
Ada tiga keluarga besar yang berkuasa di Pearl City, ketiga keluarga tersebut yaitu Lawrence, Webster, dan terakhir Blake.
Keluarga Lawrence memiliki bisnis Real Estate, banyak Real Estate elit yang mereka bangun di Pearl City. Hampir seluruh bangunan elit di Pearl City dibangun oleh keluarga Lawrence.
Sementara itu, keluarga Webster beroperasi di bidang otomotif, mereka melakukan penjualan mobil yang diimpor dari luar negeri, tidak hanya itu, mereka bahkan berencana untuk membuat merk mereka sendiri.
Dan terakhir adalah keluarga Blake, mereka memiliki beberapa pelabuhan yang tersebar di Pearl City. Bisnis mereka berhubungan dengan pengangkutan barang melalui laut, semua barang yang datang lewat laut harus melalui keluarga mereka.
Dan pria yang ada dihadapan Lukas dan Helen adalah Ryan Blake, tuan muda kedua dari keluarga Blake.
Ryan Blake tampaknya seumuran dengan Helen, jadi ketika dia melihat Lukas yang jauh lebih muda darinya, dia tidak menunjukkan hormat sama sekali. Dia juga marah pada Lukas karena sudah berani menggandeng tangan Helen.
Jadi dia ingin mengusirnya dengan mengatakan tidak ada kursi yang tersisa untuknya, padahal disana masih banyak kursi yang kosong.
"Pacar? Apakah pria ini pacarmu?" Ryan sedikit marah ketika mendengar Helen mengatakan Lukas adalah pacarnya.
"Benar, ini adalah pacar saya. Jadi saya berharap Anda tidak mengganggu saya lagi!"
Helen memeluk lengan Lukas dengan erat, dia bertindak mesra dihadapan Ryan. Melihat itu tentu saja Ryan tidak tinggal diam. Dia segera berdiri dan berkata pada Lukas:
"Nak, kulihat kau biasa saja, dan usiamu juga tampaknya masih sangat muda, jadi sebagai orang dewasa, aku memperingatkanmu agar tidak bermimpi untuk memiliki wanita seperti Helen."
"Apakah usia adalah masalah dalam hal cinta?" Tanya Lukas.
"Tentu saja tidak masalah, tapi kau masih terlalu muda. Aku takut emosimu masih tidak stabil dan itu akan membuat Helen menderita jika bersama denganmu." Ryan menganggap Lukas belum dewasa karena usianya yang masih muda.
"Jadi apakah dewasa itu seperti yang kau lakukan sekarang? Marah tidak jelas ketika orang yang kau cintai sudah memiliki kekasih yang dicintainya?" Tanya Lukas dengan sedikit mengejek.
"Kau! Tentu saja aku lebih dewasa darimu, secara usiaku sudah 30-an."
"Usia bukan tolak ukur dalam kedewasaan, tapi dewasa itu dapat dilihat dari tindakan seseorang."
Lukas tidak setuju dengan pernyataan Ryan yang mengatakan dia lebih dewasa dari Lukas hanya karena usianya lebih tua dari Lukas. Menurutnya, kedewasaan tidak bisa diukur oleh usia, namun dengan tindakan.
"Kau..." Perkataan Lukas membuat Ryan tidak bisa berkata-kata.
Kemudian dia memandang Helen dan berkata, "Helen, apa yang kurang dariku? Aku dapat mengabulkan semua keinginanmu, keluargaku juga kaya, jadi apa yang kurang dariku?"
"Tidak ada kekurangan dalam hidup Anda, namun cinta tidak bisa dipaksakan. Saya tidak mencintai Anda." Kata Helen.
__ADS_1
"Cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, Helen. Tolong beri aku kesempatan untuk membuatmu jatuh cinta denganku. Aku berjanji akan melakukan apapun yang kau inginkan."
Ryan melakukan segala cara agar Helen mau memberinya kesempatan, bahkan dia sampai memohon padanya.
"Tuan muda Ryan, tolong jangan merendahkan diri Anda seperti ini, saya tidak bisa memberikan Anda kesempatan." Helen menggelengkan kepalanya.
Mendengar penolakkan dari Helen membuat Ryan sedih dan marah, dia memandang Helen dan berkata, "Helen, aku sudah melakukan berbagai cara untuk mendapatkanmu. Namun kau tidak pernah sekalipun memberiku kesempatan.
Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, maka orang lain juga tidak akan bisa mendapatkanmu!"
Ryan kemudian mencoba meraih tangan Helen, namun Lukas dengan cepat mencegatnya, "Apa yang ingin kau lakukan?!"
