
Clarissa berusaha kuat berlarian sampai jejak kakinya tidak lagi terlihat. Dengan nafas tersengal dan juga langkah nya mulai gontai. Clarissa berusaha berhenti sejenak, tetapi sial supir taksi online berhasil mengejar nya.
Clarissa memilih melanjutkan kembali larinya sampai ia berhasil menemukan tempat keramaian. Hilir mudik kendaraan sudah terlihat sekarang dihadapan nya. Ia terus berlarian dengan sesekali menoleh ke arah belakang.
Tanpa sengaja dari arah yang berlawanan ada sebuah mobil tengah melaju dengan kecepatan tinggi.
Tin
"Aaaaaaaaaa" pekik Clarissa dengan menutup wajahnya dengan kedua tangan
Beruntung saat itu sang pemilik mobil berhasil menancapkan rem. Tak menunggu lama akhirnya pemilik mobil keluar dan menghampiri Clarissa yang sudah berdiri mematung dengan setengah ketakutan
"Kamu bisa kan jangan menyebrang sembarangan, kamu sudah bosan hidup apa!!!" tukas pemilik mobil dengan nada tinggi
Clarissa mulai membuka kedua matanya, dan saat bersamaan mereka berdua merasa tertegun karena yang Clarissa lihat dihadapannya adalah Bryan KK tingkat nya yang mengatur ospek.
Dengan refleks Clarissa memeluk tubuh Bryan dengan erat
"Kak tolong saya.. Saya takut" ucap Clarissa dengan suara yang terdengar lirih, merintih peluh
Bryan melepaskan pelukan Clarissa dan menantap wajah nya
"Kamu tau apa yang sudah kamu lakukan, hampir saja saya menabrak kamu. Memang nya kamu punya nyawa berapa??? tanya Bryan dengan tatapan tajam penuh nanar
Bryan belum mengetahui bahwa saat itu Clarissa sedang dalam bahaya.
Clarissa berusaha menoleh ke arah belakang, beruntung supir taksi yang mengejar dirinya sudah tidak muncul kembali
Clarissa bisa bernafas lega
"Ehh cewek absurd!!!! Kamu ga denger apa aku bilang?? tanya Bryan yang sudah semakin kesal. Rahang nya mulai mengeras.
Dengan segera Bryan berusaha untuk meninggalkan Clarissa dari hadapan nya.
Clarissa yang sudah menoleh kembali ke arah Bryan dengan segera mencegah keinginan Bryan yang akan meninggal kan dirinya.
Clarissa meraih lengan Bryan
"Tunggu kak!!!" ucap Clarissa
Seketika Bryan membalikkan tubuhnya dan mengerutkan keningnya
"Aku ga ngerti kenapa harus dipertemukan terus dengan kamu sih.. setiap kali bertemu kamu selalu membuat aku kesal" ucap Bryan yang sudah mengepalkan kedua tangannya
"Kak bisa kan tolong saya.. Please kali ini saja" ucap Clarissa memohon
"Tolong apa.. To the points aja ga usah basa basi" ujar Bryan
__ADS_1
"KK bisa kan mengantarkan saya menuju sampai ke rumah" pinta Clarissa dengan wajah memelas
"Hushhhh!!! Sudah banyak melakukan kesalahan sekarang minta tolong lagi" umpat Bryan dengan sungut nya yang terus menggerutu
"KK tenang saja nanti saya kasih uang lebih" ucap Clarissa dengan polos
"Memang nya saya itu supir taksi apa!???" tanya Bryan yang sudah semakin mendekati tubuh Clarissa sehingga hembusan nafas yang beraroma mint itu tercium sampai kehidung Clarissa
Clarissa yang masih tidak mengerti ia hanya diam tak bergeming.
Deg
Jantung Bryan memompa lebih cepat saat netra coklat nya terus saja memandangi wajah Clarissa dengan dekat bahkan sampai tak berkedip sekalipun
Clarissa yang sedari tadi hanya diam, ia tersenyum manis ke arah Bryan.
Tak lama kemudian Bryan tersadar.
