Become Rich With System

Become Rich With System
Bab 3


__ADS_3

"Mati? Tentu saja aku tidak ingin mati," Lukas mengangkat bahunya, lagipula dia baru saja mati tadi siang dan entah bagaimana dia bisa pindah ke tubuh baru dengan bantuan sistem. Dia tentu saja tidak ingin mati untuk yang kedua kalinya.


"Jika begitu maka berlutut, aku mungkin akan memaafkan perkataanmu barusan," preman itu berkata sambil menyeringai.


"Berlutut dihadapanmu? Untuk apa aku berlutut pada sampah?" Kata Lukas dengan nada mengejek.


"Bajingan ini terus saja memanggil kita sampah, bos, bagaimana kalau kita bunuh saja dia?" Kata salah satu preman, dia sudah tidak tahan lagi dengan perkataan Lukas yang terus menyebut mereka sampah. Dia ingin segera merobek-robek mulut Lukas untuk meredakan amarahnya.


Bos para preman itu juga sudah tidak tahan lagi, dia segera memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Lukas, "Semuanya! Bunuh dia! Tidak, sebelum membunuhnya, kita siksa dulu dia, buat dia menyesal karena mencari masalah dengan kita."


Para preman itu segera menyerang Lukas setelah mendengar perintah dari bos mereka, "Bocah, kami akan membuatmu menyesal karena mencari masalah dengan kami."


'Sistem, aktifkan keterampilan tubuh berlian,' Lukas berkata pada sistem dalam benaknya.


[Keterampilan tubuh berlian berhasil diaktifkan.]


Buk! Buk! Buk!


Beberapa pukulan menghantam tubuh Lukas, tapi dia tidak merasakan apapun akibat pukulan itu. Sebaliknya, para preman yang memukulnya meringis kesakitan sambil memegangi tangan mereka.


"Sial, tubuhnya sangat keras."


"Apakah kalian tidak akan menyerangku lagi? Jika begitu, maka sekarang adalah giliranku."


Lukas segera melayangkan pukulan pada mereka semua secara bergantian, satu pukulan dari Lukas dapat membuat mereka terbang beberapa meter jauhnya, bos preman yang melihat itu hanya bisa terdiam, bahkan dia sedikit gemetar.


'Sialan, apakah ini kekuatan masnusia? Tidak, bagaimana mungkin manusia bisa memiliki kekuatan seperti itu, tapi...' Batinnya, keringat sudah membasahi punggungnya.


Setelah menghajar semua bawahan preman tadi, Lukas mendekati bos preman dan berkata, "Sekarang adalah giliranmu."


Bruk!


Bos preman itu jatuh berlutut dan meminta pengampunan dari Lukas, "Tolong maafkan saya, saya hanya menuruti perintah dan ini tidak ada hubungannya dengan saya."


"Tidak ada hubungannya denganmu?"


"Benar, saya hanya bawahan dan tidak ada hubungannya dengan semua ini," keringat terus berkucuran di punggungnya.


"Matamu! Dari tadi aku melihatmu terus berbuat seenaknya, dan kau bilang itu tidak ada hubungannya denganmu?"

__ADS_1


Lukas kemudian menendang bos preman itu hingga membuatnya terpental beberapa meter jauhnya sebelum akhirnya berhenti setelah menabrak tembok.


"Heh, bahkan pukulanku juga menjadi kuat, seperti yang diharapkan dari tubuh berlian." Lukas sangat senang dengan keterampilan barunya itu.


"Paman, berikan aku 3 porsi mie ayam lagi!" Kata Lukas pada pemilik warung yang bersembunyi dibalik lemari makanan.


Pemilik warung segera keluar dan menghampiri Lukas, "Anak muda, sebaiknya kau cepat pergi, preman itu pasti akan memanggil bantuan dan mencarimu."


Lukas melirik para preman yang sedang terbaring dan berkata dengan santai, "Jangan khawatir, mereka tidak akan bisa memanggil bantuan untuk saat ini."


"Tapi..."


"Ayolah paman, aku sangat lapar sekarang."


Pemilik warung akhirnya membuatkan mie ayam untuk Lukas, setelah menghabiskan makanannya, Lukas ingin membayar, "Berapa paman?"


"Tidak perlu, terima kasih karena sudah membantuku tadi, jika tidak aku akan rugi besar hari ini, anggap saja itu balasan untukmu." Pemilik warung itu sangat berterima kasih pada Lukas karena menghentikan para preman sebelum mereka menghancurkan warungnya.


"Benarkah? Kalau begitu aku tidak akan sungkan, terima kasih paman." Lukas sangat senang karena dia tidak perlu membayar untuk itu.


