
Ketika Lukas bangun keesokan harinya, wanita itu sudah pergi dan meninggalkan sepucuk surat. Lukas mengambil surat itu dan membacanya, disana tertulis:
Kejadian tadi malam anggap mimpi saja, maaf aku terlalu mabuk hingga berakhir dengan menggodamu. Aku sudah memiliki suami dan tidak berniat selingkuh dari suamiku, jadi anggap kita tidak pernah bertemu.
"Heh, sayang sekali," Lukas segera bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Lukas langsung meninggalkan hotel. Di jalan, dia melihat banyak orang berkerumun, karena penasaran Lukas mendekat dan melihat seorang pria tua sedang tergeletak disana.
"Hei, apa yang terjadi dengannya?" Lukas bertanya pada seorang pria disana.
"Aku juga tidak tau, pria tua ini tiba-tiba saja terjatuh dan tak sadarkan diri."
"Kenapa kalian tidak membantu?"
"Apa kau tidak tau? Sekarang banyak terjadi penipuan seperti ini, ketika kita menyentuhnya, pria tua ini mungkin akan menuduh kita sebagai pelakunya."
Kerumunan itu tidak mau membantu pria tua itu karena takut dituduh sebagai pelaku, jadi mereka hanya bisa menunggu ambulan datang.
Lukas segera menghampiri pria tua itu dan memeriksa kondisinya, "Napas pria tua ini lemah, jika tidak segera ditangani, mungkin dia akan mati."
'Sistem, apakah ada sesuatu yang bisa menyelamatkan pria tua ini?'
[Pria tua itu menderita penyakit jantung, jika tidak segera diobati dia mungkin akan mati.]
'Aku bertanya apakah ada sesuatu yang bisa menyelamatkan pria tua ini, bukan bertanya apa penyakitnya, dasar sistem tolol.'
[Dasar bocah bumi sialan, beraninya kau mengatakan aku tolol!... Sistem punya Heart Pill yang dapat menyembuhkan penyakitnya sepenuhnya.]
'Berikan padaku'
[Harga 1 Heart Pill adalah 500 poin, apakah kau yakin ingin membelinya?]
'Apa? 500 poin? Sialan, ini mahal sekali.' Batinnya, meski merasa harga itu sangat mahal, namun Lukas tetap membelinya.
Luka dengan cepat berada di ruang sistem, dan tidak ada yang sadar kalau dirinya di dunia nyata sedang tak sadarkan diri.
[Pembelian Heart Pill berhasil, 500 poin berhasil dikurangi!]
Setelah menukarkan poinnya dengan Heart Pill, Lukas segera kembali dan memberikan pill itu pada pria tua yang tak sadarkan diri. Dia melarutkan pill itu dengan air dan memasukkannya ke mulut pria tua itu.
Setelah beberapa saat pria tua itu bangun dan merasakan jantungnya sudah tidak sakit lagi, dia segera berterima kasih pada Lukas, "Anak muda, terima kasih telah menyelamatkanku."
"Sudah seharusnya saya menolong seseorang yang membutuhkan," Lukas berkata dengan tenang.
__ADS_1
"Sangat jarang ada anak muda sepertimu," pria tua itu memuji Lukas.
Kemudian ambulan datang untuk membawa pria tua itu ke rumah sakit, sebuah mobil sport juga tiba disana dan seorang wanita muda keluar dari sana.
Wanita muda itu kemudian menghampiri pria tua itu dan bertanya dengan khawatir, "Kakek, apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu pingsan lagi?"
"Tenanglah, sekarang aku sudah tidak apa-apa, terima kasih kepada anak muda ini. Jika tidak ada dia, mungkin aku sudah tidak bisa melihatmu lagi." Pria tua itu mengenalkan Lukas pada cucunya.
"Terima kasih karena sudah menolong kakekku," wanita muda itu dengan tulus berterima kasih pada Lukas.
"Ngomong-ngomong siapa namamu, anak muda?" Tanya pria tua itu, dia ingin mengetahui siapa nama penyelamatnya tersebut.
"Lukas" jawab Lukas dengan singkat.
"Lukas, terima kasih sekali lagi, keluarga Lawrence kami pasti akan membalas kebaikanmu. Ngomomg-ngomong namaku adalah Marco, Marco Lawrence. Dan ini cucuku, Flora Lawrence." Pria tua itu memperkenalkan dirinya dan juga cucunya.
Marco harus dibawa ke rumah sakit untuk memeriksa kondisinya, jadi dia dan Flora harus pergi.
"Kami pasti akan membalas kebaikanmu, Lukas." Kata Marco sebelum dia ditandu ke ambulan.
Marco segera dbawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut, sementara itu Lukas juga segera kembali ke rumahnya setelah melihat Marco yang dibawa ambulan.
Setelah tiba di rumah sakit, dokter segera memeriksa kondisi Marco. Betapa terkejutnya dia ketika mengetahui kalau penyakit jantung Marco sudah sembuh, lagipula dia adalah dokter yang bertanggung jawab untuk Marco selama ini, jadi dia tahu dengan baik bagaimana penyakit Marco.
