
Sudah satu jam Nadira dan juga Clarissa menghabiskan waktu nya di kantin, awalnya Clarissa memutuskan untuk segera pergi saat mengetahui Intan ada ditempat yang sama. Hanya saja kedatangan Bryan yang membuat Intan dan geng nya akhirnya pergi dari hadapan Clarissa.
"Cla aku masih ga nyangka kalau kamu sama kak Bryan sudah jadian" ucap Nadira yang sudah menghabiskan minuman Boba nya.
Clarissa hanya diam saja tidak bergeming.
"Oh ya Nad kayaknya kita ke perpustakaan aja yu, aku bete nunggu disini mulu! Lihat nih gara-gara kamu juga aku harus pesan jus dan makanan sampai berulang kali" cetus Nadira
"CK ya gak apa-apa lah Cla! Biar kamu Ndut nanti makin gemoy" celoteh Nadira
"Ogah kalau nanti aku gendut kak Bryan risih punya pacar kek aku!" timpal Clarissa
"Nah kan sekarang kamu udah ngakuin juga kalau kak Bryan pacar kamu!" ujar Nadira
'Sebenarnya bukan hanya sekedar pacar saja sih Nad tapi melebihi dari seorang pacar! Dia adalah suamiku, ya meskipun aku belum pernah disentuh' batin Clarissa
Tak ingin semakin larut merutuki nasib nya Clarissa sudah beranjak berdiri, berniat meninggalkan kantin. Baru saja melangkah sudah di cegah duluan oleh tangan Nadira.
"Tunggu Cla kamu mau kemana?" tanya Nadira
"Aku mau ke perpus kamu mau ikut gak? Kalau engga ya sudah kamu diam aja disini" ujar Clarissa
"Mau..mau... Ya sudah ayo kita pergi ke kampus" ajak Nadira sembari melingkarkan tas selempang ke bahu nya.
**
Setibanya di perpustakaan Clarissa menoleh ke semua sudut, disana sudah terdapat berbagai macam buku yang disimpan di dalam rak.
"Cla kamu mau baca buku apa?" tanya Nadira yang sudah mondar mandir melirik ke kiri dan ke kanan.
Clarissa berjalan ke arah buku ensiklopedia, ia sempat kesulitan karena buku yang ia cari berada di dalam susunan rak yang paling atas, sedangkan Clarissa berpostur tubuh sedang tidak terlalu tinggi. Ia berusaha untuk meraih buku nya dengan menjinjitkan kedua kakinya, tiba-tiba saja seseorang dari arah belakang berusaha meraih buku tersebut.
Clarissa menoleh dan menurunkan kembali jinjitan kakinya.
"Kamu lagi cari ini kan?" tanya pria tampan itu
Clarissa terbelalak tidak percaya karena dihadapannya sudah ada Bryan sang suami.
Degup jantung nya berdebar begitu kencang.
"Kamu lagi cari ini kan?" tanya Bryan dengan menyerahkan buku yang di ambilnya ke hadapan Clarissa
"Terimakasih" ucap Clarissa memberikan senyuman sebagai tanda terima kasih
"Sama-sama" balas Bryan
Clarissa langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah kursi yang tersedia di perpustakaan. Ia duduk dan mulai membaca buku itu.
Bryan yang masih berdiri dan belum meninggalkan posisi terakhir nya, ia hanya bisa tersenyum bahagia.
"Cla aku gak tau perasaan apa yang selalu muncul setiap kali kita berpapasan, hanya saja aku selalu merasa nyaman dan bahagia setelahnya" gumamnya
**
Sore harinya Clarissa sudah menyudahi kuliahnya. Semua mahasiswa& mahasiswi di kampus itu berhamburan keluar dari kelasnya.
Sama halnya dengan Clarissa saat ia sudah berada di halaman depan, Clarissa sempat celingukan melihat rekan sekelasnya sudah pulang. Ia masih sendiri berdiri mematung dengan perasaan resahnya. Clarissa masih ragu untuk pulang ke rumah suaminya,. mengingat Bryan masih marah atas kejadian semalam yang mengetahui Clarissa yang sempat telfonan dengan David.
