
"Ughhh"
Lukas terbangun dan merasakan sakit di kepalanya, dia memegang kepalanya untuk meredakan rasa sakitnya.
Setelah sakit kepalanya sudah mereda, Lukas melihat sekelilingnya dan bingung dengan apa yang terjadi.
"Dimana ini? Dan kenapa mereka semua tidak mengenakan pakaian?"
Lukas melihat kelima wanita yang tidur dengannya semalam, lalu dia juga melihat Grace diantara mereka.
"Tunggu, bukankah itu Grace? Kenapa dia juga tidak mengenakan pakaian?"
Lukas kemudian melihat dirinya sendiri dan terkejut menemukan kalau dia juga tidak mengenakan pakaian, "Sialan! Kenapa aku juga tidak mengenakan pakaian!?"
"Jangan bilang..." Lukas kemudian ingat dengan apa yang terjadi semalam.
"Uggh, aku baru ingat semalam aku makan siang dengan Grace, lalu setelah itu aku merasakan panas disekujur tubuhku dan aku berakhir meniduri Grace... Tidak, dia sendiri yang merencakan semua itu."
"Sebaiknya aku pergi dari sini sebelum mereka semua bangun."
Lukas dengan cepat membersihkan tubuhnya dan mengenakan pakaiannya, setelah itu dia langsung pergi dari sana.
...
Sementara itu dirumah sakit.
Snake terbaring di ranjang rumah sakit dan seluruh tubuhnya dibalut dengan perban, penampilannya saat ini sudah terlihat seperti Mummy.
"Tuan, tolong ceritakan bagaimana ini bisa terjadi pada Anda?" Seorang polisi bertanya pada Snake.
"Hmm hmmm."
"Pasien ini tidak bisa berbicara untuk sementara waktu." Perawat yang merawat Snake memberitahukan kondisinya pada polisi itu.
"Benarkah? Sepertinya kasus ini akan tertunda." Kata polisi itu dengan masam.
Setelah polisi menerima berita dari rumah sakit, mereka langsung mengirimkan seseorang untuk menyelidiki kasus tersebut. Namun mereka tidak bisa menyelidiki kasus untuk sementara karena korbannya tidak bisa bicara untuk sementara.
"Hei, bagaimana jika kita bertanya pada orang yang memanggil ambulan? Mungkin dia tau sesuatu." polisi yang lain menyarankan.
"Benar, sepertinya kita hanya bisa melakukan itu."
"Kalau begitu kami permisi dulu, terima kasih untuk waktunya."
Kedua polisi itu kemudian pergi setelah berterima kasih kepada perawat yang merawat Snake.
'Sial, bagaimana ini bisa terjadi kepadaku? Ini semua karena Ryan, jika saja aku tidak menuruti perintahnya, maka aku tidak akan mengalami hal seperti ini.' Batin Snake, dia sedih dengan situasinya saat ini dan menyalahkan Ryan.
'Tapi jika aku tidak menuruti perintahnya, aku juga akan mati.' Snake merasa ingin menangis saat ini.
"Tuan, jangan bersedih, saya yakin orang yang membuat Anda seperti ini pasti akan ditangkap oleh polisi." Perawat itu menenangkan Snake setelah melihatnya meneteskan air mata.
'Bajingan, hal itu juga membuatku khawatir, jika polisi tau kalau aku adalah buronan, maka aku juga akan dipenjara.'
__ADS_1
Saat ini polisi belum mengetahui identitas Snake, jika mereka mengetahuinya, maka dia juga akan ditahan oleh mereka setelah dia sembuh.
'Hmph, Ryan, aku harap kau juga mengalami hal yang sama sepertiku.'
Snake mengutuk Ryan agar mengalami nasib yang serupa dengannya, dia juga tidak memberitahu peringatan yang dikatakan Lukas padanya kepada Ryan.
'Dan untuk Louis dan yang lainnya, aku akan menghukum mereka karena sudah meninggalkanku.'
...
Mansion keluarga Blake.
Saat ini seorang pria duduk dikursi dengan gelisah, dia memegang ponselnya dan terus mencoba menghubungi seseorang. Namun orang yang dihubunginya tersebut tidak menjawab panggilannya.
Pria tersebut adalah Ryan, saat ini dia sedang menunggu Snake menghubunginya. Sebenarnya dia sudah menunggu sejak semalam, namun hingga sekarang tidak ada kabar dari Snake, jadi dia berinisiatif menghubunginya lebih dulu.
Namun ponsel Snake sepertinya tidak aktif, karena dia sudah menghubunginya beberapa kali dan Snake tidak mengangkat panggilannya.
"Dimana Snake? Kenapa dia tidak membawakan bajingan itu padaku sampai sekarang?" Kata Ryan dengan geram.
"Ada apa?"
Seorang pria yang terlihat lebih tua dari Ryan turun melalui tangga dan bertanya padanya.
