
Pada malam hari nya di kediaman Bryan.
"Tok..tok..tok.."
Suara pintu kamar Clarissa diketuk oleh seorang perempuan, Clarissa yang sedang duduk di meja rias sembari menyisir rambutnya ia langsung beranjak berdiri dan menghampiri ke arah pintu.
CEKLEK
Pintu tersebut di buka oleh Clarissa, saat ia melihat ke arah luar ternyata asisten rumah tangga nya yang mengetuk pintu itu.
"Iya bi ada apa" ucap Clarissa
"Non makan malam nya sudah bibi siapkan" ucap bi Murni wanita paruh baya yang bekerja sebagai ART di rumah Bryan
"Baik bi nanti saya dan Mas Bryan akan turun kebawah. Makasih bi" ucap Clarissa
"Sama-sama non, kalau begitu bibi permisi dulu" ucap bi Murni
"Iya bi silahkan," ucap Clarissa
Clarissa yang sudah keluar dari pintu kamar nya ia melangkah ke arah kamar suaminya yang berdekatan.
Sedangkan didalam kamar Bryan nampak serius mengerjakan tugas skripsi nya, ia tengah duduk di ranjang tempat tidur seraya fokus menatap layar laptop.
Tiba-tiba saja Clarissa mengetuk pintu kamarnya
"Kak Bryan" teriak Clarissa di luar pintu
"Iya sebentar" balas Bryan
Tak menunggu lama ia beranjak dari ranjang tempat tidur menghampiri Clarissa dan segera membuka pintu.
"Iya ada apa Cla?" tanya Bryan
"Kak tadi bibi bilang makan malam nya sudah disiapkan,ayo kita makan" ajak Clarissa
"Oh ya sudah kamu saja makan duluan, aku masih tanggung lagi ngerjain skripsi" tolak Bryan dengan suara yang terdengar ketus
"Ya sudah saya juga nanti aja makan nya nunggu kak Bryan selesai mengerjakan skripsi nya" ujar Clarissa dengan senyum tipis
Bryan menyernyitkan alis nya dan menggaruk tengkuknya
"Gak apa-apa Cla kalau kamu lapar makan duluan aja" titah Bryan
Tak ada penolakan dari Clarissa meskipun sebenarnya ia kesal.
Clarissa segera membalikkan tubuhnya dan menghentak-hentakan kaki nya. Ia berusaha turun ke lantai bawah. Setibanya di meja makan Clarissa langsung duduk dengan wajah lesu nya.
Ia menuangkan nasi ke dalam piring nya serta mengambil lauknya, setelah itu Clarissa tidak langsung memakan nya begitu saja ia hanya memain-mainkan sendok dan garpu saja.
"Hushhh kesel banget sih kalau aku tinggal dirumah papah aku gak mesti makan sendirian! Arghhhhh kesel banget sih, punya suami gak pernah peka! Ya aku sadar sih dia kan hanya suami kontrak, ko aku malah mikir lebih sih" gerutu Clarissa yang didengarkan oleh Bryan
"Siapa yang makan malam sendirian?" tanya Bryan.
Kedatangan kali ini membuat Clarissa merasa spot jantung. Bagaimana pun tidak Bryan tiba-tiba datang ke hadapan nya, dengan langkah kaki yang tak terdengar sama sekali di telinga Clarissa.
Clarissa saat ini merasa salah tingkah, ia mencoba menutup satu matanya.
"Kenapa wajah nya ditutup sih?" tanya Bryan yang langsung duduk berhadapan dengan Clarissa
"KK bisa kan kalau datang itu bilang permisi kek, jangan langsung muncul aja ke hadapan saya. Kan saya takut, saya kira tadi KK itu hantu!" ucap Clarissa
"Iya aku minta maaf, aku hanya ingin memastikan saja kamu itu makan apa tidak. Dan aku lihat kamu hanya memainkan sendok dan garpu saja" ujar Bryan
"Saya gak nafsu makan kak, lebih baik saya kembali aja ke kamar" ucap Clarissa yang sudah beranjak berdiri
"Tunggu kamu mau kemana?" tanya Bryan
"Mau ke kamar, KK aja yang makan" titah Clarissa
"Kamu ngambek?" balas Bryan yang masih menggenggam tangan Clarissa
__ADS_1
Clarissa melepaskan cengkraman tangan Bryan
"Maaf Cla, sekarang aku minta kamu makan ya. Kan kamu juga harus makan yang banyak, anak kamu yang diperut pasti sudah membutuhkan nutrisi" ucap Bryan
Clarissa seketika menoleh ke arah perut nya yang masih rata, ada benarnya juga apa yang diucapkan oleh Bryan.
