Become Rich With System

Become Rich With System
Bab 38


__ADS_3

Keesokan harinya, begitu Lukas bangun tidur, Monica memanggilnya, "Tuan, apakah Anda sudah bangun?"


Lukas berjalan menuju pintu kamarnya dan membukanya, Lukas melihat Monica di depan kamarnya dan bertanya, "Ada apa?"


"Begini... Di depan ada seorang pria yang membawa sebuah mobil mewah, pria itu mengatakan kalau mobil itu adalah milik Anda dan Anda diminta untuk menanda tangani surat kepemilikan mobil itu." Jelas Monica.


"Mobil mewah?" Lukas bingung setelah mendengar penjelasana Monica, dia merasa tidak pernah memesan mobil sama sekali.


Kemudian dia teringat dengan taruhannya dengan Caroline kemarin, "Oh benar... Aku tidak menyangka akan datang secepat ini."


Lukas tidak mengharapkan kalau Caroline akan dengan sangat cepat memberikan hadiah padanya, dia mengira akan membutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.


"Baiklah... Terima kasih."


Lukas segera berjalan keluar untuk menemui pria yang membawa mobil tersebut. Sesampainya di depan gerbang, dia melihat sebuah mobil sport berwarna putih terparkir disana. Tak jauh dari mobil tersebut ada seorang pria yang sedang mengobrol dengan kedua penjaga.


"Bukankah ini Lamborghini?" Lukas mengenali mobil tersebut.


Begitu pria itu melihat seorang pria keluar dari dalam vila, dia segera menghampirinya dan memastikan identitas pria tersebut.


"Apakah Anda Tuan Lukas?"


Lukas mengangguk, "Benar."


"Nona Caroline memberitahu saya untuk mengantarkan mobil ini untuk Anda, yang perlu Anda lakukan tinggal menanda tangani surat ini dan mobil ini akan menjadi milik Anda."


Pria itu mengeluarkan sebuah berkas dari tasnya dan menyerahkannya pada Lukas.


Lukas mengambil berkas tersebut dan membacanya sebentar sebelum akhirnya menanda tangani berkas tersebut.


"Kalau begitu saya permisi dulu." Pria itu langsung pergi setelah Lukas menanda tangani berkas tersebut.


"Sampai jumpa, kalian berdua." Pria itu menyapa kedua penjaga sebelum pergi.


Setelah beberapa saat Caroline menghubungi Lukas dan bertanya padanya, "Apakah kau sudah menerima mobilnya?"


Caroline ingin memastikan bahwa mobilnya sudah sampai di tempat Lukas.


"Sudah, aku tidak menyangka akan secepat ini."


"Mudah saja bagiku melakukan itu!" Caroline berkata dengan bangga.


"Ngomong-ngomong bagaimana kakimu? Apakah sudah merasa lebih baik?" Lukas menanyakan kondisi kaki Caroline.


"Semuanya baik-baik saja."


"Syukurlah... Kalau begitu sampai jumpa."

__ADS_1


Setelah mengakhiri panggilan dengan Caroline, Lukas ingin mencoba mobil barunya. Sebelum itu, dia sarapan terlebih dahulu dengan Monica dan juga Sherly.


"Kakak, apakah kamu membeli mobil baru?"


"Tidak, itu adalah pemberian dari teman kakak. Kenapa? Apakah kamu ingin mencoba menaiki mobil itu?"


"Bolehkah?" Sherly langsung bersemangat mendengar itu.


"Tentu saja, kakak akan mengajak Sherly mengelilingi pearl city dengan mobil itu."


"Yayyy"


Sherly sangat bahagia begitu Lukas setuju untuk membawanya berkeliling pearl city dengan mobil tersebut.


"Apakah itu tidak merepotkan Anda?" Monica bertanya dengan ragu.


Dia khawatir kalau hal tersebut akan membuat Lukas merasa direpotkan, dia juga tidak ingin Sherly terlalu dimanjakan oleh Lukas.


Lukas menggelengkan kepalanya, "Jangan khawatir, aku tidak merasa direpotkan sama sekali."


Kemudian Lukas mengalihkan pandangannya pada Sherly dan berkata, "Ayo habiskan makananmu, lalu kita akan mengendarai mobil baru."


Setelah beberapa saat akhirnya mereka menyelesaikan sarapan, Lukas segera membawa Sherly berkeliling pearl city. Sementara itu Monica menunggu di rumah, Lukas dan Sherly sebenarnya sudah membujuk Monica untuk ikut bersama mereka, namun dia menolaknya. Jadi hanya mereka berdua yang pergi.


Lukas dan Sherly berkeliling kota selama beberapa jam, setelah merasa sedikit lelah, Lukas mengajak Sherly untuk membeli minuman.


Beberapa saat kemudian Lukas kembali dengan dua botol minuman di tangannya, dia menyerahkan satu untuk Sherly dan satu untuk dirinya sendiri.


"Ini," Lukas membukakan tutup botol sebelum menyerahkannya pada Sherly.


