
Melihat Ronny terus berpura-pura pingsan, Lukas kembali menampar wajahnya, "Masih tidak mau bangun? Kalau begitu aku akan terus memukulmu hingga kau bangun!"
Plak! Plak! Plak!
"Hentikan, hentikan! Aku bangun sekarang!"
Ronny dengan cepat bangun, dia tidak kuat lagi menahan rasa sakit dari tamparan Lukas. Jadi dia berhenti pura-pura pingsan dan meminta Lukas untuk tidak memukulnya lagi.
"Wajahmu tidak akan seperti ini jika kau bangun lebih awal."
Lukas memandang wajah Ronny yang sedikit bengkak karena tamparannya.
"Apa yang kau inginkan dariku? Apakah kau tidak cukup mengambil istriku?"
Ronny mengungkapkan keluhannya, dia merasa Lukas tidak akan berhenti menyiksanya bahkan setelah mengambil Monica darinya.
"Aku mengambil istrimu? Sepertinya kau tidak sadar kalau kau sendirilah yang membuangnya. Lalu dia datang kepadaku," kata Lukas.
Lukas tidak merebut Monica dari Ronny, sebaliknya, Ronny sendirilah yang membuang Monica. Lalu Lukas dengan murah hati membawa Monica ke rumahnya untuk membantu urusan rumah tangga dirumahnya.
"Aku akan memperingatkanmu untuk yang terakhir kalinya, jika kau tidak mendengarkan, maka kau tidak akan bisa menginjakkan kakimu lagi di Pearl City.
Dengarkan baik-baik, mulai sekarang jauhi Monica dan Sherly, jika aku mengetahui kau masih mengganggu mereka, maka jangan salahkan aku jika berbuat kejam."
Lukas kemudian pergi setelah memperingatkan Ronny, dia sebenarnya tidak ingin melepaskan Ronny begitu saja. Namun demi Sherly, dia ingin memberi satu kesempatan terakhir untuk Ronny.
Ketika Lukas sudah pergi jauh, Ronny berdiri dan menendang sebuah kursi sambil berteriak dengan marah:
"Bajingan! Aku akan membalas kalian berdua, lihat saja, aku akan meminta bantuan pada teman-teman baruku."
Meski sudah diperingatkan oleh Lukas, Ronny tidak takut sedikitpun. Karena dia baru-baru ini memiliki preman sebagai temannya, jadi dia akan meminta bantuan mereka untuk menghajar Lukas.
"Terutama Monica, aku akan membuatmu diperkosa oleh mereka hingga kau menderita!"
Ronny sudah tidak peduli lagi bahkan jika Monica masih secara sah sebagai istrinya, yang dia pikirkan sekarang adalah membalas dendam pada mereka berdua.
Diluar, Lukas menghampiri Monica dan Sherly yang sedang menunggunya.
[Ding! Selamat kepada host karena berhasil menjalankan misi!]
[Ding! Selamat kepada host karena mendapatkan 20% saham BMC Motors, serta satu kartu keterampilan acak.]
[Apakah host ingin membuka kartu Anda?]
'Buka sekarang!'
[Ding! Selamat kepada host karena mendapatkan keterampilan Pukulan harimau!]
__ADS_1
[Keterampilan Pukulan harimau: Dengan keterampilan ini pukulan Anda akan semakin kuat layaknya harimau, Anda juga akan memiliki sedikit aura raja hutan yang membuat lawan gemetar.]
'Keterampilan pukulan harimau... Jika aku kombinasikan dengan keterampilan tubuh berlian, maka pukulanku akan semakin kuat.'
Lukas tidak sabar ingin mencoba kombinasi teknik barunya, namun dia tidak bisa mencobanya pada sembarang orang.
"Kau tidak membunuhnya kan?" Monica langsung bertanya begitu Lukas tiba disana.
"Tenang saja, aku tidak membunuhnya, tapi aku memperingatkannya agar tidak mengganggu kalian lagi. Jika dia masih berani berbuat macam-macam pada kalian, maka aku tidak akan mengampuninya lagi."
"Baguslah kalau begitu." Monica lega setelah mendengarnya.
Monica tidak mengkhawatirkan Ronny, tapi dia khawatir dengan perasaan Sherly, dia pasti akan sedih jika mengetahui ayahnya sudah tidak ada lagi.
Dan dia juga khawatir dengan Lukas, jika Lukas membunuh Ronny, maka polisi pasti akan memburunya, Monica tidak ingin itu terjadi.
"Oh benar, perkenalkan ini putriku, Sherly." Monica memperkenalkan Sherly pada Lukas.
"Halo Sherly, kakak sudah sering mendengar tentangmu dari ibumu. Ibumu selalu bilang kalau Sherly adalah anak yang cantik.
Setelah aku melihatnya secara langsung, ternyata apa yang dikatakan ibumu itu salah, Sherly bukanlah anak yang cantik, tapi sangat cantik."
