
Di siang hari, rapat pemegang saham akhirnya selesai. Tidak ada sesuatu yang penting dibahas, mereka hanya membahas rencana untuk mengembangkan bisnis mereka menjadi lebih jauh. Lukas hanya mendengarkan apa yang mereka katakan dan tidak banyak berkomentar.
Diluar ruang rapat, para petinggi perusahaan yang lain mencoba untuk lebih akrab dengan Lukas, mereka terus memuji Lukas untuk mendapatkan kesan yang baik darinya.
"Kami tidak menyangka Anda begitu muda."
"Benar, anak muda zaman sekarang memang hebat."
"Muda dan menjanjikan."
Lukas hanya bisa tersenyum dengan pujian mereka, dia dengan tenang mengbrol dengan mereka. Setelah beberapa saat akhirnya mereka pamit pergi.
"Kalau begitu kami permisi dulu."
Setelah semuanya pergi, hanya tersisa Lukas dan Levin disana. Levin meminta maaf pada Lukas dengan sikap yang ditunjukkan oleh para petinggi perusahaan tadi, "Maaf jika Anda merasa tidak nyaman, mereka biasanya tidak seperti itu."
Lukas menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak masalah, sudah wajar manusia seperti itu."
Lalu dia bertanya pada Levin, "Ngomong-ngomong, apakah orang yang aku beritahu padamu kemarin sudah datang?"
Lukas penasaran apakah Amara sudah datang ke perusahaan, jika sudah, mungkin dia ingin melihatnya sebentar sebelum pulang.
"Ya, sudah. Saat ini dia sedang berada di studio rekaman," jawab Levin.
"Apakah Anda ingin melihatnya?" Tanya Levin.
"Ya, tolong tunjukkan jalannya."
"Mari, saya akan membawa Anda kesana."
Levin membawa Lukas ke studio rekaman untuk melihat Amara, setelah beberapa saat berjalan, mereka berdua akhirnya tiba di studio rekaman.
Disana Lukas melihat Amara sedang bernyanyi, Lukas dapat melihat dari raut wajah Amara kalau dia sangat bersemangat.
Lukas tidak menyapanya karena takut akan mengganggu, jadi dia duduk dan menunggu Amara selesai.
"Apakah semuanya berjalan dengan lancar?" Levin bertanya pada pria yang bertanggung jawab atas Amara.
"Semuanya berjalan dengan lancar, dimana Anda menemukannya? Dia memiliki suara yang bagus, jika kita melatihnya sedikit lagi, dia mungkin akan menjadi bintang besar suatu hari nanti." Kata pria itu.
"Bukan aku yang menemukannya, tapi Tuan Lukas yang menemukannya." Levin memperkenalkan Lukas pada pria itu.
"Kenalkan, ini adalah Tuan Lukas, beliau merupakan pemegang saham utama perusahaan kita."
Pria itu segera memperkenalkan dirinya ketika mengetahui identitas Lukas, "Senang bertemu dengan Anda Tuan, saya Arlan."
Lukas mengangguk dan berkata, "Senang bertemu denganmu juga."
Kemudian mereka terus melihat Amara bernyanyi, setelah beberapa saat dia akhirnya selesai. Ketika Amara melihat Lukas, dia sangat senang dan segera menghampirinya.
__ADS_1
"Lukas, aku tidak menyangka ternyata kau benar-benar bisa membantuku." Kata Amara.
Dia awalnya ragu untuk datang ke Dragon Entertainment, dia takut kalau Lukas berbohong padanya. Namun karena sudah mengenal Lukas cukup lama, dia mencoba untuk percaya padanya dan pergi ke Dragon Entertainment.
Dia tidak menyangka ternyata dia disambut langsung oleh Levin, yang merupakan CEO dari Dragon Entertainment.
"Apakah kau ingat dengan janjimu jika apa yang aku katakan memang benar?"
Mendengar itu membuat Amara tersipu dan menjawab, "Ya."
Dia mengira Lukas mungkin ingin tidur dengannya, meski Lukas meminta sesuatu seperti itu, dia tidak akan merasa keberatan sama sekali.
"Untuk saat ini tidak ada yang aku inginkan darimu, aku akan menyimpannya untuk nanti."
Lukas masih tidak memiliki permintaan apapun pada Amara untuk saat ini, jadi dia akan menyimpannya untuk nanti.
"Ya sudah, kau lanjutkan latihanmu. Semoga kau bisa melakukan debutmu dengan cepat." Lukas memberikan semangat pada Amara.
Kemudian Lukas berkata pada Arlan, "Tolong bantuanmu."
"Anda dapat yakin, Tuan. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadikannya bintang." Arlan berkata dengan yakin.
"Kalau begitu aku pergi dulu," Lukas pergi karena dia tidak ingin mengganggu latihan Amara dengan berada disana.
