Benih Yang Tak Kau Harapkan

Benih Yang Tak Kau Harapkan
Clarissa di culik supir taksi online


__ADS_3

Setelah kegiatan ospek Maba hari kedua selesai dilaksanakan, semua calon mahasiswa baru dan juga kk tingkat mereka mengakhiri kegiatan hari ini.


"Adik-adik sekalian kita sudahi acara ospek hari kedua ini ditutup dengan berdo'a terlebih dahulu. Mudah-mudahan hari esok kita masih bisa melaksanakan ospek di hari terakhir dengan lancar dan juga sukses. Berdo'a dimulai" ucap Bryan


"Selesai"


Tak menunggu waktu lama semua calon mahasiswa baru keluar dari gedung rektorat dan mereka berhamburan pergi meninggalkan halaman kampus. Begitu pun dengan Clarissa, ia keluar dari gedung dan tak lama dirinya sudah sampai di depan pintu gerbang kampus.


Sedari tadi Clarissa berusaha menunggu supir jemputan nya didepan jalan


Dari arah belakang, tiba-tiba ada mobil sport yang melintas dengan menyalakan klaskon


Tin.. Tin


Sontak saja Clarissa dengan segera menoleh ke arah mobil yang berada disampingnya. Dan ternyata mobil mewah yang berwarna hitam itu adalah mobil yang ditumpangi oleh Bryan.


Bryan membuka jendela mobil nya, seraya satu tangan nya memegangi stir.


Clarissa yang masih menoleh hanya mengangguk dan tersenyum tipis


"Ko masih disini??" tanya Bryan basa-basi


"Hmm saya lagi nunggu jemputan kak" ucap Clarissa


"Oh ya sudah kalau begitu saya duluan, kamu hati-hati" titah Bryan yang mulai menunjukkan sikap perhatian nya meskipun raut wajahnya terbilang begitu cuek terhadap Clarissa


"Baik kak, KK juga hati-hati" balas Clarissa dengan senyuman manisnya


Tak menunggu lama Bryan memencet tombol otomatis, sehingga jendela mobil nya tertutup dan ia mulai menancapkan pedal gas


...****************...


Setelah kepergian Bryan dari hadapan Clarissa, ia masih menunggu kedatangan supir pribadi nya yang sedari tadi belum datang juga.


Tring...!!!


Sebuah bunyi notifikasi masuk ke ponselnya.


Clarissa mengeluarkan ponsel dalam tasnya, lalu ia langsung meraih benda pipih itu dalam genggaman tangan nya, dan dilihat ternyata pesan dari supir pribadi Clarissa.


["Non Clarissa mohon maaf sepertinya bapak telat menjemput non. Ban mobilnya kempes non, jadi terpaksa bapak membawa mobil non kebengkel terdekat dulu"] ucap pak Taryo dari pesan teks yang dikirim ke aplikasi hijaunya


Clarissa yang sudah membaca pesan dari supir pribadi nya ia mulai resah, dan ia mulai berfikir sejenak.


"Hemm kalau menunggu pak Taryo kelamaan, ya sudah deh aku pesan aplikasi taksi online aja" ucap nya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Clarissa mulai berselancar dengan ponselnya yang berlogo Apel digigit. Sebelum memesan taksi online, ia mendownload nya terlebih dahulu karena sebelumnya Clarissa belum mempunyai aplikasi itu.


"Berhasil" ucap nya kembali yang sudah berhasil mendownload aplikasi taksi online


Tak menunggu lama Clarissa memesan taksi online.


Tring!!!


Pesanan taksi online nya pun memberi notifikasi bahwa pengemudi nya sudah Clarissa dapat kan, dan tidak menunggu beberapa menit datanglah taksi online yang Clarissa pesan sesuai dengan plat nomor.


Mobil taksi online tiba dihadapan Clarissa. Pengemudi yang berada di mobil itu pun membuka jendela mobil


"Dengan non Clarissa???" tanya supir taksi online


"Iya bang saya Clarissa" jawab Clarissa


"Ya sudah silahkan non naik" pinta supir taksi


Awalnya Clarissa tak merasa curiga akan hal apapun, karena menurutnya supir taksi online pasti mereka akan bersikap jujur, apalagi dizaman yang sudah semakin susah mencari pekerjaan sehingga sangat sulit menemukan penumpang dalam waktu dekat.


Clarissa duduk dikursi penumpang.


Sedangkan supir taksi online kali ini penampilan nya begitu menyeramkan. Ia memakai kacamata hitam, topi hitam bahan jaket hitam. Semua yang membalut tubuhnya berwarna hitam.


Tanpa penuh ragu Clarissa tak menghiraukan penampilan Supir taksi online itu yang sudah berhasil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali Clarissa memainkan ponsel miliknya saat sedang berada di dalam mobil.


