
Malam harinya.
Clarissa sedang tiduran dikamar nya seraya mendengarkan kan musik yang tengah hits dan viral. Dengan cara seperti itu ia mengusir rasa sepinya.
Sedangkan kan Bryan tengah sibuk di kejar deadline, mengerjakan tugas kuliahnya yang sebentar lagi ia sendiri akan melakukan sidang skripsi.
Berbeda dengan Bi Murni yang baru saja ia akan terlelap tidur karena seharian ini ia sudah sangat kelelahan mengerjakan tugas sebagai asisten rumah tangga di kediaman Bryan. Tiba-tiba saja dia di kejutkan oleh suara bel.
Ting
Tong
!!
"Owalah siapa yang malam-malam begini bertamu ke rumah tuan Bryan" Gumamnya
Tak ingin terus bertanya-tanya dalam hati, Bi murni segera beranjak dari tempat tidurnya, ia berjalan keluar dari kamarnya melangkah menuju pintu depan.
CEKLEK
Pintu dibuka oleh bi Murni. Sesaat ia merasa bahagia dan tak percaya bahwa ke dua orang tua Bryan datang ke rumahnya.
"Tuan besar dan nyonya" ucap Bi Murni
"Iya bi ini saya dan suami.. Oh ya bi apa tuan Bryan dan istrinya ada dirumah?" tanya Mamah Desi
"Ada nyonya,. mereka tengah berada dikamar nya masing-masing" celetuk bi Murni dengan polos nya
"Di kamar nya masing-masing? Apa maksud bibi?" tanya mamah Desi mengerutkan keningnya
"Ehh Anu nyonya.. Mari lebih baik nyonya dan tuan masuk dulu" pinta bi Murni
Mamah Desi dan papah Angga masuk ke rumah Bryan. Mereka duduk di kursi ruangan tamu.
"Sebentar nyonya saya panggilan kan dulu tuan Bryan dan juga istrinya" ucap Bi murni seraya membungkukkan badannya dan berlalu berjalan menaiki anak tangga.
Sampai di lantai atas bi Murni mengetuk pintu kamar Bryan.
"Tok...Tok...Tok..."
"Tuan buka pintunya sebentar ini bibi" teriak Bi murni dari luar pintu
"Ahhh bibi ada apa sih ganggu saja" dengus Bryan.
Bryan tak suka saat ia sedang fokus belajar diganggu oleh siapapun, dari sejak kecil ia itu anak yang rajin dan kutu buku.
"Ada apa??" tanya Bryan yang sudah membuka pintu nya
"A-anu tu-tuan disana..disana" ucap Bi Murni mendadak terbata-bata
"Bibi mau bilang apa sih, ahh sudah kalau gak ada yang penting aku masuk lagi nih. Permisi aku lagi belajar bi jangan diganggu dulu" ucap Bryan dengan segera masuk dan menutup pintu nya
"Tunggu tuan, diluar sudah ada nyonya dan tuan" ucap bi Murni dengan suara lantang
"Apa!!!!" Bryan terkejut dan juga merasa ketar-ketir
"Maksud Bibi Mamah dan papah aku???" tanya Bryan yang sudah membuka pintu nya kembali
"Iya tuan" jawab bi Murni
"Mampus" ucap Bryan menepuk jidatnya
"Oh ya bi saya minta bibi jangan beritahu mamah dan papah soal aku yang tidak pernah satu kamar dengan Clarissa. Bibi bilang saja kalau aku dan Clarissa adalah pasangan yang romantis" titah Bryan
"Si-siap tuan" ucap Bi Murni
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan mau membawakan minuman untuk nyonya dan tuan besar" sambung bi Murni.
Dengan segala keresahan dan kegundahan nya terpaksa malam ini Bryan harus satu kamar dengan Clarissa.
"Tok..Tok..tok..."