"Apa aku pulang aja ke rumah papah" ucapnya didalam hati
"Tapi kalau nanti Papah nanya aku ke rumah gak sama kak Bryan nanti papah curiga lagi, Hmmm pusing banget dehh" Clarissa terlihat sangat resah. Ia menggaruk kepalanya meskipun tidak gatal.
Ia menggigit jarinya, dan mulai berfikir sejenak.
"Hai Cla ko kamu masih ada disini? Nungguin siapa sih?" tanya Fajar dengan mengendarai sepeda motornya
__ADS_1
"Ehh kak Fajar, saya lagi nungguin jemputan kak" jawab Clarissa
"Oh nunggu jemputan, bagaimana kalau kamu saya anterin pulang?" ajak Fajar
"Tidak usah! Biar Clarissa ikut saya saja" sahut Bryan yang sudah datang ke hadapan Clarissa dan Fajar
Clarissa seketika menoleh ke arah Bryan
"Kak Bryan.. Ko KK masih ada disini, saya fikir KK sudah pulang" ucap Clarissa dengan menundukkan kepalanya
"Saya sengaja menunggu kamu!" sahut Bryan
"What Lo ngapain nungguin Clarissa.. tunggu..tunggu kalian??" tunjuk Fajar
"Iya kita sudah resmi jadian! Kenapa Lo?" tanya Bryan dengan menggandeng bahu Clarissa.
Clarissa hanya diam saja sesekali ia merasa malu karena sudah menjadi tontonan teman kampusnya.
"Apa jadi si Bryan sudah pacaran sama adik tingkat itu"
Terdengar bisikan dan cibiran dari mahasiswi lain yang menguping pembicaraan Bryan dan Fajar.
Bryan tetap tak menghiraukan, ia hanya senang atas pengakuan nya. Itu berarti tak ada lagi yang berani mendekati Clarissa dengan sengaja.
"Ya sudah sayang ayo kita pulang" ajak Bryan
"I-iya kak ayo" balas Clarissa sesekali menoleh ke arah Fajar.
Bryan dan Clarissa mereka pergi dari hadapan Fajar.
Tak perlu ditanya saat itu hati Fajar merasakan sakit dan patah hati, ia sempat berencana untuk mengungkapkan perasaan nya pada Clarissa tetapi semua sudah terlambat. Clarissa sudah menjadi milik Bryan.
"Arghhh kenapa sih aku bisa telat mengungkapkan bahwa sebenarnya aku juga sangat cinta sama kamu Cla" umpat Fajar kesal
Sepanjang perjalanan ia terus merutuki kekesalan nya. Sesakit ini rasa cinta yang tak terbalaskan. Kemarin ia sudah diputuskan oleh Intan dan sekarang ia harus menelan kenyataan pahit bahwa Clarissa pun sudah dimiliki oleh Bryan. Hidup Fajar seketika terasa hampa.
~~
Di dalam mobil.
"Maaf Cla tadi itu lupakan saja! Aku hanya tidak ingin kamu berdekatan dengan si Fajar, apalagi pacar nya si Intan sudah berhasil melabrak kamu" ungkap Bryan dengan memegang stir mobil
"KK tenang saja tadi itu saya lagi nunggu jemputan, tiba-tiba saja kak Fajar datang ke hadapan saya" sahut Clarissa
"Nunggu jemputan siapa??" tanya Bryan menyernyitkan alis nya
"Itu jemputan ojek online" jawab Clarissa
"Oh yang Abang-abang tadi pagi itu??" tanya Bryan kembali
"Iya kak, karena kalau pesan taxi online saya masih trauma!" ungkap Clarissa
"Ya sudah kamu ga usah menunggu jemputan. Kan kita searah pulang nya" ucap Bryan
"Iya kak" ucap Clarissa.
Clarissa merasa lega dan bahagia. Kecemasan nya terhadap suaminya perlahan memudar. Bryan sudah bersikap lebih baik dari sebelumnya.