Setengah perjalanan Clarissa mulai mengangkat wajahnya ke arah depan. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan baginya merasa jalan yang di lewati supir taksi online nya bukan menuju alamat rumah nya.


"Tenang aja non memang sengaja abang bawa ke jalan sini, karena didepan macet non. Jadi abang nyari jalan pintas" jawab supir taksi online dengan santai


"Ya tuhan ko aku mulai merasakan ada sesuatu yang tidak baik" batin Clarissa menerka nerka


Sudah sedari tadi mobil yang ditumpangi Clarissa melaju, bahkan kini Clarissa sendiri tak tahu kemanakah supir taksi online nya akan membawa ia pergi. Menurutnya jalan menuju rumah nya sangat dekat dan tak perlu melintasi jalan pintas


Clarissa mulai merasa panik dan ketakutan. Rasa cemasnya membuat fikirkan negatif nya melambung tinggi.


"Bang turunkan saja saya disini" pinta nya


Supir taksi online tak menyahut ia malah terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Clarissa yang berada dikursi penumpang tak enak hati, ia takut kalau supir itu adalah seorang penculik


Clarissa berusaha membuka pintu mobil itu dengan kencang, tapi sialnya pintu mobil terkunci otomatis.


"Tolong!!!!!!!" ucap Clarissa berusaha berteriak


"Shuttt kamu diam saja" pinta supir taksi online dengan menoleh ke arah belakang


"Kamu siapa, Apa yang akan kamu lakukan pada saya????" tanya Clarissa yang sudah semakin ketakutan, tubuh nya mulai gemetaran

__ADS_1


Supir taksi itu tidak menggubris perkataan Clarissa ia hanya tersenyum smirk


"Tolong!!!!!! Pekik Clarissa kembali dengan meronta-ronta


Clarissa terus meronta dan berupaya agar supir taksi itu tidak akan berhasil melakukan perbuatan jahatnya. Clarissa berusaha kuat supaya dirinya bisa keluar dari mobil


Dengan tubuh yang semakin ketakutan, Clarissa berusaha menelfon papah nya. Ia mulai mengotak ngatik ponselnya tetapi lagi lagi Clarissa harus menelan kecemasan nya saat berusaha menelfon papah nya mendadak tidak ada sinyal.


Clarissa memukul kursi mobil, ia mulai frustasi. Fikiran nya melayang layang akan sebuah kasus pemerkosaan dan juga pembunuhan.


Clarissa tidak bisa membayangkan kalau itu terjadi kepada dirinya hari ini juga.


Ia tak bisa kuat menahan kesedihannya, cairan bening nya terjatuh membasahi pipinya mulusnya.


Clarissa menatap sekeliling jalan dengan tatapan penuh nanar.


"Mama kalau ini jalan Clarissa satu-satunya supaya bisa bertemu mama dengan cepat, berilah kelancaran untuk semuanya" batin Clarissa lirih


Kemudian tanpa disangka mobil yang membawa Clarissa pun berhenti disebuah rumah yang tampak sederhana. Supir taksi langsung keluar dari dalam mobil dan menyuruh Clarissa segera keluar


"Ayo keluar" pinta supir taksi itu yang sudah membuka pintu mobil nya


Clarissa yang masih ketakutan, ia dipaksa segera keluar


"Kamu mau apakan saya???" tanya Clarissa dengan wajah yang sudah dipenuhi air mata


"Sudah kamu sekarang ikut aku" pinta supir taksi


Supir taksi itu pun segera menyeret dan menarik lengan Clarissa


"Auwww lepaskan tangan saya" pinta Clarissa dengan meronta


"Sudah sekarang ikut aku"


Dengan segera Clarissa berusaha kuat melawan dan akhirnya ia terlepas dari genggaman tangan supir taksi


"BUGHHH... BUGHHH"


Clarissa mencoba melawan, ia menendang burung supir taksi sehingga sang empunya meringis kesakitan.


"Auwww berani kamu sama saya" ucap supir taksi dengan membulatkan netra coklat nya dengan sempurna


Tak ada pilihan lain Clarissa harus bisa lepas dari jeratan supir taksi yang berhasil membawanya ke sebuah tempat yang sangat jauh dari pusat kota.


Clarissa menendang kembali burung supir taksi yang bersarang dari celananya.


Supir itu menahan sakit dan juga menutupi sel"ngk*ng*n nya dengan kedua tangan seraya membungkukkan badannya

__ADS_1


Clarissa memanfaatkan situasi itu untuk kabur. Ia akhirnya berlarian meninggalkan tempat itu


"Tunggu kamu" teriak supir taksi yang sedang lengah


__ADS_2