Selesai minum Lukas bertanya pada Sherly, "Kau ingin pergi kemana setelah ini?"


"Hmmm" Sherly memikirkan tujuan selanjutnya, setelah mendapatkan ide, dia langsung mengatakannya pada Lukas, "Bisakah kita pergi ke pusat perbelanjaan? Aku ingin membelikan hadiah untuk ibu. Hari ini adalah ulang tahunnya... Tapi aku tidak memiliki uang untuk membelinya."


Sherly ingat bahwa hari ini adalah ulang tahun ibunya, dia sangat ingin memberikan hadiah untuk ibunya, namun dia tidak memiliki uang untuk bisa membeli hadiah.


"Tenang saja, untuk masalah uang, serahkan saja pada kakak."


Lukas tidak tau kalau hari ini adalah hari ulang tahun Monica, jika Sherly tidak membahasnya, dia tidak akan pernah tau.


"Benarkah?"


"Tentu saja."


Lukas segera mengendarai mobilnya menuju pusat perbelanjaan, 'Bukankah aku mendapatkan pusat perbelanjaan sebagai hadiah kemarin? Aku tidak tau dimana lokasinya.'


[Ding! Pusat perbelanjaan tersebut berada di tengah kota!]

__ADS_1


Lukas langsung menuju kesana setelah mengetahui lokasi pusat perbelanjaan miliknya dari sistem.


Beberapa saat kemudian Lukas tiba di depan bangunan yang sangat besar, di depan bangunan tersebut tertulis [Pearl City Shopping Center].


Lukas langsung mengajak Sherly masuk ke dalam setelah memarkirkan mobilnya.


Mereka berdua berjalan dan melihat ada banyak sekali toko barang mewah di dalam sana,


"Apa yang disukai ibumu?" Lukas bertanya pada Sherly barang apa yang sangat disukai oleh Monica.


"Hmm" Sherly memikirkan barang apa yang disukai oleh ibunya. Sebenarnya dia juga tidak mengetahui apa yang ibunya sukai, karena selama ini ibunya tidak pernah membeli barang mewah sama sekali.


"Aku tidak tau, tapi... Mungkin ibu akan menyukai pakaian?"


"Jadi begitu... Kalau begitu bagaimana kalau kita beli banyak barang mewah dan memberkannya pada ibumu?"


Karena mereka berdua tidak tau apa yang disukai oleh Monica, jadi Lukas mengusulkan untuk membeli sebanyak mungkin barang dan memberikannya pada Monica.


"Apakah itu tidak apa-apa?" Sherly khawatir kalau itu akan terlalu banyak.


"Tidak masalah... Ayo."


Akhirnya mereka berdua membeli beberapa barang mewah, Lukas dengan santainya memilih beberapa perhiasan dan pakaian dengan merk terkenal seperti LV, Channel, Dior, dll.


Dengan kekayaan yang dimilikinya sekarang, mudah saja bagi Lukas untuk membeli semua barang itu. Lagipula pusat perbelanjaan itu miliknya, jika dia kehabisan uang, dia bisa saja menukarnya dengan biaya sewa toko.


Mereka kemudian tiba di toko perhiasan, disana Lukas melihat sebuah cincin yang sangat indah terpampang ditengah-tengah toko. Cincin tersebut berada dalam sebuah kotak kaca, warna dari cincin tersebut adalah biru dengan sedikit gelap layaknya lautan.


Lukas mendekati cincin itu dan bertanya pada wanita yang menjaga disana, "Berapa harga cincin ini?"


Wanita itu melihat Lukas dan Sherly dan memandang Lukas dari atas ke bawah, 'Haah, hanya pria biasa, tidak ada yang bisa diharapkan sama sekali.' Wanita itu menghela napas berat setelah melihat penampilan Lukas.


"Jika kau mengetahui harganya, apakah kau mampu untuk membelinya?" Kata wanita itu dengan ketus.


Dia tidak senang dengan kehadiran Lukas, meski Lukas sangat tampan, jika tidak memiliki uang, ketampanan itu tidak akan berguna sama sekali. Menurutnya, uang adalah segalanya.


"Memangnya berapa harganya?" Lukas sedikit kesal mendengar nada suara wanita itu.


"Oh wow! Apakah ini Diamond of the Blue Sea?"


Tiba-tiba seorang wanita datang entah dari mana.


Wanita yang menjaga toko itu langsung mengenali wanita yang baru saja datang tersebut, "Nyonya Emily, sudah lama Anda tidak berkunjung kemari!"


Wanita yang disebut Nyonya Emily itu hanya mengangguk dengan santai dan bertanya, "Apakah kalian menjual ini? Bukankah cincin ini tidak untuk dijual?"


Emily merupakan wanita sosialita yang cukup terkenal di pearl city, dia terkenal dengan koleksi perhiasannya yang sangat banyak. Jadi dia mengetahui semua informasi tentang cincin mewah seperti Diamond of the Blue Sea.

__ADS_1


__ADS_2