
"Tuan muda pertama, saya sudah mendapatkan informasi orang itu."
Pria yang sebelumnya diperintahkan Thomas untuk menyelidiki Lukas telah kembali, saat ini dia sedang melaporkan hasil penyelidikkannya pada Thomas.
"Katakan." Kata Thomas dengan santai.
Pria itu segera melaporkan hasil laporannya, "Pria tersebut bernama Lukas, berusia 23 tahun, tidak memiliki keluarga, dan dia dibesarkan di panti asuhan."
"Itu saja?"
"Tidak, belakangan diketahui bahwa dia dekat dengan keluarga Lawrence, dia juga dekat dengan Nona muda keluarga Webster. Dan dia mempunyai nama lain, yaitu Istoria." Tambah pria tersebut.
"Istoria?" Thomas mengangkat alisnya dengan bingung, dia belum pernah mendengar nama tersebut sebelumnya.
"Benar, dia merupakan seorang penulis yang cukup populer dengan karya-nya yang berjudul Harry Potter." Pria tersebut menjelaskan.
"Sekarang kau boleh kembali."
"Baik!"
Pria tersebut segera pergi setelah Thomas menyuruhnya untuk kembali.
"Ternyata hanya seorang penulis belaka..."
Sekarang Thomas sudah mengetahui identitas orang yang berkonflik dengan adiknya, setelah mengetahui kalau Lukas bukan orang yang berpengaruh, dia tidak perlu cemas lagi tentang masalah adiknya.
"Tapi... Dia dekat dengan keluarga Lawrence ya... Bahkan dia dekat dengan Nona muda keluarga Webster..." Thomas merenung.
Meski Lukas hanya seorang penulis, namun dia cukup dekat dengan keluarga Lawrence dan Webster. Jadi dia perlu berhati-hati mengambil tindakan terhadap Lukas, jika dia mengambil langkah yang salah, mungkin akan berbahaya bagi keluarganya.
"Sebaiknya aku menyuruh Ryan untuk tidak mengambil tindakkan untuk sekarang."
Thomas tidak ingin Ryan bertindak gegabah, jadi dia memberitahunya agar tidak mengambil tindakkan terhadap Lukas terlebih dahulu.
...
Setelah kembali dari acara launching, Lukas saat ini sedang bersantai di taman vilanya. Sudah cukup lama dia tidak menghabiskan waktu dengan bersantai, sekarang dia akhirnya bisa melakukannya.
'Sistem, kenapa tidak ada misi belakangan ini?'
Sudah cukup lama sejak sistem memberikan misi padanya, jadi Lukas bingung mengapa sistem tidak pernah memberikan misi lagi. Jadi dia menanyakannya karena penasaran.
[Ding! Untuk saat ini tidak ada misi untuk host!]
Sistem menjawab dengan singkat.
"Haahh" Lukas menghela napas panjang setelah mendengar jawaban dari sistem.
Saat dia sedang beristrahat, tiba-tiba ponselnya berdering. Lukas segera melihatnya dan mengetahui kalau orang yang menghubunginya adalah Caroline.
Lukas segera mengangkatnya, "Halo, Caroline. Apakah ada sesuatu yang kau butuhkan?"
"Lukas, apakah kau punya waktu malam ini?" Tanya Caroline dari sisi lain.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Begini, malam ini aku memiliki pertandingan. Apakah kau ada waktu untuk menonton pertandinganku? Aku ingin menunjukkan padamu skill-ku yang sebenarnya."
Mendengar itu membuat Lukas mengangkat alisnya, "Oh? Dimana?"
"Aku akan mengirimkan alamatnya padamu."
Setelah panggilan berakhir, Lukas mendapatkan pesan dari Caroline yang memberitahukan lokasi pertandingan.
"Aku sedikit penasaran bagaimana balap mobil yang sebenarnya, jadi ini adalah kesempatanku untuk bisa menyaksikannya secara langsung." Lukas bergumam.
Lukas tidak pernah melihat balap mobil secara langsung sebelumnya, jadi dia ingin melihatnya secara langsung. Lagipula dia tidak memiliki kesibukkan pada malam hari.
...
Pada malam hari.
Lukas sudah tiba di lokasi yang diberikan oleh Caroline, dia berjalan memasukki tribun tempat penonton. Namun sebelum dia bisa melangkahkan kaki lebih jauh, seorang pria menghentikannya.
"Maaf Tuan, bisakah Anda menunjukkan tiket Anda?"
"Tiket? Apakah perlu tiket untuk masuk?" Tanya Lukas dengan bingung.
Caroline tidak mengatakan hal itu sebelumnya, jadi Lukas sedikit bingung.
"Iya, jika Anda tidak memiliki tiket, maka Anda tidak bisa masuk." Kata pria itu dengan sopan.
Lukas segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Caroline.
"Caroline, kau tidak bilang padaku kalau aku harus mempunyai tiket."
