
Setibanya di koridor RS kedua orang tua Bryan mencoba menelfon anaknya terlebih dahulu sebelum menanyakan ruang rawat pada resepsionis RS.
"Hallo Bryan ini mamah" ucap mamah Desi
"Haa iya mah, mamah sekarang ada dimana" tanya Bryan disebrang telfon
"Bryan mamah dan papah sudah sampai di lobby RS, ruang rawat pacar kamu sebelah mana??" tanya mamah Desi begitu penasaran
"Mamah cari aja ruangan VVIP kamar raflesia" jawab Bryan
"Oke Bryan, mamah dan papah segera kesana"
**
"Mbak ruangan VVIP kamar raflesia sebelah mana ya??" tanya mamah Desi yang sudah mendekati meja resepsionis
"Nyonya naik aja ke lantai 5, nanti didepan belok kiri paling ujung itu ruangan VVIP kamar raflesia" jawab Resepsionis
"Baik terimakasih mbak"
"Ayo pah sekarang kita kesana" ajak Mamah Desi dengan menggandeng lengan suaminya.
Ting!!!
Lift yang di tumpangi Mamah Desi dan Papah Angga berhasil membawa tiba di lantai 5. Mereka berdua langsung turun dan melangkah keluar berlalu menuju ruang rawat Clarissa.
CEKLEK
Pintu ruangan dibuka oleh perempuan paruh baya yaitu mamah Desi. Mamah Desi masuk dan membelalakkan matanya sedikit tidak percaya dengan perempuan yang ia temuinya sedang terbaring lemas di brankar rumah sakit.
"Mamah" ucap Bryan setelah berhasil menoleh ke belakang ternyata kedua orang tuanya sudah datang.
Bryan beranjak berdiri dan menyambut kedatangan kedua orang tuanya.
"Bryan jadi perempuan ini adalah pacar kamu" tanya mamah Desi yang berhasil melangkah kan kaki nya lebih dekat ke arah Clarissa.
Clarissa tersenyum dan menyapa kedua orang tua Bryan
"Tante..Om" sapa Clarissa dengan menganggukkan kepalanya
"Perkenalkan nama saya Clarissa tan" ucap Clarissa mengulurkan tangannya berniat berkenalan
"Saya Desi mamah nya Bryan" balas Desi
__ADS_1
"Ahh sayang kamu kenapa bisa sampai di rawat??" tanya mamah Desi menunjukkan sikap perhatian nya seraya mengelus pelan rambut Clarissa
Clarissa diam sejenak, dan menoleh ke arah Bryan.
"Mah Clarissa sebaiknya jangan dulu banyak ditanya ini itu, kasihan dia butuh istirahat yang cukup" sahut Bryan berusaha menimpali pertanyaan mamah nya
"Maafkan tante sayang, tante hanya khawatir saja dengan keadaan kamu seperti sekarang ini.. Get Wilson sayang" ujar mamah Desi penuh haru
"Aamiin makasih tante dan om sudah menyempatkan waktunya datang kemari" balas Clarissa dengan senyum bahagia
"Kamu ga usah sungkan sayang,.justru tante itu bahagia bisa bertemu dengan kamu, kekasih Bryan. Tante masih tidak menyangka bahwa yang menjadi kekasih Bryan itu kamu, perempuan yang cantik, baik, sopan dan ramah pula. Ahh pokonya tante udah ga sabar untuk segera menjadikan mu menantu" ungkap mamah Desi dengan kegirangan
Spontan Bryan menyenggol lengan mamahnya
"Mamah bisa jangan bahas ini dulu, kan tujuan mamah itu cuman mau menjenguk pacar Bryan aja, bukan berarti harus ngebahas yang lain-lain disini" bisik Bryan ditelinga mamah Desi yang tidak terima
"Shutt sudah kamu diam saja" sangah mamah Desi
**
Tiba-tiba saja semua dikejutkan dengan kedatangan papah Farhan yang datang kembali ke ruang rawat anaknya.
Mereka semua yang berada diruangan itu terbelalak dan diam terpaku.
"Om" sahut Bryan dengan menundukkan kepalanya
"Bryan mereka berdua siapa??" tanya Papah Farhan dengan sesekali menoleh ke arah Desi dan Angga.
