
Di rumah Monica.
Saat ini tampak seorang pria sedang terlihat kesal, pria tersebut bernama Ronny, dia adalah suami Monica.
"Heh Monica, kau pikir bisa kabur dariku? Jangan harap, kemanapun kau pergi, aku pasti akan menemukanmu. Jika aku tidak bisa menemukanmu, maka aku akan menggunakan Sherly untuk mengancammu."
Ronny melihat Sherly, putrinya yang sedang tertidur di dalam kamar.
"Apakah dia tidak akan datang untuk Sherly? Sudah hampir satu jam sejak aku mengancamnya." Ronny bertanya-tanya kenapa Monica masih belum juga tiba.
Saat Ronny berada dalam kebingungan, tiba-tiba pintu terbuka dan orang yang masuk adalah Monica. Begitu Ronny melihatnya, dia segera berkata:
"Monica, kemana saja kau selama ini? Sudah hampir setengah bulan kau tidak pulang."
"Kau tidak perlu tau aku ada dimana, mulai sekarang, aku ingin bercerai denganmu. Dan untuk Sherly, aku yang akan mengasuhnya."
Begitu tiba Monica langsung meminta cerai pada Ronny, dia sudah tidak sanggup bersama dengannya lagi.
"Cerai? Apa yang akan kau lakukan jika bercerai denganku? Apakah kau menghasilkan uang? Dan bagaimana kau akan menjaga Sherly tanpa uang?"
Ronny sama sekali tidak ingin bercerai dengan Monica, dia juga tidak tau apa yang membuat Monica tiba-tiba meminta cerai. Selama ini Monica selalu patuh dengannya walaupun dia sering memperlakukannya dengan kasar.
Dia juga tidak yakin bagaimana Monica akan menjaga Sherly dengan gajinya yang kecil. Ronny saat ini tidak tau kalau Monica sekarang bekerja di rumah Lukas dan menghasilkan uang yang cukup bahkan untuk mereka bertiga.
"Kau tidak perlu khawatir tentang itu, aku bisa menjaga Sherly. Dan uang? Selama aku bersamamu, kau hanya memberikan sedikit uang, jadi kau tidak berhak mengomentariku seperti itu."
Selama menjadi suami istri, Ronny tidak terlalu banyak memberikan uang pada Monica, meski begitu, dia tetap bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka.
Dan setelah Ronny kecanduan narkoba, dia tidak pernah menerima uang sepeserpun dari Ronny dan dia terpaksa bekerja untuk mencukupi kebutuhan mereka. Sebenarnya Ronny ada memberikan uang pada Monica, tapi itu dia ambil kembali untuk membeli narkoba.
"Oh jadi kau sudah menghasilkan banyak uang? Jangan bilang kau bertemu dengan pria tua kaya dan bersedia untuk menjadi kekasihnya?!"
Ronny marah pada Monica, dia menganggap Monica berselingkuh dengan pria tua kaya. Menurutnya tidak mungkin Monica menghasilkan banyak uang selain dengan cara itu.
Meski Monica sudah berusia 30-an dan sudah pernah melahirkan, namun wajahnya masih cantik. Jika Monica sedikit berdandan, dia dapat dengan mudah memikat pria kaya hidung belang.
"Kau! Kau pikir aku adalah wanita murahan seperti itu?!"
Monica sangat marah dengan apa yang dikatakan oleh Ronny, dia tidak menyangka kalau orang yang sudah menjadi suaminya selama bertahun-tahun tersebut akan menganggapnya sebagai wanita seperti itu.
"Lalu darimana kau mendapatkan uang untuk menghidupi dirimu dan Sherly?"
"Tentu saja itu dariku."
__ADS_1
Lukas segera masuk setelah memarkirkan mobilnya, sebelumnya dia menurunkan Monica lebih dulu sementara dia memarkir mobil.
Dan ketika dia tiba di tempat Monica, Lukas kebetulan mendengar percakapan mereka. Jadi dia langsung mengatakan kalau Monica mendapatkan uang darinya.
Namun perkataan Lukas membuat Ronny salah paham dan mengira kalau mereka berdua sudah berselingkuh darinya:
"Jadi begitu, sekarang aku tau kenapa kau tiba-tib masuk saat aku bertengkar dengan istriku waktu itu. Kalian berdua sudah merencanakannya sejak awal bukan?"
"Dan kau Monica! Kau sengaja membuatku marah hingga memukulmu kan? Jadi kau punya alasan untuk bercerai denganku dan bersama dengan bajingan ini!"
"Apa? Selingkuh darimu? Kau benar-benar menganggap aku murahan?"
Monica tidak terima dengan tuduhan yang dilontarkan Ronny padanya, teganya dia menuduhnya berselingkuh tanpa mencari kebenarannya dulu.
"Lalu apa? Kenapa dia muncul saat itu? Dan sekarang dia bahkan ada disini juga!"
