Benih Yang Tak Kau Harapkan

Benih Yang Tak Kau Harapkan
Mulai bersikap baik


__ADS_3

"Seharusnya aku tidak membiarkan mu pergi" ucap Bryan memeluk hangat tubuh Clarissa


Clarissa masih tidak percaya, Bryan datang diwaktu yang tepat menyelamatkan dirinya.


Seketika Clarissa berusaha melepaskan pelukan suaminya.


"Kenapa KK harus datang menyelamatkan saya, kenapa ga membiarkan saya dicelakai sama mereka saja" ujar Clarissa


"Cla mereka itu bukan hanya sekedar ingin mencelakai kamu saja, tapi aku bisa menyakinkan bahwa mereka juga mau tubuh kamu. Masa aku harus diam saja melihat istri ku sendiri diperlakukan tidak baik sama orang lain" tutur Bryan


"Kenapa KK baru bilang sekarang? Bukan nya kemarin-kemarin juga kk memang tidak peduli dengan saya, memperlakukan saya dengan tidak baik. Lalu untuk apa sekarang KK datang menyelamatkan hidup saya, seharusnya biarkan saja saya mati sekalian biar saya tidak mengganggu hidup kk lagi" ucap Clarissa berterus terang


"Shutt kamu tidak baik bicara seperti itu, iya aku akui kemarin-kemarin dan barusan itu aku sudah salah, aku sudah memperlakukan kamu dengan tidak baik. Tapi aku sadar kalau perbuatan aku begitu sangat keterlaluan, mulai malam ini aku minta maaf Cla. Aku mau kamu balik lagi kerumah, kita perbaiki hubungan kita lagi. Kamu mau kan maafkan aku" pinta Bryan


Clarissa tidak langsung menyahut, sulit bagi dirinya harus membuka hati dengan cepat. Sedangkan apa yang dilakukan oleh Bryan membuat perasaan dan hatinya terluka.


"Cla aku minta kamu maafkan aku. Aku janji aku tidak akan berlaku kasar, membentak kamu, bahkan merendahkan kamu" pinta Bryan kembali seraya menggenggam tangan Clarissa


"Lepasin tangan aku kak" ucap Clarissa


"Aku tidak akan melepaskan genggaman tangan ini sebelum kamu menuruti permintaan ku untuk kembali kerumah" balas Bryan


"Maksa banget sih" gerutu Clarissa


Bryan masih saja menggenggam tangan Clarissa dengan kuat, hingga tatapan dari keduanya tak berpaling sedikit pun. Mereka saling bertatapan dengan begitu lama.


"Ya sudah iya, saya mau kembali ke rumah KK lagi, dengan satu syarat nya" ucap Clarissa


"Apa syaratnya??" tanya Bryan


"KK tidak boleh memperlakukan saya dengan tidak baik lagi, saya tidak mau KK membentak, memarahi saya, merendahkan saya dan juga saya mau kalau KK datang ke kamar saya dengan permisi terlebih dahulu. Jangan main masuk aja" pinta Clarissa

__ADS_1


"Ok No problem" balas Bryan mengiyakan.


"Ya sudah aku minta sekarang kita pergi dari sini, kita pulang ke rumah" pinta Bryan


Clarissa mengangguk saja tak berbicara sepatah pun.


**


Setibanya di dalam mansion mewah milik Bryan. Bryan turun dari mobilnya, ia keluar dan membukakan pintu mobil untuk Clarissa


"Silahkan" Balas Bryan


"Makasih"


Bryan melangkah menuju halaman depan mansion nya, di ikuti Clarissa yang berjalan dibelakang tubuh suaminya.


Beberapa saat setelah keduanya masuk, Bryan mempersilahkan Clarissa dan menyambut hangat kedatangan Clarissa dirumahnya.


"Kenapa kamu bilang seperti itu?" tanya Clarissa menyernyitkan alis nya


"Ya karena saya ingin kamu tetap tinggal dirumah ini" jawab Bryan dengan senyuman yang dipaksakan


"Oke untuk sekarang saya bisa tinggal di rumah KK, tapi untuk satu tahun kedepan saja. Kak Bryan kan bilang kalau setelah anak saya lahir, KK akan menceraikan saya. Jadi sudah dipastikan bahwa saya tidak akan lama berada di rumah KK" ujar Clarissa


Sedetik kemudian Bryan merasa hatinya tersentak, senyum yang tergaris dibibirnya seketika ia kulum sendiri. Memang benar apa yang dikatakan Clarissa, Bryan sendiri yang mengatakan nya bahwa menikahi Clarissa hanya untuk sementara waktu.


