
Setelah mata pelajaran pertama selesai para mahasiswa dan mahasiswi berhamburan keluar. Sedangkan Clarissa yang masih berada di kelasnya ia mulai memasukkan alat tulis nya, dan beranjak berdiri. Tanpa diduga ada seorang mahasiswi di kelasnya menghampiri dirinya.
"Hai kenalin aku Nadira" ucap salah seorang mahasiswi yang berpostur tinggi semampai dan tak kalah cantik dengan Clarissa, ia mengulurkan tangannya hendak berkenalan.
"Aku Clarissa" balas Clarissa membalas uluran tangan dari Nadira
"Oh ya habis ini kamu mau langsung pulang, apa mau ke kantin dulu?" tanya Nadira seperti sudah saling akrab
"Hmmm aku....."
"Sudah ayo ikut aku, kita ke kantin aja yuk" tawar Nadira dengan berhasil menarik lengan Clarissa.
Tak ada penolakan dari Clarissa, ia melangkah beriringan menuju kantin yang masih berada di lingkungan kampus.
"Duduk Cla" pinta Nadira setelah mereka berdua berada di kantin
"Kamu mau pesan apa??" tanya nya
Clarissa mencoba menoleh ke arah stand makanan yang menjual beraneka macam makanan berat, cemilan, jus dan juga air mineral. Clarissa menelan saliva nya tak kala mata nya terbelalak ke arah penjual bakso.
"Aku mau pesan bakso aja deh" jawab Clarissa
"Oke aku pesankan, kamu tunggu dulu" pinta Clarissa
"Eh Nad kamu ga usah repot-repot, biar aku saja" tolak Clarissa mulai berdiri dari tempat duduknya
"Tidak apa-apa Cla, tidak masalah. udah kamu duduk aja ya" pinta Nadira
Clarissa merasa bahagia baru beberapa hari menjadi seorang mahasiswi sudah menemukan teman sebaik Nadira.
"Ya tuhan aku senang deh dipertemukan dengan teman sebaik Nadira" ucap Clarissa dengan menopang dagu.
Tiba-tiba saja fikiran nya terlintas akan sahabat-sahabat nya dimasa SMA, Ia Naura dan Salsabila. Mereka selalu bersama-sama kemana pun tak pernah lepas seperti perangko, hanya saja setelah menamatkan SMA mereka saling berpisah. Naura harus berkuliah di Universitas yang lain, sedangkan Salsabila kuliah di Australia.
"Ko aku jadi kangen sama Naura dan Salsabila mereka sekarang lagi ngapain ya? Apa mereka juga sama sedang menghabiskan waktunya di kampus" gumam Clarissa
Seketika lamunannya tersadar saat Intan dan geng nya datang ke hadapan Clarissa. Sontak saja Clarissa begitu terkejut
"Heh perempuan sok ke ganjenan, gua belum puas ya ngasih peringatan ke Lo" cibir Intan dengan menggebrak meja Clarissa
Clarissa yang sedang duduk pun terperanjat dan merasa syok. Lalu ia mulai berdiri dan membela diri
"KK bisa gak sih bersikap sopan dan juga tidak datang dengan marah-marah. Apa kk gak pernah di ajarkan bagaimana cara nya bersikap yang baik dan benar" ucap Clarissa
"Heh Lo ya bocah bau kencur aja udah belagu! Lo berani sama gua hah" bentak Intan dengan mendorong tubuh Clarissa
__ADS_1
"Kenapa harus takut kalau saya tidak salah!" balas Clarissa menantang
"Ihhh awas aja ya" umpat Intan yang sudah geram. Ia mengepalkan kedua tangannya denhan emosinya yang sudah memuncak
Nadira yang sudah kembali dengan membawa nampan yang berisi dua mangkuk bakso dan Jus Melon ia terheran akan kedatangan beberapa KK tingkat nya mendekati ke arah meja Clarissa.
"Cla ini ada apa?" tanya Nadira penasaran
Intan yang berdiri mematung ia menoleh ke arah sumber suara. Ia mulai bereaksi dan berniat melancarkan aksi jahatnya. Tanpa fikir panjang Intan yang sudah dibalut dengan emosi nya ia mengambil jus melon yang dibawa Nadira.
Tak menunggu lama jus itu ditumpahkan ke rambut Clarissa
BYURRR
"Rasain itu hukuman yang pantas buat perempuan seperti Lo yang sudah berani main-main dengan pacar gua! Cabut guys" pinta Intan kepada gengs nya yang sudah berhasil membuat rambut Clarissa basah, mereka pergi seraya memberikan senyuman yang mengejek.
