Benih Yang Tak Kau Harapkan

Benih Yang Tak Kau Harapkan
Perhatian Bryan


__ADS_3

Bryan akhirnya menyuruh Clarissa untuk menghentikan push up nya karena ia sendiri pun tidak tega melihat perempuan dihadapannya sedari tadi harus menerima hukuman yang ia perintahkan


Dengan nafas yang tersengal-sengal Clarissa mulai beranjak berdiri, belum saja seluruh badannya ia tegakkan kepalanya sudah merasa berat, Clarissa tak dapat lagi menahan pusingnya, sedetik kemudian tubuhnya mulai melemas dan terbujur kaku, seketika Clarissa terjatuh pingsan. Beruntung saat itu Bryan yang berada di hadapannya mampu menahan dan meraih tubuh Clarissa


"Heh dek bangun" ucap Bryan menepuk nepuk pipi Clarissa berusaha membangun kan nya tetapi Clarissa sama sekali tak merespon, dirinya sudah berhasil tidak sadarkan diri


Dengan rasa cemasnya Bryan tak ada pilihan lain selain menolong Clarissa. Ia mengangkat tubuh Clarissa dan membawanya ke ruangan UKS


"Fajar kamu yang handle semua nya, saya mau membawa perempuan ini ke UKS" pinta Bryan pada Fajar teman kampus nya


"Baik Bryan" sahut Fajar


Bryan berusaha mengangkat tubuh Clarissa Ala bridal style.


Semua yang ada di lapangan mengalihkan pandangannya ke arah Clarissa dan Bryan. Mereka merasa kasihan pada Clarissa yang sudah datang terlambat, diberi hukuman dan sekarang dirinya malah pingsan tak sadarkan diri.


Kegiatan Ospek Maba harus di hentikan sejenak saat apa yang sudah menimpa Clarissa membuat teman se angkatan dengannya mengkhawatirkan keadaan dirinya.


Dengan langkah perlahan Bryan terus berjalan menyusuri setiap gedung kampus seraya mengangkat tubuh Clarissa. Sampai ketika kakinya terhenti di sebuah ruangan UKS.


Bryan masuk dan membawa Clarissa ke dalam, lalu ia mulai merebahkan tubuh Clarissa di atas brankar ruangan UKS. Selang beberapa menit Dokter yang menangani mahasiswa di kampus itu datang dan memeriksa keadaan Clarissa


"Saya mau memeriksa keadaan nona ini" ucap salah seorang Dokter perempuan yang bernama Dokter Windi


"Baik silahkan dok" balas Bryan


Dokter itu mulai menyingkapkan baju Clarissa, memeriksa keadaan tubuhnya menggunakan alat stetoskop dan juga tensimeter


"Perutnya kosong, dan darah nya sangat rendah" ucap Dokter Windi


Sedangkan Bryan hanya terdiam mendengarkan penuturan dokter Windi


"Mungkin sebelum nya dia ini belum sarapan pagi, saya menyarankan setelah nanti dia mulai tersadar jangan lupa diberi makanan untuk mengganjal perutnya" titah Dokter Windi

__ADS_1


"Baik Dokter nanti saya akan beri dia makanan" ujar Bryan


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter Windi berlalu keluar dari ruangan UKS


Sedangkan Bryan masih saja menunggu Clarissa sampai sadar, ia berdiri mematung sambil menyilang kan kedua tangan nya ke arah dada dan menyernyitkan alis nya. Raut wajahnya terpancar dengan penuh amarah dan kesal karena di hari pertama ia yang baru saja memimpin ospek harus dihadapkan dengan kejadian yang menimpa Clarissa.


"Bikin kesal saja sih ini adik tingkat" gerutu Bryan dalam hatinya. Seketika emosinya semakin meletup letup


Tak berapa lama tangan Clarissa mulai bergerak. Clarissa berupaya membuka kedua matanya perlahan, ia mulai menengadah menatap langit langit ruangan UKS. Clarissa menoleh ke arah samping ranjang tempat tidur di sana masih bediri seorang KK tingkat yaitu Bryan


"Sudah sadar kamu" ucap Bryan dengan senyuman mengejek


Clarissa yang mulai tersadar berusaha bangkit dari tempat duduknya tapi sayangnya sekuat tenaga Clarissa berupaya duduk dan bersandar di tepian ranjang kepalanya seperti sangat berat, dengan terpaksa Clarissa menjatuhkan kembali tubuh nya ke ranjang tempat tidur