Pria tersebut bernama Thomas Blake, tuan muda pertama keluarga Blake, kakak Ryan.
Ryan mengalihkan perhatannya pada Thomas dan menjawab, "Bukan masalah besar, hanya saja aku sedang memiliki masalah dengan seseorang."
Mendengar itu Thomas mengangkat keningnya dan bertanya dengan penasaran, "Siapa yang berani membuat masalah denganmu?"
Dia mau tidak mau teringat dengan Lukas yang sudah menghajarnya saat di restoran dulu, mengingat itu membuat kemarahannya terhadap Lukas makin meningkat.
"Bagaimana bisa kau tidak mengetahui nama lawanmu sendiri?" Thomas tidak menyangka kalau adiknya akan sebodoh ini.
Bagaimana mungkin Ryan tidak menyelidki informasi tentang lawan yang dihadapinya?
"Tidak penting siapa dia, karena dia sudah berani mengambil Helen dariku, maka aku akan menghukumnya."
"Haahh" Thomas menghela napas dan menggelengkan kepalanya.
Kemudian dia pergi keluar dan menemui seorang pria yang mengenakan setelan hitam.
"Pergi dan cari tau siapa orang yang bermasalah dengan Ryan." Kata Thomas memerintahkan pria itu.
"Baik!" Pria itu segera menjawab dan pergi dari sana.
Thomas ingin memastikan identitas orang yang bermasalah dengan adiknya itu, dia tidak mau keluarganya mendapat masalah karena menyinggung orang besar, jadi dia ingin memastikannya sendiri.
"Semoga saja itu bukan orang yang besar, jika tidak, akan sulit menangani masalah ini."
...
Beberapa hari lagi berlalu dengan cepat, Lukas saat ini sedang menghadiri launching film Harry Potter.
__ADS_1
Beberapa waktu lalu Jason menghubunginya dan mengatakan kalau produksi film Harry Potter sudah selesai dan menyuruhnya untuk menghadiri launching film.
"Tuan Istoria, sudah lama tidak bertemu." Jason langsung menyapa Lukas.
"Tuan Jason, lama tidak bertemu." Lukas juga menyapanya.
"Ayo, silahkan ikut dengan saya, saya akan memperkenalkan Anda dengan yang lainnya."
Jason membawa Lukas untuk bertemu dengan yang lain. Begitu mereka ditempat yang lainnya, Jason langsung memperkenalkan Lukas pada mereka.
"Semuanya, perkenalkan. Ini Tuan Istoria, orang yang menulis cerita Harry Potter."
"Senang bertemu dengan Anda!"
"Senang bertemu dengan Anda, Tuan Istoria!"
"..."
Setelah perkenalan singkat, akhirnya tiba saatnya untuk semua kru menyapa para jurnalis dan penggemar yang sudah menantikan penayangan film tersebut.
"Halo semuanya, saya Jason. Sutradara yang menangani film ini, saya dapat menjamin kepada semuanya kalau film ini akan sangat seru. Jadi nantikan penayangannya di bioskop terdekat Anda!"
"...."
Launching film akhirnya selesai setelah pidato dari beberapa pemeran utama film tersebut.
Tidak banyak yang dilakukan Lukas disana, kehadirannya hanya untuk menghormati Jason saja, jadi dia ingin langsung pulang setelah acara tersebut selesai.
"Tuan Istoria, apakah Anda ingin langsung pulang?" Tanya Jason.
"Benar, sudah tidak ada yang aku lakukan lagi disini, jadi aku ingin langsung pulang."
"Bagaimana jika Anda ikut dengan kami? Kami mengadakan pesta perayaan karena sudah menyelesaikan syuting film." Jason mengajak Lukas untuk ikut pesta dengan mereka.
"Hmm, baiklah." Lukas mengangguk.
Lagipula tidak ada salahnya untuk ikut merayakan pesta dengan mereka semua, jadi Lukas setuju dengan ajakan Jason.
"Tuan Jason, Tuan Istoria, selamat bergabung!"
Semuanya langsung menyambut Jason dan Lukas begitu mereka melihat keduanya memasuki ruangan.
"Bersulang untuk launching film kita!"
Ting!
Mereka semua menyulangkan gelas mereka sebelum meminumnya, semuanya sangat senang karena berhasil menyelesaikan syuting film.
"Aku tidak menyangka kalau Tuan Istoria akan semuda ini."
"Benar, aku mengira dia adalah seorang pria tua yang sudah memiliki uban."
Semuanya memuji Lukas, Lukas yang mendengar itu hanya bisa tersenyum.
__ADS_1
'Seandainya kalian tau, cerita ini bukan ideku sendiri, aku memplagiatnya dari bumi.' Batin Lukas.
Setelah beberapa saat akhirnya pesta selesai, Lukas berniat langsung pulang. Dia juga tidak terlalu mabuk, jadi dia bisa mengendarai mobilnya sendiri.