Tetapi kini apa yang di rasakan Bryan sangat berbeda dengan ucapan nya dulu yang terlontar dari mulutnya, hatinya seakan enggan untuk melihat istri nya harus meninggalkan nya untuk keduakalinya. Meskipun Bryan masih belum memiliki perasaan suka sedikit pun, naluri lelakinya tak bisa menepis bahwa ia sudah mulai sedikit menerima Clarissa dan merasakan kenyamanan.


"Kenapa KK diam saja??" tanya Clarissa yang di hiraukan begitu saja oleh suaminya.


"Ya sudah kalau begitu saya mau ke kamar, permisi" balas Clarissa dengan segera membalikkan tubuhnya dari hadapan Bryan

__ADS_1


"Tunggu Cla" sergah Bryan dengan menarik lengan Clarissa


Clarissa kembali membalikkan tubuhnya


"Cup"


Sebuah kecupan hangat mendarat di kening Clarissa


"Selamat beristirahat, tidur yang nyenyak" ucap Bryan


Clarissa tercengang dengan apa yang sudah dilakukan suaminya, ia tidak menyangka suaminya bisa secepat itu berubah menjadi orang yang romantis. Padahal di dalam lubuk hati terdalam nya, Clarissa mengira bahwa menikah dengan Bryan pasti setiap hari akan makan hati, bahkan hidupnya tak akan mengalami kenyamanan dan ketentraman.


Clarissa fikir menikah dengan Bryan, lelaki yang keras kepala, angkuh dan sombong itu bakalan diperlukan tidak baik tapi nyatanya Clarissa sudah salah menduga. Setelah kepergian nya beberapa jam yang lalu, Clarissa mampu merubah Bryan menjadi orang yang lebih baik lagi dari sebelumnya, menjadi lelaki pemaaf dan juga lelaki yang bersikap lembut.


Tak ingin berlama-lama hanyut dalam kehangatan yang diberikan Bryan, Clarissa segera masuk ke dalam kamarnya. Ia menutup dan mengunci pintu kamar.


Clarissa masih berdiri di belakang pintu. Ia langsung menyentuh keningnya yang belum lama disentuh dengan bibir suaminya.


"Apa aku ga salah lihat, tadi kak Bryan mencium kening ku??" ucap Clarissa


Sedangkan Bryan yang masih berdiri diluar kamar Clarissa, hanya bisa menatap dari luar dengan perasaan bahagia nya. Ia juga masih tidak percaya secepat itu hatinya bisa luluh, dan tidak lagi bersikap keras kepala.


"Mungkin selama ini aku sudah salah Cla memperlakukan mu dengan sangat tidak baik. Tapi kamu tenang saja, mulai malam ini dan seterusnya aku akan belajar untuk menerima kamu dirumah ini" Gumam Bryan


Karena waktu sudah menunjukkan pukul 23.00. Bryan mencoba masuk ke dalam kamar nya, ia segera menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur empuknya. Sebelum tidur terlelap, Bryan masih memikirkan dan melamun akan masa depannya.


"Aku tidak tahu siapa yang akan terus mendampingi hidupku nanti, hanya satu permintaan ku. Aku ingin menghabiskan waktu bersama orang yang tulus menyayangi aku sekarang dan selamanya"


"Apa mungkin kamu Cla yang akan menjadi pendamping aku. Entahlah aku sendiri pun masih belum bisa meyakinkan sepenuh hati." ucap Bryan dengan menengadah menatap ke plafon yang berada di kamarnya.


...----------------...

__ADS_1


"Kita mungkin boleh memiliki rencana yang indah untuk masa depan. Semua yang kita lakukan dan yang kita usahakan bisa dapat berjalan dengan baik seperti semestinya, tetapi kita juga tidak bisa menepis apa yang sudah digariskan oleh semesta. Kita hanyalah sekumpulan makhluk kecil didunia ini, yang menginginkan kebahagiaan yang sempurna dan penuh kedamaian "


__ADS_2