"Tuan Marco, bolehkah saya bertanya?"
"Apa itu?"
"Apakah Anda baru-baru ini melakukan pengobatan?"
"Tidak ada, bukankah kau yang selalu memeriksa kondisiku? Jadi kau harus lebih mengetahuinya."
"Anda tidak melakukan pengobatan apapun? Jadi bagaimana bisa penyakit Anda bisa sembuh begitu saja?" Tanya Dokter dengan heran.
"Apa kau bilang? Penyakitku sembuh?" Marco tidak bisa tidak terkejut ketika mendengar kalau penyakitnya sembuh.
"Benar, penyakit Anda sudah sembuh sepenuhnya. Apakah Anda yakin tidak melakukan pengobatan apapun?" Dokter kembali bertanya, dia ingin memastikan apakah Marco bertemu dengan seorang ahli pengobatan.
"Hmm, ketika aku pingsan tadi ada seorang pemuda yang menyelamatkanku. Pemuda itu memasukkan sebuah pill kedalam mulutku, setelah itu aku langsung merasa sehat." Kata Marco setelah berpikir sejenak.
"Itu dia! Pasti karena pill itu, apakah Anda tau siapa pemuda itu?" Dokter bertanya dengan antusias, dia sangat tertarik dengan kedokteran dan pengobatan. Jadi ketika ada orang yang hebat di bidang itu, dia menjadi sangat antusias untuk belajar dari orang tersebut.
"Aku tidak tau siapa dia, tapi karena dia adalah penyelamatku, maka aku pasti akan membalasnya dengan baik."
__ADS_1
"Sayang sekali," dokter itu berkata dengan sedih.
...
Begitu tiba di rumah sewaannya, Lukas segera masuk ke ruang sistem untuk membuka lottere, "Sistem, aku ingin membuka 2 lottere tingkat tinggi."
[400 poin berhasil dikurangi! Selamat! Anda memiliki kesempatan untuk membuka 2 lottere tingkat tinggi, apakah Anda ingin membukanya?]
"Ya, buka sekarang."
[Ding! Selamat! Anda mendapatkan keterampilan menembak tingkat ahli!]
[Penjelasan: Seperti namanya, dengan keteramilan ini Anda akan menjadi sangat ahli dalam menembak dengan segala jenis senjata.]
"Keterampilan menembak tingkat ahli? Apa gunanya bagiku? Apakah ini zaman perang?" Lukas merasa dirugikan ketika mendapatkan hadiah yang menurutnya tidak berguna.
"Buka lottere satunya lagi!"
[Ding! Selamat! Anda mendapatkan keterampilan pernapasan tingkat ahli!]
[Penjelasan: Dengan keterampilan ini Anda dapat mengatur napas Anda untuk tidak dirasakan oleh orang lain. Selain itu, stamina Anda juga meningkat jika menggunakan keterampilan ini.]
"Ini adalah apa yang aku inginkan, ini dapat membantu staminaku saat ada situasi seperti sebelumnya," Lukas mengingat saat sebelumnya ketika dia menghajar sekelompok preman. dan itu menguras banyak staminanya.
"Sekarang poinku tersisa 100, sebaiknya aku menyimpannya untuk nanti. Lagipula sekarang aku memiliki cukup banyak uang dari penjualan buku Harry Potter."
Lukas keluar dari ruang sistem dan bingung apa yang harus dia lakukan selanjutnya, "Hmm, apa yang harus kulakukan sekarang?"
Tok! Tok! Tok!
Saat dia bingung, terdengar ketukan dari pintu rumahnya. Lukas segera membukanya dan melihat Flora berdiri disana, "Nona Flora? Apa yang membuat Anda kemari? Dan bagaimana Anda mengetahui tempat tinggal saya?"
"Panggil aku Flora saja, apakah kau tidak akan membiarkan aku masuk?"
"Ah maafkan saya, silahkan masuk." Kata Lukas sambil menggaruk kepala belakangnya karena lupa menyuruh masuk.
"Maaf, hanya rumah sederhana, apakah Anda ingin minum sesuatu?" Setelah Flora duduk, Lukas menawarkan minuman padanya.
"Tidak perlu formal denganku, lagipula kita seumuran, aku jadi merasa aneh jika kau bicara formal begitu." Flora mengingatkan Lukas untuk tidak bicara formal.
"Ah baiklah, apakah kau ingin minum sesuatu?" Lukas kembali menawarkan minuman pada Flora, kali ini dia tidak menggunakan bahasa formal lagi.
Flora menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu" Kemudian dia melanjutkan, "Aku kesini untuk berterima kasih padamu karena sudah menyelamatkan kakekku."
__ADS_1
Lalu dia mengeluarkan berkas dan menyerahkannya pada Lukas, "Ini adalah sertifikat sebuah vila di dekat sungai. Kakekku memberikan vila itu sebagai ucapan terima kasih darinya."