
Clarissa yang sudah rapi menggunakan stelan kampus nya ia turun dan menghampiri Bi murni di ruang makan, Clarissa menoleh ke semua sudut, disana tidak ada Bryan sama sekali. Mungkin saja Clarissa menduga bahwa Bryan masih berada di dalam kamarnya. Sejak keributan semalam Clarissa masih segan untuk mengetuk pintu kamar suaminya, sekedar mengucapkan selamat pagi atau membangunkan Bryan. Hari ini Clarissa merasa kesalahan semalam masih saja tersisa belum hilang dalam benaknya.
"Non Clarissa, silahkan non sarapan nya sudah bibi siapkan" ucap Bi Murni mempersilahkan Clarissa untuk sarapan pagi.
Clarissa langsung duduk dengan tubuhnya nya yang tampak terlihat lesu tidak ada kecerian dalam rona wajahnya.
"Kalau begitu bibi permisi dulu mau kebelakang" pamit bi Ijah
"Tunggu bi" cegah Clarissa
"Ada apa non? Ada yang bisa bibi bantu?" tanya bi Ijah
"Bibi bisa tolong panggilkan mas Bryan ke ruang makan" pinta Clarissa
"Maaf non bukannya tuan Bryan sudah berangkat ke kampus setengah jam yang lalu" sahut Bi Ijah
"Apa sudah pergi?" tanya Clarissa terkejut
"Iya non malahan tadi tuan Bryan pamitan pada bibi terlebih dahulu sebelum pergii" jawab Bi Ijah
"Ya sudah bi gak apa-apa, kalau gitu bibi boleh kembali lagi bekerja" titah Clarissa
"Baik non" balas bi Ijah
'Kak Bryan apa segitu nya KK marah sampai meninggalkan aku sendirian disini' batin Clarissa
**
15 menit kemudian Clarissa menyudahi sarapan pagi nya, ia menoleh ke arah jam tangan nya sudah menunjukkan pukul 07.25 menit. Clarissa beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu keluar.
Di halaman depan Clarissa kebingungan harus menggunakan kendaraan apa yang dapat mengantarkan nya sampai ke kampus. Clarissa berfikir sejenak, ia pun tidak ingin datang terlambat. Ia terus mencari cara.
"Aha apa aku telfon pak Taryo saja ya, mungkin saja bisa mengantarkan aku ke kampus" gumam nya
"Ya sudah aku telfon saja"
Clarissa berusaha menelfon supir pribadi nya yang sewaktu dulu ia tinggal di rumah papah nya. Sejak menikah memang supir pribadi Clarissa tidak lagi bertugas sebagai supirnya lagi, mengingat Bryan dan Clarissa setiap hari selalu pergi ke kampus berbarengan. Di tambah pula di rumah Bryan tidak ada supir pribadi.
Tut...Tut...tut...
Sambungan telefon pun tersambung
"Hallo non Clarissa" ucap pak Taryo dari sambungan telefon
__ADS_1
Clarissa bahagia supir pribadi nya langsung mengangkat telepon nya.
"Hallo pak Taryo, bapak gimana kabarnya?" tanya Clarissa
"Alhamdulillah baik non" jawab pak Taryo
"Pak Taryo sekarang lagi dimana, bisa gak bapak mengantarkan saya menuju kampus?" tanya Clarissa
"Bi-bisa non kebetulan tuan hari ini pergi nya sendiri non. Kalau begitu non Clarissa sekarang kirim alamat rumah non sekarang ke nomor bapak" titah pak Taryo
"Baik pak saya kirim alamat nya sekarang" terang Clarissa
Belum saja ia mengirim alamat rumahnya, Clarissa berubah fikiran. Ia memutuskan untuk memesan ojek online saja. Ia fikir kalau menunggu supir pribadinya akan sangat lama untuk sampai ke kampus, apalagi jalanan ibu kota pada saat pagi hari sudah dipastikan macet.
Tak ada pilihan Clarissa mengabari supir pribadi nya lewat sebuah pesan ke aplikasi hijaunya.
[Pak sepertinya saya tidak bisa menunggu bapak, saya mau pesan ojek online saja. Pak Taryo tidak usah datang menjemput saya. Dan saya pesan pak Taryo jangan bilang pada papah kalau tadi saya sudah telfon bapak]
Pesan terkirim dan langsung berubah menjadi centang biru , itu tandanya sudah dibaca oleh pak Taryo.