__ADS_1
"Cla buka pintunya" pinta Bryan dengan berteriak cukup kencang
Clarissa yang sedang asik mendengar kan musik ia terlelap sehingga ketukan pintu dari Bryan tak dihiraukan nya.
Bryan merasa kesal karena sedari tadi Clarissa masih tidak membuka pintu kamar nya. Ia mencoba memegang gagang pintu beruntung nya saat itu kamar Clarissa tidak dikunci, dengan begitu Bryan bisa leluasa masuk ke dalam kamar istrinya.
Saat mengetahui Clarissa sudah terlelap Bryan tak ingin membangunkan nya.
"Jadi ternyata kamu sudah tidur Cla" ucap Bryan mendekati ke arah Clarissa. Ia mencoba mengelus rambut Clarissa, dan menyingkap kan anak rambut yang menutupi wajahnya. Bryan juga mematikan musik yang berada di dalam ponsel Clarissa. Ia menyimpan benda pipih itu di atas nakas.
Di lantai bawah Mamah Desi dan juga papah Angga sedari tadi masih menunggu kedatangan anak dan juga menantu nya yang belum juga turun.
"Pah ko anak kita lama banget sih turun nya, mamah kan sudah kangen" gerutu mamah Desi
"Sabar mah sebentar lagi juga anak kita datang" sahut papah Angga berusaha menenangkan istrinya
"Selamat malam pah" ucap Bryan yang sudah tiba menghampiri kedua orang tuanya
"Ahh Bryan anak mamah, mamah kangen banget sama kamu nak" ucap mamah Desi memeluk hangat tubuh Bryan
"Sama mah Bryan juga begitu merindukan mamah dan papah" balas Bryan
"Oh sayang istri kamu Clarissa kemana?" tanya mamah Desi penasaran
"Clarissa sekarang sudah tidur mah" jawab Bryan
"Ko dia sudah tidur lagi sih baru juga jam segini" tutur mamah Desi
"Mungkin dia kelelahan seharian ngampus" ucap Bryan
"Oh ya sudah Bryan tak masalah bagi mamah, karena kita berniat untuk menginap disini selama satu Minggu" ujar mamah Desi
Bak di sambar petir perasan Bryan merasa resah. Ia tak bisa berfikir lagi, sejenak ia terdiam.
"Bryan ko kamu malah diam saja. kamu gak suka mamah dan papah mu menginap disini?" tanya mamah Desi
"Hehe senang lah mah.. masa sih Bryan tidak memperbolehkan mamah dan juga papah menginap disini. Ini juga kan rumah pemberian papah juga" ucap Bryan dengan berbohong. Padahal saat ini hatinya sudah sangat bimbang.
"Bagus lah sayang" sahut mamah Desi
"Mamah dan papah sengaja sayang menginap di rumah mu. Mamah hanya ingin merasakan suasana baru kumpul bersama anak mamah dan juga menantu mamah." jawab mamah Desi
"Iya benar Bryan, semenjak kamu menikah mamah mu jadi sering bersedih didalam kamar. Ia begitu merasa kesepian. Makanya papah suruh mamah menginap disini saja selama satu Minggu" papar papah Angga
"Iya Bryan mamah berharap kamu segera memberikan kami cucu. Mamah sudah tidak sabar untuk menimang anak dari kalian. Mungkin saja kalau mamah sudah memiliki cucu, di rumah tidak akan kesepian lagi" ungkap mamah Desi dengan raut wajah berkaca-kaca.
"Cucu???" ucap Bryan
"Iya sayang,.kamu sudah berhasil melakukan itu kan dengan Clarissa???" tanya mamah Desi
"Mah jangan nanya seperti itu Bryan pasti malu" sahut papah Angga
Bryan berusaha bersikap seolah iya mengerti dengan apa yang di utarakan kedua orang tua nya, meskipun kenyataannya nya jauh berbalik. Harga diri Bryan masih utuh dan belum tersentuh.
