
Ke Esokan hari nya.
Pada sore hari Bryan yang sudah menyelesaikan semua tugas kuliahnya ia mulai keluar dari kampus. Hari ini adalah hari terakhir dirinya memimpin kegiatan ospek.
Berbeda dengan hari-hari kemarin yang membuat dirinya kesal karena tingkah laku Clarissa yang sangat ceroboh, tetapi hari ini dia tidak masuk dan mengikuti kegiatan ospek Maba di hari terakhir mengingat Clarissa yang masih terbaring lemas di RS.
Bryan sempat merasa ada yang kurang, meskipun ia sendiri tak begitu memperdulikan Clarissa. Bagi dirinya Clarissa bukan orang terpenting dihidupnya, ia hanyalah perempuan asing.
"Hai kak Bryan, akhirnya ospek Maba sudah selesai. Aku udah ga sabar untuk menjadi mahasiswa baru di kampus ini. O ya perkenalkan nama Aku Nadira" ucap Nadira mahasiswa baru dengan mengulurkan tangannya dan tersenyum manis
"Ahh ia, Saya Bryan" balas Bryan membalas uluran tangan Nadira dengan senyum terpaksa
"Kak Bryan ko masih ada di kampus???" tanya Nadira dengan mode kepo nya
"Enggak ko, sebentar lagi juga saya mau pulang" balas Bryan menggaruk kepalanya
"Ya sudah saya duluan" ucapnya dengan berlalu begitu saja meninggalkan Nadira
Nadira hanya bisa memanyunkan bibirnya tak kala Bryan pergi begitu saja.
"Hmm.. Kak Bryan ko pergi gitu aja sih. Dia gak tau apa kalau aku tuuh waktu masih menjadi Siswi SMA banyak disukai sama teman cowok disekolah, bahkan KK kelas ku sendiri. Ko aneh aja gitu kak Bryan mencuekkan aku. Heran dehh apa aku ga lebih cantik daripada cewek incaran nya" batin Nadira menggerutu kesal seraya menaik turun kan alis nya
Sedangkan Bryan yang sudah melangkah sejauh itu dari hadapan Nadira, ia langsung naik ke dalam mobil miliknya yang terparkir di halaman depan kampus.
Bryan duduk dan menyenderkan kepalanya sejenak. Tanpa sengaja Bryan terlintas difikirkan nya sosok perempuan cantik yang selalu mengusik ketenangan hidupnya, yaitu Clarissa Aulia.
"Aneh banget kenapa gue lagi-lagi memikirkan cewek absurd itu," ucap Bryan monolog
Tak ingin larut dalam lamunannya, ia segera menancapkan pedal gas dan melaju dengan kecepatan tinggi.
Sampai ketika saat mobilnya terhenti di traffic light, Bryan tersadar akan penuturan mamah nya yang ingin melihat Bryan memperkenalkan perempuan ke hadapannya.
Bryan memukul stir dan memijat pelipisnya
"Ahhh kenapa gue sampai lupa dengan ucapan mamah,. Kemarin gue udah terlanjur bilang bahwa mau memperkenalkan seorang perempuan ke hadapan nya. Bego bego gue.. Kenapa ga mikir panjang, terus siapa juga perempuan yang akan gue perkenalkan ke mamah" ucap Bryan yang sudah frustasi
Seketika Bryan masih mengingat perkataan Clarissa bahwa ia meminta Bryan untuk menyelamatkan hidupnya.
Bryan terdiam dan mencoba mengingat-ingat perkataan Clarissa
"Kemarin Clarissa sudah bilang, dia minta tolong ke gue untuk bertanggung jawab atas kehamilan nya... Ahh shitt!!! Tapi masa gue harus bertanggung jawab sedangkan dia hamil aja gue gak tahu menahu siapa orang yang sudah berhasil menghamilinya"
Bryan berfikir sejenak.
"Ga ada pilihan lain emang,..... Cuman ada dua opsi dijodohkan atau menerima tawaran dari Clarissa" ujar Bryan bertanya-tanya dalam hati nya.
__ADS_1
Tin..Tin..Tin
Bunyi klakson mobil dibelakang nya mulai terdengar bising ditelinga Bryan.
Bryan terperanjat dan langsung menyalakan mesin mobilnya.
****
Bryan sudah berada di RS Pelita Hati. Ia berniat untuk menjenguk dan melihat keadaan Clarissa. Kalau bukan untuk menyelamatkan hidupnya dan kepentingan masa depannya, sebenarnya ia sendiri begitu malas berurusan terus dengan Clarissa.