[Baik non tidak apa-apa kalau non tidak jadi diantar oleh bapak, hati-hati non di perjalanan nya. Jangan sungkan kalau non ada keperluan apa-apa bisa hubungi bapak kapanpun]
Ting
Pesan dari Clarissa sudah dibalas oleh pak Taryo. Ia langsung membacanya.
Tak lama kemudian pengemudi nya sudah didapatkan, 5 menit seorang pengemudi ojek online yang ia pesan tiba di hadapan Clarissa.
"Dengan non Clarissa?" tanya pengendara ojek online
"Iya bang dengan saya, antarkan saya menuju kampus Universitas Indonesia ya bang" pinta Clarissa
"Baik non, ini helm nya" timpal Ojek online dengan menyerahkan helm yang berlogo solv berwana hijau.
Beberapa menit kemudian Clarissa tiba di kampusnya, ia turun dan membuka helmnya.
"Ini bang ongkos nya" ucap Clarissa menyerahkan uang lebaran berwarna biru
"Aduh non apa gak ada uang yang pas? Abang baru narik satu penumpang. Baru non aja, Abang gak punya kembalian non" tawar pengemudi ojek online sembari memelas
"Gak apa-apa bang ambil saja kembalian nya" timpal Clarissa
"Beneran non? Alhamdulillah kalau begitu Abang ambil ya kembaliannya, semoga non rezekinya nya lancar terus" tutur pengendara ojek online dengan perasaan bahagia nya
__ADS_1
"Aamiin bang.. Oh ya bang kalau gak keberatan bagaimana kalau saya abonemen saja. Setiap hari Abang bisa mengantar saya pulang pergi ke kampus?" tawar Clarissa
"Bisa non, kapanpun Abang siap" sahut pengendara ojek online dengan tersenyum sumringah
"Ya sudah bang saya minta nomor telepon Abang, nanti saya save. Kalau butuh apa-apa saya kabarin Abang" ucap Clarissa
"Siap non" ucap Abang Ojol
Tak disangka Bryan yang sedang duduk dikursi yang berada di halaman kampus sembari membaca novel, ia melirik pandangan matanya tertuju pada Clarissa yang sedang asik berbincang hangat dengan seorang Abang ojek online. Tak bisa dipungkiri lagi hatinya merasa kesal atas sikap istrinya yang terkesan murahan.
Bryan segera pergi menghampiri Clarissa.
"Clarissa" pekik Bryan
Clarissa tersadar ia menoleh ke arah Bryan.
"Bang kalau begitu saya permisi, nanti saya hubungi Abang kalau butuh jemputan" papar Clarissa
"Baik non" balas Abang ojek online mengangguk kan kepalanya.
~~
"Bagus ya kemarin malam ketahuan sudah telfonan sama cowok lain, sekarang ke gep lagi berdua-duaan dengan pengendara ojek online! Apa semurahan itu kamu jadi perempuan!" tuding Byran dengan rahang yang sudah mengeras
"Cukup ya kak! Kalau KK ga tau yang sebenarnya gak usah fitnah! Siapa juga yang berduaan sama pengendara ojek online. Saya tadi itu minta nomor telfon nya untuk jadi supir abonemen. KK tau kalau saya jalan kaki ke kampus itu gak bisa, nanti kaki saya gempor! sungut Clarissa
"Iya tapi kamu gak mesti terlihat kegenitan juga?" bentak Bryan
"Siapa yang kegenitan? KK aja yang terlalu overthingking! Permisi saya mau ke kelas" tandas Clarissa segera meninggalkan Bryan
"Tunggu" cegah Bryan
"Apa lagi sih?" desis Clarissa
"Aku tidak suka kamu deket-deket sama cowok manapun!" terang Bryan
Clarissa menyernyitkan alis nya
"Siapa juga yang deket-deket, lagian hak KK apa!? Kita juga nikah hanya sebatas nikah kontrak kan" cela Clarissa
"Iya memang kita nikah kontrak tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya bisa bebas deketin cowok lain" timpal Bryan
"Siapa juga yang deketin cowok lain,.KK itu terlalu berlebihan!" ungkap Clarissa
__ADS_1
Tak ingin Clarissa semakin memperbesar masalahnya, ia pergi meninggalkan Bryan begitu saja.
"Huhhhftttt aku memang tidak berhak melarang kamu berdekatan sama siapapun Cla karena pada dasarnya kita nikah hanya sebatas nikah kontak! Hanya saja aku tidak suka kamu bersikap seperti itu!" gumam Bryan