
"Habis" ucap Bryan yang sudah berhasil menyuapi Clarissa sampai suapan terakhir
"Kamu belum makan berapa hari???" tanya Bryan dengan serangai nya dan tatapan serius seraya menyernyitkan alis tebal nya
Clarissa terkekeh dan merasa sangat malu. Ia berusaha menunduk dan melirik sesekali ke arah Bryan
Setelah ia berhasil menyuapi Clarissa, mangkuk yang ia genggam ia taruh di atas meja disamping brankar. Bryan mulai bediri menegakkan badannya
"Ya sudah aku harus kembali ke lapangan karena ospek nya belum selesai. Kamu tunggu saja disini" titahnya
"Tidak kak saya sudah mulai baikkan" sahut Clarissa berusaha menimpali ucapan Bryan
"Gak perlu kamu nanti bikin masalah lagi" dengus Bryan
Clarissa tak menghiraukan perkataan Bryan, dengan segera dirinya bangkit dari brankar dan turun
"Kamu mau ngapain???" tanya Bryan kembali yang sudah kesal karena adik tingkat nya ngeyel
"Kak saya mau ikut bergabung dengan rekan yang lain" jawab Clarissa
"Tidak usah, saya bilang kamu disini aja ko ngotot banget sih" ucap Bryan yang sudah pusing dengan tingkah laku Clarissa.
Bryan menghela nafas kasarnya seraya menggaruk kepala dan tengkuknya. Ia begitu dibuat kesal dengan Clarissa.
Sedangkan Clarissa yang sudah turun dari brankar berusaha untuk keluar dari ruangan tetapi langkah nya sudah dihalau duluan oleh Bryan.
Bryan berusaha menghalangi jalan Clarissa.
"Kak saya mau keluar, permisi kak beri saya jalan" pinta Clarissa
Bryan sama sekali tak menggubris perkataan Clarissa. Ia seakan berpesan bahwa Clarissa lebih baik beristirahat saja tidak usah ikut gabung dengan mahasiswa yang lain
"Kak" ucap Clarissa memelas
Clarissa berusaha mengedarkan pandangannya. Ia juga tak mau berdebat dengan KK tingkat nya apalagi Bryan seorang panitia pelaksana. Clarissa hanya bisa pasrah dan tak bergeming
Sedangkan Bryan yang berniat untuk segera pergi, nyatanya kaki nya seakan susah untuk melangkah meninggalkan Clarissa seorang diri. Bryan yang masih berdiri berhadapan dengan Clarissa ia masih disana memandangi wajah Clarissa yang begitu cantik sampai Bryan tak berkedip sedikit pun
"Kak" ucap Clarissa berusaha menyadarkan Bryan dari lamunannya, ia melambai-lambai kan tangan ke arah wajah Bryan.
Bryan yang tersadar langsung mengerejap
__ADS_1
"Ehh apaan sih" ucap Bryan dengan salah tingkah
"Ohya kita belum sempat berkenalan, kenalkan nama saya Bryan" ucap Bryan dengan mengulurkan tangannya
Clarissa tak langsung merespon, dirinya hanya diam saja.
Bryan terheran karena baru pertama kali ia berkenalan dengan mahasiwi baru kali ini ia diabaikan, selama ini ia adalah mahasiswa yang begitu di idam idamkan oleh Mahasiswi dikampus nya. Ketampanan Bryan mampu membius semua mata yang memandangnya.
Bryan selalu menjadi rebutan dan menjadi obsesi di kalangan kaum wanita.
"Dasar cewek absurd gak ada gunanya juga gua kenalan sama ini orang, hah benar benar bikin gua naik darah!!!" gerutu Bryan dalam hati
Seketika Bryan mulai membalikkan badannya dan ia berusaha melangkah keluar.
Clarissa yang menyadarinya, ia segera menarik lengan Bryan berusaha mencegah kepergian nya
"Tu-tunggu kak" cegah Clarissa
Bryan membalikkan badannya saat telinga nya mendengar namanya nya disebut. Ia melepaskan sentuhan tangan Clarissa
"Ma-maaf kak" ucap Clarissa tak enak hati
"Dasar cewek Aneh!!!" timpal Bryan dengan mengejek Clarissa dan langsung meninggalkan nya
Melihat reaksi Bryan, Clarissa semakin bersalah.
