Become Rich With System

Become Rich With System
Bab 37


__ADS_3

"Bagaimana kondisi saya, dok?"


Dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan terhadap Caroline. Setelah meletakkan peralatannya, dokter memberitahu Caroline tentang kondisi kakinya:


"Kondisi kaki Anda tidak terlalu buruk, beruntung Anda melakukan pertolongan pertama dengan baik, jika tidak, saya khawatir kondisi Anda akan sangat buruk..."


Penanganan yang dilakukan oleh perawat yang ada di sirkuit cukup bagus, jadi kaki Caroline tidak mengalami situasi yang buruk.


"... Anda hanya perlu melakukan terapi seminggu sekali selama tiga bulan ke depan... Anda juga tidak boleh terlalu banyak menggerakkan kaki kanan Anda, cukup lakukan gerakan sesedikit mungkin." Tambahnya.


"Terima kasih, kalau begitu saya permisi dulu."


Karena dokter sudah memeriksa kondisi kakinya, jadi Caroline pamit pergi.


Melihat Caroline keluar dari ruangan, Lukas segera berdiri dan bertanya tentang kondisi Caroline, "Bagaimana? Apa yang dokter katakan?"


"Dokter bilang kondisi kaki-ku tidak terlalu buruk, aku hanya perlu melakukan terapi seminggu sekali selama tiga bulan." Jawab Caroline.


"Baguslah kalau begitu, bagaimana kalau aku mengantarmu pulang sekarang?"


"Ehm"


Lukas membantu Caroline berjalan dengan merangkul bahunya, mereka kemudian berjalan ke tempat mobil Lukas terparkir.


Tak butuh lama lama bagi mereka untuk tiba di rumah Caroline, mereka tiba di depan sebuah Mansion yang sangat besar dan luas.


'Seperti yang diharapkan dari salah satu dari tiga keluarga besar, mansionnya saja terlihat sangat luar biasa.' Batin Lukas, dia sangat kagum melihat kemegahan mansion yang ada dihadapannya.


Mansion tersebut merupakan tempat tinggal utama keluarga Webster, mansion itu juga menunjukkan identitas dari keluarga besar pearl city.


"Apakah kau ingin masuk dulu?" Caroline menawarkan pada Lukas untuk masuk ke mansion keluarganya.


Lukas menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak perlu, masih ada sesuatu yang harus kulakukan. Jadi aku akan langsung pulang."


"Begitu... Kalau begitu terima kasih untuk hari ini."


Karena Lukas tidak mau, maka Caroline juga tidak memaksanya. Dia kemudian berjalan masuk ke dalam.


Melihat Caroline masuk, Lukas langsung menyalakan mobilnya dan pergi dari sana.


...


Disebuah bangunan yang terlihat berantakan, seorang pria dengan tubuh besar sedang duduk dikursi. Di depannya, ada seorang pria yang sedang berlutut.


"Bos, menurut kabar yang saya dengar, Snake tidak terlihat selama beberapa hari ini. Bahkan para bawahannya juga tidak terlihat." Kata pria yang berlutut tersebut.


Mendengar hal tersebut membuat pria dengan tubuh besar itu mengangkat alisnya dan bertanya dengan bingung, "Snake dan bawahannya tidak terlihat selama beberapa hari ini?"


"Benar... Menurut rumor yang saya dengar, mereka menyinggung orang yang kuat dan mereka semua dihancurkan."


"Orang kuat?" Pria dengan tubuh besar itu heran siapa yang disinggung oleh Snake.


Menurutnya, hanya dia dan Snake yang terkuat di pearl city selain tiga keluarga besar. Jadi dia penasaran tentang siapa yang bisa menghancurkan Snake dan bawahannya.

__ADS_1


Pria dengan tubuh besar itu adalah Bull, musuh bebuyutan Snake yang merupakan sesama gangster. Sementara Snake berkuasa di wilayah Selatan, Bull berkuasa di wilayah utara.


Mereka berdua sering bentrok untuk memperluas wilayah mereka, jadi Bull sangat mengetahui kekuatan Snake dan bawahannya, bisa dikatakan mereka berdua berimbang.


Namun sekarang muncul kabar ada orang yang kuat dan berhasil menghancurkan Snake dan bawahannya, hal itu membuat Bull bertanya-tanya siapa orang tersebut.


'Tunggu dulu, mungkin yang disinggung Snake dan bawahannya itu adalah keluarga Blake...' Bull ingat kalau Snake bekerja sama dengan keluarga Blake, jadi dia beranggapan kalau Snake dan bawahannya dihancurkan oleh keluarga Blake karena sudah tidak terpakai lagi.


"Apakah tidak ada kabar sama sekali dari mereka?" Bull memastikannya sekali lagi.


"Benar, bos. Ada yang bilang jika Snake sudah dibuang ke laut untuk dijadikan makanan hiu."


"Hahaha! Sepertinya ini adalah kesempatanku untuk menjadi penguasa dunia bawah pearl city." Bull tertawa dengan penuh kemenangan.


Karena Snake sudah tidak ada, maka tidak ada lagi saingannya untuk menjadi penguasa dunia bawah pearl city. Dengan begitu, kekuatannya akan setara dengan tiga keluarga besar, pikirnya.


