Become Rich With System

Become Rich With System
Bab 40


__ADS_3

Beberapa waktu yang lalu, kantor polisi.


Angelina saat ini sudah kembali ke tim tindak kejahatan dan kekerasan setelah sebelumnya dipindahkan ke bagian polisi lalu lintas.


Saat ini dia tengah menyelidiki sebuah kasus yang sangat meresahkan bagi warga, pasalnya dalam beberapa hari belakangan, sudah ada puluhan anak yang menghilang.


"Apakah kalian sudah menemukan petunjuk?"


"Belum, pak!"


Seorang pria paruh baya yang merupakan kapten tim masuk ke ruangan mereka dan menanyakan apakah Angelina dan yang lainnya sudah menemukan petunjuk, namun mereka masih belum menemukan petunjuk sedikitpun.


"Aiihh, siapa bajingan yang menculik anak-anak ini..." Kapten mememgang kepalanya dan bertanya-tanya siapa yang menculik anak-anak.


"Kapten, Anda tenang saja! Saya pasti akan menyelesaikan kasus ini, saya akan membuat para penculik itu menderita!" Kata Angelina dengan percaya diri.


Dia ingin membuktikan dirinya bahwa dia layak berada di tim tindak kejahatan dan kekerasan.


"Baiklah... Jangan mengecewakanku seperti yang terakhir kali."


"Baik, pak!"


'Lihat saja, aku pasti bisa menyelesaikan kasus ini.' Batin Angelina.


"Kapten, kita mendapat laporan baru!"


"Lagi?"


"Sekarang dimana?"


"Di jalan xxxx"


"Baiklah, kita kesana sekarang untuk menyelidikinya."


Semua anggota tim segera menuju lokasi, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk tiba disana.


Disana mereka menemui seorang wanita yang memberi laporan.


"Halo nona, apakah Anda yang melapor tadi?"


"Benar, pak polisi, tolong selamatkan anak saya..." Kata wanita itu dengan sedih, wanita itu menangis karena kehilangan anaknya.


Kapten menyuruh wanita itu untuk tenang dulu dan memintanya untuk menjelaskan kronologinya:


"Anda tenang dulu... Bisakah Anda menjelaskan bagaimana Anda kehilangan anak Anda?"


"Begini... Saya dan anak saya baru sedang menuju ke rumah dari sekolah anak saya... Tapi sebelum itu kami mampir di toko untuk membeli sesuatu, saya meminta anak saya untuk menunggu diluar... Begitu saya kembali, anak saya sudah tidak ada disana..." Jelas wanita itu.

__ADS_1


Kapten melihat sekitar setelah mendengar penjelasan dari wanita itu, kemudian dia melihat ada CCTV yang terpasang di depan toko.


Dia segera memerintahkan anak buahnya untuk memeriksanya, "Cepat masuk ke dalam toko dan minta untuk menampilkan rekaman CCTV pada waktu sekitar kejadian."


Angelina dan yang lainnya segera masuk melaksanakan perintah kapten dan masuk ke dalam toko yang dimaksud. Di dalam ada dua petugas yang menjaga toko tersebut, kedua petugas itu sedikit terkejut ketika melihat ada beberapa orang yang terlihat mencurigakan masuk.


"Siapa kalian?"


Angelina mengeluarkan kartu identitasnya, "Kami dari kepolisian, jangan takut, kami kesini hanya ingin memastikan sesuatu."


"... Bisakah kalian memperlihatkan rekaman CCTV kalian?" Tambahnya.


Kedua petugas itu saling memandang sebelum akhirnya menyetujui permintaan Angelina, lagipula mereka tidak memiliki keberanian untuk menolak pihak kepolisian.


Salah satu penjaga membuka rekaman CCTV dan memperlihatkannya pada Angelina dan yang lain. Di dalam layar komputer, mereka melihat seorang gadis dan wanita yang merupakan ibunya tiba didepan toko.


Ibu gadis kecil itu masuk ke dalam toko sementara gadis kecil itu menunggu diluar, tak lama setelah ibu gadis kecil itu masuk, seseorang dengan pakaian tertutup datang menghampirinya. Setelah hanya beberapa waktu, orang dengan pakaian tertutup dan gadis kecil itu pergi.


"Kemana mereka pergi?" Gumam Angelina sambil terus memperhatikan layar komputer.


Di dalam layar komputer, gadis kecil dan orang dengan pakaian tertutup itu masuk ke dalam sebuah mobil hitam.


"Hentikan!"


Angelina menyuruh petugas toko untuk menghentikan rekamannya, kemudian dia menyuruh anggota polisi yang lain untuk mencatat nomor plat mobil tersebut.


Setelah urusan didalam toko selesai, Angelina dan yang lainnya kembali menemui kapten dan memberitahukan apa yang mereka temukan disana.


