
Begitu Caroline tiba di tempat mereka, Lukas langsung mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan tulus, "Terima kasih, jika kau tidak membantuku, mungkin saat ini aku masih mendekam di penjara."
Caroline menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak masalah, tapi kau harus membalasku suatu hari nanti."
"Tenang saja, aku pasti akan membalas kebaikan hatimu."
Lukas tentu saja akan mengingat kebaikan Caroline dalam benaknya, dan dia berjanji akan membalasnya suatu hari nanti.
"Karena urusan saya disini sudah selesai, maka saya akan pergi lebih dulu, permisi."
Karena pekerjaannya disana sudah selesai, jadi John tidak ada urusan lagi disana, dia pun pamit pergi lebih dulu.
"Terima kasih, paman John!"
"Terima kasih atas bantuanmu!"
Lukas dan Caroline sekali lagi berterima kasih pada John, mendengar ucapan terima kasih dari mereka berdua, John tidak mengatakan apa-apa, namun dia mengacungkan jempolnya pada mereka berdua.
Setelah itu dia pergi dengan mobilnya. Melihat John pergi, Caroline juga berniat pergi karena sudah tidak ada urusan lagi disana.
"Kalau begitu aku juga pergi, sampai jumpa lain waktu!"
Caroline melambaikan tangannya pada Lukas dan pergi dengan mobilnya. Setelah melihat mobil Caroline menghilang di tikungan, Lukas juga berniat untuk pulang.
Lukas memasukkan tangannya ke kantong celana untuk melihat waktu di ponselnya, namun dia tidak dapat menemukan ponselnya, "Sial, dimana ponselku?"
"Pak, ini ponsel Anda."
Seorang polisi menghampiri Lukas dan menyerahkan ponselnya.
'Oh benar, ponselku disita oleh polisi sebelumnya,' Batin Lukas.
"Terima kasih," Lukas mengambil ponselnya.
Setelah menyerahkan ponsel Lukas, polisi itu kembali ke tempatnya. Lukas kemudian menyalakan ponselnya dan melihat waktu sudah pukul 16:30 sore.
"Sepertinya aku sudah cukup lama keluar, kuharap Monica tidak terlalu khawatir."
Lukas tidak mengira dia keluar sudah cukup lama, dia keluar di pagi hari dan sekarang sudah sore. Dia berharap Monica tidak terlalu mengkhawatirkannya.
Saat Lukas hendak menuju mobilnya, tiba-tiba ponselnya berdering. Lukas tidak kenal dengan nomor yang menghubunginya tersebut.
"Nomor siapa ini?" Lukas bertanya dengan bingung.
"Apakah ini nomor salah satu kenalan dari pemilik tubuh sebelumnya?"
Lukas sudah menghapus semua kontak yang tersimpan sebelumnya, dan sekarang dia hanya memiliki kontak Bobby dan Flora serta ada juga kontak Jason.
Lukas kemudian mengangkatnya, "Halo"
__ADS_1
"Apakah benar ini Tuan Lukas?"
"Benar, dan Anda adalah?"
"Saya Levin, saya adalah orang yang bertanggung jawab atas Dragon Entertainment."
'Oh benar, bukankah sebelumnya aku mendapatkan 50% saham Dragon Entertainment dari sistem? Aku hampir lupa dengan itu.' Batin Lukas, dia hampir lupa soal itu karena permasalahan yang dialaminya.
"Ada apa?" Tanya Lukas.
"Jadi begini, karena sekarang Anda adalah pemegang saham utama Dragon Entertainment, jadi saya ingin bertanya apakah Anda memiliki instruksi baru pada perusahaan?"
"Untuk saat ini tidak ada, aku akan menyerahkan semuanya padamu."
Lukas masih tidak mengerti masalah dunia hiburan, jadi dia akan menyerahkannya pada Levin, orang yang sudah berpengalaman dibidangnya.
"Apakah ada yang lain?" Tanya Lukas.
"Ah tidak ada lagi, terima kasih atas kepercayaan Anda terhadap saya. Saya berjanji tidak akan membuat Anda kecewa." Levin meyakinkan Lukas.
"Bagus, kalau tidak ada yang lain, maka aku akan menutup panggilan."
"Silahkan, Tuan. Anda dapat melanjutkan kegiatan Anda, terima kasih karena sudah mempercayai saya."
Setelah mengakhiri panggilan dengan Levin, Lukas segera masuk ke dalam mobilnya dan segera melaju ke rumahnya.
...
Meski tidak mendapatkan poin lagi dengan membuat namanya terkenal, karena sistemnya sudah diganti. Namun Lukas tetap melanjutkan novel Harry Potter, dia berencana untuk menulis semua serinya.