"Ah? Maaf soal itu, aku lupa memberitahumu sebelumnya. Aku akan ke tempatmu untuk menjemputmu, dimana kau sekarang?"
"Aku sedang berada di pintu masuk di tribun barat."
"Baiklah, tunggu sebentar."
Setelah panggilan berakhir, Lukas kembali menghampiri pria tadi dan berkata, "Maaf sebelumnya, sepertinya temanku akan datang sebentar lagi."
Tak lama kemudian Caroline tiba di tempat Lukas, Caroline langsung menghampirinya.
"Lukas, maaf sebelumnya karena lupa memberitahumu. Aku akan membawamu ke Pit Crew timku supaya kau bisa melihatnya dengan jelas."
"Baiklah," Lukas mengangguk.
Sebelum pergi Lukas meminta maaf kepada pria yang tadi karena sudah merepotkannya.
Lukas dan Caroline akhirnya tiba di Pit Crew tim Caroline berada, disana Lukas melihat pemandangan yang belum pernah dilihatnya sama sekali.
Banyak peralatan untuk perawatan mobil tersedia disana, dia tidak bisa tidak mengagumi tempat tersebut.
"Bagaimana? Beginilah situasi dalam tim balap." Caroline berkata dengan bangga.
__ADS_1
Caroline sangat senang melihat ekspresi Lukas saat ini, jadi dia mau tidak mau bangga pada dirinya sendiri.
Kemudian seorang pria datang menghampiri Caroline dan berkata, "Caroline, ayo besiap sekarang. Sebentar lagi balapan akan segera dimulai."
"Baiklah... Lukas, kau bisa melihatku dari sana." Caroline menunjuk ke sebuah tempat yang merupakan tempat berkumpulnya crew.
"Matter, tolong jaga dia." Kata Caroline pada pria tersebut sebelum pergi.
"Ayo ikut denganku." Matter membawa Lukas ke tempat semuanya berkumpul.
Tidak ada yang memperhatikan Lukas sama sekali disana, jadi dia dengan santai duduk sambil melihat sirkuit yang ada di depannya.
Tak lama kemudian semua pembalap akhirnya sudah berada di sirkuit, saat ini mereka semua sedang mencoba sirkuit sebelum balapan dimulai.
Setelah selesai, marshal segera mengibarkan bendera tanda dimulainya balapan.
Semua pembalap segera menginjak gas untuk mempercepat laju mobil mereka. Saat ini Caroline berada di urutan ke lima belas. Sangat jauh untuk bisa menjadi yang pertama, namun masih banyak waktu yang dia miliki.
Lap demi lap berlalu dan perlahan Caroline berhasil melewati beberapa pembalap yang ada di depannya, sekarang dia sudah berada di urutan ke delapan.
"Bagus, tetap pertahankan kecepatanmu saat ini!" Pelatih berkata pada Caroline.
Beberapa lap lagi berlalu, sekarang Caroline sudah berada di urutan ke enam.
"Lumayan, sekarang dia sudah berada di urutan ke enam." Gumam Lukas.
Lukas memuji Caroline setelah melihatnya berhasil menempati posisi ke enam setelah sebelumnya berada di posisi ke lima belas.
Ketika lima lap tersisa, tiba-tiba ada seorang pembalap yang kehilangan kendali dan berakhir dengan menabrak Caroline yang berada di depannya.
"Caroline, awas!" Pelatih memperingatkan Caroline untuk menghindarinya.
Namun sebelum Caroline bisa menghindar, bagian belakang mobilnya sudah tertabrak hingga membuatnya kehilangan kendali juga.
"Sial!" Caroline mengutuk.
Dia tidak menyangka akan ada pembalap yang kehilangan kendali dan menabraknya, padahal dia saat ini sudah dalam performa terbaiknya. Namun sekarang dia harus mengalami kecelakaan tersebut.
Tidak hanya dia yang mengalaminya, pembalap lain yang ada di belakangnya juga mengalami hal yang sama hingga mengakibatkan insiden yang mengerikan. Hampir semua pembalap mengalami kecelakaan.
Caroline juga mengalami kecelakaan yang cukup parah, kaki kanannya patah akibat kecelakaan tersebut.
"Oh tidak, sebuah insden terjadi. Kecelakaan beruntun sedang terjadi di lintasan!" Kata pembawa acara.
"Caroline, apakah kau baik-baik saja?" Tanya pelatih.
"Pelatih, sepertinya aku tidak bisa melanjutkan balapan ini. Kaki kananku tidak bisa digerakkan." Caroline berkata dengan sedih.
"Tidak masalah, keselamatanmu yang paling penting." Kata pelatih.
Meski sangat disayangkan, namun apa boleh buat. Dia tidak ingin memaksa Caroline untuk melanjutkan pertandingan, jika tidak, itu akan berbahaya bagi Caroline.
Tim medis segera menyelamatkan semua pembalap yang mengalami kecelakaan. Pertandingan dihentikan untuk sementara akibat kecelakaan tersebut.
__ADS_1