sebentar."
Paman pemilik warung segera menyiapkan pesanan Lukas, tak lama kemudian akhirnya selesai. Paman pemilik warung segera mengantarkannya ke meja Lukas, "Ini pesananmu anak muda."
"Terima kasih," Lukas dengan senang hati mengambil mie ayam pesanannya dan segera menyantapnya.
"Ini cukup enak," Lukas menikmati makanannya.
"Hei paman, berikan uang keamanan pada kami!"
Tiba-tiba sekelompok preman datang menagih uang keamanan kepada paman pemilik warung. Pemilik warung menghampiri mereka dan berkata sambil meneteskan keringat dingin, "Bukankah aku sudah membayarnya kemarin? Kenapa kalian kembali menagihnya lagi hari ini?"
"Jangan banyak bicara! Bayar saja, jika tidak kami akan menghancurkan semua daganganmu!" Teriak salah satu preman.
"Jangan lakukan itu, aku akan membayarnya besok, hari ini aku tidak punya cukup uang."
"Jangan banyak alasan, kami lihat pelanggan disini cukup ramai hari ini!"
"Kumohon, aku memerlukan uang ini untuk biaya pengobatan istriku yang sedang dirawat di rumah sakit."
"Kami tidak mau tau alasanmu! Jika kau tidak membayar kami sekarang, maka kami akan menghancurkan tempat ini!"
"Kumohon kali ini saja, aku janji akan membayarnya besok."
"Hancurkan semuanya! Jangan biarkan ada yang tersisa."
Sekelompok preman itu segera membolak-balikkan tempat tersebut, semua pelanggan lari ketakutan. Mereka tidak berani menghadapi para preman itu dan memilih lari.
"Hei kalian, jangan mengganggu waktu makanku, aku sudah seharian belum makan dan sangat lapar. Paman, tambah 3 porsi lagi!" Lukas dengan santai mengingatkan para preman itu dan meminta pemilik warung untuk membuatkannya 3 porsi lagi.
"Hei bocah! Siapa kau? Berani sekali kau berkata seperti itu, apa kau tidak tau siapa kami?" Seorang preman berkata dengan sombong.
"Apakah aku perlu tau sampah seperti kalian?" Lukas mengerutkan keningnya, dia memandang rendah mereka.
Mendengar perkataan Lukas membuat para preman itu sangat marah, "Bajingan! Kau bilang kami sampah?! Apa kau ingin mati?"
__ADS_1