
Clarissa yang sudah keluar dari kamar nya berhasil membawa koper miliknya sampai ke hadapan papah nya yang sedang menyantap sarapan pagi diruang makan.
"Pagi pah" sapa Clarissa
"Pagi juga sayang" balas Papah Farhan
"Loh kamu kenapa bawa koper sayang??" tanya papah Farhan pada Clarissa yang sudah duduk berhadapan
"Saya dan Clarissa mau pergi ke rumah pribadi saya pah" sahut Bryan yang sudah bergabung di ruang makan
"Kenapa kalian harus pergi dari rumah ini? Rumah ini juga rumah kalian, papah ingin kalian masih tetap tinggal disini" pinta papah Farhan
"Maaf pah bukan nya saya nolak, hanya saja saya ingin hidup berdua bersama Clarissa dengan mandiri pah. Kita berdua ingin sama-sama saling belajar memahami dan menerima kekurangan kita satu sama lain, tanpa harus melibatkan siapapun," tutur Bryan
"Iya juga Bryan kamu benar, Clarissa sekarang sudah menjadi istri kamu, sudah seharusnya dia mengikuti kemanapun kamu pergi karena kamu adalah suaminya" timpal papah Farhan
"Papah titip pesan jaga dan lindungi anak papah, jangan membuat dia bersedih" titah papah Farhan
"Siap pah tenang saja" ucap Bryan
"Terutama untuk putri papah Clarissa, papah berpesan jadilah istri yang baik untuk suamimu, jangan sungkan kalau kalian masih belum memahami arti berumah tangga itu seperti apa, kamu bisa tanyakan pada papah yang sudah berpengalaman. Pintu rumah selalu terbuka untuk anak dan menantu papah" ujar papah Farhan
"Iya pah Clarissa akan belajar menjadi istri yang baik untuk....."
Clarissa terhenti dari ucapannya,.ia menoleh kearah arah Bryan sebelum melanjutkan ucapannya.
"Untuk Mas Bryan" ujar Clarissa
"Uhuk... Uhuk"
Bryan yang tersadar bereaksi dan mulai batuk-batuk tidak terima.
"Minum..minum" pinta Papah Farhan dengan menyerahkan segelas air putih ke tangan Bryan.
"Makasih pah" balas Bryan menerima air putih ditangan nya
Clarissa melirik pandangan matanya ke arah Bryan dengan begitu lama, sebaliknya dengan Bryan sesekali membalas pandangan mata Clarissa dengan raut tak berselera. Clarissa bisa merasakan bahwa saat ini Bryan merasa tidak terima dirinya dipanggil dengan sebutan 'MAS'
**
Setelah berpamitan dengan papah Farhan, tak menunggu lama untuk pengantin baru itu pergi berlalu menuju kediaman nya.
Di dalam mobil Bryan masih menunjukkan sikap acuh nya.
"Maksudnya apa tadi dimeja makan manggil saya dengan sebutan mas!!" ujar Bryan dengan sungut nya yang mengerutu
Clarissa mencoba mengatur posisi duduknya dan menyilangkan kedua tangannya ke arah dada.
"Memang nya kenapa mas Bryan gak terima???" balas Clarissa menoleh sedikit ke arah suaminya dengan memainkan bola matanya
"Saya tidak suka kamu manggil saya dengan sebutan mas!!! My name is Bryan, no Mas Bryan!!!" bentak Bryan
"Iyalah.. Whatever" balas Clarissa yang tak ingin terjadi keributan selama dalam perjalanan
__ADS_1
"Tapi kamu boleh manggil saya dengan sebutan yang lain didepan kedua orang tua kita, misalnya sayang, hubby, suamiku ya kayak pasangan yang lain bisa kan???" pinta Bryan dengan terus menyorocos
Clarissa yang tak ingin mendengarkan penuturan suaminya ia hanya menutup kuping rapat-rapat dengan mengeluarkan earphone yang disambungkan ke ponsel genggam nya dan memasangkan nya pada telinga. Clarissa memutar lagu dengan volume yang cukup kencang sehingga suara Bryan yang terdengar seperti toa mesjid itu tidak terdengar lagi ditelinga Clarissa.
"Clarissa kamu dengar aku gak???" tanya Bryan yang sedari tadi pertanyaan nya tidak dijawab begitu saja sama Clarissa
Clarissa tak menoleh sedikit pun ke arah Bryan meskipun Bryan sedari tadi curi-curi pandang.
"Clarissa!!!!" teriak Bryan
"Yang ini lagunya udah sering aku dengerin, coba dehh putar yang lain aja" ucap Clarissa dengan mengotak-atik ponselnya
Bryan yang hilang kesabaran mobil yang dikendarai nya ia rem mendadak.
Clarissa hampir saja kepala nya terbentur, seketika ia mentap ke arah suaminya.