"Sampai jumpa lagi!" Amara melambaikan tangannya pada Lukas.
Levin juga pergi untuk mengantarkan Lukas keluar, ketika mereka tiba di lobby, Lukas berkata pada Levin, "Cukup sampai disini saja, kau dapat melakukan pekerjaanmu."
Levin kemudian pergi karena memang masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya.
Setelah itu Lukas keluar dan menemui penjaga keamanan dan memintanya mengambilkan mobilnya, "Tolong bawakan mobilku kemari."
Penjaga keamanan itu dengan cepat pergi mengambilkan mobil Lukas, setelah itu dia menyerahkan kuncinya pada Lukas, "Ini Tuan."
"Terima kasih," Lukas kemudian masuk ke dalam mobil.
Sebelum dia pergi, tiba-tiba seseorang memanggil namanya, "Tunggu, Tuan Lukas!"
Lukas menoleh ke arah sumber suara dan dia melihat Helen berjalan menuju ke arahnya.
"Helen?" Lukas bingung kenapa Helen memanggilnya.
"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang kau butuhkan dariku?" Tanya Lukas.
"Begini, apakah Anda bisa menemani saya pergi ke sebuah acara? Saya takut pergi kesana sendirian."
Helen diundang untuk makan siang oleh tuan muda dari keluarga Blake, tuan muda tersebut sudah lama mengejarnya, namun dia terus menolaknya. Jadi dia ingin meminta bantuan Lukas untuk membuat tuan muda tersebut menyerah.
[Ding! Temani Helen makan siang! Hadiah: hotel MBC, serta satu kartu keterampilan acak!]
__ADS_1
'Misi? Kalau begitu aku akan menemaninya.'
Lukas sebenarnya tidak ingin pergi, namun karena itu misi dari sistem, jadi dia setuju untuk pergi dengan Helen.
"Baiklah," Lukas mengangguk.
Mendengar itu membuat Helen sangat senang, dia segera masuk kedalam mobil Lukas. Para penjaga dibuat heran dengan sikap Helen yang tidak biasa.
Dia biasanya tidak mau menumpangi mobil orang lain, namun kali ini dia berinisiatif untuk menumpang pada Lukas.
'Dewi semua orang nampaknya akan menjadi wanita seseorang.' Batin para penjaga, Mereka sangat yakin cepat atau lambat Helen akan menjadi wanita Lukas.
"Kemana kita akan pergi?"
"Restoran ZA!"
Lukas kemudian menyalakan fungsi navigasi di mobilnya dan menyetel tujuan ke Restoran ZA.
"Ngomong-ngomong apakah kita akan makan siang?" Lukas bertanya, meski sudah tau dari sistem, namun dia ingin mendengarnya langsung dari Helen.
Meski sistem tidak memberitahunya, dia juga dapat menebak dari nama tempat yang mereka tuju.
"Benar, bisakah Anda berakting menjadi pacarku saat itu?"
"Mengapa?" Tanya Lukas penasaran.
"Begini... Sebenarnya ada tuan muda yang mengundang saya untuk makan siang, dan tuan muda itu sudah lama mengejar saya. Namun saya sudah menolaknya berkali-kali, tapi dia tetap tidak menyerah.
Jadi saya ingin Anda berpura-pura menjadi pacar saya untuk membuat tuan muda itu menyerah."
Setelah mendengar penjelasan dari Helen, Lukas akhirnya mengerti mengapa dia memintanya untuk berakting menjadi pacarnya.
"Tidak masalah," kata Lukas, dia tidak keberatan sama sekali untuk berpura-pura menjadi pacar Helen.
Lagipula, siapa yang akan menolak untuk menjadi pacar dari wanita tercantik Pearl City?
Mereka akhirnya tiba di Restoran ZA, Lukas segera memarkirkan mobilnya. Setelah itu mereka berdua masuk ke restoran.
Begitu mereka masuk, seorang pria langsung menyapa Helen, "Helen!"
"Itu dia," Helen berbisik pada Lukas.
Keduanya bergandengan tangan dan menghampiri pria itu.
Ketika pria itu melihat Helen dan Lukas bergandengan tangan, dia sangat marah, "Siapa bajingan ini?' Namun dia tidak menunjukkan kemarahannya.
Pria itu segera mempersilahkan Helen duduk, "Silahkan duduk!"
Helen kemudian duduk, pria itu memandang Lukas dan berkata, "Maaf, hanya ada dua kursi disini, jadi Anda tidak bisa makan bersama kami."
__ADS_1
"Bagaimana mungkin pacar saya tidak bisa makan bersama saya? Jika dia tidak duduk bersama dengan kita, maka saya juga tidak akan makan." Helen segera berdiri.