Benih Yang Tak Kau Harapkan

Benih Yang Tak Kau Harapkan
Ijab qobul


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


2 Minggu berlalu.


Di kediaman Clarissa sudah berdatangan tamu yang hadir, begitu juga dengan Bryan dan juga kedua orang tuanya yang sudah tiba di halaman depan mansion mewah milik papah Farhan.


Pernikahan Clarissa diadakan secara sederhana, hanya Keluarga inti saja yang di undang ke acara akad nikah itu.


Sebelumnya kedua orang tua Bryan dan Clarissa bersepakat untuk menikahkan anaknya, lantaran mereka tidak ingin terjadi hal yang tidak inginkan. Terlebih lagi papah Farhan yang begitu protective terhadap Clarissa, meskipun ia sendiri tidak tahu kalau sebenernya Clarissa tengah hamil.


Clarissa terpaksa menikah dengan Bryan, lelaki yang sama sekali ia tidak Cintai bahkan bukan ayah dari janin yang ia kandung. Sama halnya dengan Bryan yang tanpa fikir panjang akhirnya ia mau menerima kesepakatan bersama dengan Clarissa menikah hanya untuk kepentingan pribadi masing-masing.


Beberapa saat kemudian saat ijab qabul itu akan segera dilaksanakan. Bryan duduk di kursi akad, ditemani pula dengan papah nya sebagai saksi duduk diseblah kiri.


Tak lama setelah itu Clarissa yang sudah bersiap menggunakan kebaya berwarna putih dengan sedikit polesan make up yang flowles dia sudah keluar dari kamarnya melangkah ke hadapan Bryan. Dengan sesekali menundukkan kepalanya, Clarissa masih tidak percaya bahwa hari ini dirinya akan melepas masa lajangnya.


Sedangkan Bryan menyambut kedatangan Clarissa merasa biasa saja, tidak ada perasaan istimewa didalam benaknya.


Tak menunggu lama Clarissa duduk bersebelahan dengan Bryan.


"Kamu jangan senang dulu, ini bukan pernikahan yang aku impikan. Kita menikah itu hanya untuk menyelamatkan kepentingan kita masing-masing. Setelah anak yang kamu kandung lahir ke dunia, tidak akan lama aku akan segera menceraikan mu" bisik Bryan ditelinga Clarissa dengan sungut nya terlihat angkuh


Seketika Clarissa hanya terdiam membisu tak menimpali ucapan Bryan. Clarissa merasakan dada nya terasa sesak, ia sendiri pun masih tidak percaya harus dihadapkan dengan masalah besar menimpa hidupnya, sampai harus menikah dengan pria yang bukan menjadi pilihan hatinya. Clarissa harus bersiap setelah ini dengan semua resiko yang akan terjadi kedepannya bahwa pernikahan nya yang berlangsung hari ini tidak akan bertahan lama dengan lama. Hanya Pernikahan Kontrak semata.


"Baiklah karena kedua mempelai, para saksi dan wali nikah sudah berkumpul saat nya ijab qobul ini akan segera dimulai" ucap pak penghulu


"Apakah mempelai pria sudah siap??" tanya pak penghulu


"Baik kali begitu saya minta mempelai pria berjabat tangan dengan wali nikah pengantin wanita.. ikuti apa yang saya ucapkan" titah pak penghulu


"Saya terima nikah dan kawinnya Clarissa Aulia binti Farhan Adijaya Kusuma dengan maskawin dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"

__ADS_1


"Bagaimana para saksi SAH"


"SAH"


"SAH"


Dengan satu kali helaan nafas Bryan secara lantang terlah berhasil mengucapkan ijab qobul


"Barakallahu laka wa Baarakaa alaika wa jamaa Bainakumaa fii khoir"


...*****...


Setelah ijab qobul dilaksanakan kini saatnya untuk kedua mempelai memasangkan cincin dijari manis nya masing-masing.


Bryan memasangkan cincin ke jari lentiknya Clarissa, begitu sebaliknya dengan Clarissa memasangkan cincin ke jari manis Bryan. Setelah nya Clarissa mencium punggung tangan Bryan yang telah sah menjadi suaminya dimata hukum dan agama. Lalu Bryan mencium kening Clarissa meskipun awalnya ia sempat ragu. Ia juga tidak ingin semua orang mengetahui bahwa pernikahan nya itu hanyalah pernikahan di atas kertas semata.


