
Tak lama kemudian dokter UGD yang menangani Clarissa keluar dari ruangan. Bryan yang sudah sedari tadi menunggu ia beranjak dari tempat duduknya langsung menghampiri dokter
"Dok bagaimana dengan keadaan pasien??" tanya Bryan yang sudah semakin mencemaskan keadaan Clarissa
"Dari hasil pemeriksaan saya, pasien mengalami pendarahan yang cukup hebat dirahim nya. Beruntung anda membawa nya tepat waktu. Kalau saja telat ditangani pasein akan kehilangan janin yang dikandung nya" tutur Dokter UGD yang bernama Dokter Sinta
"Maksud dokter janin????" tanya Bryan yang belum mengerti
"Iya tuan, pasein sekarang sedang mengandung" jawab Dokter Sinta
"Apa!!!!!" Bryan tercengang dengan sedikit membulat kan netra coklat nya. Ia menggelengkan kepalanya dan masih tidak percaya bahwa perempuan yang sudah ia tolong kini sedang mengandung.
"Baik kalau tidak ada yang ditanyakan saya permisi" ucap Dokter Sinta
"Tunggu dok, apa saya boleh masuk ke dalam" tanya Bryan
"Boleh tapi jangan membuat kegaduhan didalam, karena pasien masih kritis dan harus banyak istirahat" titah dokter Sinta dengan langsung berlalu dari hadapan Bryan karena harus memeriksa pasien yang lain.
Sedangkan Bryan memutuskan untuk masuk kedalam ruangan dan menemui Clarissa.
***
Clarissa masih terbaring lemas, dengan selang infus yang terpasang ditanganya dan juga selang oksigen di hidungnya.
Bryan melangkah mendekati ranjang Clarissa, ia menoleh wajah Clarissa dengan begitu lama.
"Kenapa saya sendiri tidak tau kalau kamu sedang hamil, dan siapa orang yang sudah menghamili mu" batin Bryan yang masih saja memandangi wajah Clarissa
Selang beberapa menit tangan Clarissa mulai bergerak perlahan, Clarissa mencoba membuka kedua matanya. Ia menengadah menatap langit langit kamar RS dan setelah nya ia menoleh ke samping kiri kanan sudah ada Bryan dihadapannya sekarang.
"Kak Bryan" ucap Clarissa membelalakkan matanya
"Iya ini saya" balas Bryan sedikit ceuk
"Oh ya to the points aja, jadi kamu ini sedang hamil???" tanya Bryan berterus terang
"Maksud KK itu apa ya, saya ga ngerti??" tanya Clarissa
"Ga usah so soan ga tau deh!! Dokter yang barusan menangani kamu, tadi dia bilang kalau kamu sekarang sedang mengandung!!!!" jawab Bryan dengan memicingkan matanya
"Apaa!!!!!"
Seketika Clarissa tercengang akan penuturan Bryan. Clarissa masih tidak percaya bahwa ia sedang mengandung, dirinya langsung membungkam mulutnya dengan satu tangan
__ADS_1
"Kak Bryan bohong kan??" tanya Clarissa menggelengkan kepalanya serta matanya mulai berkaca-kaca
"Untuk apa saya berbohong!!! Seharusnya kamu yang coba ingat-ingat dengan siapa kamu pertama kali melakukan itu bahkan sampai hamil segala" umpat Bryan dengan sura yang terdengar menuduh
Clarissa tak menjawab ia hanya bisa meneteskan air mata nya.
"Saya sendiri masih ga percaya kamu ko serendahan itu, hamil diluar nikah" ujar Bryan dengan perkataan yang tak pantas
PLAKKKKKK
Clarissa berusaha melayangkan tamparan ke arah pipi Bryan Karena bagaimana pun ucapan sudah melukai hati Clarissa
"Kok kamu malah tampar saya hah" ucap Bryan dengan sorot mata tajamnya
"KK boleh ga suka sama saya, tapi bukan berarti KK bisa menghina saya serendahan ini!!!" ungkap Clarissa dengan emosi yang memuncak
"Saya ga salahkan kalau kamu bukan perempuan rendahan mana mungkin kamu hamil, berarti selama ini diluaran sana kamu itu memang perempuan yang jelas jelas menjijikkan.. perempuan j*lang" cibir Bryan
"CUKUP!!!!!CUKUPPP saya tidak butuh KK terus-menerus menghakimi hidup saya. KK tidak tau yang sebenarnya terjadi" ujar Clarissa
"Buat apa juga saya tau tentang kehidupan kamu.. Gak penting buat saya!!!!" timpal Bryan dengan senyuman mengejek
Clarissa semakin tidak karuan, ia tak bisa lagi menahan kepedihan yang ia rasakan.
