
'Ngomong-ngomong kenapa misiku belum selesai, sistem?'
Sejak tadi dia menunggu pemberitahuan dari sistem, namun hingga sekarang tidak ada pemberitahuan dari sistem. Jadi Lukas mau tidak mau bertanya pada sistem.
[Ding! Host belum sempat makan siang bersama Helen!]
'Oh benar, misinya adalah menemani Helen makan, tadi kami belum sempat makan karena ada sedikit masalah.' Batin Lukas.
"Jangan terlalu memikirkan itu dulu, bagaimana kalau kita makan siang?"
Tanpa menunggu tanggapan Helen, Lukas segera mengendarai mobilnya menuju sebuah restoran yang berbeda dari sebelumnya.
Tak lama kemudian mereka tiba disebuah restoran bintang lima, Lukas dan Helen kemudian masuk dan memesan beberapa makanan.
"Bukankah itu Helen? Wow, aku tidak menyangka akan melihatnya disini."
"Mana? Oh benar, dan siapa pria yang ada didepannya?"
Banyak pengunjung yang kenal dengan Helen, mereka tidak menyangka akan melihat wanita tercantik Pearl City di restoran. Namun mereka bertanya-tanya tentang identitas pria yang makan dengan Helen.
"Aku tidak menyangka akan mengundang keributan seperti ini." Kata Lukas, dia tidak mengharapkan hal itu terjadi ketika dia dan Helen makan siang bersama.
"Tentu saja hal ini akan terjadi, secara aku adalah aktris terkenal, tidak hanya itu, aku juga wanita tercantik Pearl City." Helen berkata dengan bangga.
"Cepatlah, aku tidak ingin masuk dalam berita." Lukas mendesak Helen untuk menghabiskan makanannya dengan cepat.
Lukas segera menyembunyikan wajahnya agar pengunjung yang lain tidak bisa memotret wajahnya. Dia tidak ingin masuk berita, karena itu merepotkan.
'Sial, bagaimana aku lupa kalau Helen adalah publik figur, jika tau akan seperti ini, lebih baik aku membawanya ke ruang pribadi.' Batin Lukas.
Beberapa menit kemudian mereka berdua akhirnya selesai, Lukas dan Helen segera pergi setelah membayar. Lukas langsung mengendarai mobilnya untuk menjauh dari restoran agar tidak ada yang bisa memotretnya.
[Ding! Selamat kepada host karena berhasil menjalankan misi!]
[Ding! Selamat kepada host karena mendapatkan Hotel MBC, serta satu kartu keterampilan acak.]
[Apakah host ingin membuka kartu Anda?]
'Nanti saja, aku akan mengumpulkannya dan membukanya nanti.'
Lukas tidak ingin membuka kartu keterampilan acak untuk saat ini, lagipula itu tidak akan menghilang jika tidak langsung digunakan.
__ADS_1
"Kemana kau akan pergi? Biarkan aku mengantarmu." Kata Lukas, dia ingin mengantar Helen.
"Tolong antarkan saya ke hotel MBC, saya menginap disana selama beberapa hari."
'Hotel MBC? Kebetulan sekali.' Batin Lukas, dia tidak menyangka kalau Helen menginap di hotel miliknya.
"Baik," Lukas mengangguk dan segera melaju ke hotel MBC.
"Ngomong-ngomong kenapa kau tidak tinggal dirumahmu?"Tanya Lukas.
Tidak mungkin aktris terkenal seperti Helen tidak memiliki rumah, jadi Lukas sedikit bingung kenapa Helen menginap di hotel dan bukanya tinggal dirumah sendiri.
"Beberapa waktu lalu ada seorang penguntit yang masuk ke rumah saya, jadi untuk menghindari hal itu terjadi lagi, saya pergi menginap di hotel." Jelas Helen.
"Jadi seperti itu." Lukas akhirnya mengerti kenapa Helen menginap di hotel, itu karena ada penguntit yang masuk ke rumahnya.
"Apakah kau sudah melaporkannya? Ngomong-ngomong kau bisa bicara dengan santai padaku, tidak perlu formal." Lukas bertanya, dia juga meminta Helen untuk tidak berbicara formal padanya.
Lukas merasa sedikit tidak nyaman jika Helen berbicara formal padanya.
"Sa... Aku sudah melaporkannya, dan sekarang polisi sedang menangani kasus tersebut." Jawab Helen.
Mereka akhirnya tiba di hotel MBC, Lukas segera mengantarkan Helen ke kamarnya begitu keluar dari mobil.
"Terima kasih untuk hari ini... Dan untuk masalah keluarga Blake..." Helen khawatir keluarga Blake akan mengganggunya dimasa depan.
