Become Rich With System

Become Rich With System
Bab 4


__ADS_3

"Bull? Tidak mungkin," Snake menyangkal gagasan itu.


Dia dan Bull sudah lama saling membenci, namun dia tahu betul orang seperti apa Bull. Dia tidak mungkin mengirim orang untuk mengacaukan wilayahnya yang kecil, jika dia punya orang yang kuat disisinya, dia pasti akan langsung menyerang Snake.


"Kesampingkan dulu hal itu, sekarang kita akan melakukan sesuatu yang lebih penting." Snake memilih untuk melupakan masalah tentang Lukas terlebih dahulu karena saat ini dia mempunyai masalah yang penting.


"Apa itu, Kakak?" Tanya Louis.


"Kumpulkan orang sebanyak mungkin! Kita mempunyai bisnis baru yang memerlukan banyak orang." Snake memerintahkan pada Louis untuk mengumpulkan orang sebanyak mungkin.


...


Sebulan berlalu dengan cepat sejak Lukas tiba di planet Aquarius. Tidak ada masalah yang menghampirinya selama waktu itu, novelnya juga sudah menyelesaikan seri pertama dan akan segera dibukukan.


Selama waktu satu bulan itu juga banyak perusahaan penerbit yang ingin membuat kontrak dengannya terkait novel Harry Potter. Tentu saja Lukas memilih membuat kontrak dengan perusahaan yang memberikan keuntungan lebih besar.


Telpon Lukas berdering dan dia segera mengangkatnya, "Halo."


"Halo Tuan Istoria, besok adalah hari pertama perilisan buku Harry Potter, Anda diharapkan hadir untuk sesi tanda tangan."


"Baiklah, aku akan tiba tepat waktu besok."


"Tenang saja, kami akan mengirim seseorang untuk menjemput Anda besok. Baiklah, sampai jumpa besok!"


"Sampai jumpa besok." Lukas mengakhiri panggilan.


Lukas menggunakan nama Istoria dalam menulis novel, dan sistem juga bilang itu tidak masalah Lukas pakai nama apapun selama namanya menjadi terkenal, maka dia juga akan tetap mendapatkan poin.


"Aku perlu pakaian yang cocok untuk besok, tidak baik jika aku memakai pakaian seperti ini," Lukas tidak ingin memakai pakaian sembarangan dalam acara perilisan bukunya besok. Dia harus menunjukkan penampilan yang nyaman dilihat oleh orang-orang.


Lukas berjalan keluar dan bertemu dengan seorang wanita paruh baya, wanita itu adalah pemilik rumah yang disewa oleh Lukas.


"Lukas, kebetulan sekali, aku ingin menagih uang pembayaran bulan ini." Kata wanita itu.


"Ah benar, maaf saya lupa, Bibi." Lukas baru ingat jika dia harus membayar uang sewa untuk bulan ini, dia segera mengeluarkan sejumlah uang dan menyerahkannya pada pemilik rumah, "Ini uangnya, bibi, sekalian dengan pembayaran bulan depan."


Bibi pemilik rumah dengan senang hati menerimanya dan berkata, "Bagus sekali, aku jadi tidak perlu kembali untuk menagih pembayaran bulan depan."

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi dulu, bibi." Lukas segera pergi setelah mengatakan itu.


"Sepertinya dia menghasilkan banyak uang," pemilik rumah melihat kepergian Lukas sambil bergumam.


Setelah beberapa saat berjalan, Lukas tiba di toko pakaian, dia segera memilah baju yang sesuai dengan seleranya. Karena hanya toko pakaian biasa, jadi tidak ada pegawai yang melayaninya seperti di toko pakaian terkenal.


"Hmm, sepertinya ini cukup bagus," Lukas mengambil setelan jas hitam.


"Nona, bisakah aku mencobanya dulu?" Lukas bertanya pada penjaga toko yang sedang sibuk dengan laptopnya.


"Silahkan," jawab penjaga toko itu sambil terus menatap laptopnya.


'Sepertinya dia sangat sibuk,' batin Lukas setelah melihat penjaga toko yang terus menatap laptopnya.


Lukas segera membawa setelan itu ke dalam kamar yang khusus untuk mencoba pakaian, di dalam dia mengenakannya dan bercermin, "Sial, aku sangat tampan. Mungkin ketampananku setara dengan Leonardo Dicaprio saat masih muda."


"Ah benar, bagaimana jika aku membuat film Titanic? Di dunia ini tidak ada film itu, jika aku membuatnya, aku yakin pasti akan sangat terkenal." Lukas teringat film Titanic ketika dia menyebut nama Leonardo Dicaprio barusan.


