
Sekarang.
Setelah beberapa menit berkendara, Lukas akhirnya tiba dilokasi, dia segera menuju warung mie ayam Jordan untuk menemui pemilik rumah.
Disana sudah ada Louis dan juga bawahannya yang lain, tidak hanya mereka, pemilik rumah juga ada disana. Bahkan Jordan juga disana, saat ini dia sangat ketakutan karena ada banyak sekali preman yang berkumpul di warungnya.
"Huh? Kalian? Apakah kalian yang mencariku?" Lukas memperhatikan Louis dan bertanya.
"Buk-" Louis ingin menyangkalnya, namun perkataannya dipotong oleh pemilik rumah.
"Lukas, akhirnya kau sampai. Itu benar, mereka yang mencarimu." Pemilik rumah berdiri dan menyambut Lukas.
'Sial, habislah sudah.' Batin Louis, dia sangat panik saat ini.
Snake masih belum tiba disana, jadi dia dan bawahannya tidak bisa pergi. Jika tidak, mereka pasti sudah pergi sejak lama.
"Jadi kalian, apakah kalian bercanda denganku? Sejak kapan aku pernah berhutang dengan kalian?!" Lukas berkata dengan dingin.
Louis dan bawahannya langsung gemetar setelah mendengar perkataan Lukas, bahkan kaki mereka sudah tidak kuat untuk berdiri lagi karena saking takutnya.
'Snake sialan, aku berharap kau dihajar hingga tidak bisa dikenali lagi.' Louis mengutuk Snake dalam benaknya.
Dia tidak berharap Snake akan terlambat datang yang mana hal itu membuatnya kembali terlibat dengan Lukas. Karena hal itu dia marah pada Snake dan mengutuknya.
"Itu... Apakah kau percaya jika bukan kami yang mencarimu?" Kata Louis dengan alasan bodohnya.
"Aku percaya!"
Tanpa diduga, Lukas percaya dengan perkataan Louis. Mendengar Lukas mempercayainya, Louis yang awalnya gugup menjadi bersemangat. Dia tidak menduga Lukas akan mempercayai alasan bodohnya.
'Apakah dia sebenarnya bodoh?' Batin Louis.
Menurutnya Lukas bodoh karena percaya dengan perkataannya, tentu saja, hanya orang bodoh yang akan percaya kebohongan yang begitu jelas.
"Kalau begitu kami akan pergi terlebih dahulu." Kata Louis, dia ingin segera pergi dari sana.
Karena Lukas menganggap bukan mereka yang mencarinya, jadi Lukas akan melepaskan mereka bukan?
"Tapi bohong~" Kata Lukas dengan main-main.
"Kau kira aku akan percaya dengan alasan bodohmu itu?" Kata Lukas dengan dingin.
Kemudian dia mendekati Louis dan menambakan, "Jika bukan kalian lalu siapa? Apakah itu paman Jordan?"
"Itu... Anu... Kami hanya menjalankan perintah." Kata Louis dengan gagap.
__ADS_1
Dia mundur beberapa langkah kebelakang ketika Lukas mendekat ke arahnya. Dia tidak berani berada dekat dengan Lukas karena takut Lukas akan menghantamnya secara tiba-tiba.
"Kenapa kau mundur? Kemarilah, aku tidak akan memakanmu." Kata Lukas, dia menyuruh Louis untuk mendekat padanya.
Tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti disana, dan seorang pria keluar dari mobil tersebut. Ketika Louis melihat pria itu, wajahnya langsung menunjukkan senyum cerah, karena pria tersebut adalah Snake.
'Akhirnya penyelamat datang!' Batin Louis, dia sangat senang dengan kedatangan Snake. Dengan adanya Snake disana, dia dan bawahannya bisa kabur dari sana.
"Louis? Bagaimana? Apakah kau sudah menemukannya?" Snake langsung bertanya pada Louis.
"Itu dia! Dialah yang menyuruh kami!" Louis menunjuk Snake dan memberitahu pada Lukas kalau Snake adalah orang yang menyuruh mereka.
Lukas mengalihkan pandangannya pada Snake, dia melihat seorang pria dengan kacamata, pria itu tampak sedikit kurus.
"Apakah dia orangnya, Louis?" Tanya Snake sambil melihat Lukas.
"Benar" Louis mengangguk dengan cepat.
Lukas berjalan menghampiri Snake dan bertanya dengan sedikit bingung, "Apakah aku pernah memiliki hutang denganmu?"
Lukas tidak ingat sama sekali pernah berhutang pada pria di depannya, bahkan dia baru pertama kali bertemu dengan pria tersebut.
Snake menggelengkan kepalanya, "Bukan denganku, tapi dengan tuan muda kedua keluarga Blake, Ryan Blake."
"Jadi, dimana dia?" Tanya Lukas kembali, dia ingin tau dimana Ryan berada sekarang.