"Jangan khawatir soal itu, aku akan menanganinya, ketika saat itu tiba, maka aku akan datang padamu." Lukas mengatakan pada Helen untuk tidak khawatir.
"Kalau begitu aku pergi dulu." Lukas segera pergi setelah mengantarkan Helen hingga ke depan kamarnya.
Lukas kemudian berkeliling hotel untuk melihat-lihat situasi di hotel. Dia menemui seorang resepsionis dan bertanya, "Dimana GM kalian?"
"Maaf, apakah Anda sudah memiliki janji sebelumnya?" Resepsionis itu bertanya balik dengan sopan.
Lukas menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Belum"
"Kalau begitu Anda tidak bisa bertemu dengan beliau, untuk bertemu GM, Anda harus membuat janji terlebih dahulu." Resepsionis itu dengan sopan mengingatkan.
"Jadi begitu, terima kasih."
Karena dia tidak memiliki kontak GM hotel MBC, jadi Lukas tidak bisa menghubunginya. Dia hanya bisa berkeliling sendiri.
__ADS_1
Namun saat dia hendak menjauh dari meja resepsionis, seorang pria paruh baya yang sedikit gendut datang menghampirinya. Pria paruh baya itu dengan sopan memperkenalkan dirinya pada Lukas:
"Tuan Lukas, maafkan saya karena belum sempat menghubungi Anda, tadi saya ada rapat yang harus dihadiri, jadi saya tidak sempat menghubungi Anda. Ngomong-ngomong, perkenalkan, saya Aaron, GM hotel MBC"
Aaron meminta maaf karena belum sempat menghubungi Lukas, sebab dia sedang ada rapat yang sangat penting. Jadi dia tidak bisa menghubungi Lukas tepat waktu.
"Tidak masalah, ngomong-ngomong, aku ingin melihat situasi hotel."
"Baik, saya akan memandu Anda, silahkan!"
Aaron memimpin Lukas melihat-lihat hotel, mereka pergi ke semua sudut hotel. Aaron juga menjelaskan situasi spesifik hotel.
Setelah berkeliling selama beberapa jam, mereka akhirnya kembali ke tempat resepsionis tadi berada.
"Terima kasih karena sudah menemaniku berkeliling, kalau begitu aku akan pergi." Karena sudah selesai melihat-lihat hotel, jadi Lukas ingin pergi karena sudah tidak ada yang harus dilakukannya lagi disana.
"Sama-sama, Tuan. Suatu kebanggan bagi saya dapat menemani Anda berkeliling." Aaron berkata dengan sopan.
Lukas kemudian keluar dan menuju ke tempat mobilnya terparkir, namun ketika dia baru sampai diluar hotel, resepsionis yang tadi menghampirinya.
"Tunggu, Tuan. Maaf untuk yang sebelumnya, saya tidak tau kalau Anda adalah pemilik dari hotel ini, tolong jangan pecat saya."
Setelah mendengar percakapan antara Lukas dan Aaron, resepsionis itu mengetahui kalau Lukas adalah pemilik dari hotel tempatnya bekerja. Jadi dia meminta maaf atas sikapnya sebelumnya.
Lukas menggelengkan kepalanya dan berkata dengan santai, "Tidak masalah, kau melakukan pekerjaanmu dengan baik."
Lukas sama sekali tidak marah pada resepsionis itu, sebaliknya dia senang karena resepsionis itu melakukan pekerjaannya dengan baik.
"Terima kasih, Tuan." Resepsionis itu sangat bersyukur karena Lukas tidak marah dengan dirinya karena kejadian sebelumnya.
Setelah itu Lukas pergi mengambil mobilnya dan berniat untuk pulang. Di jalan menuju ke rumahnya, Lukas dihadang oleh sebuah mobil hitam besar.
'Ada apa ini?' Batin Lukas, dia bertanya-tanya tentang apa yang terjadi, kenapa ada mobil yang menghadangnya.
Lukas segera keluar dari mobil dan berkata pada pengemudi mobil tersebut, "Ada apa ini? Kenapa kau menghalangi jalanku?"
Sementara itu di dalam mobil, saat ini Louis dan para bawahannya sedang berkeringat dingin. Mereka tidak berani keluar begitu mengetahui orang yang mereka hadang ternyata Lukas.
'Sial, kenapa monster ini yang muncul?' Hanya itu yang ada dipikiran mereka semua.
Sebelumnya mereka mendapat perintah dari Snake untuk menghadang sebuah mobil mewah yang melalui jalan itu. Namun yang tidak mereka duga ternyata orang yang mereka hadang adalah monster yang selalu membuat mereka takut.
__ADS_1
Namun ada satu orang diantara mereka yang sangat marah ketika melihat Lukas, dia sangat bersemangat karena akhirnya bisa membalaskan dendamnya pada Lukas.