Become Rich With System

Become Rich With System
Bab 20


__ADS_3

Lukas mengangguk, "Benar!"


Setelah melihat Lukas mengangguk, Amara sekarang yakin kalau Lukas memang ingin tidur dengannya.


"T-tapi... Kita baru saja bertemu setelah sekian lama. Dan meskipun hubungan kita baik sebelumnya, tapi untuk melakukan hal itu agak..."


Amara sebenarnya tidak membenci Lukas, namun itu terlalu mendadak baginya dan dia tidak siap untuk itu.


"Kenapa? Apakah kau tidak bisa?"


Amara dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, tidak. Bukan seperti itu maksudku, tapi..."


Amara berjibaku dengan pikirannya sebelum akhirnya membuat keputusan, dia melepaskan bajunya dengan perlahan hingga menyisakan pakaian dalam saja yang menutupi bagian atasnya.


Lalu dia ingin melepaskan celana training yang dikenakannya, namun sebelum dia melakukannya, Lukas menghentikannya.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau melepaskan pakaianmu?" Tanya Lukas.


Lukas heran dengan apa yang dilakukan oleh Amara, dia tidak mengerti kenapa Amara melepaskan pakaian didepannya.


"Bu...bukankah ini yang kau inginkan?" Kata Amara, dia sedikit malu dan juga gugup.


Bahkan wajahnya sedikit memerah, dia tidak berani memandang Lukas secara langsung.


"Apa maksudmu? Aku memintamu untuk menyanyi karena aku sudah lama tidak mendengarmu bernyanyi."


"Apa?!"


Amara sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Lukas, dia ternyata salah paham dengan Lukas. Dia mengira Lukas ingin melakukan hal seperti itu dengannya, tapi ternyata dia hanya ingin mendengar dia bernyanyi.


'Ahhh! Ini sangat memalukan, bagaimana aku bisa salah paham seperti ini!' Batin Amara, saat ini dia sangat malu hingga ingin bersembunyi.


"Tapi jika kau ingin bernyanyi dengan gaya seperti ini, aku juga tidak keberatan." Kata Lukas sambil menggoda Amara.


"Matilah!" Amara menampar Lukas sebelum lari ke kamarnya sambil membawa pakaian yang sudah dilepasnya.


Lukas memegangi pipinya yang terkena tamparan Amara, "Hahaha, gadis ini lucu sekali. Tapi jika dia ingin melakukannya, aku tidak keberatan sama sekali."


Tentu saja Lukas tidak keberatan jika harus melakukannya dengan Amara, dengan wajah cantiknya itu, pasti banyak pria yang ingin melakukannya dengannya.


Setelah beberapa saat Amara keluar dari kamarnya dengan mengenakan pakaian baru, kali ini dia sudah tidak malu lagi, dia berjalan mendekati Lukas dan duduk disebelahnya.


"Coba kau katakan dengan jelas dari awal, dengan begitu aku tidak akan salah paham denganmu!" Amara marah karena Lukas tidak memberitahu maksudnya dari awal.


"Bagaimana aku tau kau memiliki pemikiran nakal seperti itu, aku kira kau memikirkan hal yang sama dengan yang aku pikirkan." Kata Lukas sambil mengangkat bahu.


"Huh!" Amara mendengus.

__ADS_1


"Ayo, biarkan aku mendengar nyanyianmu, apakah kau sudah lebih baik dari yang dulu."


Amara kemudian memutar musik di ponselnya, kemudian suara musik terdengar dari ponsel. Setelah itu Amara mulai bernanyi.


Lukas mendengarkan dengan tenang disisinya, perasaannya seakan terbawa oleh alunan nada yang dikeluarkan oleh Amara.


Lukas memejamkan matanya, dan saat ini dia seakan berada di tepi pantai yang tenang. Diiringi dengan suara deburan ombak serta belaian angin yang berhembus membuat perasaannya menjadi tenang.


Disana dia juga ditemani oleh seorang wanita yang sangat dicintainya, mereka berdua bermain pasir bersama sambil saling menggoda.


Namun ketika nyanyian Amara berhenti, Lukas kembali tersadar dan dia dibawa kembali pada kenyataan.


Prok! Prok! Prok!


Lukas bertepuk tangan dan tidak bisa tidak memuji Amara, suara nyanyiannya begitu indah hingga membuat dirinya terbawa ke alam mimpi ketika mendengarnya.


"Luar biasa, kau sudah berkembang. Nyanyianmu sekarang sudah sangat berbeda dengan yang dulu, aku heran bagaimana bisa kau gagal dalam audisi dengan bakatmu ini."


"Heh, tentu saja sekarang aku sudah lebih baik, meski aku tidak bisa menjadi penyanyi terkenal. Aku masih bernyanyi pada acara pernikahan, jadi kemampuanku terus berkembang." Amara berkata dengan bangga.


