Benih Yang Tak Kau Harapkan

Benih Yang Tak Kau Harapkan
Ditempat kerja Papah Farhan


__ADS_3

Di tempat yang berbeda.



Papah Farhan sekarang sudah tiba ditempat kerja nya. Ia turun dari dalam mobil dan langsung melangkah masuk menyusuri gedung perusahaannya yang bertingkat, memiliki 20 lantai. Perusahaan yang bernama PT.Adijaya Grup bernaung dibidang consumer good dan manufaktur, perusahaan tersebut sudah berdiri sejak tahun 1970. Awalnya PT Adijaya Grup dikelola oleh Ayah Farhan sendiri yang bernama Satria Adijaya Kusuma. Sepeninggal nya beliau, perusahaan milik nya diwariskan kepada anak tunggal nya yaitu Farhan papah nya Clarissa.


Sekarang Farhan yang mengelola dan melanjutkan perusahaan ayahnya, ia menduduki jabatan sebagai CEO.


Di usia nya yang masih produktif Farhan terus bekerja dengan efisien dan efektif guna memajukan perusahaan nya, meskipun sekarang sudah banyak pesaing bisnis yang hampir saja mengalahkan perusahaan nya, tetapi Farhan tak akan menyerah begitu saja. Ia akan terus berkontribusi dengan baik berinovasi menciptakan produk baru dengan tetap mempertahankan mutu dan kualitas.


Setibanya di Lobby kantor semua karyawan nya menyapa dan memberikan hormat serta ucapan selamat pagi.


"Selamat pagi tuan" ucap salah seorang Staf di perusahaan nya dengan membungkukkan sedikit badannya


"Pagi juga" balas Farhan dengan senyuman tipis


Setiap hari semua karyawan nya tak luput selalu memberikan perhatian dengan ucapan selamat pagi/sore tak kala berpapasan dengan atasannya itu.


Farhan sendiri adalah pemimpin perusahaan yang cukup cuek tetapi mampu mensejahterakan karyawan nya, ia juga adalah orang yang loyal. Tak segan-segan disetiap akhir tahun, setiap omset nya tembus Farhan selalu memberikan reward dan juga Tripe ke luar negeri kepada setiap karyawan nya. Maka dari itu setiap ada karyawan yang melamar ke perusahaan nya sangat di seleksi dengan begitu ketat dan juga harus memenuhi peraturan serta persyaratan nya yang tak boleh dilanggar.


Tak menunggu waktu lama, ia akhirnya masuk kedalam lift khusus. Lift itu hanya untuk para petinggi diperusahaan nya, maka dari itu staf dan karyawan biasa tidak ada yang boleh menaiki lift tersebut karena dikhususkan untuk para petinggi diperusahaan nya, serta client besarnya saja.


Segera Farhan masuk ke dalam lift dan ia memencet tombol lantai 10 karena disana lah ruangan kerja miliknya.


TING


!!


Lift itu pun telah tiba di lantai 10, saatnya Farhan keluar dari dalam lift dan berjalan menuju ruangan kerjanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setibanya di ruangan "CEO"

__ADS_1


Farhan masuk dan duduk dikursi kebesaran nya. Ia hari ini akan memulai pekerjaan nya seperti biasa dengan semangat yang begitu membara. Ia juga tak mau menyia-nyiakan kesempatan nya, karena ia juga sekarang sudah menjadi seorang Ayah, apalagi Anak perempuan nya yang bernama Clarissa sudah dewasa.


Sebelum meninggal Istrinya, Istrinya selalu mensupport dan menyemangati Fahran setiap hari. Mendiang Istrinya juga sering datang ke kantor setiap jam makan siang, ia selalu datang dengan membawa bekal makanan untuk makan siang suaminya.


Tetapi setelah dinyatakan istrinya meninggal dunia, seketika hidup Farhan seakan tak ada artinya lagi. Rasa cinta dan kasihnya terhadap istrinya tak dapat mengalahkan rasa apapun. Dulu mereka pernah berjanji akan selalu menjaga cinta mereka satu sama lain.


Hanya karena Clarissa, Farhan bisa ikhlas dan menerima takdir kehilangan Istri nya sendiri, ia juga tak ingin anaknya harus terus-menerus bersedih, dengan begitu Farhan akan selalu menjadi sosok ayah sekaligus menggantikan peran ibu nya untuk Clarissa.


Farhan kini mulai fokus menatap layar laptop seraya mengecek email yang masuk dan dokumen penting nya yang berada di meja kerja.


Selang beberapa menit, pintu ruangan nya diketuk.