Lukas kemudian pergi dari sana dan kembali ke rumahnya, dia ingin segera tidur karena dia sudah cukup lelah setelah bertarung dengan para preman tadi. Meski tubuhnya kuat, tapi staminanya masih lemah dan itu membuatnya lelah setelah hanya beberapa gerakkan.


Setelah Lukas pulang, sekelompok preman tadi sudah terbangun dari pingsan. Mereka menghampiri bos mereka yang masih belum sadar dan membangunkannya, "Bos, bangunlah, apa kau mati?"


"Apakah bos mati?"


"Entahlah, tapi dia masih bernapas."


"Coba pukul wajahnya."


Bos preman itu masih belum bangun bahkan setelah beberapa kali dipukul, mereka tidak bisa memikirkan cara lagi untuk membangunkannya.


"Aku ada sebuah cara."


"Apa itu?"


"Kalian menyingkir dulu, biarkan aku melakukannya," salah satu preman berjalan mendekati tubuh bos yang tak sadarkan diri. Kemudian dia membuka celananya dan segera air menyembur dan membasahi wajah bos itu.


Bos preman terbangun setelah merasakan wajahnya basah, dia kemudian melihat para bawahannya yang mengelilinginya dan bertanya, "Apa yang kalian lakukan?"

__ADS_1


"Bos, akhirnya kau bangun, kami mengira kau mati."


"Mati?" Bos preman itu bingung kenapa dia bisa sampai seperti itu, kemudian dia ingat saat Lukas menendangnya dan itu membuatnya bergidik.


"Sial, apakah monster itu sudah pergi?"


"Dia sudah pergi, sekarang tidak ada siapa-siapa lagi disini selain kita."


"Huuh, ngomong-ngomong air apa yang kalian gunakan untuk membangunkanku? Kenapa rasanya begitu asin?" Bos preman itu mencolek sedikit air diwajahnya dan menjilatnya.


"Itu adalah-"


"Itu air garam bos, karena hanya ada air itu disini, jadi kami terpaksa menggunakan itu."


"Begitukah?" Bos preman itu tidak terlalu curiga dan mempercayai bawahannya, kemudian dia mengajak mereka untuk kembali, "Sekarang kita harus melaporkan ini pada Kakak Snake."


"Sial, dia mungkin akan membunuh kita karena gagal mengumpulkan uang." Kata salah satu preman.


"Jangan takut, pukulan Kakak Snake tidak lebih kuat dari monster tadi." Kata bos preman, mau tidak mau dia mengingat tendangan yang Lukas berikan padanya dan itu membuatnya bergidik.


Para bawahan preman itu langsung ketakutan setelah mengingatnya, "Benar, monster itu lebih ganas daripada Kakak Snake."


Tak lama kemudian mereka tiba di markas tempat mereka biasa berkumpul, lalu menemui seorang pria yang disebut sebagai Kakak Snake.


Pria itu memiliki rambut hijau panjang dan mata sipit, dia mempunyai anting hitam di telinga kirinya, pria bernama Kakak Snake itu bertanya setelah melihat bos yang dihajar Lukas tadi kembali, "Mana uang yang aku suruh kau kumpulkan?"


"Itu... Kakak Snake, kami tidak bisa mendapatkannya, tadi ada seseorang yang menghajar kami hingga tak sadarkan diri."


"Jangan banyak alasan, Louis, jangan kira aku tidak tau bahwa kau sering menghabiskan sendiri uang yang aku suruh kumpulkan," Snake berkata dengan dingin.


Pria yang merupakan bos preman tadi atau Louis segera berlutut dan berkata dengan sungguh-sungguh, "Maafkan saya Kakak Snake, tapi kali ini benar-benar ada orang yang menghentikan kami, lihatlah, kami dipukuli hingga seperti ini."


Louis memperlihatkan memar di tubuhnya pada Snake, para bawahannya juga memperlihatkan luka mereka.


"Hmmm, sebaiknya kau tidak menipuku kali ini, jika tidak aku akan membunuh kalian semua." Snake memperingatkan Louis dan bawahannya.


"Ceritakan tentang pria ini," Snake penasaran siapa orang yang bisa membuat Louis dan bawahannya seperti itu, bahkan tanpa perlawanan sama sekali.


"Kami juga tidak tau, kami baru pertama kali melihatnya, mungkin dia adalah orang suruhan Bull?" Louis tidak tau apa-apa tentang Lukas, jadi dia hanya bisa memikirkan kalau Lukas adalah orang yang dikirim oleh lawan mereka, yaitu Bull.

__ADS_1


__ADS_2