Meski selalu gagal dalam audisi, Amara tidak berhenti bernyanyi karena itu. Dia biasa menyanyi di acara pernikahan untuk terus mengembangkan kemampuannya.


'Bukankah aku memiliki 50% saham di Dragon Entertainment? Dengan menggunakan kekuasaanku, aku mungkin bisa membuat Amara menjadi penyanyi.' Batin Lukas.


"Amara, apa kau masih ingin menjadi penyanyi terkenal?" Tanya Lukas.


Aku juga tidak ingin melayani para pria hidung belang itu hanya agar aku bisa mendapatkan koneksi."


Sebenarnya Amara pernah ditawari oleh beberapa Agensi, namun dia menolak mereka semua karena mereka menyuruhnya melakukan hal-hal seperti melayani beberapa pria yang berinvestasi pada perusahaan mereka.


"Jika begitu, aku mungkin bisa membantumu untuk menjadi penyanyi."


"Benarkah?!" Amara sangat antusias setelah mendengar perkataan Lukas.


"Tapi bagaimana kau akan membantuku?"


Amara bingung bagaimana Lukas akan membantunya, bukankah Lukas adalah seorang penulis? Lalu bagaimana caranya Lukas bisa membantu?


"Sepertinya aku lupa bilang padamu, selain sebagai penulis, aku juga berinvestasi pada beberapa perusahaan. Salah satunya adalah Dragon Entertainment, apakah kau pernah mendengarnya?"


Lukas memberitahu Amara kalau dia merupakan salah satu investor di Dragon Entertainment.


"Dragon Entertainment? Jangan bercanda! Tentu saja aku tau tentang mereka, perusahaan mereka adalah salah satu yang terbaik di kota ini." Amara tidak percaya sama sekali dengan apa yang dikatakan Lukas.


"Kau tidak percaya?"


"Tentu saja, berhenti membual!"

__ADS_1


Amara sama sekali tidak percaya jika Lukas adalah salah satu investor Dragon Entertainment.


"Bagaimana kalau yang aku katakan memang benar, apa yang akan kau lakukan?" Lukas mencoba membuat kesepakatan dengan Amara.


"Aku akan melakukan apa saja yang kau inginkan." Kata Amara dengan santai, lagipula dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Lukas.


"Benarkah? Maka jangan ingkari janjimu jika aku bisa membantumu."


Lukas kemudian menghubungi Levin, setelah beberapa saat suara Levin terdengar dari ponsel, "Halo Tuan Lukas, ada yang bisa saya bantu?"


"Jadi seperti ini, aku memiliki seorang teman. Dia sangat berbakat dalam menyanyi, aku ingin bertanya, apakah kalian bisa membawanya ke perusahaan? Aku yakin dia bisa menjadi penyanyi yang hebat."


"Tentu saja bisa, apapun yang Anda inginkan, saya akan berusaha untuk mewujudkannya." Kata Levin dengan percaya diri.


"Baiklah, aku akan menyuruhnya ke perusahaan besok," kata Lukas.


"Anda dapat yakin, Tuan. Saya sendiri yang akan menyambutnya besok!"


"Baiklah kalau begitu, terima kasih sebelumnya."


"Tidak perlu sungkan, Tuan. Ngomong-ngomong Tuan, besok ada rapat pemegang saham. Apakah Anda akan menghadirinya?"


"Rapat pemegang saham? Jam berapa?"


"Jam 9 pagi, jika Anda sibuk. Tidak apa-apa jika Anda tidak datang."


"Tidak, aku akan datang tepat waktu besok. Kalau begitu sampai jumpa besok."


"Sampai jumpa besok, Tuan."


Lukas mengakhiri panggilan setelah itu.


'Rapat pemegang saham ya... Aku akan kesana besok sekaligus melihat kantor.' Batin Lukas.


Sejak dia menjadi pemegang saham utama Dragon Entertainment, Lukas belum pernah sama sekali melihat kantor mereka, jadi dia akan memanfaatkan kesempatan besok untuk melihatnya secara langsung.


Kemudian dia berkata pada Amara, "Aku sudah menghubungi orang di Dragon Entertainment, besok kau tinggal pergi kesana untuk melakukan tes."


"Benarkah?" Amara masih belum begitu yakin dengan apa yang dikatakan Lukas.


"Jika kau tidak mau tidak masalah, aku juga tidak memaksamu untuk kesana." Kata Lukas dengan santai.


"Tentu saja aku mau, tapi ini terasa tidak nyata bagiku."


"Kau akan mengetahuinya besok setelah pergi ke sana."


Amara dan Lukas melanjutkan obrolan mereka sebelum akhirnya Lukas memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2