Ia mulai menghentakkan kakinya menyusuri koridor RS.
"Kalau bukan karena mama yang terus memaksa dan mendesak gue. Gue mana sudi menginjakkan kaki gue ketempat ini, apalagi kalau harus menemui perempuan seperti mu" batin Bryan. Hati nya tak dapat meredam amarah yang sudah bergejolak
Langkah nya terhenti di ruangan rawat, ia mulai menguping dari balik pintu.
**
Di dalam kamar ruang rawat VVIP Clarissa Aulia masih terbaring lemas, beruntung papah nya ada disana setia menemani putrinya.
"Sayang sekarang kamu makan ya" pinta papah Farhan yang sudah memegangi food tray yang berisi makanan yang di kasih dari RS
"Nggak pah.. Cla gak mau" tolak Clarissa
"Sayang kalau kamu gak makan nanti sakit" ujar Farhan merasa resah
Clarissa tersentak tak percaya, ia membulatkan matanya sempurna.
"Kak Bryan" ucap Clarissa dengan suara lemasnya
Farhan menoleh ke belakang dan melihat ke arah Bryan yang berpenampilan rapi menggunakan stelan kampus dan jas almamater nya yang membalut tubuhnya.
"Loh kamu ini siapa???" tanya Farhan dengan penuh selidik. Bahkan ia sampai mengingat logo dalam jas Almamater yang Bryan pakai
"Tunggu... tunggu kamu kuliah di Universitas Indonesia juga???" tanya papah Farhan yang mulai tersadar
"Hemm..Ehh iya Om benar. Saya kuliah di kampus universitas Indonesia juga. perkenalkan om nama saya Bryan" ucap Bryan menyalami tangan papah Farhan
"Saya Farhan papah nya Clarissa" ucap Farhan dengan terus memandangi wajah Bryan
"Kalian sudah saling kenal??" tanya papah Farhan menoleh ke arah Bryan dan juga Clarissa
"Sudah om, kebetulan saya adalah KK tingkat yang ditugaskan mengatur ospek Maba" jawab Bryan dengan tersenyum ramah
"Oh syukurlah" balas Papah Farhan santai
__ADS_1
"Oh iya Cla bagaimana keadaan mu??" tanya Bryan yang mencoba menunjukkan sedikit perhatian nya
"Alhamdulillah kak keadaan saya cukup membaik hari ini" balas Clarissa dengan senyuman yang mengembang di sudut bibirnya
Entahlah di dalam benaknya merasa sangat bahagia melihat kedatangan Bryan.
Drt...Drt...Drt...
Terdengar suara telfon dari ponsel papah Farhan
Farhan mencoba meraih benda pipih itu, ia melihat dilayar ponselnya bahwa Asisten pribadi nya yang menelfon.
"Sebentar saya angkat dulu telfon" ucap Papah Farhan
"Silahkan om" timpal Bryan
Papah Farhan keluar dari ruang rawat dan langsung mengangkat telfon nya.
"Iya Hallo Ronald" ucap papah Farhan
"Hallo tuan kita sudah ditunggu oleh client besar dari PT.Rama Persada untuk membahas projects dengan perusahaan tuan" ucap Ronald disebrang telfon
"Baik sebentar lagi saya akan kesana, kamu coba handle dulu meeting nya" pinta papah Farhan
"Baik tuan"
Telfon berakhir, dan Farhan masuk kembali ke ruang rawat.
"Sayang papah gak bisa menjaga kamu, papah harus segera pergi meeting karena sudah ditunggu oleh client besar papah" ujar papah Farhan
"Oh ya sudah om, om pergi saja.. Biar saya saja yang menjaga anak om disini" sahut Bryan
"Kamu benar nak, apa gak akan merepotkan??" tanya Papah Farhan merasa sungkan
"Nggak ko om,.. Om tenang saja. Saya akan menjaga dan menemani anak om" tawar Bryan dengan santainya
"Baiklah Om titip Clarissa, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi om" ujar papah Farhan
"Baik om tenang saja" ucap Bryan
"Ya sudah sayang, papah pergi dulu. Kamu baik-baik disini. Cepet sembuh papah sayang sama kamu" ucap papah Farhan mengusap lembut rambut putri nya seraya mencium keningnya
"Cup"
Sebuah kecupan hangat mendarat di kening Clarissa.
__ADS_1
Bryan yang saat itu ada dihadapan mereka, merasa begitu bahagia melihat kehangatan dari seorang anak dan papahnya.
...----------------...