"Jika aku tidak bisa memilikinya, maka kau juga tidak bisa." Ryan mencoba menarik tangannya dari genggaman Lukas.
Namun dia tidak bisa melepaskan tangannya dari genggaman Lukas karena Lukas menggenggam tangannya dengan erat.
Dia mencobanya berkali-kali namun tetap tidak berhasil, dia pun mengayunkan kakinya untuk menendang Lukas.
Lukas segera melepaskan tangannya dan menghindari serangan Ryan, kemudian dia berkata pada Ryan, "Apakah kau ingin membuat keributan disini?"
"Memangnya kenapa? Lagipula tidak akan ada yang berani menegur tuan muda dari keluarga Blake sepertiku." Ryan berkata dengan wajah sombong.
Lukas kemudian memukul Ryan hingga membuatnya jatuh tersungkur, hidungnya berdarah akibat pukulan dari Lukas.
"Bajingan! Berani sekali kau memukulku! Apakah kau tidak takut aku dari keluarga Blake?!"
Ryan sangat marah ketika Lukas memukulnya, dia tidak menyangka kalau Lukas berani memukulnya, bagaimanapun dia adalah tuan muda dari keluarga Blake.
"Untuk apa takut? Memangnya aku peduli kalau kau berasal dari keluarga Blake?" Lukas tidak takut sama sekali dengan ancaman Ryan.
Menurutnya, keluarga Blake tidak perlu ditakuti, mereka mungkin kaya, tapi hanya itu saja. Dengan bantuan sistem, cepat atau lambat kekayaannya akan melampaui keluarga Blake.
"Kau meremehkan keluarga Blake?!"
Ryan tidak menyangka kalau Lukas tidak takut sama sekali dengan ancamannya, dia bahkan meremehkan keluarganya.
"Aku akan membuatmu menyesal karena telah meremehkan keluarga Blake!"
Ryan akan membuat Lukas menyesali semua perbuatannya, dan ketika saat itu tiba, dia akan membuat Lukas berlutut meminta ampun dihadapannya.
__ADS_1
"Lakukan, aku tidak takut sama sekali."
Lukas menendang Ryan sebelum dia pergi dengan Helen.
Di dalam mobil, Helen merasa khawatir dengan apa yang baru saja terjadi. Dia takut keluarga Blake akan membalas dendam pada mereka berdua.
"Jangan khawatir, mereka tidak akan macam-macam denganmu." Lukas menenangkan Helen yang khawatir.
"Tapi... Biar bagaimanapun, dia berasal dari keluarga Blake, saya yakin mereka tidak akan tinggal diam jika mengetahui tuan muda mereka dipukuli." Kata Helen dengan khawatir.
"Dan dari apa yang saya dengar, keluarga Blake memiliki beberapa koneksi dengan dunia bawah Pearl City." Tambahnya.
"Dunia bawah? Tidak masalah, aku cukup kuat untuk menghadapi mereka."
Lukas sangat yakin bisa mengatasi beberapa orang yang berasal dari dunia bawah, selama mereka tidak menggunakan senjata api, Lukas dapat mengatasi mereka dengan mudah.
Helen memandang Lukas dengan heran, dia tidak tau darimana kepercayaan diri Lukas berasal. Jika tau situasinya akan menjadi seperti sekarang, dia mungkin tidak akan meminta bantuan Lukas.
'Kurasa aku mengambil keputusan yang salah,' Batin Helen, dia sedikit menyesali keputusannya.
"Kenapa? Apakah kau tidak percaya padaku?" Lukas bertanya pada Helen, dia masih bisa melihat kekhawatiran diwajah Helen.
"Bagaimana jika begini, jika aku bisa mengatasi keluarga Blake, maka kau harus tidur denganku."
Lukas tentu saja ingin meniduri Helen, bagaimanapun dia adalah wanita tercantik di Pearl City. Jadi Lukas ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa tidur dengannya.
"Apa?!" Helen tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
"Aku bilang, jika aku bisa mengatasi keluarga Blake, kau harus tidur denganku." Lukas mengulangi perkataannya.
"Apakah Anda menganggap saya wanita seperti itu?!" Helen sedikit marah mendengar perkataan Lukas.
"Memangnya kau tidak ada niat seperti itu? Bukankah sejak awal memang itu niatmu? Makanya kau mengajakku untuk menemanimu."
Lukas sudah tau sejak awal kalau Helen ingin dekat dengannya dan tidur dengannya, dengan begitu dia bisa menikmati kekayaan Lukas.
"I...Itu, tapi..." Helen tidak tau harus berkata apa, dia tidak menyangka Lukas akan mengetahui niatnya.
Keduanya kemudian diam tanpa ada sepatah kata pun
__ADS_1