Become Rich With System

Become Rich With System
Bab 39


__ADS_3

"Ini... Sebenarnya cincin ini hanya duplikatnya saja." Jawab wanita itu dengan canggung.


Dia tidak berani berbohong terhadap Emily, siapa yang tidak kenal dengannya di pearl city ini? Jika dia berani berbohong, maka hidupnya akan selesai di pearl city. Lagipula cincin itu memang hanya duplikat dan harganya tidak sama dengan yang asli.


"Oh... Ternyata hanya duplikat, pantas saja, seingatku cincin ini akan dilelang seminggu kemudian." Kata Emily.


Lukas memperhatikan Emily, dia memiliki penampilan yang menarik untuk wanita seusianya, jika dlihat lebih jelas lagi, mungkin dia seumuran dengan Grace. Meski usianya sudah cukup tua, namun dia masih cantik, tidak kalah dengan Grace.


"Oh siapa pemuda tampan ini?" Emily memperhatikan Lukas yang sedang berdiri menatapnya.


"Bukan siapa-siapa, hanya orang miskin yang ingin melihat perhiasan." Wanita itu berbisik pada Emily.


Meski suara wanita itu lemah, namun Lukas dapat mendengarnya dengan jelas. Dia sangat kesal terhadap wanita itu yang dari tadi selalu meremehkannya.


'Aku akan membuatmu belajar bagaimana cara memperlakukan pelanggan dengan baik.' Baik Lukas.


"Ayo Sherly, disini ada bau yang aneh. Kakak tidak tahan lagi berada disini."


Lukas mengajak Sherly pergi dari sana dan menuju ke sebuah kursi yang ada di area istirahat, Lukas mempersilahkan Sherly untuk duduk, "Duduklah disini, tunggu kakak sebentar."


Lukas pergi dari tempat itu dan menemui bagian pelaporan, "Halo, dimana HRD kalian?"


"Ada perlu apa Anda mencari HRD kami?" Tanya orang yang bertugas.


"Katakan saja kalau Lukas Miracle yang mencarinya!"


Orang tersebut segera menghubungi HRD, setelah beberapa saat dia menyerahkan ponselnya pada Lukas, "Ini Tuan."


"Halo, apakah kau HRD Pearl City Shooping Center?"


"Benar, maafkan saya Tuan Lukas, saat ini saya sedang dalam perjalanan bisnis keluar kota, jadi tidak bisa menyambut Anda secara langsung."


"Tidak masalah, aku hanya ingin melaporkan sesuatu... Pecat seseorang dari toko..." Lukas memerintahkan HRD untuk memecat wanita yang meremehkannya tadi.


"Begitu... Baik, saya mengerti."


Meski bukan pihak pusat perbelanjaan yang mempekerjakan mereka, namun pihak pusat perbelanjaan bisa menyuruh pemilik toko untuk memecat pekerja mereka. Jika pihak toko tidak menuruti pihak pusat perbelanjaan, maka mereka akan dikeluarkan dan tidak bisa membuka toko disana lagi.


Setelah mengakhiri panggilan dengan HRD, Lukas mengembalikan ponsel tadi kepada pemiliknya. Kemudian dia kembali ke tempat dimana Sherly sedang menunggunya.


Begitu tiba disana, Lukas tidak menemukan Sherly dimanapun. Lukas dengan panik mencarinya, "Sherly!"


"Sherly!"


Lukas terus meneriakkan namanya, namun Sherly tidak kunjung muncul juga, Lukas akhirnya menuju ke ruang keamanan.


"Bisakah kalian memeriksa CCTV di area istirahat? Adikku menghilang!"

__ADS_1


Orang yang bertanggung jawab disana langsung memperlihatkan rekaman CCTV di area istirahat pada Lukas.


Dalam layar, mereka melihat seorang gadis kecil yang merupakan Sherly sedang duduk. Kemudian datang seseorang dengan pakaian tertutup menghampirinya dan memberikan permen pada Sherly.


Setelah itu Sherly mengikuti orang tersebut ke suatu tempat.


"Sepertinya dia diculik... Saat ini sedang beredar kabar penculikkan anak." Orang yang bertugas tersebut berasumsi kalau Sherly sedang diculik.


'Apa?! Diculik?!' Lukas langsung marah mendengar itu, dia segera pergi dari sana dan mencari Sherly.


'Sistem, bisakah kau membantuku menemukan lokasi Sherly?'


[Ding! Sistem tidak memiliki kuasa untuk itu!]


"Aghh Sialan"


Lukas dengan panik mencari Sherly disetiap sudut pusat perbelanjaan, namun Lukas tidak menemukan Sherly dimanapun.


"Apakah Sherly sudah dibawa pergi?"


Lukas segera keluar dari pusat perbelanjaan, begitu keluar dari pusat perbelanjaan, Lukas melihat Sherly dan orang yang membawanya masuk ke dalam mobil.