Lukas kemudian mengirimkan filenya pada Bobby dan membiarkan Bobby mengurus semuanya. Setelah mengirim file pada Bobby, Lukas segera menghubunginya:
"Halo Tuan Bobby, saya sudah mengirimkan file seri terbaru Harry Potter pada Anda."
"Baiklah, saya akan memeriksanya. Ngomong-ngomong bagaimana perkembangan filmnya? Apakah berjalan lancar?"
Bobby juga mengetahui soal adapatasi novel Harry Potter, jadi dia bertanya pada Lukas untuk mengetahui perkembangannya.
"Saya juga kurang mengetahuinya, Tuan Jason belum ada menghubungi saya. Karena dia tidak menghubungi saya sampai saat ini, mungkin syutingnya berjalan lancar."
"Jadi begitu, baiklah kalau begitu. Saya akan memeriksa file yang Anda berikan dulu."
Setelah mengakhiri panggilan dengan Bobby, Lukas keluar dari kamarnya untuk makan siang.
Di tempat makan, dia melihat makanan sudah tersaji di atas meja, namun dia tidak melihat Monica disana.
'Kemana dia?'
Biasanya Monica ada disana untuk menyambut Lukas, namun saat ini Lukas tidak melihatnya disana.
__ADS_1
'Mungkin dia sedang memiliki kesibukkan lain.'
Lukas segera menyantap makan siang yang disiapkan oleh Monica.
"Seperti biasa, masakkan Monica selalu enak."
Lukas sangat menikmati masakkan Monica, ketika Lukas pertama kali mencicipi makanan yang dimasak oleh Monica, dia sangat tidak menyangka rasanya akan sangat enak.
Dan sekarang dia sudah terbiasa dengan masakkannya, jadi dia mungkin tidak akan terlalu menyukai makanan cepat saji lagi.
Setelah selesai makan Lukas pergi keluar untuk berjalan-jalan di halaman vila. Di halaman, Lukas melihat Monica sedang duduk di bangku panjang, namun raut wajahnya terlihat khawatir.
'Ada apa dengannya?'
Lukas kemudian menghampirinya dan bertanya, "Ada apa? Kenapa wajahmu terlihat seperti orang yang dapat masalah? Apakah ada sesuatu yang kau khawatirkan?"
"ini..." Monica ragu untuk memberitahu Lukas.
"Katakan saja," desak Lukas.
Monica akhirnya memberanikan diri untuk memberitahu Lukas, "Sebenarnya begini, suamiku terus mencariku sejak aku pergi. Namun dia tidak dapat menemukanku dimanapun, jadi dia pergi ke rumah orang tuaku dan membawa putri kami bersamanya.
Dan baru saja aku mendapatkan telepon dari orang tuaku, mereka bilang kalau suamiku membawa putriku danĀ akan menjualnya jika aku tidak kembali padanya."
Monica sebenarnya tidak ingin memberitahu masalahnya pada Lukas, karena dia tidak ingin merepotkan Lukas.
Mendengar apa yang dikatakan Monica membuatnya sangat marah dan mengutuk suami Monica:
"Dasar bajingan biadab! Teganya dia ingin menjual putrinya sendiri? Apakah dia tidak memiliki hati sama sekali? Bahkan hewan pun tidak akan membunuh anaknya sendiri."
Lukas tidak menyangka ada manusia seperti suami Monica di dunia ini yang tega ingin menjual anaknya sendiri.
[Ding! Bantu Monica mengambil kembali putrinya! Hadiah: 20% saham BMC Motors dan satu kartu keterampilan acak!]
"Bagus sekali, aku akan mendapatkan hadiah bahkan setelah menghajarnya." Lukas sangat senang dengan misi tersebut.
Dia tidak hanya bisa menghajar suami Monica, namun dia juga akan mendapatkan hadiah setelahnya.
Lukas kemudian berkata pada Monica, "Dimana suamimu? Biarkan aku menemuinya dan mengambil kembali putrimu."
"Tapi... Saya tidak mau merepotkan Anda dengan masalah saya."
"Aku tidak merasa direpotkan sama sekali, aku juga tidak tahan dengan bajingan itu, aku sangat ingin menghajarnya saat pertama kali bertemu dulu."
Lukas mau tidak mau mengingat saat dia menolong Monica, saat itu suami Monica sangat sombong dan berbicara sok padanya. Namun Lukas menahan diri saat itu, tapi kali ini dia tidak akan menahan diri lagi.
Kali ini dia ingin menghajar bajingan itu hingga wajahnya tidak bisa dikenali lagi.
"Sekarang dia menunggu di rumah kami." Monica memberitahu keberadaan suaminya.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo kita kesana sekarang!"
Lukas mengambil mobilnya di garasi dan menjemput Monica di halaman kemudian, setelah itu keduanya segera menuju ke rumah Monica.