"Saat itu memang kebetulan aku mendengar pertengkaran kalian, namun kali ini aku memang datang dengan sengaja. Aku kesini untuk menghajar bajingan sepertimu!"
Lukas menjelaskan semuanya pada Ronny, kemudian dia berlari ke arahnya dan menghantamnya dengan keras.
Bam!
Ronny terjatuh akibat tamparan dari Lukas, Lukas sengaja mengurangi sedikit kekuatannya agar tidak membuat Ronny pingsan lebih cepat. Dia ingin membuat bajingan seperti Ronny menderita rasa sakit.
Sherly terbangun ketika mendengar keributan yang terjadi diluar, lalu dia melihat ibunya ada disana dan memanggilnya.
"Sherly!"
Monica langsung menghampiri Sherly dan memeluknya dengan erat, "Sherly, apakah kamu baik-baik saja? Apakah ayahmu melakukan sesuatu yang buruk padamu?"
Sherly menggelengkan kepala kecilnya, "Tidak, ibu. Ayah tidak menyakitiku, tapi dia memarahiku karena Sherly bertanya tentang ibu."
"Sudah, sudah, mulai sekarang Sherly tidak perlu mendengar dia memarahimu lagi."
Monica mengusap kepala Sherly dengan lembut sebelum memberikan pelukan hangat padanya.
"Benarkah?"
"Benar, sejak kapan ibu pernah berbohong padamu?"
"Tapi... Apakah aku bisa tinggal bersama ibu mulai sekarang?" Sherly bertanya dengan penuh harap, dia sangat ingin untuk tinggal bersama dengan ibunya.
Lagipula, untuk anak kecil seperti Sherly, diusianya yang sekarang adalah masa-masa yang sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua.
__ADS_1
"Ini..." Monica tidak tau harus menjawab apa, dia harus meminta izin pada Lukas terlebih dahulu untuk itu.
"Tentu saja bisa, mulai sekarang kalian berdua akan selalu bersama tanpa gangguan dari pria ini." Kata Lukas setelah mendengar percakapan antara ibu dan anak itu.
Lukas sama sekali tidak keberatan jika Monica mengajak putrinya untuk tinggal bersama, bagaimanapun dia tidak tega memisahkan orang tua dan anaknya.
"Bolehkah?" Monica ingin memastikan apakah yang dikatakan Lukas itu benar.
Dia takut kalau itu hanya untuk membuat Sherly senang, jadi dia ingin memastikannya sekali lagi.
Lukas mengangguk dan menjawab, "Tentu saja, jika ada lebih banyak orang dirumah, maka suasana akan terasa lebih hidup."
"Terima kasih," Monica sangat bersyukur Lukas mengizinkan Sherly tinggal bersama mereka.
"Jadi aku bisa terus bersama ibu?" Sherly bertanya kembali pada ibunya.
"Ehm" Monica mengangguk dan berkata, "Mulai sekarang Sherly dan ibu tidak akan hidup terpisah lagi."
"Bagus, Sherly sangat senang mendengarnya!" Sherly dengan gembira memeluk ibunya.
"Bisakah kau bawa putrimu keluar dulu? Aku harus menyelesaikan urusan dengannya."
Lukas ingin menyelesaikan urusan dengan Ronny, jadi dia meminta Monica membawa Sherly keluar, dia tidak ingin Sherly melihat dia menghajar Ronny, bagaimanapun Ronny tetap ayah Sherly.
Lukas tidak akan sekejam itu membiarkan seorang anak kecil menyaksikan ayahnya disiksa.
"Ehm" Monica mengangguk dan mengajak Sherly keluar, "Ayo sayang, kita akan menunggu diluar."
Ketika Monica dan Sherly melewati Lukas, dia meminta sesuatu padanya, "Bisakah kau tidak membunuhnya? Bagaimanapun dia tetap ayah Sherly."
Monica tidak ingin Sherly sedih karena ayahnya meninggal, biarpun Ronny sering memukul dan memarahinya, tapi bagaimanapun juga hubungan darah tidak bisa dihilangkan.
Seperti kata pepatah, "Darah lebih kental daripada air"
"Tenang saja, aku hanya akan membuatnya tidak menemui kalian lagi." Lukas memastikan tidak akan membunuh Ronny.
Karena walau sekesal apapun dia, dia tidak ingin membuat Sherly kehilangan ayahnya. Dia juga mempunyai hati nurani.
Setelah mendapat jawaban dari Lukas, Monica dapat tenang dan pergi membawa Sherly keluar.
Setelah Monica membawa Sherly keluar, Lukas membangunkan Ronny yang berpura-pura pingsan, "Hei, bangunlah. Aku tau kau sedang berpura-pura pingsan."
Plak!
__ADS_1
Lukas menampar wajahnya karena dia tidak mau bangun dan terus berpura-pura pingsan.