"Saya tidak suka ya saat saya bicara tidak didengarkan!!!" umpat Bryan
"Memangnya kak Bryan tadi bilang apa??" tanya Clarissa
"Tadi kan KK sendiri bilang jangan panggil saya Bryan. My name is Bryan, no mas Bryan begitu kan!!??" ucap Clarissa menirukan gaya bicara Bryan
Bryan yang sudah murka ia mengepalkan kedua tangannya, dan menyorotkan tatapan tajam bak seorang musuh yang ingin menerkam mangsanya.
"Kalau kamu bukan manusia sudah aku makan habis-habis!!!" bentak Bryan
Clarissa bergidik dan menutup kedua matanya.
"Kenapa kamu tutup matamu? Kamu takut sama saya???" tanya Bryan dengan suara tinggi nya
"Heh saya itu bukan hantu!!!" ujar Bryan
"Iya KK memang bukan hantu tapi sikap KK melebihi hantu!" sungut Clarissa
"Maksud kamu?" tanya Bryan kembali
**
Clarissa masih terpukau melihat sekeliling manison mewah milik suaminya. Meskipun Clarissa sendiri anak terpandang tetapi berbeda dengan apa yang kini dihadapannya, Bryan Sanjaya Putra yang bergelar sebagai suaminya berhasil membawa Clarissa menuju mansion nya.
"Ini kamar saya, dan disana kamar kamu. Ingat kita menikah itu hanyalah nikah kontrak!!!" ujar Bryan
"Iya kak saya tau" balas Clarissa
"Ya sudah saya mau istirahat" ujar Bryan masuk ke kamarnya
"Kamar nya sangat mewah dan kasur nya juga empuk" ucap Clarissa yang sudah duduk di tepian ranjang. Sesekali ia menengadah menatap langit langit kamar nya, dan melihat sekeliling kamar yang didesain dengan interior internasional.
"Clarissa!!!!" ucap Bryan yang sudah berdiri mematung dihadapan Clarissa
"Astaghfirullah" ucap Clarissa terperanjat melihat Bryan yang sudah ada dihadapannya seperti jelangkung saja
"Kenapa kamu panik begitu???" tanya Bryan tak menyadari kesalahannya
__ADS_1
"Kak Bryan bisa gak sih ketuk pintu dulu kek kalau mau datang ke kamar saya, mentang-mentang rumah ini milik KK" jawab Clarissa mengerucutkan bibirnya
"Ahh sudah saya minta maaf, saya kesini cuman mau memberikan kamu ini" ucap Bryan
"Apa ini???" tanya Clarissa menongakan kepala nya ke arah Surat yang diberikan Bryan
"Kamu bisa baca dan pelajari isi surat nya.. di dalam surat itu terdapat poin-poin penting dan kesepakatan yang harus kamu tandatangani" titah Bryan
Clarissa langsung membawa surat itu.
" *Surat kontrak pernikahan
Dibawa ini saya selaku suami dari Clarissa Aulia dengan ini menyatakan bahwa saya sepenuhnya memberikan perjanjian selama menjadi suami, dengan persyaratan sebagai berikut;
Di larang ada sentuhan fisik dalam bentuk apapun selama kontrak berlangsung.
Harus melayani tugas suami dengan baik menyiapkan sarapan pagi, makan siang dan makan malam
Harus bangun pagi lebih awal setiap hari jangan kesiangan!
Harus berpura-pura berakting didepan kedua orang tua masing-masing dengan bersikap romantis.
Saat sedang berada diluar rumah contoh nya dikampus jangan menunjukkan diri bahwa kita ini adalah suami istri, anggap saja kita seperti orang yang tidak kenal sama sekali*"
Setelah semua persyaratan dibaca oleh Clarissa seketika ia langsung menoleh ke arah Bryan
"Kak Bryan ini semua adalah persyaratan dari kak Bryan saja, tidak adil rasanya kalau saya tidak menambahkan persyaratan yang saya mau!" timpal Clarissa
Bryan menyernyitkan alis dan berdiri mematung dengan tatapan tajam
"Memang nya apa yang akan kamu tambahan di dalam isi perjanjian itu??" tanya Bryan
"Tunggu sebentar" ucap Clarissa beranjak berdiri dan langsung membuka isi tasnya, ia mengeluarkan sebuah bolpoin.
Clarissa meraih kembali kertas yang berisi perjanjian, ia segera menambah persyaratan dirinya.
"1.Dilarang mebentak, memarahi, menghina pasangan masing-masing
2. Tidak boleh Egois
3. Saling pemaaf
4. Tidak kasar"
"Nih saya sudah menambahkan 4 poin persyaratan!" ujar Clarissa
Seketika Bryan meraih dan membaca persyaratan dari Clarissa.
"Enak saja dia ingin diperlakukan dengan baik tetapi dirinya sendiri sering bikin ulah dan sering membuat aku geram, awas saja Clarissa sampai kapanpun aku tidak akan sudi menjadi seperti apa yang kamu mau!" batin Bryan dengan tersenyum smirk
__ADS_1
...----------------...