"Arhhhh ya sudah cepat kamu naik sebelum saya berubah fikiran" ujar Bryan dengan berlalu menaiki mobil nya kembali
Clarissa mulai mengikuti langkah Bryan dan masuk ke dalam mobil.
Tak menunggu lama Bryan menghidupkan kembali mesin mobilnya dan tancap gas.
"Aku heran kenapa kamu bisa sampai didaerah sini" tanya Bryan yang tengah fokus menyetir mobilnya
"Ckckck orang seperti mu memang pantas sih di culik" sahut Bryan
"Maksud KK apa??" tanya Clarissa terheran
"Iya karena kamu itu selalu berbuat ceroboh sampai-sampai pesan taksi online aja mau diculik segala" jawab Bryan dengan ucapan ringannya
Clarissa tak menyahut ucapan Bryan. Ia hanya terdiam membisu. Bagi nya untuk apa juga menceritakan nya kepada Bryant toh dia sendiri pun tak merasa iba sedetikpun.
"Kenapa diam???" tanya Bryan dengan senyuman mengejek
Clarissa hanya diam dengan menggelengkan kepalanya
"Rumah kamu berada didaerah mana???" tanya Bryan kembali
Belum saja Clarissa menjawab perut nya merasakan sakit yang teramat dahsyat
Clarissa berusaha kuat menahan perutnya
"Auwww sakit" ringis Clarissa dengan sedikit membungkukkan badannya
"Kamu kenapa??" tanya Bryan
__ADS_1
"Perut ku sakit kak" jawab Clarissa dengan sura lemas nya
"Mulai deh dramanya" ucap Bryan
"Beneran kak sakit banget" ucap Clarissa yang sudah semakin terlihat pucat pasi dari raut wajahnya
Bryan yang awalnya mengira bahwa Clarissa hanya berpura-pura saja, melihat keadaan Clarissa sekarang yang terlihat sudah pucat-pasi bahkan keringat dingin nya keluar, tak enak hati akhirnya Bryan merasa cemas
"Kamu kenapa???" tanya Bryan lagi dengan penasaran
"Sakit kak" jawab Clarissa
Tak menunggu lama Clarissa tidak kuat lagi menahan rasa sakit nya, ia akhirnya tak sadarkan diri.
"Dek kamu bangun" ucap Bryan berusaha membangun kan Clarissa.
Bryan berusaha menyentuh pergelangan tangan Clarissa. Denyut nadi nya melemah
"Ya Tuhan ini peremuan kenapa lagi" ucap Bryan dengan mengigit jari tangan nya.
Segera Bryan memutuskan membawa Clarissa menuju RS
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa menit kemudian,.
Bryan yang sudah berhasil membawa Clarissa menuju RS Pelita Hati. ia langsung memberhentikan mobilnya.
Setelah mobil nya terparkir di area Basement, Bryan turun dan membuka kan pintu mobil untuk Clarissa. Ia mengangkat tubuh Clarissa dengan kedua tangan nya ala bridal style.
Bryan merasa terkejut saat tubuh Clarissa berhasil ia bawa, dari arah kedua kakinya nya mengeluarkan banyak cairan merah
"Loh perempuan ini kenapa sih sebenarnya, kenapa banyak mengeluarkan darah" tanya Bryan dalam hati nya
Ia berjalan menyusuri koridor RS. Setibanya disana para tenaga medis membawa sebuah Brankar dan memasukkan Clarissa ke ruangan UGD untuk segera ditangani.
"Tuan diharapkan untuk menunggu diluar karena pasien akan segera kami tangani" ucap Suster
"Baik sus tolong selamatkan teman saya" ucap Bryan
"Baik kami akan melakukan yang terbaik untuk pasein"
Sembari menunggu Clarissa ditangani, Bryan duduk di ruang tunggu RS dengan mengusap kasar wajahnya.
"Ya tuhan aku tidak tahu sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan adik tingkat ku, tapi saat melihat dia mengeluarkan banyak darah kenapa aku merasa khawatir sekali. Mudah-mudahan ia cepat tertolong" batin Bryan
__ADS_1