Acara selanjutnya Bryan dan Clarissa sungkeman kepada kedua orang tua nya saling bergantian


"Sudah sayang, papah sudah memaafkan kesalahan kamu. Papah hanya terharu putri papah satu-satunya yang papah sayangi sudah menikah, Papah hanya berdoa semoga rumah tangga bersama suami mu langgeng selamanya, sakinah mawadah warahmah. Dan juga papah berharap semoga pernikahan kalian itu hanya sekali seumur hidup" tutur papah Farhan dengan mengelus lembut punggung Clarissa.


Clarissa beranjak bangun dan memeluk hangat tubuh papah nya.


"Hiks..Hiks.."


Isak tangis dan juga kebahagiaan Clarissa pecah dipelukan papah nya. Selang beberapa detik Clarissa melepaskan pelukannya dan keduanya saling bertatapan satu sama lain.


Farhan tak bisa melihat kesedihan anaknya, segera ia menghapus linangan air mata putrinya itu.


"Sayang anak papah sudah kamu ga usah bersedih lagi, kamu sekarang harus bahagia. Karena mulai sekarang dan seterusnya kamu sudah menjadi milik suami mu. Tugas papah dalam merawat dan menjaga mu selama ini sudah usai. Papah harap kamu bisa menjadi istri yang baik, yang bisa membahagiakan suamimu sendiri" ucap papah Farhan


"Iya pah" balas Clarissa merintih peluh

__ADS_1


...ΩΩΩΩ...


Sore harinya, semua tamu yang hadir diacara ijab qobul Bryan dan Clarissa mulai berhamburan keluar dan meninggalkan kediaman Farhan. Tak lupa mereka yang hadir mengucapkan selamat dan juga menyalami kedua mempelai.


~~


Bryan dan Clarissa sudah berada di kamar.


Bryan duduk ditepian ranjang sedangkan Clarissa hanya berdiri mematung, ia masih canggung untuk mendekati pria yang sudah berstatus sebagai suaminya hari ini.


"Terus terang saja ya pernikahan ini bukan menjadi pernikahan yang sama sekali saya harapkan. Kalau bukan karena saya kasihan dan juga saya tidak mau dijodohkan dengan perempuan lain, mungkin saat ini saya bukan suami kamu" ujar Bryan melirikkan pandangan matanya ke arah Clarissa


"Maaf kan saya Kak, seharusnya KK tidak menyelamatkan hidup saya. Saya sudah banyak merepotkan dan menyusahkan hidup kk" Balas Clarissa menunduk, tidak berani untuk menatap wajah suaminya.


"Saya minta kamu harus mematuhi semua peraturan yang saya buat. Besok kita akan keluar dari rumah ini. Saya akan bawa kamu ke rumah pribadi saya" ujar Bryan yang sudah berdiri mendekati Clarissa


"Terpaksa malam ini kita tidur satu kamar, tapi kamu jangan senang dulu. Bukan berarti kita harus tidur satu ranjang. Saya akan tidur di kursi sofa dan kamu boleh tidur di kasur. Permisi saya mau membersihkan diri" Sambung nya kembali dengan berlalu dari hadapan Clarissa dan masuk ke arah kamar mandi


Setelah Kepergian suaminya ke kamar mandi, Clarissa tak menyahut ucapan suaminya. Ia lebih baik memilih diam karena tak ingin beradu mulut.


**


Malam harinya sepasang pengantin baru itu terlelap dari tidurnya. Sesuai dengan kesepakatan Clarissa tidur di atas ranjang tempat tidur, sedangkan Bryan tidur di atas kursi sofa.


Sungguh malang nasib dari kedua pengantin yang baru melangsungkan Ijab qobul nya tadi pagi.


'Setiap Insan pasti menginginkan sebuah pernikahan impian nya yang sudah dirancang begitu indah dengan semua kebahagiaan dan kegembiraan, bukan hanya karena sebuah pesta meriah dan megah. Akan tetapi kebahagiaan yang didapat adalah tak kala kita bisa melangsungkan pernikahan sekali seumur hidup dengan pasangan kita sendiri yang memang keduanya saling mencintai, menjaga dan menyayangi satu sama lain'.


Semua berbeda dengan Clarissa dan Bryan


Apakah suatu saat nanti mereka berdua akan menjadi pasangan suami istri yang saling mencintai satu sama lain. Entahlah hanya takdir yang bisa menentukan semuanya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2