Ia tak mau egois, Clarissa langsung duduk kembali dan mulai menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.
"Oh ya Cla kandungan kamu sekarang sudah berapa bulan?" tanya Bryan
"Saya juga gak tau kak belum periksa lagi. Terakhir kan saya tau nya dari mulut KK sendiri bahwa saya sedang mengandung" jawab Clarissa
"Ya sudah Cla nanti kalau kita libur kuliah, aku antar kamu periksa kandungan" ucap Bryan
"Memangnya kenapa kak Bryan penasaran dengan usia kandungan saya, apa karena kak Bryan sudah tidak sabar untuk menceraikan saya?" tanya Clarissa
Seolah pertanyaan Clarissa membuat Bryan tersentak, ia juga masih belum lupa perjanjian yang ia buat telah disepakati bersama. Meskipun begitu jauh di dalam lubuk hati terdalam nya Byran merasa berat harus berpisah dengan Clarissa.
"Yah nak kalau kamu sudah lahir ke dunia mamah akan jadi seorang janda" ungkap Clarissa berbicara dengan janin nya seraya mengelus perut yang masih rata
Seketika Bryan merasa sangat bersalah dan juga bersedih. Ia tau apa yang di rasakan oleh Clarissa, harus menanggung benih dari perbuatannya bersama laki-laki yang sama sekali Bryan tak mengenalnya.
"Cla kamu jangan ngomong seperti itu, apalagi bicara dengan seorang janin. Ucapkanlah kata-kata yang baik" titah Bryan
"Memang benar kan kak, kalau saya itu sebentar lagi akan menjadi seorang janda" balas Clarissa.
Terlihat di sudut kelopak matanya sudah terkumpul cairan bening yang ia ingin tumpahkan saat itu juga, hanya saja Clarissa tahan. Ia tak ingin terlihat bersedih.
"Bukan seperti itu Cla, iya aku tau perjanjian kontrak Nikah kita hanya sampai anak kamu lahir tapi kalau semesta masih menginginkan kita bersama kita juga gak bisa menepis nya" ujar Bryan
"Maksud KK barusan bilang itu apa ya??" tanya Clarissa yang belum mengerti sama sekali apa yang di ucapkan Bryan
"Ahh tidak Cla lupakan saja, ayo kita makan aja nanti saja bahasnya" ucap Bryan yang tak ingin Clarissa menerka-nerka maksud dari ucapannya.
Bryan dengan segera mengambil piring dan menuangkan nasi berserta lauknya.
Mereka berdua memutuskan untuk fokus makan, hanya terdengar dentingan sendok dan garpu saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setiap hari Bryan selalu memperingatkan pada Clarissa bahwa ia harus bangun pagi dan jangan terlambat. Bryan tak ingin Clarissa harus terlambat pergi ke kampus.
"Baik kak, KK juga tidur ya" balas Clarissa
"Iya Cla" ucap Bryan
"Selamat malam" ucap Bryan
"Selamat malam juga" balas Clarissa
Clarissa langsung masuk ke kamarnya, ia mengunci pintu kamar.
Sedangkan Bryan masih berdiri mematung di luar kamar Clarissa. Setelah Clarissa masuk Bryan mulai tersenyum sendiri. Entah perasaan apa yang ia rasakan, hatinya selalu menggebu-gebu.
Sesaat Clarissa hendak merebahkan tubuh nya ke atas kasur terdengar bunyi telfon. Clarissa berjalan ke arah nakas ia meraih telfon genggam nya, lalu tanpa diduga telfon tersebut dari nomor yang tidak dikenal.
Clarissa sempat ragu tetapi ia penasaran dengan orang yang sudah menelfon nya, tanpa fikir panjang ia langsung mengangkat telfon itu
"Hallo" ucap Clarissa
"Hallo Cla ini aku David" ucap David dari sebrang telfon
Clarissa langsung membungkam mulutnya ia tak percaya dengan orang yang menelfon dirinya adalah David Dirgantara, orang yang sudah berhasil menghamili nya.