Lukas berjongkok untuk menyesuaikan tingginya dengan Sherly, lalu dia mengusap kepala Sherly sambil memberikan pujian padanya.
Sherly sangat senang mendengar pujian dari Lukas, dia pun dengan senang hati memberikan pujian pada Lukas juga:
"Sherly, apa yang kau katakan?! Dan siapa yang mengajarimu itu?!"
Monica dengan cepat menegur Sherly, dia tidak menyangka kalau Sherly akan melontarkan pertanyaan seperti itu pada Lukas.
"Apakah pertanyaannya salah? Teman-temanku disekolah bilang jika pria tampan pasti memiliki pacar yang cantik. Jadi aku bertanya apakah kakak juga memiliki pacar yang cantik?"
Sherly dengan polos mengatakan pemikirannya pada Monica.
"Hahaha, anak-anak zaman sekarang memang berbeda, bahkan diusia ini mereka sudah mengenal cinta antara pria dan wanita."
Lukas tertawa mendengar pertanyaan Sherly, lalu dia menjawab, "Sayangnya kakak tidak memiliki pacar, jadi apa yang dikatakan oleh teman-temanmu salah."
"Ayo kita kembali!"
Lukas kemudian mengambil mobilnya, lalu membawa Monica dan Sherly kembali ke tempat tinggalnya.
Dalam perjalanan menuju vila, pihak dari BMC Motors menghubunginya dan memberikan selamat padanya, orang itu juga menanyakan pada Lukas apakah ada instuksi khusus.
Namun Lukas memberikan jawaban yang sama seperti yang dia katakan pada Levin.
Setelah beberapa saat mereka akhirnya tiba di tempat tinggal Lukas, begitu Sherly melihat vila tersebut. Dia sangat bahagia sambil berlarian di halaman vila.
__ADS_1
"Waahhh, disini sangat indah. Ibu, apakah kita akan tinggal disini mulai sekarang?" Sherly bertanya pada ibunya dengan wajah gembira.
"Benar, namun kamu tidak boleh merusak sesuatu yang ada disini, nanti kakak Lukas akan memarahimu jika kau merusak sesuatu."
Monica mengingatkan Sherly agar tidak merusak apapun yang ada disana, sebenarnya dia tau Lukas tidak mungkin marah bahkan jika Sherly merusak sesuatu. Tapi dia merasa tidak enak pada Lukas jika hal seperti itu terjadi.
"Tenang saja, ibu. Aku tidak akan merusak apapun."
Sherly menenangkan ibunya dan terus berlari di halaman vila, dia mengejar seekor kupu-kupu yang kebetulan saat itu lewat dihadapannya.
Lukas menyaksikan itu dari kejauhan hanya bisa tersenyum, "Suasana rumah akan terasa hidup dengan adanya anak-anak."
Lukas kemudian masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya, karena hari sudah mulai gelap dia pun berniat untuk tidur lebih awal karena dia juga sudah cukup lelah hari ini.
Pada malam hari, Monica membangunkannya untuk makan malam.
Tok! Tok! Tok!
"Tuan, makan malam sudah siap, apakah Anda ingin makan sekarang?"
Lukas terbangun setelah mendengar ketukan di pintu, lalu dia mendengar suara Monica dan segera menjawab:
"Ya, aku akan makan sekarang."
Lukas kemudian bangun dari tempat tidurnya, lalu dia keluar dari kamar dan menuju tempat makan. Disana dia melihat Sherly sudah duduk disana menghadapi makanan.
"Halo Sherly!"
"Halo juga kakak, apakah kakak akan makan malam bersama kami?"
"Ya"
Lukas kemudian duduk dikursinya, lalu Monica mengambilkan nasi dan beberapa lauk serta sayur untuk Lukas, dia juga mengambilkannya untuk Sherly dan dirinya sendiri.
"Selamat makan!"
Lukas mengucapkan selamat makan pada mereka sebelum menyantap makanannya. Seperti biasa, makanan yang dibuat oleh Monica terasa sangat enak.
"Bagaimana kakak? Masakan ibuku sangat enak bukan?"
Sherly sering makan masakan ibunya, jadi dia tau kalau masakan ibunya sangat enak. Jadi dia bertanya pada Lukas apakah Lukas juga merasakan perasaan yang sama dengannya.
"Benar, masakan ibumu sangat enak!"
Lukas setuju dengan apa yang dikatakan oleh Sherly, karena makanan yang dimasak oleh Monica memang sangat enak.
"Benarkan? Ibuku memang sangat hebat dalam hal memasak!" Sherly tidak bisa tidak membanggakan ibunya.
__ADS_1
Monica yang mendengar percakapan mereka merasa sangat malu dipuji secara langsung seperti itu, tapi dia juga sangat senang dengan itu.