Become Rich With System

Become Rich With System
Bab 21


__ADS_3

Keesokan harinya, Lukas segera menuju ke Dragon Entertainment setelah sarapan. Setelah beberapa menit berkendara, Lukas tiba disebuah gedung yang sangat besar, "Seperti yang diharapkan dari perusahaan besar."


"Hei, mobil siapa itu?"


"Entahlah, dan sepertinya sangat mahal. Tapi aku baru pertama kali melihat mobil itu disini."


Para penjaga keamanan tidak berani menegur mobil yang terparkir di depan gedung, mereka tidak ingin membuat kesalahan, mungkin saja pemilik mobil itu adalah orang penting.


Kemudian salah satu penjaga menghampiri Lukas, dia mengetuk kaca jendela Lukas, begitu Lukas membuka kaca jendela mobilnya, pria itu kemudian bertanya:


"Apakah ada yang bisa saya bantu, Tuan?"


"Tolong parkirkan mobil ini!"


Lukas keluar dari mobil dan menyerahkan kunci pada penjaga tersebut, dengan cepat penjaga itu menerima kunci dari Lukas.


"Ngomong-ngomong apakah Levin sudah ada di kantor?"


"Tuan Levin sudah datang, sekarang beliau ada di ruang rapat."


Penjaga itu menjawab pertanyaan Lukas dengan sopan, dia sangat yakin sekarang kalau Lukas adalah orang penting, buktinya Lukas dapat dengan santai menyebut nama Levin.


"Baiklah"


Setelah itu Lukas pergi dari sana dan menghubungi Levin untuk menanyakan dimana lokasi rapatnya.


Sementara itu di ruang rapat, sudah banyak orang bekumpul disana, semuanya adalah petinggi perusahaan dan para pemegang saham.


Salah satu pemegang saham bertanya pada Levin, "Levin, kapan kita akan memulai rapatnya? Aku masih memiliki acara setelah ini, jika tidak segera dimulai aku akan pergi."


"Tunggu sebentar, kita harus menunggu Tuan Lukas, beliau bilang akan datang hari ini."


"Tapi kapan dia akan datang?"


"Mungkin sebentar lagi."


'Dimana Tuan Lukas sekarang? Apakah dia tidak jadi datang? Jika begitu, seharusnya dia memberitahuku terlebih dahulu kan?' Batin Levin.


Ditengah kebingungannya, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia segera melihatnya dan menyadari kalau itu dari Lukas, dia pun dengan cepat mengangkatnya:


"Halo Tuan Lukas, apakah Anda akan menghadiri rapat hari ini?"


"Sekarang aku berada di lobby kantor, dimana tempat rapatnya?"


"Anda sekarang berada di lobby? Tunggu sebentar, saya akan menjemput Anda sekarang!"

__ADS_1


Levin mengakhiri panggilan dan dengan cepat memberitahu yang lainnya sebelum dia keluar menjemput Lukas, "Tuan Lukas sudah tiba, aku akan menjemputnya dulu."


Di lobby, setelah mengakhiri panggilan dengan Levin, Lukas duduk dengan santai di sofa sambil menunggu Levin menjemputnya.


Saat dia sedang menunggu Levin, tiba-tiba ada seorang wanita cantik menghampirinya dan menyapanya, "Halo pria tampan, apa yang kau lakukan disini?"


Lukas memperhatikan wanita itu, wanita itu memiliki penampilan yang sangat cantik, dia memiliki rambut pirang panjang,  hidung yang mancung, serta mata yang sebiru lautan.


"Aku sedang menunggu seseorang," jawab Lukas dengan santai.


"Siapa yang kau tunggu? Mungkin aku bisa memanggilkannya untukmu." Wanita itu menawarkan bantuannya pada Lukas.


"Tidak perlu, sebentar lagi dia akan tiba disini," Lukas menggelengkan kepalanya.


Lukas kembali memperhatikan wanita di depannya dengan seksama, 'Sepertinya aku pernah melihat wanita ini sebelumnya, tapi dimana?'


Lukas tampaknya ingat pernah melihat wanita itu, tapi dia tidak ingat dimana dia pernah melihatnya.


Wanita itu menyadari kalau Lukas memperhatikannya, "Ada apa pria tampan? Apakah kau terpesona dengan kecantikanku? Itu wajar, lagipula aku adalah wanita tercantik di Pearl City."


Setelah mendengar perkataan wanita itu, Lukas sekarang ingat dimana dia pernah melihatnya. Dia pernah melihat wanita itu di suatu iklan yang terpampang di jalan. Wanita itu bernama Helen Winslet, baru-baru ini dia dinobatkan menjadi wanita tercantik Pearl City.


Selain itu, dia juga merupakan aktris yang berbakat. Sudah banyak film dan drama yang dibintanginya sukses, tidak hanya sukses di dalam negeri, bahkan sudah mencapai internasional.


'Wanita ini memang sangat cantik, tidak heran dia dinobatkan sebagai wanita tercantik Pearl City.' Batin Lukas.