Tak menunggu lama Bryan menancapkan pedal gas dan berlalu pergi meninggalkan Kampus nya.
Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan yang terjadi di dalam mobil. Bryan hanya fokus menyetir mobilnya, sedangkan Clarissa hanya menoleh ke arah jendela mobil.
Di setiap sudut jalan sudah berjejer mall dan juga cafe makanan siap saji.
Clarissa menelan Saliva nya tak kala melihat reklame yang terpasang di jalan raya, sebuah gambar yang memperlihatkan Pizza dengan tampilan yang menggiurkan.
__ADS_1
"Sabar ya nak" gumam Clarissa mengelus perut ratanya
Bryan tersadar dan menoleh kearah Clarissa
"Kenapa Cla? Kamu lapar?" tanya Bryan
"Hemm nggak sih, cuman saya lagi melamunkan makan pizza seperti nya enak" jawab Clarissa
"Ya sudah sekarang kita beli, itu didepan ada cafe yang jualan pizza" ucap Bryan menunjukkan satu tangan ke arah depan
Bryan memberhentikan mobilnya saat ia sudah tiba di Cafe cepat saji.
"Ya sudah ayo turun" pinta Bryan
Clarissa tak menolak ajakan dari suaminya, ia turun dari dalam mobil nya.
Bryan berjalan lebih dulu disusul Clarissa dibelakang mengekor langkah Bryan.
Setibanya di dalam cafe cepat saji mereka berdua duduk dan memesan Pizza yang diinginkan Clarissa.
"Silahkan nona ini buku menu nya" ucap salah seorang pelayan cafe
"Saya mau pesan pizza amerian favourite, minuman nya honey lime tea" ucap Clarissa
"Baik apa ada pesanan tambahan?" tanya Pelayan cafe
"Kak mau pesan apa?" tanya Clarissa
"Oh saya pesan pasta fettuccine, minum nya orange lychee sparkle" ucap Bryan
"Saya sudah catat semua pesanan nya, mohon menunggu" ucap pelayan cafe dengan berlalu pergi
"Kak makasih sudah bawa saya ketempat ini" ucap Clarissa
"Sama-sama, aku tidak ingin anak yang didalam perut mu nanti nya ileran" ujar Bryan
Clarissa tercekat atas perkataan Bryan. Ia masih saja memperhatikan dan mempedulikan janin yang di dalam perut Clarissa. Clarissa tak menyangka bahwa Bryan datang sudah merubah dan menyelamatkan hidupnya.
Beberapa menit kemudian pesanan yang dipesan mereka berdua datang. Pelayan cafe menyajikan nya ke atas meja.
"Baik kalau begitu saya permisi, silahkan pesan nya sudah semua ya" ucap pelayan cafe
"Iya makasih mba" ucap Clarissa
"Sama-sama"
Clarissa yang sudah tidak tahan ia langsung menyantap pizza dan memakan nya.
Bryan yang melihat nya terkekeh dan merasa sangat bahagia. Untuk pertama kalinya ia kencan dengan perempuan lain yang sekarang sudah menjadi istrinya.
Sejak dulu memang Bryan anak yang selalu menghabiskan waktu bersama dengan teman nongkrongnya tetapi ia tak pernah kencan dengan perempuan manapun. Semua perempuan nongkrong nya tak lain hanya sekedar teman biasa. Berbeda dengan Clarissa yang sudah berstatus sebagai Istri.
"Alhamdulillah habis juga makasih ya kak atas traktiran pizza nya" ucap Clarissa
Bryan tersenyum kecil, dengan segera ia mengambil sebuah tissue dan mengelap sudut bibir Clarissa.
"Kamu makan ko belepotan seperti ini sih" ucap Bryan
Clarissa sangat terkejut akan perlakuan Bryan sudah semakin terkesan romantis.
"Makasih kak" ucap Clarissa
"It's Okay" ucap Bryan
Clarissa menunduk dan ia tak mampu mengangkat wajahnya, perasan hatinya bercampur menjadi satu, antara bahagia dan juga malu. Wajah nya sudah memerah seperti kepiting rebus.
__ADS_1