
Di tempat yang berbeda, Fajar yang sudah menyelesaikan olahraga basket nya ia langsung mengganti pakaian nya dengan seragam kampus, setelahnya ia pergi keluar dari gedung kampus berniat untuk menemui Intan kekasihnya. Sebelum nya mereka sudah janjian untuk ketemuan di sebuah cafe yang tengah populer di kalangan remaja, cafe yang cukup hits dan Instagramable.
Setengah jam kemudian Fajar sudah tiba di Cafe Starligh. Ia memarkirkan motornya dan tak menunggu lama ia masuk ke dalam cafe. Setibanya disana sudah ada Intan yang menunggu dirinya duduk dimeja yang berada di cafe itu.
"Hallo sayang kamu udah lama nunggu nya" sapa Fajar dengan mencium kening pacarnya
Intan menepis dan menurunkan tangan Fajar yang sudah membelai rambutnya.
"Sudahlah, aku kesini gak mau mesra-mesraan cuman mau bahas tentang si perempuan bau kencur itu" balas Intan memainkan kedua bola matanya dengan wajah yang kecut
"Sayang sudahlah kamu ga usah bahas dia lagi, mendingan sekarang kita pesan makan. Kamu belum pesan makanan kan.. Waiters" ucap Fajar sambil melambaikan tangan ke arah pelayan cafe
Pelayanan cafe itu pun langsung menghampiri ke arah Fajar dan Intan
"Silahkan kak ini buku menu nya" ucap salah seorang pelayan cafe dengan menyerahkan sebuah buku menu
"Saya lihat-lihat dulu menu nya sebentar" ucap Fajar
"Silahkan kak" balas pelayan cafe
Fajar menoleh ke arah buku menu, ia melihat-lihat disana sudah tersedia menu yang memanjakan lidah. Mulai dari makanan khas Italia bahkan makanan khas Korea ada disana.
"Mba saya mau pesan menu best seller di cafe ini aja" ucap Fajar
"Baik kak dicafe ini menyajikan menu best seller yaitu steak Fiorentina, Spaghetti carbonara, panaccota, tiramisu, Bruschetta" ucap pelayan
"Oke mba saya pesan menu best seller yang mbak ucapan barusan" ucap Fajar
"Baik kak saya sudah mencatat semua pesanan nya. Apakah ada menu tambahan lagi?" tanya pelayan cafe
"Sayang kamu mau pesan apa?" tanya Fajar pada Intan
"Terserah" jawab Intan dengan ketus
"Ko terserah sih?" tanya Fajar kembali merasa bingung
"Samain aja sama kamu!" ketus Intan
__ADS_1
"Ya sudah"
"Mbak menu yang saya pesan jadi double double ya pesan nya" ucap Fajar
Meskipun penampilan Fajar ke kampus hanya menggunakan motor tetapi kehidupan sehari-hari nya ia begitu loyal. Papah nya adalah seorang Pengacara sedangkan mamah nya menjadi perancang designer dengan begitu uang jajan Fajar dalam sehari bisa sampai ratusan ribu bahkan sampai satu juta.
"Baik kak kalau begitu saya permisi, ditunggu pesanannya akan saya antarkan segera"
Setelah pelayan cafe pergi, Fajar kembali melirik pandangan matanya ke arah Intan yang saat itu terlihat cemberut dengan wajah ditekuk. Terlihat seperti orang yang sudah kehabisan uang diakhir bulan.
"Sayang jangan cemburut gitu, senyum dong nanti cantik nya hilang" goda Fajar berusaha mencairkan suasana
"Apa sih gak lucu!" ketus Intan dengan menopang satu dagunya
"Aku punya tebakan, kucing apa yang gak pernah salah?" tanya Fajar dengan celotehan nya
"Gak tau!" ucap Intan dengan suara tinggi
"Jawaban nya adalah kucing gawrong" ucap Fajar dengan gelak tawanya
"Sudahlah aku mau pergi aja!" balas Intan dengan beranjak berdiri
Intan duduk kembali dengan menyilangkan kedua tangannya ke arah dada dan kedua kakinya nya disilangkan.
