
Di ruang yang kecil dan sedikit gelap, Lukas duduk sambil tangannya diikat dengan borgol. Di depannya ada dua orang polisi, salah satunya adalah Angelina.
Angelina menatap Lukas sambil mengajukan beberapa pertanyaan:
"Nama?"
"Lukas Miracle"
"Umur?"
"23 tahun"
"Jenis kelamin?"
"Tidak bisakah kau melihat? Atau perlukah aku memperlihatkannya padamu apa yang ada di dalam celanaku?" Kata Lukas sambil menggoda polisi cantik di depannya.
Lukas dan Caroline dibawa ke kantor polisi setelah dilaporkan oleh beberapa pengguna jalan lain karena kebut-kebutan. Lalu Lukas dibawa ke kantor polisi untuk di interogasi, Caroline juga di interogasi di ruangan yang berbeda.
"Apa?! Kurang ajar! Beraninya kau bicara seperti itu pada polisi!" Emosi Angelina meledak setelah mendengar apa yang dikatakan Lukas.
"Bu, tolong tenangkan dirimu, kita tidak boleh menyakiti tersangka." Polisi yang lain mencoba menenangkannya.
Kemudian dia berbisik padanya, "Juga, bukankah kita tidak perlu melakukan ini? Dia bukan tersangka kekerasan, jadi agak salah menginterogasi mereka seperti ini."
"Hmph, aku tidak akan melepaskannya dengan mudah karena sudah berani berkata seperti itu padaku!" Angelina mendengus, dia tidak berniat melepaskan Lukas sama sekali.
Kemudian dia berkata pada Lukas, "Kau ditahan atas kasus mengganggu lalulintas!"
"Apa? Kenapa aku harus ditahan? Aku tidak menabrak siapapun, jadi kenapa harus ditahan?" Lukas bingung kenapa dirinya harus ditahan.
Menurutnya, dia tidak harus ditahan hanya karena kebut-kebutan di jalan. Kecuali jika dia menabrak seseorang, namun dia tidak menyebabkan kecelakaan apapun.
"Jika aku bilang kau ditahan, maka kau akan ditahan!" Angelina tetap bersikeras ingin menahan Lukas.
"Hei nona, apakah aku pernah menyinggungmu? Jika kau marah karena perkataanku sebelumnya, maka aku akan meminta maaf oke? Aku hanya bercanda."
"Tidak ada keluhan, kau akan ditahan!"
Angelina tetap pada keputusannya, yaitu menahan Lukas. Dia tidak ingin membiarkan Lukas bebas dengan mudah.
"Hei, kenapa kau begini padaku? Apakah aku pernah menolak cintamu atau yang lain?"
"Cepat bawa dia!"
Angelina memerintahkan polisi yang menemaninya membawa Lukas ke dalam penjara.
"Ayo ikut denganku!"
Polisi itu dengan patuh menuruti perintah Angelina, meski merasa apa yang dilakukan Angelina salah, namun dia tidak ada keberanian untuk menyangkalnya.
"Tunggu sebentar, bisakah aku menghubungi seseorang?"
__ADS_1
"Tidak bisa, kau harus menjalani hukumanmu." Angelina tidak akan membiarkan Lukas mencari bantuan dari luar.
"Hei, hei, nona polisi, kenapa kau begitu kejam kepadaku?!"
Lukas dibawa oleh polisi yang diperintahkan Angelina ke sebuah ruang tahanan. Di dalam ruang tahanan, ada beberapa tahanan lain selain Lukas.
"Wahh ada anak baru!"
"Hehehe, nak. Kebetulan sekali kau datang, aku sedang membutuhkan orang untuk berolahraga."
Dua dari tiga tahanan disana menyambut Lukas dengan wajah ganas. Mereka sangat senang dengan kedatangan Lukas, dengan begitu mereka mempunyai seorang budak.
"Jangan membuat keributan!" Polisi yang memasukkan Lukas ke penjara memperingatkan mereka sebelum pergi.
"Ck, dasar polisi sialan." Salah satu tahanan mendecak kesal.
Kemudian dia menghampiri Lukas dan memerintahkan Lukas untuk memijatnya, "Nak, pijatkan punggungku. Jika tidak, aku akan membuatmu menderita."
Tahanan tersebut duduk sambil menunggu Lukas memijatnya, namun setelah beberapa menit dia tidak merasakan pijatan dari Lukas.
Dia pun meneriakki Lukas dengan keras, "Hei nak! Apakah kau berani mengabaikanku?!"
Lukas tetap diam, dia tidak memperhatikan tahanan yang ada disana sama sekali. Saat ini dia sedang sangat marah terhadap Angelina karena sudah membuatnya mendekam di penjara.
'Lihat saja kau polisi wanita sialan, aku tidak akan membiarkan ini, aku akan membalasmu saat bebas nanti.' Batin Lukas, dia akan membalas Angelina saat keluar dari penjara nanti.