Lukas berusaha mengejarnya, namun mobil itu telah melaju lebih dulu. Jadi Lukas tidak bisa mengejarnya, akhirnya Lukas mengambil mobilnya dan mengikuti mobil yang membawa Sherly.


Di dalam mobil tempat Sherly berada, ada tiga orang pria dengan pakaian tertutup. Ketiga pria itu memiliki penampilan yang lumayan jelek dengan tubuh gendut.


"Kita akan ke tempat yang sangat indah, bukankah kau ingin permen lagi? Kita akan memberikanmu permen itu begitu sampai disana."


"Tapi kakakku menyuruhku untuk menunggunya disana, aku khawatir dia sedang mencariku."


"Tidak perlu khawatir soal itu, kami sudah menghubungi kakakmu dan mengatakan padanya kalau kau sedang bersama kami. Dia setuju dengan itu, jadi tidak perlu mengkhawatirkannya."


"Benarkah?"


"Tentu saja."


'Tentu saja bohong,' batin pria tersebut.


Mereka adalah bagian dari kelompok sebuah sekte yang bernama [Sekte Pemuja Loli]


Mereka mengumpulkan semua anak perempuan yang berusia sekitar dua tahun hingga sepuluh tahun untuk memuaskan keinginan mereka.


'Aku akan melakukannya terlebih dahulu' batin pria itu dengan wajah yang sedikit merah.


Tak lama kemudian mereka tiba disebuah bangunan yang sederhana, pria itu langsung membawa Sherly masuk.


Melihat Sherly dibawa masuk, Lukas segera memarkirkan mobilnya dan menuju ke tempat tersebut.

__ADS_1


Begitu Lukas masuk ke dalam, dia dikejutkan dengan pemandangan yang ada di depannya. Disana sangat banyak anak perempuan yang berusia dari dua hingga sepuluh tahun. Para anak kecil itu sedang bermain, namun Lukas tidak melihat Sherly disana.


Lukas menghampiri seorang anak kecil dan bertanya, "Nak, apakah kau melihat dimana anak yang baru saja masuk?"


Anak tersebut menunjuk ke suatu tempat yang ada disana, Lukas segera menuju ke arah yang ditunjuk oleh anak tersebut.


Lukas masuk ke dalam sebuah ruangan, betapa terkejutnya dia ketika melihat apa yang ada di dalam sana. Dalam ruang tersebut Lukas melihat beberapa pria sedang diikat dengan tali dan mata mereka ditutup dengan kain hitam.


Di atas mereka ada anak kecil yang sedang memukul mereka dengan sebuah cambuk khusus.


Plak!


"Ahhh... Lagi, lakukan lebih keras lagi~"


Melihat hal tersebut membuat Lukas merasa tidak nyaman, 'Sialan, apakah mereka semua sudah tidak waras?'


Lukas kemudian melihat Sherly ada diantara anak-anak tersebut dan segera memanggilnya, "Sherly!"


Begitu mendengar ada suara orang memanggilnya, Sherly langsung mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara tersebut. Disana dia melihat Lukas sedang berdiri dekat pintu ruangan.


"Kakak!"


"Siapa kau?"


Pria yang membawa Sherly tidak senang dengan kedatangan Lukas, dia sangat kesal karena ada orang yang mengganggunya pada saat yang sangat penting.


"Sialan, apa yang ingin kau lakukan terhadap Sherly?!"


Betapa marahnya Lukas ketika melihat pria itu hanya mengenakan pakaian dalam saja, Lukas sangat yakin kalau pria tersebut ingin melakukan sesuatu terhadap Sherly.


Tanpa pikir panjang, Lukas langsung berlari ke arah pria itu dan langsung memukulnya sekuat tenaga.


Gubrak!


Pria tersebut terbang beberapa meter dan menabrak dinding kayu ruangan tersebut. Mendengar suara keributan membuat semua anggota sekte pemuja loli keluar dan menghampiri tempat terjadinya keributan.


Disana mereka melihat salah satu teman mereka terkapar dan tak sadarkan diri, mereka kemudian mengalihkan perhatian kepada seorang pria muda yang tak jauh dari tempat teman mereka terkapar.


"Apa yang kau lakukan? Aku yakin kau bukan bagian dari sekte kami!"


Seorang pria gendut dengan kacamata berteriak dengan marah pada Lukas, dia tidak ingat sama sekali pernah menerima Lukas ke sektenya.


"Apa yang kulakukan? Tentu saja aku ingin menghancurkan orang-orang menjijikan seperti kalian!" Kata Lukas dengan dingin.


"Beraninya kau mengatakan kami menjijikan?!"


Semua anggota sekte tidak terima dengan pernyataan Lukas yang mengatakan kalau mereka menjijikan. Menurut mereka perbuatan mereka tidak menjijikan sama sekali, apa salahnya mencintai loli? Pikir mereka.

__ADS_1


__ADS_2