Tok


Tok


Tok


Farhan yang mendengarnya langsung terperanjat dan mulai mengatur posisi duduknya.


Seketika orang yang berhasil mengetuk pintu, masuk ke ruangan nya.


"Selamat pagi tuan" ucap Ronald salah seorang Asisten pribadi nya


"Ya" Sahut Farhan dengan singkat


"Tuan anak buah saya sudah mengabari dan mendapatkan hasil dari motif meninggalnya Almarhumah nyonya Asri" ucap Ronald


"Informasi apa yang kamu dapatkan dari mereka??" tanya Farhan dengan raut wajah serius


"Dari informasi yang saya dapatkan dari mereka dan juga hasil forensik bahwa Almarhumah istri tuan motif meninggalnya disebabkan karena keracunan. Team forensik sudah mengambil sampel DNA dan mereka menyatakan bahwa istri tuan keracunan setelah meminum air teh yang sudah tercampur Sianida" ungkap Ronald


"Apa!!!!!" ucap Farhan tercengang seraya membulatkan matanya nya dengan sempurna


Farhan kini mulai tersulut emosi, Ia langsung beranjak berdiri dengan tatapan tajam, rahang nya mulai mengeras, tangan nya ia kepal dengan kuat.

__ADS_1


Ia masih tidak percaya dengan hasil test yang dilakukan terhadap istrinya.


"Kurang ajar!!!! Siapa yang sudah berhasil membuat istri saya keracunan sampai menyebabkan dia meninggal dunia" ujar Farhan yang tak dapat membendung kesedihan nya


"Tuan tenang dan bersabar, saya beserta anak buah yang lain akan terus mengutus tuntas masalah ini" timpal Ronald berusaha menyakinkan diri


"Baik lakukan tugas kamu dengan benar, dan ingat jangan sampai orang yang sudah berhasil mencelakai istri saja ia lolos begitu saja. Cari dia dan bawa dia ke hadapan saya.. Mau kelubang semut sekalipun kamu harus bisa berhasil menemukan orang itu. Biar saya saja yang beri dia pelajaran. Dia harus menerima hukuman yang setimpal. Nyawa harus di bayar dengan nyawa" umpat Farhan dengan semua kekesalan nya.


"Baik tuan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk terus mencari dan menemukan pelaku yang sudah membuat istri tuan meninggal dunia. Kalau begitu saya permisi tuan" ucap Ronald meninggalkan ruangan nya


"Ya silahkan kamu sekarang kembali ke ruangan mu" titah Farhan


...****************...


Beberapa jam kemudian, datanglah salah seorang Sekretaris perempuan di perusahaan Farhan yang bernama Mutia


Mutia sendiri adalah Sekretaris baru mengganti kan Bayu yang sudah pensiun. Mutia baru bekerja sekitar 6 bulan.


"Selamat pagi tuan, saya mau mengabari bahwa siang nanti setelah jam makan siang,.kita akan ada kedatangan client besar. Ini agenda meeting hari ini" ucap Mutia menyerahkan dokumen meeting nya yang harus tandatangani oleh Farhan


"Oke taruh aja disana" pinta Farhan dengan pandangan yang tertuju ke arah layar laptop.


Sedangkan Mutia masih berdiri mematung


"Kenapa masih ada disini,.kamu boleh pergi sekarang dari ruangan saya" ucap Farhan dengan menoleh ke arah Mutia dengan wajah masam


Sedang kan Mutia yang sudah tampil sangat menggoda dengan memakai pakaian yang begitu sexy menonjolkan sedikit buah dadanya, dan juga memakai rok mini selutut ia berusaha supaya Farhan tergoda tapi nyatanya Farhan hanya bersikap cuek dan ketus. Bahkan kehadiran Mutia saja keruangan nya seperti tak diharapkan.


Mutia terdiam dan memanyunkan bibirnya


"Kalau ga ada keperluan penting lagi kamu bisa keluar, disana pintu keluarnya" pinta Farhan dengan menunjukkan jari telunjuk nya ke arah pintu keluar


"I-iya tuan, saya akan keluar sekarang" balas Mutia dengan perasaan kecewanya.


Mutia keluar dan menutup kembali pintu ruangan atasannya itu.

__ADS_1


"Hushhh Awas saja tuan Farhan, akan ku buat kamu berlutut di hadapan ku.. Oke kamu hari ini sudah mengabaikan ku tapi jangan senang dulu, suatu saat aku akan merebut kamu!!! Karena penghalang dihidupmu dia sudah lenyap" batin Mutia dengan perangainya dan senyuman smirk


__ADS_2