"David? David Dirgantara?" tanya Clarissa dengan perasaan tak menentu nya
"Iya Cla teman sekelas mu" jawab David
"Oh ya Cla bagaimana kabar kamu?" tanya David
"A-aku baik baik saja ko Dav, kamu sendiri??" tanya Clarissa
__ADS_1
Bryan yang belum juga kembali ke kamar nya ia menguping pembicaraan Clarissa di dalam kamar
"Clarissa sedang telfonan sama siapa ya?" gumam Bryan penasaran
Tak ingin Bryan melihat Clarissa mempunyai hubungan dengan orang lain ia dengan segera menggedor-gedor pintu kamar Clarissa
"Tok...tok..Tokk.."
"Clarissa buka pintunya" pekik Bryan dengan suara menggelegar
"Duh kak Bryan ada apa sih" batin Clarissa yang masih mengarahkan ponselnya ke arah telinga.
"Hallo Cla, Are you okay??" tanya David
"Ha-hallo Dav nanti saja ya kita telfonan lagi, aku mau tidur dulu bye.." jawab Clarissa dengan mematikan begitu saja sambungan telefon dari David.
Clarissa menyimpan ponsel nya ke atas nakas, lalu ia melangkah ke depan pintu dan membukanya.
"Ada apa kak Bryan panggil saya?" tanya Clarissa
"Aku tadi dengar kamu telfonan didalam kamar? Itu siapa?" selidik Bryan
"Oh itu barusan yang telfon saya temen sekolah kak" jawab Clarissa
"Mana coba aku lihat ponsel nya" pinta Bryan
"Untuk apa kak?" tanya Clarissa mengerutkan keningnya
Bryan langsung saja masuk ke dalam kamar Clarissa, ia meraih benda pipih itu.
"Kak buat apa kk mencari tau siapa yang nelfon saya, beneran saya tidak bohong dia teman sekolah" ucap Clarissa
"No ini kenapa tidak kamu save?" tanya Bryan memperlihatkan ponsel Clarissa yang ia genggam dengan satu tangan nya
"Saya gak save karena saya fikir itu no iseng, pas saya angkat ternyata itu adalah David" ucap Clarissa
"Siapa David??" selidik Bryan
Clarissa merasa resah dan salah tingkah
"Kenapa kamu gak jawab siapa David??" bentak Bryan
"I-iya saya akan jawab, David adalah teman satu kelas dengan saya di masa SMA" jawab Clarissa dengan suara lemasnya
"Lalu???" tanya Bryan
Clarissa diam sejenak dan menghembuskan nafas nya perlahan.
"Dia juga adalah orang yang sudah menghamili saya!" tutur Clarissa dengan menundukkan kepalanya
"Oh Bagus!!! Kamu dengan terang-terangan masih berhubungan dengan dia!" ujar Bryan
"Kak demi Allah saya tidak pernah berhubungan dengan dia lagi, saya juga tidak tau kenapa dia tau no ponsel saya" jawab Clarissa berusaha membela diri
"Sudahlah gak usah so munafik! Akui saja kalau selama ini kalian berdua sudah punya hubungan spesial kan dibelakang aku!" tuduh Bryan
"Untuk apa aku menikahi mu kalau kamu saja masih punya hubungan dengan dia! Sia-sia aku sudah menyetujui kesepakatan untuk menikah dengan mu. Tunggu saja aku akan memproses perceraian kita lebih cepat! ungkap Bryan mendengus kesal
"Tunggu kak KK sudah salah paham" cegah Clarissa dengan menarik lengan Bryan
"Lepasin!" pinta Bryan
"Aku tidak Sudi hidup dengan perempuan murahan seperti mu! sarkas Bryan.
Bryan sudah berhasil keluar dari kamar Clarissa dengan menutup kencang pintu kamarnya.
Brak
Clarissa tidak tau lagi harus menjelaskan yang sebenarnya terjadi, Bryan sudah semarah itu. Clarissa hanya bisa menangis dan bersedih.
"Hiks...Hiks...Hiks.."
__ADS_1
"Ya tuhan kenapa hidup yang aku jalani begitu sulit.. berilah hamba kemudahan dan kesabaran untuk menerima ini semua" lirih Clarissa
...----------------...