Belantara

Belantara
WAKTU YANG BAIK


__ADS_3

Dengan


perasaan yang ntah seperti apa aku memasuki pagar rumahku dan aku melihat mobil


hitam yang terparkir dihalaman rumahku, dan aku sangat mengenali mobil itu. Aku


segera turun dari mobilku yang sudah ku parkir rapih digarasi rumahku, kemudian


berjalan memasuki rumahku menuju ruang tamu.


“Oh sudah pulang anak sulungku yang


sombong ini” perkataan dari seorang wanita kebanggaanku.


Namun


kalimatnya mengatakan ku sombong sangat membuatku merasa bersalah, karna sudah


hampir sebulan aku tidak menemuinya, biasanya akhir pekan aku selalu datang


kerumah orang tuaku untuk menghabiskan waktu bersama Ibu.


“Ibu! Ibu sama siapa kesini” tanyaku


“Perlu kah kau tau? Anakku kamu


bahkan sudah pandai mengalihkan”


“Bukan begitu buk, aku minta maaf,


aku terlalu sibuk tapi aku janji ini yang terkahir aku begini” sambil memeluk


ibuku.


“Kamu seorang pria, anak pertama


juga. Memutuskan pergi untuk tinggal sendiri saja sudah membuatku merasa sedih


apakah aku ada salah dalam mendidikmu atau-,”


“Tidak sama sekali bu, aku hanya


ingin mandiri aku tidak suka berada dibawah bayang bayang siapapun termasuk Ayah”


potongku


“Dengan pergi dari rumah?”


“Aku bukan pergi Bu, akukan sudah


izin dan aku rasa kita sudah bicara ini berulang kali” balasku agak kesal karna


hal ini sudah sering berulang-ulang dibahas.


“Ibu akan slalu membicarakan ini


jika kamu tidak merasa membutuhkan Ibu lagi”

__ADS_1


“Astaga Bu, aku sangat membutuhkan


mu, sangat. Sampai kapanpun, aku hanya khilaf tidak datang kerumah. Beberapa


waktu ini aku sangat sibuk. Aku minta maaf Bu dan aku janji ini yang terkahir”


“Yasudah, makanlah Ibu sudah masak


apa yang kamu suka” ucapnya lalu menarikku menuju meja makan.


Aku


melihat meja makan ini sudah penuh dengan makanan yang sangat aku suka dan aku


rindukan.


“Bagaimana bisa aku tidak


membutuhkan mu Bu” ucapku sambil memeluknya.


Aku


sangat menyesal membuat wanita kebanggaanku ini datang untuk melihat anaknya


yang angkuh ini. Sekali lagi maafkan aku tuhan.


Kami


pun makan bersama berdua sambil aku bercerita tentang aktivitasku dan ibuk


menceritakan tentang perkembangan adikku disekolahnya dan kesibukan ayah.


sama siapa kesini?”


“Sama si Sam” jawabnya.


“Lalu mana dia? aku tak melihatnya


didepan”


“Ibu menyuruhnya pulang. Istrinya


melahirkan, tadi dia memaksakan diri untuk mengantarkan Ibuk kesini, padahal


sudah Ibu bilang tak usah”


Aku


pun hanya mengangguk paham.


Sam


adalah supir pribadi Ibu ku. Dia seumuran denganku umur kami 27 tahun, tetapi


dia sudah menikah. Aku? Boro-boro nikah pacaran aja belum pernah.


“Ibu tidur sini?” tanyaku.

__ADS_1


“Kenapa? Tidak boleh?”


“Astaga, Tentu boleh, berapa lama


pun boleh. Ibu sangat sensitif hari ini padahal sudah berumur” Ucapku ketus.


“Aku hanya begini kepada anak


anakku” ucapnya lembut.


Hal


ini membuatku terdiam. Aku sadar betapa kesepiannya dia dirumah, aku sudah lama


tidak menemuinya, adikku sedang sibuk belajar untuk ujian nasional, dan Ayah ku


tak perlu ditanya, tidak ada alasan yang membuat dia bertahan lama dirumah itu.


“Temani Ibuk besok, kamu bisakan?”


“Bisa kok Bu, kita kemana besok”


“Ketoko perlengkapan Bayi, Ibu ingin


membelikan kado untuk Bayinya Sam” ucapnya.


“Aku akan membawa Ibu ketoko


terbaik, sekarang ibu istirahatlah, biar si Mbok saja yang membereskan ini”


kataku sambil meletakkan sendok makan ku.


Ibuk hanya mengangguk


Tanpa


berkata apa-apa aku pun mengantar Ibu pergi memasuki kamar yang sudah dibereskan


oleh si Mbok sedari tadi. Setelah itu aku pun memasuki kamarku untuk


membersihkan badanku.


Tak


lama aku selesai mandi dan memakai pakaian tidurku. aku duduk ditepi kasur dan


melihat ponsel ku. Sepi, tak ada yang menghubungi. Aku pun mulai berandai-andai


membayangkan Zulfa.  Andai saja waktu itu


aku ingat untuk meminta kontaknya, pasti ponselku ada penghuninya.


"Ah sudahlah, aku pusing


memikirkannya terus" kesalku seakan berbicara sendiri.


Aku

__ADS_1


pun memutuskan untuk tidur dan berharap semoga saja dalam mimpiku malam ini


bisa mendapatkan petunjuk tentang wanita itu.


__ADS_2