"Sudah kamu ga usah so soan bangun, kalau masih sakit kamu istirahat saja. Lagian bangun juga mau ngapain? Mau ikutan gabung lagi. Hah malah bikin repot saja" ucap Bryan dengan sindiran pedas


"Ma-maaf kak karena gara-gara saya, saya sudah membuat KK repot" sahut Clarissa dengan suara terdengar lemas. Clarissa sekarang merasa tak enak hati


"Mau minta maaf juga sudah terlambat, tidak akan membalikkan keadaan" ujar Bryan berlalu pergi meninggalkan Clarissa


Hati keci Clarissa tak bisa menyembunyikan lagi kesedihan, dengan sekuat tenaga Clarissa berupaya supaya air matanya tak menetes tetapi perlahan jatuh juga cairan bening itu di pelupuk matanya.


Perkataan Bryan sungguh sangat menyanyat hati dan juga perasaan Clarissa.


Dari semenjak Clarissa masih menjadi Siswi SMA teman sekelasnya selalu memperlakukan Clarissa dengan begitu baik, tetapi kini keadaan nya sangat berbalik.


Saat dirinya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, belum saja sehari menginjakkan kakinya di kampus harus dihadapkan dengan masalah dan situasi yang sangat besar.


Clarissa tak tahu bahwa hari itu dirinya harus terlambat datang ke kampus. Padahal dari jauh jauh hari Clarissa begitu bersemangat untuk memulai menjadi seorang mahasiswi.


Entahlah dari kemarin sore sampai menjelang pagi lagi bawaan nya merasa ngantuk dan kelelahan. Meskipun Clarissa dari sebelumnya tak mengerjakan sesuatu yang berat, tetapi kali ini dalam tubuhnya ia merasa kelelahan, kepalanya sedikit pusing.


Beberapa menit kemudian Bryan kembali masuk ke ruangan UKS dengan membawa sebuah nampan yang berisikan semangkuk bubur ayam dan air teh hangat.

__ADS_1


Bryan membawa nampan itu ke hadapan Clarissa. Lalu ia menaruh nya di atas meja yang berada disebelah ranjang brankar


"Nih makan, sengaja aku gak mau melihat kamu kenapa kenapa. Apalagi kamu adalah calon Mahasiswi ini. Aku ga mau disalahkan nantinya" ujar Bryan


"Makasih kak, sebaiknya KK ga usah repot-repot" ucap Clarissa merasa sungkan


"Kamu ga usah ge'er dulu, bukan berarti aku mau peduli. Aku cuma gak mau kalau nantinya aku yang disalahkan kalau aku membiarkan kamu kelaparan!!!" pungkas Bryan tak bersuara lagi


Clarissa seketika terdiam, ia merasa tersentak saat Bryan mengatakan perkataan yang menyakitkan untuk kesekian kalinya.


Clarissa memainkan bola matanya dan memalingkan pandangannya


"Kenapa masih diam saja, apa kamu ga suka bubur. Mau nya dibawain makanan apa???" tanya Bryan berusaha menawarkan diri


"Ti-tidak kak tidak perlu, ia ini saya mau makan ko kak" ucap Clarissa yang sudah berusaha duduk


Clarissa meraih mangkuk yang disimpan di atas meja, tetapi tangan nya melemas dan bergemetar


Dengan terpaksa Bryan tak rela membiarkan Clarissa seorang diri harus makan dalam keadaan tubuhnya yang melemas. Tak ada pilihan lain selain dia yang menyuapi bubur ayam itu untuk Clarissa


"Ya sudah sini sini, biar aku saja yang ambil mangkuk nya. Nanti pecah lagi kamu mau menambah aku semakin kerepotan" ucapnya


Bryan berusaha mengambil mangkuk, ia mulai menaruh sendok dan kemudian menyuruh Clarissa untuk segera membuka mulut


"Ayo buka mulut nya" pinta Bryan yang sudah mengambil bubur dengan sendok


Clarissa terdiam tak percaya


"Kenapa masih diam, buka Aaaaa!!!" pinta Bryan


"I-iya kak" ucap Clarissa


Akhirnya Clarissa berusaha membuka mulutnya dan ia memakan bubur yang diberikan Bryan.

__ADS_1


Suapan pertama dan seterusnya Clarissa memakan bubur yang diberikan Bryan ke dalam mulutnya


__ADS_2