Aku tidak menyangka kalau kau adalah wanita tercantik di Pearl City, ngomong-ngomong apa yang kau lakukan disini?" Tanya Lukas.


Lukas penasaran apa yang dilakukan oleh wanita tercantik itu di kantor Dragon Entertainment.


"Tentu saja aku bekerja disini, Dragon Entertainment adalah agensiku." Helen menjawab dengan santai.


'Jadi dia berada dibawah naungan Dragon Entertainment, aku tidak menyangka sama sekali.'


Tentu saja Lukas tidak tau itu, dia sebelumnya tidak pernah tertarik dengan hal tersebut. Namun kali ini dia akan berusaha mengetahui hal tentang bintang dunia hiburan, akan memalukan jika dia, yang merupakan pemegang saham utama Dragon Entertainment tidak mengetahui apa-apa.


Bisa dibilang Lukas sekarang ini adalah pemilik perusahaan, jadi dia tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri dengan tidak mengetahui apa-apa tentang dunia hiburan.


"Jadi begitu," Lukas mengangguk.


Kemudian seorang pria paruh baya muncul tidak jauh dari sana, begitu Helen melihat pria paruh baya tersebut, dia segera menyapanya, "Tuan Levin!"


"Oh Helen," Levin juga menyapanya.


Kemudian Helen menghampirinya dan bertanya, "Apa yang membuat Anda kemari dengan tergesa-gesa seperti ini?" Tanya Helen dengan penasaran.

__ADS_1


Dia melihat sepertinya Levin terburu-buru untuk bisa sampai di lobby, jadi dia penasaran dengan apa yang membuatnya seperti itu.


"Aku sedang mencari seseorang," jawabnya singkat.


Ketika Lukas mendengar Helen menyebut nama Levin tadi, dia segera berdiri dan menghampiri mereka.


"Anda Levin?"


Levin memperhatikan pemuda yang ada di depannya, 'Apakah ini Tuan Lukas? Kenapa muda sekali?'


Levin melihat sekelilingnya dan tidak menemukan siapapun selain mereka bertiga yang ada disana, jadi dia merasa kalau pemuda didepannya itu memang Lukas.


Levin mengangguk dan bertanya, "Benar, dan apakah Anda Tuan Lukas?"


"Benar," Lukas mengangguk.


"Saya tidak menyangka ternyata Anda masih sangat muda," Levin tidak bisa tidak memuji Lukas.


'Siapa pria ini? Kenapa Tuan Levin sangat sopan padanya?' Helen bertanya-tanya dalam benaknya.


Dia penasaran dengan identitas Lukas, dan mengapa Levin memperlakukannya dengan sangat sopan. Dia baru kali ini melihat hal seperti itu.


"Oh benar, karena Anda bertemu dengannya, biarkan saya memperkenalkannya pada Anda." Levin menunjuk Helen dan memperkenalkannya pada Lukas.


"Ini adalah aktris utama di perusahaan kita, Helen Winslet."


Kemudian dia memperkenalkan Lukas pada Helen, "Dan Helen, ini adalah Tuan Lukas Miracle, beliau adalah pemegang saham utama perusahaan kita."


Helen terkejut setelah mendengar perkenalan dari Levin, dia tidak menyangka kalau pemuda tampan yang berbicara dengannya tadi merupakan seorang pemegang saham di perusahaan mereka, bahkan pemegang utama.


'Dia mungkin sepuluh tahun lebih muda dariku, namun dia sudah sukses diusianya ini.' Batin Helen.


Helen sekarang berusia 32 tahun, itu adalah usia prima seorang wanita. Kecantikan wanita akan mencapai puncaknya pada usia seperti itu.


Helen dengan cepat mengulurkan tangannya pada Lukas, "Senang bertemu dengan Anda."


Lukas dengan senang hati menerima uluran tangannya, "Senang bertemu denganmu juga."


"Oh benar, Tuan Lukas, sekarang yang lainnya sedang menunggu kita. Mari ikut dengan saya ke ruang rapat." Levin mengingatkan kalau yang lainnya sedang menunggu mereka.


Keduanya kemudian pergi menuju ke ruangan yang dimana rapat dilaksanakan.


Helen melihat kepergian mereka, dia terus memperhatikan Lukas sampai dia menghilang dari pandangannya.


"Pemuda yang sangat tampan, bahkan dia juga pemegang saham utama dari Dragon Entertainment. Jika aku bisa berkencan dengannya, mungkin aku tidak perlu berusaha terlalu keras lagi." Helen bergumam pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Meski wajahnya sangat cantik, namun Helen mencapai kepopulerannya saat ini tidak hanya dengan mengandalkan itu, dia juga berusaha sangat keras untuk bisa mencapai titik itu.


Dan banyak pria yang ingin dekat dengannya, namun Helen menolak mereka semua karena dia tidak menyukai mereka. Bahkan ada seorang tuan muda yang sangat tergila-gila padanya, tapi dia tidak pernah menanggapinya.


__ADS_2