"Aku akan memikirkannya nanti. Lagipula tidak ada orang yang akan membuatnya kan?" Lukas tidak ingin memikirkannya dulu untuk sekarang.


Lukas melepaskan setelannya dan keluar dari kamar ganti pakaian, setelah itu dia menghampiri penjaga toko, "Nona, aku akan membeli yang ini, berapa harganya?"


Sebelumnya dia tidak terlalu memperhatikan Lukas, namun ketika dia melihatnya langsung, itu membuatnya tanpa sadar mengucapkan hal tersebut.


'Tentu saja, bahkan aku sendiri terkejut dengan ketampananku.' Batin Lukas, dia merasa bangga akan ketampanannya.


"Ah maafkan aku, apa yang kau katakan tadi?" Penjaga toko itu tersipu setelah apa yang dikatakannya barusan.


"Tidak masalah. Berapa harga setelan ini?" Lukas menggelengkan kepalanya dan menanyakan harga setelan yang ingin dibelinya.


"Itu 10 dollar," jawab pemilik toko.


Lukas mengeluarkan 10 dollar dari kantongnya dan menyerahkannya kepada penjaga toko, "Ini, tolong bungkuskan untukku."


"Tunggu sebentar," penjaga toko itu mengambil setelan dari Lukas dan melipatnya, lalu dia memasukkannya ke dalam plastik sebelum akhirnya menyerahkannya pada Lukas, "Ini, terima kasih sudah membeli, datanglah lagi nanti."


"Terima kasih," Lukas pergi setelah mengucapkan terima kasih dan kembali ke rumahnya.

__ADS_1


...


Keesokan harinya, sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah sewa Lukas. Dan Lukas kebetulan saat itu baru saja keluar dengan mengenakan setelan jas yang dibelinya kemarin.


Seorang pria keluar dari dalam mobil itu dan bertanya pada Lukas, "Apakah Anda Tuan Istoria?"


"Benar, dan Anda?" Lukas mengangguk.


"Saya adalah orang yang dikirim oleh perusahaan untuk menjemput Anda, silahkan masuk." Pria itu membukakan pintu mobil untuk Lukas dan mempersilahkannya masuk.


"Terima kasih," Lukas segera masuk setelah mengucapkan terima kasih.


Pria itu segera duduk di kursi pengemudi dan menyalakan mobilnya, mobil segera melaju ke tempat yang sudah disiapkan oleh pihak perusahaan.


Tak lama kemudian mereka tiba disebuah hotel bintang 5, pengemudi itu segera keluar dan membukakan pintu untuk Lukas, "Kita sudah tiba, Tuan."


Lukas keluar dan mengucapkan terima kasih, "Terima kasih."


Tak jauh dari sana ada seorang pria gendut mengenakan setelan jas hitam. Ketika dia melihat Lukas keluar dari mobil, dia segera menghampirinya, "Tuan Istoria, lama tidak bertemu."


"Oh Tuan Bobby, lama tidak bertemu."


Pria gendut itu bernama Bobby, dia adalah orang yang menemui Lukas pada saat membuat kontrak. Jadi Lukas sudah mengenalnya dengan cukup baik.


"Ayo ikut denganku, aku akan membawamu ke tempat acara!"


Bobby kemudian membawa Lukas ke aula hotel, tempat dimana acara perilisan buku diadakan. Disana sudah banyak penggemar dan juga jurnalis dari berbagai majalah dan berita. Ketika mereka melihat Bobby dan Lukas tiba, mereka segera menghampiri mereka.


"Tuan Bobby, apakah Tuan Istoria akan datang hari ini?" Tanya salah satu jurnalis.


"Tentu saja, pria yang disebelahku ini adalah Tuan Istoria, penulis novel Harry Potter." Bobby memperkenalkan Lukas pada kerumunan jurnalis.


Ketika mereka mendengar itu, mereka langsung antusias dan menanyai Lukas dengan banyak pertanyaan, namun Bobby menghentikkan mereka dengan berkata, "Tuan Istoria akan menjawab pertanyaan kalian nanti, jadi mohon untuk bersabar dulu."


"Ayo" Bobby segera membawa Lukas menjauh dari kerumunan.


"Aku tidak menyangka akan seperti ini, aku cukup terkejut setelah melihat begitu banyak jurnalis yang hadir," Lukas benar-benar tidak menyangka hal itu, dia tidak mengharapkan akan ada begitu banyak jurnalis yang hadir.

__ADS_1


"Heh, sebenarnya ada lebih banyak dari ini, tapi kami membatasi jumlah jurnalis yang boleh hadir, jika tidak hotel ini akan penuh dan itu akan mengganggu penghuni yang lain." Bobby menjelaskan.


__ADS_2