"Sayang kenapa sih kamu marah-marah Mulu bawaan nya. Kamu lagi datang bulan?" tanya Fajar yang terus memandangi wajah Intan
"Aku kan udah bilang aku itu kesel sama si Clarissa!" jawab Intan
"Ohh dia lagi, kenapa harus dibahas juga sih?" tanya Fajar menyernyitkan alis nya
"Iya karena aku gak mau kamu deket-deket dia lagi!" jawab Intan
"Siapa yang deketin dia?" tanya Fajar
"Gak usah sok pura-pura ngeles, kemarin itu ngapain ada acara boncengan segala! Heh Fajar jangan karena aku waktu itu gak masuk bisa seenaknya kamu boncengan sama perempuan lain. Kamu gak bisa bebas gitu aja, dikampus itu udah banyak Cepu aku!" umpat Intan dengan sungut nya yang merocos
"Sekali lagi aku lihat kamu deketin si Clarissa lagi aku tidak akan segan untuk memutuskan kamu!" ancam Intan
__ADS_1
"Oke deal" balas Fajar dengan santai
"Loh ko kamu gak panik gitu dapat ancaman dari aku. Jadi kamu benar-benar pengen udahan sama aku, iya? tanya Intan
"Intan bukan seperti itu, tapi kamu itu terlalu over protective dan ngekang aku. Kamu tau aku bebas mendekati siapapun bukan berarti aku akan selingkuh atau apa lah, kamu harusnya tau aku itu kan anggota BEM sudah sepatutnya aku itu ramah pada siapapun termasuk kepada adik tingkat" ujar Fajar
"Alasan kamu itu absurd! Bilang aja kamu mau deketin si Clarissa karena dia cantik. Jangan so soan menyangkut pautkan antara organisasi dan ke pribadian kamu. Sekali Play boy tetap play boy!!" sarkas Intan dengan menggebrak meja
"Stop!!! Kamu gak bisa ngatur-ngatur aku seperti itu, bagaimana pun aku berteman dengan siapapun yang penting masih tau batasan! Dan kamu jangan so merasa menjadi perempuan yang sempurna tanpa menyisakan kesalahan dan noda. Aku tau kamu pernah jalan kan sama Si Vano kan? Aku lihat dengan mata kepala ku sendiri, kamu pergi ke sebuah club' malam. Apa aku gak boleh curiga sama kamu, kalau kamu ditempat itu tidak melakukan apapun?" tanya Fajar dengan wajah serius nya
PLAKKKK!!!!
Sebuah tamparan hebat menyambar pipi Fajar
"Ko kamu malah tampar aku sih??" tanya Fajar memegangi pipinya yang sudah memerah. Tamparan dari intan cukup kencang.
"Kalau gak punya bukti mending mingkem aja dehh ga usah ngefitnah pacar sendiri!" ucap Intan berusaha membela diri
"Aku gak fitnah, Oke memang dulu aku gak punya bukti otentik. Tapi sampai detik ini pun aku gak pernah lupa, dan aku gak salah lihat. Mataku masih normal gak rabun. Mending sekarang kamu bilang aja, apa iya kamu sudah bermain-main dibelakang aku?" tanya Fajar dengan terus mendesak Intan supaya mau berterus terang
"Sudahlah Fajar aku udah capek dengan hubungan ini, mending kita udahan aja. Kita tentukan kebahagiaan kita masing-masing!!!" ucap Intan
"Oh jadi kamu mau putus dengan aku?" tanya Fajar menunjuk dirinya sendiri
"Iya karena kita sudah ga sejalan dan sefrekuensi lagi. Kamu bebas sekarang deketin perempuan yang kamu inginkan! Bahkan kamu deketin si Clarissa pun aku tidak akan melarang nya karena itu kan yang kamu mau!?" ucap Intan
Intan berdiri dan meninggalkan Fajar sendirian.
"Arghhhhh memang sih aku sudah lelah dengan hubungan ini tapi aku gak rela diputusin gitu aja, sampai aku menemukan bukti yang kuat kalau kamu sebenarnya sudah selingkuhi aku. Oke aku akan buktikan siapa sebenarnya yang salah" gumam Fajar
Tak lama kemudian pesanan nya sudah dibawa oleh beberapa pelayan cafe.
Fajar melihat sudah begitu banyak makanan yang ia pesan, sedangkan Intan belum saja memakan makanan itu, sudah pergi duluan. Tak bisa kalau Fajar menghabiskan semua menu nya, ia memilih makanan nya dibungkus dan dibawa pulang saja.
"Mba saya minta pesanan nya dibungkus saja" pinta Fajar
"Baik Kak sebentar saya bungkus dulu"
__ADS_1
Setelah itu Fajar keluar dari Cafe dan kembali ke parkiran. Fajar tak menyangka pertemuan nya dengan Intan menyisakan kenangan pahit. Ia harus menelan kenyataan bahwa mereka berdua sudah resmi putus.
...----------------...