Become Rich With System

Become Rich With System
Bab 28


__ADS_3

Beberapa waktu lalu.


"Snake, kau bilang akan menyelesaikannya, sekarang sudah beberapa hari berlalu dan kau masih belum membawanya ke hadapanku!"


Ryan menghubungi Snake setelah tidak mendapatkan kabar sama sekali setelah menunggu selama beberapa hari. Jadi dia menghubunginya untuk segera menangkap Lukas dan membawanya kehadapannya.


"Maaf tuan muda kedua, saya akan segera membawanya ke hadapan Anda." Snake meminta maaf dan berkata dia akan membawa Lukas kehadapan Ryan secepatnya.


"Aku tidak mau tau lagi, jika hari ini kau tidak membawanya, maka jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu padamu dan juga bawahanmu." Ryan berkata dengan mengancam.


"Baik, baik tuan muda kedua, saya akan segera menemukannya dan membawanya pada Anda." Snake kembali meyakinkan Ryan.


Setelah itu Ryan mengakhiri panggilan, begitu panggilan berakhir, Snake langsung mengutuk Ryan, "Dasar bajingan! Jika saja kau bukan dari keluarga Blake, aku pasti sudah menghajarmu."


Dia kemudian memanggil Louis dan menyuruhnya mencari keberadaan Lukas, "Louis, segera temukan keberadaan orang itu!"


"Kakak, maksudmu? Kau menyuruhku mencari keberadaan monster itu?" Louis bertanya dengan getir.


"Monster apanya? Cepat cari dia, jika tidak kita semua akan mati." Snake berkata dengan dingin.


"Tapi-"


"Tidak ada tapi-tapian, cepat cari keberadaannya!" Snake langsung memotong perkataan Louis sebelum dia bisa menyelesaikannya.


Louis dengan berat hati membawa semua bawahannya untuk mencari keberadaan Lukas. Meski mereka semua takut dengan Lukas, tapi mereka juga sayang dengan nyawa mereka. Jika mereka gagal menemukan Lukas, maka keluarga Blake akan membunuh mereka.


"Keluarga Blake sialan, kenapa mereka tidak menggunakan orang-orang dari keluarga mereka untuk mencari seseorang?"


"Benar, kenapa harus kita?"


Semua bawahan Louis mengeluhkan kejadian yang menimpa mereka, mereka sangat tidak puas dengan hal tersebut. Namun mereka tidak bisa apa-apa selain menuruti perintah.


"Jangan banyak mengeluh, sebaiknya kita segera mencarinya!" Louis meminta semua bawahannya untuk berhenti mengeluh dan memerintahkan mereka untuk segera mencari.


"Tapi dimana kita akan menemukannya?" Tanya salah satu bawahan.


"Mana aku tau, kita cari disemua tempat!"


Louis juga tidak tau harus kemana mencari Lukas, dia tidak tau sama sekali informasi tentang Lukas.


"Bahkan namanya saja kita tidak tau." Kata salah satu bawahan.


Kemudian bawahan yang lain teringat sesuatu, "Tunggu, bukankah Ronny kenal dengannya? Terakhir kali kulihat dia seperti sudah mengenalnya."

__ADS_1


"Benar, ayo kita ke rumah sakit dan bertanya padanya!" Salah satu bawahan menyarankan.


Louis setuju dengan saran tersebut, dia segera pergi bersama dengan bawahannya ke rumah sakit tempat Ronny dirawat.


Setibanya dirumah sakit, mereka langsung menemui Ronny di ruangannya, Ronny melihat kedatangan mereka hanya bisa memasang wajah marah.


'Sialan kalian, setelah pergi meninggalkanku sendirian hari itu, kalian baru datang sekarang padaku setelah beberapa hari aku dirawat di rumah sakit?' Batin Ronny, dia sangat membenci Louis dan yang lainnya karena meninggalkannya.


"Ronny, maaf kami meninggalkanmu saat itu. Sebenarnya kami tidak ingin melakukannya, namun kami semua sakit perut karena salah makan pada malam sebelumnya, jadi kami terpaksa meninggalkanmu."


"Benar, kami tidak menyangka kalau dia akan menghajarmu hingga seperti ini."


Mereka meminta maaf karena meninggalkan Ronny hari itu, mereka juga prihatin dengan kondisi Ronny.


Namun mereka semua memiliki pikiran yang sama setelah melihat kondisi Ronny, 'Untung kami kabur saat itu, jika tidak, kami mungkin akan mengalami hal yang sama dengan Ronny.'


"Ya, kami juga minta maaf karena baru bisa menjengukmu sekarang karena kami sangat sibuk belakangan ini." Tambah yang lain.


Sebenarnya mereka tidak sibuk sama sekali, tapi mereka terlalu malas untuk menjenguk Ronny di rumah sakit. Lagipula mereka tidak terlalu kenal dekat dengannya.


Louis pun juga menambahkan, "Benar, jika saja kami tidak sibuk, kami pasti langsung menjengukmu saat itu juga."


