Become Rich With System

Become Rich With System
Bab 5


__ADS_3

Saat ini Lukas berdiri di depan podium dan berpidato, "Halo semuanya, perkenalkan saya Istoria, penulis dari novel Harry Potter. Saya sangat berterima kasih atas dukungan para pembaca semua yang sangat antusias terhadap novel saya, berkat kalian semua juga karya saya berhasil dicetak menjadi buku fisik. Sekali lagi terima kasih banyak."


"Tuan Istoria, apakah ada seri lanjutan dari cerita Harry Potter ini?" Tanya salah satu jurnalis.


"Tentu saja ada, jadi saya harap kalian terus memberikan dukungan agar seri berikutnya bisa rilis lebih cepat!"


"Apa yang membuat Anda kepikiran untuk membuat novel dengan cerita yang luar biasa seperti ini?"


'Mana aku tau, novel ini aku plagiat dari bumi, jadi tidak ada sesuatu yang seperti itu selain ingin menghasilkan poin.' Batin Lukas.


Meski batinnya begitu, Lukas tetap menjawab dengan santai, "Saya sering berkhayal tentang sihir dan sejenisnya, jadi saya mencoba untuk membuat cerita tentang sihir. Namun saya tidak menyangka kalau cerita itu akan membuat banyak orang sangat antusias."


"Tuan Istoria..."


Lukas menjawab semua pertanyaan para jurnalis, kemudian dia kembali ke tempat Bobby berada setelah itu.


"Tuan Istoria, masih ada 1 acara lagi yang harus Anda hadiri." Kata Bobby sambil mengarahkan Lukas ke sebuah tempat.


'Ternyata cukup sibuk juga menjadi orang terkenal,' batin Lukas.


Mereka kemudian tiba di tempat yang dikatakan Bobby, tempat itu merupakan tempat dimana sesi tanda tangan dilakukan. Sudah banyak pembaca yang berbaris untuk meminta tanda tangan dari Lukas.


Lukas memberikan tanda tangan pada semua yang hadir, setelah beberapa jam akhirnya acara tersebut selesai dan Lukas bisa bernapas lega, "Haaah, aku sudah cukup lelah hari ini."


"Tuan Istoria, ayo kita rayakan kesuksesan acara ini dengan makan malam bersama. Akan ada sutradara yang hadir pada makan malam ini, dia mungkin ingin memfilmkan cerita Harry Potter." Kata Bobby, dia sangat antusias dengan acara itu.


'Sistem, apakah aku akan mendapatkan poin juga jika ceritanya dijadikan film?' Lukas bertanya pada sistem dalam benaknya.


[Tentu saja, segala hal yang kau lakukan dan membuatmu terkenal akan mendapatkan poin. Tentu saja kejahatan tidak termasuk.]


'Begitu... Berapa poinku sekarang?'


[Jumlah poin : 1000]


'Hmmm, dengan jumlah poin ini aku bisa membuka 5 lottere tingkat tinggi. Tapi aku akan menggunakannya nanti.'

__ADS_1


"Bagaimana? Apakah Anda tidak ingin menghadiri acara tersebut?" Bobby bertanya ketika melihat Lukas sedang melamun.


Lukas segera menjawabnya, "Aku akan ikut, lagipula aku juga sudah lapar."


Keduanya kemudian menuju ruangan tempat makan malam. Setelah tiba disana, mereka disambut oleh yang lainnya, disana juga ada beberapa orang berpengaruh yang hadir.


"Ini dia bintang utama kita malam ini, Tuan Istoria!" Seorang pria paruh baya sangat antusias melihat kedatangan Lukas dan Bobby.


Dia segera menghampiri Lukas dan memperkenalkannya, "Semuanya, ini adalah Tuan Istoria, penulis cerita Harry Potter."


Kemudian dia menunjuk ke seorang pria paruh baya yang mengenakan kacamata dan memperkenalkannya pada Lukas, "Istoria, ini adalah Jason, dia merupakan sutradara yang hebat. Banyak film yang disutradarainya sukses besar.


Lukas mengulurkan tangannya pada Jason dan menyapa, "Halo Tuan Jason, senang bertemu dengan Anda."


Jason juga mengulurkan tangannya, "Senang bertemu denganmu, aku tidak menyangka kau akan semuda ini, benar-benar pemuda yang menjanjikan."


"Ayo silahkan duduk, nikmati hidangan yang sudah disiapkan."


Lukas akhirnya duduk dan menikmati hidangan, mereka makan dan minum sambil berbincang tentang kerja sama membuat film Harry Potter.


"Aku tentu saja senang jika ceritaku di filmkan, tapi kontrak ini... Bisakah kita ubah sedikit?" Lukas setuju tentang rencana memfilmkan cerita Harry Potter, namun dia kurang setuju dengan kontraknya.


