
Masa sekarang.
Lukas mengetuk kaca jendela mobil Louis dan bertanya, "Tuan, apa yang Anda lakukan? Anda menghalangi jalan."
Di dalam mobil, Louis dan semua bawahannya panik, mereka tidak menyangka kalau orang yang dikatakan oleh Snake adalah Lukas, orang yang mereka anggap sebagai monster dihati mereka.
"Bos, bagaimana ini? Bagaimana mungkin itu dia?" Salah satu bawahan Louis berkata dengan panik.
"Aku juga tidak tau apa yang harus dilakukan sekarang, jika tau kita disuruh menghajar monster ini, aku tidak akan menerima perintah dari kakak Snake." Louis menyesali keputusannya.
Dia sudah mulai berkeringat hanya dengan melihat Lukas dihadapannya, 'Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan?' Louis bertanya-tanya dalam benaknya.
Sementara itu Lukas terus mengetuk kaca jendela mobil Louis, "Hei Tuan, apakah kau tuli dan buta? Kenapa kau tidak membuka kaca jendelamu?"
Lukas merasa kesal karena pemilik mobil tidak membuka kaca jendelanya, dia terus mengetuk dan berteriak, "Hei, apa kau bodoh?!"
"Bos, bagaimana kalau kita kabur sekarang? Mumpung ada kesempatan sebaiknya kita kabur." Salah satu bawahannya menyarankan.
"Benar, kita harus kabur. Jangan sampai dia melihat kita."
Louis segera menyalakan mobilnya dan bersiap untuk kabur dari sana, namun ada salah satu bawahannya yang keluar dari mobil.
"Bang***! Kenapa dia keluar? Apakah dia ingin kita semua mati?!" Louis mengutuk orang tersebut.
Orang yang keluar itu adalah Ronny, dia tidak mendengarkan percakapan antara Louis dan yang lainnya karena kemarahannya pada Lukas sudah menggebu-gebu.
Tentu saja Ronny tidak akan melepaskan Lukas begitu dia bertemu dengannya, sekarang ada Louis yang akan membantunya menghajar Lukas.
'Akhirnya aku bisa membalaskan dendamku. Hmph, kali ini tidak akan seperti terakhir kali, kali ini aku bersama dengan Louis dan yang lainnya yang akan menghajarmu.' Batin Ronny, hanya dengan memikirkan itu membuat Ronny sangat bersemangat.
"Hei bajingan! Aku akhirnya menemukanmu." Teriak Ronny dengan percaya diri.
Lukas mengangkat alisnya begitu melihat Ronny dan berkata, "Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini."
"Kali ini aku akan membalas dendam padamu atas apa yang kau lakukan padaku saat itu!" Kata Ronny dengan penuh semangat.
Kali ini dia sangat yakin bisa membalas dendam pada Lukas, karena dia memiliki Louis dan yang lainnya, jadi mereka dapat dengan mudah menghajar Lukas. Itulah yang dipikirkannya, namun berbeda dengan Louis dan yang lainnya, mereka saat ini hanya memikirkan cara untuk kabur.
"Bos, kita biarkan saja dia. Anggap saja dia berkorban dengan mengulur waktu untuk kita kabur." Kata salah satu bawahan.
"Benar, kita akan bilang padanya nanti kalau kita sakit perut karena salah makan sesuatu, dia pasti akan mengerti." Tambah yang lain.
__ADS_1
"Benar, kita hanya bisa menggunakannya untuk kabur dari sini."
Louis langsung menginjak gas dan dia dan yang lainnya melaju dengan cepat, disana mereka meninggalkan Lukas dan Ronny berduaan.
Melihat mobil Louis dan yang lainnya menjauh, Ronny panik dan memanggil mereka dengan keras, "BOS! Kenapa kalian pergi? Bukankah kita harus menghajarnya dulu?!"
Ronny panik saat ini, dia awalnya sangat percaya diri menghadapi Lukas. Namun setelah Louis dan yang lainnya pergi, kepercayaan dirinya sudah menghilang bagai ditelan bumi.
Saat ini dia sangat takut, dia bahkan tidak berani lagi untuk memandang Lukas. Saat ini yang ada dipikirannya adalah bagaimana cara untuk kabur dari sana.
"Hei Ronny! Bukankah tadi kau bilang ingin balas dendam padaku? Lalu ayo kita lakukan, terakhir kali aku tidak menghajarmu dengan keras karena merasa kasihan dengan Sherly. Tapi kali ini aku akan membuatmu babak belur."
Lukas mendekati Ronny dan memegang bahunya dengan keras, hal itu membuat Ronny berkeringat dingin. Tubuhnya juga gemetar karena ketakutan yang merayapi dirinya.
