
Dengan
perasaan yang ntah seperti apa aku memasuki pagar rumahku dan aku melihat mobil
hitam yang terparkir dihalaman rumahku, dan aku sangat mengenali mobil itu. Aku
segera turun dari mobilku yang sudah ku parkir rapih digarasi rumahku, kemudian
berjalan memasuki rumahku menuju ruang tamu.
“Oh sudah pulang anak sulungku yang
sombong ini” perkataan dari seorang wanita kebanggaanku.
Namun
kalimatnya mengatakan ku sombong sangat membuatku merasa bersalah, karna sudah
hampir sebulan aku tidak menemuinya, biasanya akhir pekan aku selalu datang
kerumah orang tuaku untuk menghabiskan waktu bersama Ibu.
“Ibu! Ibu sama siapa kesini” tanyaku
“Perlu kah kau tau? Anakku kamu
bahkan sudah pandai mengalihkan”
“Bukan begitu buk, aku minta maaf,
aku terlalu sibuk tapi aku janji ini yang terkahir aku begini” sambil memeluk
ibuku.
“Kamu seorang pria, anak pertama
juga. Memutuskan pergi untuk tinggal sendiri saja sudah membuatku merasa sedih
apakah aku ada salah dalam mendidikmu atau-,”
“Tidak sama sekali bu, aku hanya
ingin mandiri aku tidak suka berada dibawah bayang bayang siapapun termasuk Ayah”
potongku
“Dengan pergi dari rumah?”
“Aku bukan pergi Bu, akukan sudah
izin dan aku rasa kita sudah bicara ini berulang kali” balasku agak kesal karna
hal ini sudah sering berulang-ulang dibahas.
“Ibu akan slalu membicarakan ini
jika kamu tidak merasa membutuhkan Ibu lagi”
__ADS_1
“Astaga Bu, aku sangat membutuhkan
mu, sangat. Sampai kapanpun, aku hanya khilaf tidak datang kerumah. Beberapa
waktu ini aku sangat sibuk. Aku minta maaf Bu dan aku janji ini yang terkahir”
“Yasudah, makanlah Ibu sudah masak
apa yang kamu suka” ucapnya lalu menarikku menuju meja makan.
Aku
melihat meja makan ini sudah penuh dengan makanan yang sangat aku suka dan aku
rindukan.
“Bagaimana bisa aku tidak
membutuhkan mu Bu” ucapku sambil memeluknya.
Aku
sangat menyesal membuat wanita kebanggaanku ini datang untuk melihat anaknya
yang angkuh ini. Sekali lagi maafkan aku tuhan.
Kami
pun makan bersama berdua sambil aku bercerita tentang aktivitasku dan ibuk
menceritakan tentang perkembangan adikku disekolahnya dan kesibukan ayah.
sama siapa kesini?”
“Sama si Sam” jawabnya.
“Lalu mana dia? aku tak melihatnya
didepan”
“Ibu menyuruhnya pulang. Istrinya
melahirkan, tadi dia memaksakan diri untuk mengantarkan Ibuk kesini, padahal
sudah Ibu bilang tak usah”
Aku
pun hanya mengangguk paham.
Sam
adalah supir pribadi Ibu ku. Dia seumuran denganku umur kami 27 tahun, tetapi
dia sudah menikah. Aku? Boro-boro nikah pacaran aja belum pernah.
“Ibu tidur sini?” tanyaku.
__ADS_1
“Kenapa? Tidak boleh?”
“Astaga, Tentu boleh, berapa lama
pun boleh. Ibu sangat sensitif hari ini padahal sudah berumur” Ucapku ketus.
“Aku hanya begini kepada anak
anakku” ucapnya lembut.
Hal
ini membuatku terdiam. Aku sadar betapa kesepiannya dia dirumah, aku sudah lama
tidak menemuinya, adikku sedang sibuk belajar untuk ujian nasional, dan Ayah ku
tak perlu ditanya, tidak ada alasan yang membuat dia bertahan lama dirumah itu.
“Temani Ibuk besok, kamu bisakan?”
“Bisa kok Bu, kita kemana besok”
“Ketoko perlengkapan Bayi, Ibu ingin
membelikan kado untuk Bayinya Sam” ucapnya.
“Aku akan membawa Ibu ketoko
terbaik, sekarang ibu istirahatlah, biar si Mbok saja yang membereskan ini”
kataku sambil meletakkan sendok makan ku.
Ibuk hanya mengangguk
Tanpa
berkata apa-apa aku pun mengantar Ibu pergi memasuki kamar yang sudah dibereskan
oleh si Mbok sedari tadi. Setelah itu aku pun memasuki kamarku untuk
membersihkan badanku.
Tak
lama aku selesai mandi dan memakai pakaian tidurku. aku duduk ditepi kasur dan
melihat ponsel ku. Sepi, tak ada yang menghubungi. Aku pun mulai berandai-andai
membayangkan Zulfa. Andai saja waktu itu
aku ingat untuk meminta kontaknya, pasti ponselku ada penghuninya.
"Ah sudahlah, aku pusing
memikirkannya terus" kesalku seakan berbicara sendiri.
Aku
__ADS_1
pun memutuskan untuk tidur dan berharap semoga saja dalam mimpiku malam ini
bisa mendapatkan petunjuk tentang wanita itu.