"Oh? Apa yang tidak Anda setujui?"


"Ini, bukankah 10% terlalu sedikit untukku?"


"Hei... Anda tidak perlu mengeluarkan sepeserpun, Anda juga tidak perlu bersusah payah pada pembuatan film, Anda cukup menyetujui kalau cerita Anda di filmkan, jadi keuntungan 10% sudah cukup menurut saya." Jason menjelaskan, lagipula Lukas tidak akan terlibat pada produksi film. Jadi menurutnya keuntungan 10% sudah sangat bagus untuknya.


"30%... Aku menginginkan keuntungan 30% dari hasil penjualan film." Lukas mengajukan tawarannya.


"Bukankah ini terlalu banyak? 10% sudah sangat banyak menurut saya. Dan Anda meminta 30%?"


"Jika Anda tidak mau, maka tidak perlu untuk melanjutkan pembicaraan ini, aku yakin banyak sutradara lain yang ingin mengajukan kerja sama denganku."


"Ini... Baiklah, tapi jangan terima tawaran dari orang lain." Jason akhirnya setuju setelah berpikir sejenak.

__ADS_1


"Hahaha, jangan khawatir, film ini pasti akan menghasilkan banyak uang. Aku juga akan bekerja sama denganmu dalam seri lanjutan cerita ini." Lukas tertawa senang sementara Jason tersenyum kecut.


Jason kemudian memanggil pengacaranya untuk menyiapkan kontrak kerja sama dengan Lukas.


"Ayo bersulang untuk kerja sama kita!" Lukas mengajak Jason bersulang.


Setelah beberapa waktu pengacara Jason datang dengan membawa kontrak di tangannya, Lukas membacanya sebentar sebelum akhirnya menanda tanganinya.


Setelah itu Jason pergi dengan pengacaranya, Lukas juga berniat pulang karena dia sudah lelah dan mabuk. Semuanya juga sudah mabuk dan tidak sadarkan diri.


Lukas berjalan keluar dari ruangannya sambil sedikit terhuyung, "Ahh sial, aku minum terlalu banyak."


Gubrak!


Saat berjalan Lukas menabrak seseorang dan dia segera melebarkan matanya untuk melihat siapa yang baru saja dia tabrak. Lukas melihat seorang wanita dewasa yang cantik di depannya, wanita itu juga terlihat mabuk.


Setelah wanita itu sedikit sadar, dia terkejut melihat seorang pria yang sangat tampan di depannya. Dia pun segera mendekati Lukas dan menggodanya, "Hai pria tampan, apakah kau ingin menghabiskan malam denganku?"


Wanita itu membuka sedikit celah di dadanya, Lukas yang melihat itu langsung menelan ludahnya. Sejak datang ke dunia ini dia belum sekalipun melakukan hal seperti itu, tentu saja dia menjadi bersemangat setelah diprovokasi.


Namun dia tetap tidak goyah dengan itu, "Nona, jangan menggodaku. Aku takut jika sesuatu akan terjadi nanti."


"Oh? Apa itu?" Wanita itu meniup telinga Lukas dengan lembut.


Hal itu membuat Lukas tidak bisa mengendalikan dirinya lagi dan segera mencium bibir merah lembut wanita tersebut, "Kau sendiri yang memintaku untuk melakukannya, jangan salahkan aku jika kau sadar nanti."


Lukas terus mencium bibir wanita itu dengan ganas sambil meraba bagian dada wanita itu dengan tangan kirinya. Setelah cukup lama berciuman, Lukas membawa wanita itu ke sebuah kamar yang kebetulan itu adalah kamar wanita tersebut.


"Oh? Kau ingin melakukan sesuatu yang lebih nakal denganku? Biar aku katakan padamu, aku sudah memiliki suami, apakah kau masih berani melakukannya?" Kata wanita itu sambil memegang tonjolan di celana Lukas.


Mendengar itu membuat Lukas berhenti sejenak, namun dia tetap membawa wanita itu masuk ke dalam kamar, "Selama suamimu tidak tau, itu tidak masalah bagiku."


Lukas kembali mencium wanita itu dengan ciuman yang menggairahkan, kemudian dia melepaskan pakaian wanita itu secara paksa sebelum melepaskan pakaiannya sendiri.


Lukas melemparkan wanita itu ke tempat tidur dan mulai mencium setiap inci bagian tubuhnya yang tanpa busana. Wanita itu juga sangat menikmati ciuman Lukas dan mengerang bahagia.

__ADS_1


Akhirnya erangan bahagia dari mereka berdua bergema di dalam kamar tersebut. Keduanya terus melakukannya hingga hari menjelang pagi.


__ADS_2