"Perkenalkan tuan saya adalah Desi orang tua Bryan" sahut mamah Desi mengulurkan tangannya
"Saya Farhan papah nya Clarissa" jawab Farhan membalas uluran tangan Desi
"Saya Angga tuan Farhan, senang berkenalan dengan mu" sapa Papah Angga
"Tunggu...tunggu Angga ko namanya tidak asing ditelinga saya" ujar papah Farhan mencoba mengingat siapa Angga sebenarnya
"Angga Sanjaya kan pemilik Sun Departemen store itu kan, yang outlet nya ada dimana-mana???" tanya papah Farhan yang sudah mengingat latar belakang Angga Sanjaya
"Betul itu, Saya adalah Angga Sanjaya pemilik Sun Departemen store. Anda Farhan Adijya Kusuma seorang CEO dari perusahaan consumer good ternama itu kan??" tanya Angga yang mengenali Farhan
"Bener sekali tuan.. Ahh saya senang sekali bisa bertemu dengan Anda tuan. Terakhir kita bertemu dimana ya saya lupa..." ucap Papah Farhan seraya berfikir sejenak
"Saya masih ingat terakhir kali kita bertemu di salah satu seminar usahawan dikota solo, saat itu tamu agung nya adalah wali kota solo " sahut papah Angga
__ADS_1
"Nah itu saya baru ingat.. Maaf maaf tuan Angga saya suka lupa mengingat kejadian beberapa tahun kebelakang" ucap papah Farhan
"Tidak masalah tuan Farhan, karena kita berdua adalah orang yang sama-sama sibuk menggeluti bidang bisnis jadi wajar kalau sampai lupa" timpal papah Angga
Seketika Bryan dan Clarissa hanya diam tak berkutik dan bersuara. Mereka berdua fokus mendengar kan penuturan kedua papahnya yang ternyata sudah saling mengenal.
"Jadi papah dan om Farhan udah saling mengenal??" tanya Bryan kepada Papah nya
"Iya Bryan tuan Farhan ini adalah rekan bisnis papah, tuan Farhan juga sudah bekerja sama mendistribusikan brand hasil produksi nya ke ke mall papah" jawab papah Angga menyakinkan
"Wahh mamah senang Bryan, ternyata kamu tidak salah pilih calon istri. Anak dari rekan bisnis papah mu sendiri, kalau tau dari dulu kemarin-kemarin mamah tidak akan menjodohkan mu dengan perempuan lain, untungnya kamu menolak perjodohan itu" timpal mamah Desi
"Maksud nyonya itu apa ya, saya masih kurang paham???" tanya papah Farhan mengerutkan keningnya
"Bryan ayo jelasin" pinta mamah Desi dengan menyenggol lengan anaknya
"Ahh..Ehh..Iya mah" balas Bryan sedikit gelagapan dan salah tingkah.
Sesekali Bryan melirikkan pandangan matanya ke arah papah Farhan yang sudah berdiri dan menatap manik matanya dengan serius.
"Maaf Om saya harus menyampaikan bahwa saya dan Clarissa sudah menjalin kasih cukup lama" ujar Bryan dengan penuh keraguan
"Maksudnya kalian sudah berpacaran???" tanya papah Farhan menoleh ke arah Bryan dan bergantian ke arah Clarissa
"I-iya Om... Iya kan Cla" tanya Bryan kepada Clarissa
Clarissa yang tidak ingin berbohong tanpa fikir panjang akhirnya ia menuruti semua perkataan Bryan, semata-mata karena Bryan yang akan menyelamatkan hidup nya.
"Iya benar pah, sebenarnya kita sudah lama menjalin kasih. Maafkan Cla pah karena tidak memberitahukan kepada papah. Cla dan Bryan pacaran diam-diam dibelakang papah" ungkap Clarissa dengan akting nya yang bagus tak membuat papah nya curiga
Papah Farhan terdiam, menarik nafas panjang nya terlebih dahulu.
"Oke Bryan Om tidak akan menegur mu kali ini,. Perlu kamu ketahui dari semenjak Clarissa kecil sampai beranjak dewasa om selalu menasehati bahwa Clarissa harus bisa menjaga diri nya sendiri, bukan nya om mengekang tetapi om tidak mau Clarissa bisa sampai terbawa arus pergaulan anak zaman sekarang. Pacaran anak anak sekarang sudah terlewat batas mereka sampai mengenal s*x bebas bahkan ada yang hamil diluar nikah. Itu yang menjadi kekhawatiran Om. Makanya om selalu overprotektif supaya Clarissa menjadi anak yang baik yang bisa menjaga harga dirinya" tutur papah Farhan
Deg
Jantung Clarissa seperti ingin terhenti berdetak.
Raut matanya berubah menjadi suram.
...Perkataan papah Farhan sudah menampar keras hati Clarissa dalam-dalam, bagaimana pun tidak sekarang yang diucapkan papah nya terjadi pada Clarissa sendiri. Clarissa harus menanggung malu aib nya, tak kala ia sekarang dihadapan dengan masalah besar yaitu hamil diluar nikah....
...----------------...
__ADS_1