Benih Yang Tak Kau Harapkan

Benih Yang Tak Kau Harapkan
Melahirkan


__ADS_3

Pada ke Esokan hari nya, Clarissa terbangun. Ia perlahan membuka kedua matanya, saat hendak bangkit dari tempat tidur, tiba-tiba saja perut nya merasakan mulas yang begitu mendalam. Ia tak tahu kalau perut nya sedang kontraksi.


"Auwww perut ku, sakit sekali" ucap nya


Tak berselang lama, cairan bening keluar dari mulut rahim nya, Clarissa sempat terkejut bukan main.


"Mas Bryan, mas tolong saya" lirih Clarissa dengan berteriak


Bryan seketika terbangun dari tidurnya, ia membuka kedua matanya perlahan, dengan mengusap terlebih dahulu wajahnya dengan kasar.


"Ada apa Cla?" tanya Bryan dengan suara serak khas bangun tidur, ia segera bangkit dari tempat tidurnya dan duduk bersampingan dengan Clarissa


"Mas perut ku sakit" rintih Clarissa


"Sakit? Memang nya kenapa dengan perut mu?" tanya Bryan dengan kelopak mata yang terbuka sempurna


"Mas lihat, ada cairan bening yang terus mengalir ke kaki saya mas" jawab Clarissa dengan suara yang lemas


Bryan dengan segera menunduk, dan ia melihat betapa banyak nya cairan bening itu sudah membanjiri sprei yang diduduki Clarissa.


"Cla, apa kamu akan lahiran?" tanya Bryan


"Saya juga gak tahu mas, kalau dari prediksi dokter kandungan, HPL nya masih sebulanan lagi" jawab Clarissa


"Mas aku sudah gak kuat mas, perut ku sakit" ringis Clarissa berusaha menahan tulang punggung nya.


"Ya sudah Cla aku bawa kamu ke RS sekarang " ucap Bryan


Tak menunggu lama, Bryan mengangkat tubuh Clarissa. Ia berjalan keluar dari kamarnya, dan menuruni anak tangga.


Setelah sampai di lantai bawah, Bryan berpapasan dengan Bi Murni asisten rumah tangga nya.


"Loh tuan kenapa dengan non Clarissa?" tanya bi Murni penasaran


"Bi sepertinya Clarissa akan segera melahirkan" jawab Bryan


"Ya Allah non, semoga lahiran nya dilancarkan" ucap Bi Murni


"Bi saya gak punya banyak waktu lagi, bibi nanti tolong siapkan segala perlengkapan baju bayi dan lainnya. Bibi juga siapkan baju ganti untuk Clarissa" titah Bryan


"Baik tuan saya akan menyiapkan semuanya" timpal Bi Murni


"Iya nanti bibi antarkan semua baju itu ke RS, nanti saya kirim alamat RS nya" ujar Bryan


"Baik tuan" ucap Bi Murni.


Bryan melanjutkan kembali langkah nya untuk membawa Clarissa menuju RS. Di dalam mobil Clarissa masih menahan rasa mulas nya.

__ADS_1


"Sayang kamu yang sabar ya, aku akan membawa kamu ke RS" ucap Bryan berusaha menenangkan Clarissa, ia mengelus lembut lengan Clarissa terlebih dahulu. Baru setelah itu Bryan langsung menancapkan pedal gas dan berlalu mengemudikan mobilnya menuju RS.


Clarissa Sedari tadi sudah tidak tahan dengan rasa mulas nya, keringat dingin keluar dari wajahnya. Clarissa berusaha menghembuskan dan meniup nafas dari mulutnya. Janin yang dikandungnya sudah ingin keluar lewat jalan lahir, meskipun kandungan yang di kandung Clarissa belum menginjak usia 9 bulan.


Setibanya di RS, Bryan segera keluar dari dalam mobil nya,.ia berjalan dan membuka pintu mobil untuk Clarissa. Bryan mengangkat tubuh Clarissa sampai ke hadapan koridor RS, tak menunggu lama para tenaga medis membawa brankar untuk Clarissa. Para suster membawa Clarissa menuju ruangan persalinan.


Tak berselang lama, Dokter kandungan pun datang ke ruang persalinan.


"Baik nona saya mau mengecek dulu pembukaan nya" ucap Dokter kandungan


Clarissa sudah merasa tak tenang, sedari tadi ia tahan rasa sakitnya.


"Sudah pembukaan 9, dan posisi kepala bayi sudah menemui jalan lahir. suster tolong siapkan perlengkapan untuk persalinan nya, sebentar lagi pasein akan segera melahirkan" ucap Dokter kandungan


"Baik dok" ucap Suster


"Nona saya minta, nona tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Saya minta nona tetap tenang, keluar kan semua tenaga yang nona miliki" titah Dokter


Clarissa sudah memposisikan kedua kakinya, dengan terbuka.