Nadira yang menyaksikan kejadian itu ia membulatkan netra coklat nya dengan sempurna, dan membungkam mulut nya dengan satu tangan.
"Cla mereka itu siapa?" tanya Nadira
Clarissa nampak bersedih setelah perlakuan Intan barusan.
"Cla kenapa mereka bersikap seperti itu, memang nya apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Nadira kembali
"Nad aku permisi ke toilet" ucap Clarissa
Dengan perasaan sedihnya Clarissa masuk ke dalam toilet. Ia mencoba membersihkan rambut nya dari di siraman jus melon.
Clarissa mematukkan diri di cermin seraya mengusap cairan bening yang keluar dari pelupuk mata.
"Hiks..hiks... hikss"
"Kenapa mereka jahat sama aku, memangnya aku salah apa. Hanya karena kemarin aku berboncengan sama kak Fajar, pacar nya bisa semarah itu" ungkap Clarissa
Tak ingin terus semakin larut dalam kesedihannya, Clarissa berniat untuk pulang saja ke rumah suaminya.
Sesaat kaki nya sudah keluar dari toilet, tanpa disangka tubuhnya bertabrakan dengan Bryan suaminya. Karena ditempat itu pun sepi dan tidak di lalaui banyak mahasiswa yang lain, Bryan mencoba menyapa istrinya. Sedangkan Clarissa hanya menunduk saja tidak berani mengangkat wajahnya.
"Cla kamu kenapa?" tanya Bryan
"Gak apa-apa kak" jawab Clarissa dengan suara sedihnya, ia memalingkan wajahnya ke sembarang arah
Bryan masih saja berdiri dan ia melihat ke arah wajah istrinya yang terlihat begitu sendu
"Kamu habis nangis?" tanya Bryan kembali
__ADS_1
Clarissa mencoba memberanikan diri menatap ke arah wajah Bryan
"Gak apa-apa ko tadi saya hanya ke lilipan aja" jawab Clarissa sedikit berbohong
Bryan memegangi kedua bahu Clarissa dan menatap nya tajam
"Lihat aku, aku tau kamu lagi berbohong. Dan kenapa rambut mu basah?" tanya Bryan dengan berani menyentuh rambut Clarissa yang sudah terlihat lengket dan lepek. Karena penasaran, Bryan mencoba mencium aroma yang berada di rambut Clarissa.
"Ko bau minuman.... Seperti jus" ujar Bryan mencoba menerka
Tak ingin Suaminya mengetahui apa yang yang telah terjadi menimpa Clarissa. Secepat kilat Clarissa berupaya meninggalkan Bryan dari hadapannya
"Tunggu Cla" sergah Bryan berhasil meraih lengan Clarissa
"Kamu mau kemana??" tanya Bryan
"Saya mau pulang kak" jawab Clarissa dengan raut wajah memelas
"Ya sudah tunggu dulu, kan kita serumah. Kita pulang bareng tapi sebelum itu kamu cerita apa yang sudah terjadi. Kenapa rambut kamu basah dan bau jus? Gak mungkin juga kan kamu habis di sampo di toilet kampus?" tanya Bryan dengan semua kerandoman nya.
Clarissa menggelengkan kepalanya dan terdiam sejenak.
"Kenapa diam aja, apa kamu gak mau cerita ke aku?" tanya Bryan
"Sejak kapan KK peduli dan perhatian sama saya?" tanya Clarissa menyernyitkan alis nya
"Sejak hari ini" balas Bryan dengan senyum yang mengembang
Clarissa tak langsung merasa bahagia, masih membekas di ingatan nya perbuatan Bryan yang kemarin lalu sempat membuat hati Clarissa teriris.
"Cla aku kan udah minta maaf, dan aku mau menjadi orang yang lebih baik lagi" ujar Bryan
"Jadi sekarang kamu cerita ya apa yang sudah terjadi" pinta Bryan
"Intan.. Dia yang sudah menumpahkan minuman ke rambut saya!" balas Clarissa ketus
"Apa!!!!" Seketika Bryan tercengang dan tersulut emosi
"Tidak bisa aku biarkan! Aku akan beri dia pelajaran" ucap Bryan
"Kak sudah kak ga usah diperpanjang lagi. Iya mungkin saya juga yang salah karena udah berboncengan dengan kak Fajar. Jadi Intan salah paham" timpal Clarissa
"Tidak Cla siapapun yang sudah berhasil membuat kamu di perlakukan tidak baik aku sendiri yang akan membalasnya" ungkapnya
Clarissa terpaku dengan yang di ungkapkan suaminya. Bryan sudah benar-benar berubah.
__ADS_1
***