"Kapten, kami sudah melihat rekaman CCTV toko. Kami sudah mencatat nomor plat pelaku dan meminta tim lalu lintas untuk bekerja sama."


"Bagus." Kapten mengangguk puas.


"Nona, Anda dapat tenang, kami akan menemukan anak Anda..." Kapten mencoba untuk menenangkan wanita itu.


"Pak, tolong bawa anak saya kembali dengan selamat... Saya tidak ingin sesuatu terjadi padanya." Wanita itu tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk terjadi pada anaknya.


"... Yakinlah nona, kami pastikan anak Anda kembali dengan selamat." Kata kapten dengan yakin.


"Anda kembalilah dulu ke rumah dan tunggu kabar dari kami." Tambahnya.


Setelah itu mereka kembali ke kantor polisi dan meminta kerja sama dari tim lalu lintas.


Tak butuh waktu lama bagi tim lalu lintas untuk menemukan mobil tersebut, "Pak, mobil itu saat ini berada di area xxxx... Sepertinya disana adalah markas orang tersebut, pasalnya mobil itu selalu berada disana."


"Kalian dengar itu? Bergerak sekarang!"


Angelina dan yang lainnya dengan cepat menuju lokasi yang sudah dikatakan oleh tim lalu lintas, mereka dengan cepat tiba disana.

__ADS_1


Setibanya disana, mereka memang melihat mobil yang mereka lihat di rekaman CCTV sebelumnya. Tak jauh dari sana juga ada mobil sport yang sangat bagus.


"Disini juga ada mobil sport, apakah ini kelompok sindikat perdagangan anak?" Tanya salah satu polisi.


Polisi tersebut memiliki pendapat kalau kelompok tersebut merupakan sindikat perdagangan anak, karena ada mobil sport yang terparkir disana. Dia menganggap pemilik mobil sport tersebut adalah orang yang membeli anak-anak dari para penculik.


"Kita akan mengetahuinya begitu masuk!"


Angelina mengeluarkan pistolnya dan berjalan masuk, yang lainnya juga mengikutinya dibelakang.


"Angelina, jangan bertindak gegabah." Kapten mengngatkan.


Dia tidak ingin Angelina berbuat sesuatu yang dapat membahayakan diri sendiri dan anggota tim yang lain.


"Tenanglah kapten, kali ini aku tidak akan bertindak gegabah." Angelina sudah belajar dari pengalaman sebelumnya, jadi dia tidak akan bertindak gegabah lagi kali ini.


"Astaga! Apa ini? Kenapa banyak sekali anak kecil disini?"


Begitu mereka masuk ke dalam, betapa terkejutnya mereka melihat banyak anak kecil disana.


"Apakah semua anak ini akan mereka jual?"


"Dasar bajingan yang mengerikan!"


Angelina sangat marah melihat situasi didepannya, dia kemudian menghampiri seorang anak dan bertanya, "Nak, dimana orang yang membawa kalian kesini?"


Anak itu merupakan anak yang ditanya oleh Lukas sebelumnya, dia menunjuk ke tempat yang sama seperti yang dia beritahukan kepada Lukas sebelumnya.


Angelina langsung menuju tempat yang diberitahukan oleh anak itu, begitu dia sudah dekat dengan tempat tersebut, Angelina mendengar suara keras keluar dari dalam.


Dia segera berlari dan menodongkan senjatanya, "Jangan bergerak!"


Di dalam sana dia melihat ada beberapa pria yang sedang babak belur dan terkapar di lantai, sementara itu ada seorang pria tampan berdiri didepan semuanya.


Lukas yang mendengar suara Angelina berbalik dan dia sedikit terkejut ketika melihat orang yang dibencinya ada disana.


'Angelina? Apa yang wanita sialan ini lakukan disini?' Batin Lukas.


"Lukas, ternyata kau! Apakah kau bagian dari kelompok ini?" Angelina mengarahkan pistolnya terhadap Lukas.


"Apakah kau buta? Tidakkah kau melihat kalau aku sedang menghajar mereka?" Kata Lukas dengan nada sedikit kesal.


"Beraninya kau berkata seperti itu pada polisi!" Angelina tidak terima dengan perkataan Lukas yang meremehkan dirinya.


"Kenapa? Apakah tidak boleh aku mengkritik polisi yang tidak becus dalam bekerja?" Kata Lukas tidak peduli.


"Ada apa, Angelina?"

__ADS_1


Kapten dan yang lainnya menghampiri Angelina, begitu mereka tiba di tempat Angelina, mereka melihat ada beberapa pria tergeletak di lantai dan seorang pria berdiri di depan semuanya. Kapten merasa kalau pria yang berdiri itulah yang membuat beberapa pria itu tergeletak di lantai.


__ADS_2