"Itu... Jika kubilang aku tadi cuma berakting, apakah kau percaya?" Kata Ronny memberikan alasan yang konyol.
"Akting? Apakah kau menjadi artis sekarang setelah apa yang terjadi terakhir kali?"
"Anu..."
Lukas mencengkeram bahu Ronny dengan keras hingga membuatnya menjerit, "Agghhh sakiittt!"
"Mengampunimu? Aku sudah melakukannya terakhir kali, sekarang karena kau tidak mendengarkan peringatanku, maka aku akan membuatmu mengerti." Kata Lukas dengan dingin.
Lukas kemudian menghantam Ronny dengan keterampilan pukulan harimau, Ronny terbang beberapa meter setelah terkenal pukulan tersebut.
"Agghh" Ronny mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya setelah terkena pukulan Lukas.
Lukas menghampiri Ronny dan mengaktifkan keterampilan tubuh berliannya dan kembali menghantam Ronny dengan pukulan harimau.
Keterampilan tubuh berlian yang digabungkan dengan pukulan harimau membuat serangan Lukas menjadi lebih kuat, bahkan beberapa tulang Ronny patah akibat serangan tersebut.
"A... ampuni aku, a... aku janji tidak akan berani muncul dihadapanmu lagi."
Ronny sudah tidak tahan lagi menghadapi pukulan Lukas, dia yakin kalau dia akan mati jika terus seperti ini. Jadi satu-satunya pilihan adalah meminta ampun, dia akan melakukan apa saja untuk meminta maaf.
"A... aku akan menganggapmu sebagai ayahku."
"Ayah? Aku tidak ingin memiliki anak sepertimu," Lukas berkata dengan jijik.
Dia merasa merinding hanya dengan memikirkan Ronny memanggil dirinya ayah, 'Sial, anak mana yang lebih tua dari ayahnya?'
__ADS_1
'Bahkan anak tiri tidak akan memanggil ayah tirinya yang lebih muda darinya dengan sebutan ayah kan?' Batin Lukas.
"Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu." Lukas meyakinkan Ronny bahwa dia tidak akan membunuhnya.
'Sialan, kau memang tidak membunuhku, tapi ini lebih buruk daripada kematian.' Batin Ronny, dia hanya bisa meratapi nasibnya saat ini.
Ronny merasa ingin menangis saat ini, namun air matanya tidak mau keluar. Jadi dia hanya bisa memasang raut wajah yang jelek seperti orang menangis.
"Sial, kenapa kau memasang wajah seperti itu?" Lukas berkata dengan jijik.
Lukas kemudian menghajar Ronny beberapa kali lagi hingga membuatnya pingsan karena rasa sakit yang diterimanya sangat berat.
"Akhirnya selesai," Lukas berkata sambil menepuk-nepuk tangannya seperti orang yang baru saja menyentuh sesuatu yang kotor.
"Siapa mereka?"
Lukas bertanya-tanya siapa yang menghadangnya, dia akan membuat perhitungan dengan mereka.
"Sebaiknya aku pulang untuk sekarang," Lukas kembali ke mobilnya dan segera menuju ke rumahnya. Dia meninggalkan Ronny yang tak sadarkan diri dijalanan.
Tak lama setelah Lukas pergi, ada seorang pengendara yang kebetulan melewati daerah itu. Dan dia melihat Ronny yang tergeletak dijalan, pengendara itu segera menghampirinya.
"Astaga, sepertinya orang ini habis tertabrak mobil." Orang itu terkejut ketika melihat kondisi Ronny.
Kondisinya saat ini terlihat sangat mengenaskan, Ronny terlihat seperti orang yang baru saja ditabrak mobil.
Orang itu segera memanggil ambulan, "Halo, ada seorang pria yang terluka disini, kondisinya sangat parah. Benar, lokasinya berada di jalan xxxx, ya, tolong cepatlah!"
Setelah beberapa saat ambulan tiba dilokasi, ketika orang-orang dari rumah sakit melihat kondisi Ronny, mereka terkejut seperti orang yang sebelumnya melihat kondisi Ronny.
"Apakah ini tabrak lari?" Salah satu petugas bertanya pada orang yang menemukan Ronny pertama kali.
"Saya juga tidak tau, ketika saya melintasi jalan ini, saya melihatnya sudah tergeletak disana."
Orang itu juga mengira Ronny mengalami insiden tabrak lari, namun dia tidak bisa mengatakannya karena tidak ada bukti.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih sudah menghubungi kami."
Para petugas kemudian memasukkan Ronny ke dalam ambulan dan membawanya ke rumah sakit.
Orang yang menemukan Ronny sebelumnya juga pergi setelah melihat Ronny dibawa ke rumah sakit.
__ADS_1