Kemudian dia bertanya, "Ngomong-ngomong Ronny, apakah kau kenal dengan pria itu? Kenapa kau langsung marah dan menghampirinya begitu melihatnya?"


'Apa? Pantas saja dia begitu emosi ketika melihat orang itu, ternyata istrinya diambil.' Batin Louis dan yang lainnya.


"Apakah kau tau dimana tempat tinggalnya?" Louis bertanya kembali.


"Aku tidak tau, tapi sebelumnya dia tinggal di lingkungan yang sama denganku. Kami bertetangga sebelumnya." Kata Ronny, dia ingat pernah bertemu dengan Lukas masuk ke rumah yang ada disebelah rumahnya sebelumnya.


"Dimana itu?" Louis langsung menanyakannya.


"Ada apa? Kenapa kalian sangat ingin bertemu dengannya?" Tanya Ronny penasaran.


"Cepat katakan saja, ini menyangkut nyawa kita semua." Louis mendesak Ronny untuk memberitahukan tempat tinggal Lukas sebelumnya.


"Dia tinggal di jalan xxxx, tapi sekarang dia sudah tidak tinggal disana lagi. Tapi pemilik rumah itu mungkin bisa membantu kalian menghubunginya." Ronny memberitahukan alamat Lukas sebelumnya.


"Benar, bos. Bukankah kita bertemu dengannya dua kali disekitar sana?" Salah satu bawahan baru ingat jika mereka pernah bertemu Lukas disana dua kali, mereka juga dihajar disekitar sana.


"Ayo cepat, kita kesana sekarang!" Louis segera memerintahkan semua bawahannya untuk pergi ke tempat tersebut.


"Hei, apa kalian akan meninggalkanku begitu saja?" Ronny merasa sedih dan kesal setelah Louis dan yang lainnya pergi.

__ADS_1


"Sial, mereka pergi begitu saja setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan."


Louis dan yang lainnya segera tiba di tempat Lukas tinggal sebelumnya, dia kemudian bertanya pada warga sekitar dimana pemilik rumah tersebut.


Louis menghentikan seorang pria dan bertanya, "Hei kau, dimana pemilik rumah ini?"


Pria itu gemetar ketika Louis menghentikannya, dia pun menjawab dengan suara bergetar, "Rumahnya cukup jauh dari sini, tapi saya baru saja melihatnya makan di warung mie ayam yang ada di depan."


Pria itu menunjuk sebuah warung mie ayam yang merupakan milik ayah Lucy, Jordan.


"Bawa aku padanya!" Kata Louis.


Pria itu dengan patuh menuntun Louis dan yang lainnya ke warung mie ayam milik Jordan, setibanya disana, dia menunjuk seorang wanita paruh baya yang merupakan pemilik rumah yang disewa Lukas, "Itu orangnya."


"Bolehkah saya pergi sekarang?" Tanya pria itu, dia ingin segera pergi dari sana.


"Pergilah!"


Pria itu segera pergi dengan cepat setelah Louis menyuruhnya pergi. Louis kemudian menghampiri pemilik rumah dan bertanya sambil menunjuk rumah yang disewa Lukas, "Apakah Anda pemilik rumah yang disana?"


"Benar, dan kalian?" Tanya pemilik rumah, meski dia melihat penampilan sangar Louis dan yang lainnya, dia tidak takut sama sekali.


"Bisakah Anda menghubunginya?"


"Menghubunginya? Untuk apa?" Tanya pemilik rumah dengan heran.


'Apa yang mereka lakukan disini?' Batin Jordan, dia sedikit khawatir setelah melihat Louis dan bawahannya datang ke warungnya.


Bahkan pelanggan yang lain langsung pergi setelah melihat kedatangan Louis, mereka kenal dengan Louis yang merupakan preman terkenal di lingkungan mereka. Jadi mereka memilih untuk menghindar daripada terlibat masalah dengannya.


"Emm, untuk..." Louis bingung harus menjawab apa.


"Tunggu sebentar," Louis kemudian menghubungi Snake.


"Halo kakak Snake, kami sudah menemukan tempat tinggal orang itu. Namun sepertinya dia sudah tidak tinggal disana beberapa hari belakangan. Tapi kami menemui pemilik rumah itu dan dia memiliki nomor orang itu."


"Suruh dia menghubunginya!" Perintah Snake dari sisi lain.


"Saya sudah melakukannya, tapi dia tidak akan menghubunginya sebelum saya memberitahu tujuan kita mencarinya." Jawab Louis.


"Katakan padanya kalau orang itu memiliki hutang yang banyak pada kita!" Kata Snake.


Kemudian dia bertanya, "Ngomong-ngomong dimana lokasinya? Aku akan kesana."

__ADS_1


Louis kemudian memberitahu lokasinya kepada Snake sebelum mengakhiri panggilan. Setelah itu dia memberitahu pemilik rumah sesuai dengan yang dikatakan oleh Snake.


__ADS_2