"Perintahkan pada semuanya untuk mengambil alih wilayah Snake!"


"Baik, bos!"


Pria itu segera pergi untuk menyampaikan perintah Bull.


"Kuhahaha! Tidak lama lagi namaku akan dikenal banyak orang di pearl city!" Tawa Bull bergema di seluruh ruangan.


...


"Sistem, aku memiliki dua kartu keterampilan acak kan?"


[Ding! Benar, host memiliki dua kartu keterampilan acak. Apakah Anda ingin membukanya?]


Begitu tiba di kamarnya, Lukas langsung menyuruh sistem untuk membuka kartu keterampilan acak miliknya.


[Ding! Selamat kepada host karena mendapatkan keterampilan musik tingkat dewa!]


[Keterampilan musik : Dengan keterampilan ini akan membuat Anda menjadi ahli dalam memainkan semua alat musik.]


Seketika semua jenis keterampilan musik masuk ke dalam otak Lukas seakan itu sudah tertanam sejak lama.


"Keterampilan musik? Apakah ini berguna untukku?"


Lukas merasa keterampilan itu tidak terlalu berguna baginya, karena dia sendiri tidak terlalu menyukai musik. Lagipula dia tidak memiliki satupun alat musik di rumahnya, jadi tidak ada cara untuk mencoba keterampilan tersebut.


[Ding! Host masih memiliki satu kartu keterampilan acak. Apakah Anda ingin membukanya?]


"Buka"


[Ding! Selamat kepada host karena mendapatkan keterampilan Emperor's Aura!]


[Emperor's Aura : Dengan Aura sang kaisar Anda akan membuat semua makhluk hidup bertekuk lutut terhadap Anda.]


[Note : Hanya berlaku untuk makhluk yang lebih lemah dari Anda.]


"Nama yang sangat kuat, aku yakin keterampilan ini pasti sangat mengagumkan." Lukas menjadi sangat bersemangat.

__ADS_1


Dia tidak sabar ingin menggunakan keterampilan tersebut terhadap makhluk lain.


"Kemana aku harus mencoba ini?..." Lukas memikirkan kepada siapa dia harus mencoba keterampilan tersebut.


"... Oh benar, bukankah aku memiliki dua pengawal di depan vila? Bagaimana jika aku coba terhadap mereka?"


Lukas segera keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke depan, tempat dimana kedua penjaga itu berada.


Begitu sampai di depan gerbang, Lukas melihat keduanya sedang tertidur dengan lelap.


"Kedua bajingan ini tidak melakukan pekerjaan mereka dengan benar!" Kata Lukas dengan marah.


Dia kemudian membangunkan mereka dengan cara menendang keduanya.


Buk! Buk!


Merasakan seseorang menendang mereka membuat keduanya terbangun dan tanpa sadar mengutuk orang yang menendang mereka:


"Bajingan mana yang berani mengganggu tidurku?!"


"Sial, sebentar lagi aku bisa memasukkannya! Siapa bajingan yang membangunkanku?!"


Keduanya masih belum sepenuhnya sadar dan tidak mengetahui kalau orang yang membangunkan mereka adalah Lukas.


"Bajingan? Kalian berani memanggilku bajingan?" Lukas berkata dengan dingin.


Mendengar suara Lukas membuat keduanya menggigil dan tersadar, begitu mereka melihat Lukas berada di depan mereka, keduanya langsung meminta maaf dengan cepat:


"Bos, maafkan kami, kami tidak ada maksud seperti itu."


"Benar, tadi itu hanya spontan, kami tidak ada maksud untuk mengatakan Anda bajingan."


"..."


Melihat Lukas hanya diam saja membuat mereka semakin gugup, keduanya kembali meminta maaf:


"Kami berjanji tidak akan lalai lagi terhadap pekerjaan kami!"


Lukas akhirnya membuka mulutnya dan menyuruh mereka untuk melihat ke arahnya, "Lihatlah ke arahku."


Kedua pengawal itu segera mengalihkan perhatian mereka kepada Lukas, setelah itu Lukas langsung mengaktifkan Emperor's Aura.


Begitu Lukas mengaktifkannya, kedua pengawal itu langsung berlutut secara spontan, keringat membasahi seluruh tubuh mereka. Keduanya tidak tau apa yang terjadi, tubuh mereka bergerak sendiri tanpa mereka gerakkan.


"Sepertinya ini berguna." Lukas berkata dengan puas.


Setelah itu dia pergi meninggalkan mereka berdua, sebelum pergi dia juga memperingatkan mereka berdua, "Jika kalian lalai lagi terhadap tugas kalian, maka aku akan langsung memecat kalian!"


Setelah Lukas sudah menghilang dari pandangan mereka, keduanya akhirnya bisa berdiri kembali dan saling memandang.


"Apa itu tadi? Kenapa tubuh kita bergerak sendiri?"


"Entahlah, tapi aku merasa seperti ditatap oleh makhluk yang ganas."

__ADS_1


Mereka berdua tidak mengetahui sama sekali mengapa tubuh mereka bisa bergerak sendiri tanpa mereka gerakkan. Tapi mereka memiliki perasaan yang sama, yaitu mereka seperti berdiri di depan makhluk yang agung.


__ADS_2