"Oke sekarang saya minta nona tarik nafas hembuskan dan ayo dorong" titah dokter kandungan kembali


"Huh huh huh" Clarissa mencoba mengatur nafas panjangnya. Sedangkan kedua tangannya mencakar sprei.


"Hah sakit dok..." rintih Clarissa


~~


Di luar ruangan, Bryan sedari tadi merasa resah tak menentu. Ia mondar mandir, seraya menelungkup kan keduanya tangganya ke arah sudut hidung. Berharap sang istri di dalam ruangan persalinan tidak kenapa-kenapa.


"Ya tuhan lancarkan lah persalinan istri saya" ucap Bryan penuh harap.


"Ayo nona, dorong sekali lagi" pinta dokter kandungan


"Dokter saya sudah tidak kuat, saya mau bertemu dengan suami saya" ungkap Clarissa


"Baiklah, Sus tolong panggilkan suaminya. Suruh dia menemani persalinan istrinya sekarang" titah dokter kandungan


"Baik dok"


Tak menunggu lama suster yang berjaga didalam ruangan persalinan, keluar dan meminta agar Bryan mampu menemani proses persalinan Clarissa, istrinya.


"Tuan, Istri Anda meminta agar tuan dapat menemaninya di ruang persalinan" tutur suster


"Oh baik sus, saya bersedia" sahut Bryan


Akhirnya suster, dan Bryan masuk ke ruang rawat. Di ruang rawat Bryan berjalan ke hadapan istrinya. Ia langsung menggenggam tangan Clarissa, mengelusi rambut nya dan memberi semangat.

__ADS_1


"Mas Bryan, saya sudah gak kuat mas.. sakit mas" rintih Clarissa


"Clarissa sayang, kamu tetap tenang. Ada aku disini yang akan menemani kamu. Ayo sekarang kamu coba berusaha dengan sekuat tenaga, aku bantu dari sini" ucap Bryan


"Ayo nona, sekarang sudah ada suami anda. Saya minta nona mencoba mengejen sekali lagi,. tuan boleh bantu menyemangati nya" titah dokter kandungan


"Baik dok"


"Ayo sayang kamu pasti bisa" bisik Bryan


Clarissa tak ingin melihat suaminya kecewa, dengan sekuat tenaga Clarissa berusaha mendorong perut nya lagi.


"Auwww mas sakit" rintih Clarissa


Tangan nya sudah tak bisa terkontrol, Clarissa mencoba menjambak rambut suaminya, Bryan tak masalah yang terpenting Istri nya mampu melahirkan anaknya dengan selamat.


"Sedikit lagi nona..." ucap Dokter kandungan


"Ahhhhhhh...." lenguh Clarissa


"Oeekk... Oeekk.. Oeekk"


Untuk yang pertama kalinya, Clarissa mendengar suara bayi nya.


"Alhamdulillah, bayi nya berjenis kelamin perempuan" ucap dokter kandungan yang sudah berhasil mengeluarkan bayi dalam rahim Clarissa


"Suster Catat hari, tanggal dan jam lahir nya, sertakan juga panjang dan berat badan nya" titah dokter kandungan


"Baik dok" ucap suster


Bryan yang setia menemani proses persalinan Clarissa, ia begitu tersentuh dan merasa bahagia. Tak hentinya ia mengucap syukur.


"Alhamdulillah ya Allah, engkau anugerahi istri hamba keturunan" ucap Bryan


Bryan mencium kening Clarissa.


Clarissa bisa bernafas lega, ia mampu melahirkan putri kandungnya, meskipun anak yang ia kandung prematur, tetapi beruntung nya semua bisa berjalan lancar tanpa ada hambatan apapun.


Setelah bayi Clarissa dibersihkan, bayi itu langsung di dekapkan ke arah tubuh Clarissa. Supaya bayi nya bisa merasakan ikatan batin yang kuat antara seorang ibu beserta anaknya, dan juga memudahkan untuk keluar nya Asi.


Clarissa tak dapat menahan rasa sedih, bercampur bahagia. Sedari tadi ia menahan rasa sakitnya berjuang susah payah mengeluarkan janin nya. Ia meneteskan air mata bahagianya.


"Sayang semoga kamu bisa menjadi anak yang shalehah, anak yang baik, penurut dan juga mampu menyenangkan hati kedua orangtuamu" batin Clarissa lirih.


Begitu pun dengan Bryan, Bryan langsung mengadzani bayi Clarissa. Ia tak masalah meskipun bayi yang dilahirkan oleh Clarissa bukan darah daging sendiri, namun Bryan akan menganggap dan menyayangi bayi Clarissa layaknya putri kandungnya.


Setelah itu, bayi Clarissa diberi perawatan khusus. Di masukkan ke dalam inkubator karena bayi yang dilahirkan nya prematur.

__ADS_1


...Kini kebahagiaan Clarissa dan Bryan sudah lengkap ...


__ADS_2