"Hikss... Hiksss" Clarissa mulai sesenggukan menangis
Clarissa menyeka air matanya perlahan dan ia melanjutkan kembali penuturan nya
"Kak kalau papah saya tau bagaimana???" tanya Clarissa
"Kenapa harus tanya saya??? Ya palingan juga papah kamu akan mendesak kamu untuk segera menikah dengan pria yang sudah menghamili mu" ujar Bryan
Clarissa terdiam tak bergeming seraya memikirkan kejadian dimalam reuni, dimana dirinya sudah berhasil melakukan perbuatan terlarang nya bersama David.
**
"Ya sudah kalau begitu saya permisi mau pulang" ujar Bryan
"Tunggu kak" cegah Clarissa yang tak ingin Bryan meninggalkan dirinya
"Kenapa lagi????" tanya Bryan mendengus kesal
"Kak bisa bantu saya??" tanya Clarissa
__ADS_1
Bryan yang sudah teramat kesal semakin kesal dengan sikap Clarissa
"Apaan? Kamu ini sudah banyak merepotkan hidup saya, sekarang malah mau minta tolong lagi" ujar Bryan menggerutu
"Kak saya mohon, KK bisa bantu saya ga kali ini... Please aku mohon" ucap Clarissa
Bryan memijat keningnya yang dirasa cukup pusing kali ini
"Iya apa???" tanya Bryan membulatkan netra coklat nya
"KK mau ga bilang ke papah kalau KK yang sudah menghamili saya" pinta Clarissa
"Apaa!!!!!!!" Bryan terkejut bukan main
Clarissa mengangguk
"Please kak karena ini cara satu-satunya" ujar Clarissa
"Enggak sampai kapanpun saya tidak akan sudi. Kamu ini kalau ngomong tidak difikir-fikir dulu" ucap Bryan
"Kenapa ga minta pertanggung jawaban kepada orang yang sudah mengamili kamu saja??" tanya Bryan
"Sekarang dia sudah kuliah di Amerika kak, saya gak mau mengganggu studi nya kak" jawab Clarissa
"Hah yaaa terus dengan kamu meminta saya bertanggung jawab, apa kamu juga ga akan merusak kebahagiaan hidup saya???"
"Fikir pakai otak kalau ngomong!!! umpat Bryan
Bryan tak lagi meneruskan kembali ucapannya, sama halnya dengan Clarissa yang terdiam membisu.
Bryan segera pergi dari hadapan Clarissa dan meninggalkan nya sendirian.
…
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Entah apa yang harus Clarissa utarakan seandainya papah nya tau bahwa Clarissa sedang mengandung benih dari hasil perbuatannya dengan David di malam kelam itu.
Clarissa tak bisa meyangkal kalau pada akhirnya acara reuni nya hanya bisa merusak masa depan nya. Seandainya iya tau sejak awal akan seperti ini pada akhirnya, mungkin saat itu ia tak akan memilih untuk menghadiri acara tersebut.
Seribu penyesalan dibenaknya selalu saja menggelayuti fikiran nya. Clarissa mencoba tegar dan menerima semuanya, ia akan terus berupaya agar tetap mempertahankan kandungan nya meskipun dirinya tidak tahu apakah nanti hanya ia sendiri yang akan menanggung beban nya sendirian.
"Papah maafkan Clarissa yang sudah banyak melakukan kesalahan. Seandainya dulu Clarissa tidak pergi ke acara reuni sekolah, Clarissa tidak akan mengalami masalah besar seperti sekarang ini. Clarissa menyesal pah karena tidak menuruti nasehat papah. Papah pasti akan sangat marah dengan perbuatan Clarissa yang sudah mempermalukan Papah." Batin Clarissa dengan merintih peluh
__ADS_1
"Sekarang di perut ku sudah ada seorang janin" ucapnya lagi sembari mengelus perut nya yang masih rata
...----------------...