"Duhh kenapa sih hari ini aku sudah banyak melakukan kesalahan. Aku ga enak pasti KK itu udah marah" ucap Clarissa seorang diri
Bryan akhirnya bergabung dan memimpin ospek nya yang masih belum selesai.
***
Ditempat yang berbeda David Dirgantara sudah berada di Bandara Internasional Soekarno Hatta. David akan terbang menuju negara Amerika Serikat karena ia disana akan menamatkan studi S1 nya di Harvard University.
David yang berada di Bandara ditemani oleh kedua orang tuanya. Mereka berharap David bisa menamatkan pendidikan nya dan setelah lulus ayahnya sudah ingin melihat David menjadi orang yang sukses.
"Dav Daddy berharap setelah kamu lulus nanti kamu bisa membanggakan Daddy dan mommy" ucap Daddy
"Baik Dad. Daddy tenang saja" balas David
"David sayang mommy berharap kamu bisa pulang kembali ke Indonesia dengan selamat, take care sayang, mommy akan sangat merindukan mu" ucap Mommy
__ADS_1
"Iya mom David akan selalu merindukan mommy dan Daddy" balas David
"Oh cuman ke mommy aja nih, ke aku engga" sahut Diva adik perempuan David
"Pastilah KK akan selalu ingat adik KK yang begitu bawel kayak knalpot bajai" sindir David
"Ihh apaan sih" gerutu Diva begitu kesal
"Pokoknya KK berpesan kamu harus menjadi anak yang baik, ingat selalu nasehat mommy dan Daddy. Jangan pacaran aja" pinta David
"Huhffft kayak KK engga aja" timpal Diva tak terima
"KK itu sekarang mau fokus belajar" ucap David
"Ya ya karena aku tau KK habis putus sama pacar KK kan, jadi ada baiknya juga kk kuliah diluar negeri supaya bisa cepat move on" ungkap Diva dengan menyorocos
"Hushhh sok tau banget!!!" ujar David seraya mencubit hidung adiknya
David menguwel dan mencubit pipi Diva yang sudah bertingkah menggemaskan.
"Sudah sudah Dav, kamu harus segera naik ke pesawat" titah Mommy
"Iya betul mom, ya sudah David harus segera pergi"
Akhirnya David memutuskan untuk segera melangkah ke arah meja penukaran tiket pesawat. Ia mulai mengeluarkan Visa setelah nya ia mulai melakukan boarding pass dan saat pihak Bandara menginformasikan bahwa maskapai yang ditumpangi David akan segera segera take off, dengan segera David masuk ke dalam pesawat.
Waktu tempuh dari Jakarta-Amerika memakan waktu yang sangat lama bahkan Berjam jam.
David yang sudah masuk ke dalam pesawat, dirinya langsung menaruh koper di bagian kompartemen, setelah nya ia mulai duduk dan mematikan ponselnya.
David duduk santai dan menikmati perjalanan pesawat nya.
Setelah pramugari memberikan announcement dan aba-aba tidak menunggu waktu lama akhirnya pesawat itu take off dan mengudara.
Beberapa jam kemudian, David masih berada dipesawat. Ia menoleh ke arah jam tangan miliknya waktu sudah menunjukkan pukul setengah 6 sore. Ia mencoba memejamkan matanya sejenak tetapi apa yang ada di dalam fikiran nya mengarah kepada sosok perempuan yang sudah ia nodai. Perempuan itu adalah Clarissa.
Bayang bayang semu itu selalu muncul dan menggelayuti fikiran nya, setelah apa yang ia lakukan dengan Clarissa tak bisa hilang begitu saja.
David berusaha melupakan kejadian tersebut, tetapi sangat sulit. Apalagi sekarang dirinya pergi meninggalkan tempat kelahiran nya begitu membuatnya akan sangat merindukan sosok Clarissa.
David tak tahu apakah suatu saat nanti takdir akan menyatukan nya kembali. Apa mungkin Clarissa hanya menjadi penghias rindu sesaat entahlah hanya tuhan yang tau.
__ADS_1