"Kau tidak perlu mencarinya, aku sendiri yang akan membawamu padanya." Kata Snake dengan santai.
"Tapi setelah aku menghajarmu!" Tambahnya.
Kemudian Snake menyerang Lukas secara tiba-tiba, beruntung Lukas memiliki refleks yang bagus, jadi dia bisa menghindarinya dengan mudah.
"Hoho~ Kau ingin menggunakan kekerasan ya." Kata Lukas setelah menghindari serangan Snake.
"Itu baru permulaan!"
Snake terus menyerang Lukas, dia menggunakan berbagai macam gerakan untuk menyerang Lukas. Tapi tidak ada satupun dari gerakannya yang berhasil mengenai Lukas karena Lukas dapat menghindarinya dengan mudah.
Lukas pernah mempelajari beberapa teknik beladiri saat berada di bumi dulu, jadi dia mempunyai refleks yang cukup bagus.
"Hah, hah, hah" Snake kewalahan, dia sudah hampir kehabisan napas setelah terus-menerus menyerang Lukas.
"Apakah kau tidak akan menyerang lagi?" Kata Lukas dengan mengejek.
"Bajingan! Apakah kau hanya bisa menghindar? Kalau kau memang berani, serang aku!" Snake berkata dengan marah.
__ADS_1
"Sesuai keinginanmu, tapi kau harus berhati-hati. Mungkin ini akan membuatmu pingsan jika terkena." Lukas memperingatkan sebelum menyerang Snake.
"Hmph, dasar sombong!" Snake mendengus, dia marah dengan kesombongan Lukas.
Lukas berlari menuju Snake dan menghantamnnya dengan pukulan harimau dan tubuh berlian. Snake mencoba menangkisnya dengan kedua tangannya, namun dia terpental beberapa meter kebelakang.
"Agghh" Snake menjerit kesakitan.
Akibat menahan serangan Lukas tersebut, kedua tulang ditangannya retak. Snake tidak menyangka kalau Lukas akan sekuat itu.
'Sialan, ternyata benar apa yang dikatakan oleh Louis, orang ini adalah monster.' Batin Snake, dia sekarang percaya dengan Louis dan bawahannya.
'Benar juga,' Snake ingat sesuatu dan dia ingin menyuruh Louis dan bawahannya untuk menyerang Lukas secara bersamaan.
"Louis! Serang dia secara bersamaan! Aku yakin dia tidak akan mampu menghadapi jumlah kalian yang banyak."
"..."
Tidak ada jawaban dari Louis dan bawahannya, Snake pun mengarahkan pandangannya ke tempat Louis berada sebelumnya.
Namun hanya ada pemilik rumah dan Jordan disana, sementara Louis dan bawahannya sudah tidak ada lagi disana.
'Bang***! Mereka kabur dengan sangat cepat.' Snake mengutuk Louis yang kabur.
"Apakah kau mencari mereka? Mereka sudah pergi dari tadi." Kata Lukas sambil berjalan mendekati Snake.
Walaupun Louis dan yang lainnya ada disana, Lukas tidak takut sama sekali. Dia sangat yakin dapat mengalahkan mereka semua dengan mudah.
"Katakan ini pada tuan muda keduamu itu, jika dia berani mengirim seseorang untuk mencelakaiku atau Helen lagi, maka jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu padanya." Kata Lukas dengan dingin.
Lukas memperingatkan Ryan melalui Snake untuk tidak melakukan sesuatu terhadap dirinya dan Helen di masa depan. Jika dia masih berani, maka Lukas akan membuatnya membayar perbuatannya.
Setelah itu Lukas menghajar Snake hingga tak sadarkan diri, Lukas membuat Snake terlihat lebih buruk daripada Ronny.
"Heh, bahkan ibunya tidak akan mengenali wajahnya lagi." Kata Lukas dengan puas setelah menghajar Snake.
Jordan yang dari tadi melihat semua kejadian itu hanya bisa memandang Lukas dengan penuh ketakutan, dia tidak menyangka kalau anak muda yang pernah membantunya itu adalah orang yang sangat kejam.
'Aku harus memberitahu Lucy untuk tidak terlalu dekat dengannya nanti.' Batin Jordan, dia tidak ingin putrinya terlibat dengan Lukas.
Berbeda dengan Jordan yang ketakutan, pemilik rumah memiliki ekspresi yang sangat bersemangat. Dia menghampiri Lukas dan berkata, "Wow, aku tidak menyangka kau akan begitu kuat."
Pemilik rumah memegang otot Lukas dan merasakan kekerasan ototnya, "Bahkan ototmu sangat kuat. Aku yakin bagian lain dari dirimu juga sangat kuat kan?"
Pemilik rumah memiliki ekspresi aneh diwajahnya sambil memandang celana Lukas.
__ADS_1