"Nak, apa kau ingin mati?!"
Tahanan itu kembali berteriak karena Lukas mengabaikannya. Lukas tersadar setelah mendengar teriakan itu, dia kemudian memperhatikan ada tahanan lain selain dirinya. Dua diantaranya sedang memandangnya dengan ganas, sementara satu lagi sedang tertidur.
"Beraninya kau bicara santai begitu denganku?!" Tahanan itu marah ketika mendengar nada bicara Lukas yang santai.
"Lalu bagaimana aku harus berbicara?" Tanya Lukas kembali.
"Kau harus bicara dengan hormat pada kami, bagaimanapun kami adalah seniormu disini. Jika tidak, kami akan membuatmu menderita." Tahanan lain menjawab.
Mereka berdua ingin Lukas memperlakukan mereka dengan hormat, sebagai seorang senior, mereka tentu saja ingin diperlakukan dengan hormat. Selain itu, mereka juga ingin membuat Lukas menjadi pesuruh mereka.
"Hanya karena kalian lebih lama di penjara bukan berarti aku akan memperlakukan kalian dengan hormat."
"Apa? Beraninya kau berkata seperti itu?!"
Kedua tahanan itu sangat marah mendengar apa yang dikatakan Lukas.
"Sepertinya kau harus dihajar agar mengerti," kedua tahanan itu bersiap untuk menghajar Lukas.
Salah satu tahanan menangkap Lukas dan yang lainnya yang akan memukulnya. Namun sebelum tahanan itu bisa menangkapnya, Lukas menghantamnya dengan keras.
Bam!
Tahanan itu terpental ke belakang hingga menabrak tembok. Tahanan yang satunya terpana melihat itu, dia meneguk air liurnya karena terkejut dengan apa yang dilihatnya barusan.
__ADS_1
Beruntung Lukas masih memiliki keterampilan tubuh berlian meski sudah berganti sistem, jika tidak, dia tidak akan beraniĀ berbuat macam-macam di penjara.
Lukas menghampiri tahanan yang satunya lagi dan berkata, "Apa yang kau katakan tadi?"
"Ini...Anu...Aku..."
Bam!
Lukas juga menghantamnya hingga membuatnya terpental dan membentur tembok seperti tahanan yang lainnya.
"Agghh"
Keduanya menjerit kesakitan sambil memegangi perut mereka, bahkan mereka juga mengeluarkan seteguk darah dari mulut mereka.
"Ada apa ini? Kenapa kalian sangat berisik?"
Tahanan yang sebelumnya tidur terbangun ketika mendengar keributan yang terjadi. Kemudian dia melihat dua tahanan yang dikenalnya sedang tersandar di tembok dengan berlumuran darah dari mulut mereka.
Kemudian dia memandang Lukas dan bertanya, "Apakah kau yang melakukannya?"
"Aku hanya melakukan pembelaan diri," Lukas memandang pria yang memiliki tubuh besar di depannya dan menjawab.
Pria itu memiliki tinggi sekitar 2 meter dengan tubuh yang kekar, siapapun yang melihatnya akan dibuat takut olehnya.
"Aku tidak masalah kau menghajar mereka, tapi jangan berlaku seenaknya disini hanya karena kau kuat." Pria itu mengingatkan Lukas.
"Jika tidak, aku tidak keberatan untuk menghajarmu." Tambahnya.
Pria itu kemudian kembali tidur, dia tidak mempedulikan dua tahanan yang dihajar Lukas sebelumnya.
Karena pria itu tidak mencari masalah dengannya, Lukas juga tidak perlu berkelahi dengannya. Dia kemudian duduk dengan tenang sambil memikirkan bagaimana cara keluar dari penjara.
Sementara Lukas dimasukkan ke dalam penjara, Caroline saat ini sudah keluar dari ruang interogasi. Karena tidak menyebabkan kecelakaan apapun, jadi dia tidak perlu ditahan dan hanya perlu membayar denda.
"Apakah dia sudah keluar?"
Caroline bertanya pada dirinya sendiri, dia bertanya-tanya apakah Lukas juga sudah selesai di interogasi.
Kemudian dia melihat seorang polisi dan bertanya, "Permisi, pak. Apakah pria yang dibawa bersamaku sudah keluar?"
"Maksudmu pria muda yang tampan itu?"
"Benar"
"Tadi aku melihat dia dibawa masuk ke penjara."
"Apa? Kenapa dia dibawa masuk ke penjara?" Caroline terkejut ketika mendengar Lukas dimasukkan ke penjara.
Dia merasa sangat aneh, bukankah mereka hanya kebut-kebutan di jalan. Jadi mengapa Lukas bisa sampai dimasukkan ke penjara?
"Saya juga kurang tau soal itu, tapi sepertinya dia menyinggung Nona Angelina." Kata polisi itu.
__ADS_1
"Terima kasih"
"Kalau begitu saya permisi dulu," polisi itu kemudian pergi.