"Ko gak di jawab sih sayang?" tanya mamah Desi
"Hemm..Ahh.. sudah mah" jawab Bryan berbohong
Bryan tak ingin kedua orang tua nya kecewa.
'Maafkan Bryan mah pah, Bryan sudah banyak membohongi kalian' batin Bryan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Arghhhhhhhhh" Pekik Clarissa menggelegar ke semua sudut ruangan
Bryan yang berada di sampingnya terbangun dan terlonjak.
"Ada apa sih kamu masih pagi-pagi udah teriak" ucap Bryan dengan muka bantal. Ia masih mengantuk dengan begitu ia melanjutkan kembali tidurnya
Bughh
__ADS_1
Bughh
Bughh
Sebuah pukulan hebat mengenai tubuhnya. Clarissa kesal dan masih tidak mengerti suaminya sudah tidur di kamarnya.
"Kak Bryan kenapa ada dikamar saya?" tanya Clarissa membulatkan netra coklat nya
"Shuttt kamu bisa gak sih bicara nya pelan dikit nanti kalau ada yang tau bagaimana" pinta Bryan
"Siapa yang tau, seharusnya saya bertanya kenapa KK sekarang ada dikamar saya. Apa yang sudah kk lakukan kepada saya tadi malam?" tanya Clarissa merasa kalut
"Sudahlah kamu tenang saja, aku tidak melakukan apapun sumpah! Aku cuman ikut tidur aja disini" jawab Bryan
"Bryan ada apa ini ko kalian teriak-teriak?" tanya mamah Desi yang sudah lancang masuk ke dalam kamar Clarissa.
Clarissa sama sekali tidak percaya dengan kedatangan mamah Desi di kamarnya pada pagi hari.
Clarissa masih memegangi bantal guling, hendak menimpuk suaminya, namun niatnya harus digagalkan oleh kedatangan mamah mertuanya.
"Mamah ko ada dikamar saya, kapan mamah datang??" tanya Clarissa dengan menyalami punggung tangan mamah mertuanya
"Mamah tadi malam datang kesini sayang, mamah akan menginap selama seminggu kedepan" jawab mamah Desi
Clarissa terlonjak dan membungkam mulutnya.
"Kenapa sayang, kamu gak suka mamah dan papah menginap disini?" tanya mamah Desi
"Enggak ko mah siapa yang gak suka, justru saya senang jadi dirumah ini saya tidak akan merasakan kesepian lagi" tutur Clarissa berpura-pura bahagia
"Baguslah sayang" ucap mamah Desi
"Ya sudah tolong kamu bangunkan suami mu ya, mamah tunggu di ruang makan" titah mamah Desi
"Baik mah" ucap Clarissa.
Setelah kepergian mamah mertuanya dari kamar Clarissa. Clarissa segera menutup pintu kamar nya, lalu ia menoleh ke arah suaminya yang masih tidur.
bughh
bughh
"Awuwww ko kamu malah pukul aku lagi sih" ringis Bryan
"KK ko gak bilang kalau tadi malam mamah dan papah datang ke rumah???" tanya Clarissa dipenuhi amarah
"Tenang dulu Cla, kemarin malam aku udah berusaha membangunkan kamu tapi kamu nya sudah tidur. Ya sudah aku menghampiri mereka seorang diri" jawab Bryan
"Lalu kenapa KK bisa berada dikamar saya??" tanya Clarissa
"Apa kamu lupa di dalam isi perjanjian kontrak, kita harus berpura-pura berakting didepan kedua orang tua kita dengan bersikap romantis" jawab Bryan
"Iya tapi gak harus tidur satu ranjang juga" ujar Clarissa memanyunkan bibirnya
"Kamu tenang saja tidak akan lama ko, hanya seminggu" tutur Bryan
"Ya tetap saja itu tandanya selama seminggu saya akan satu kamar sama KK" ketus Clarissa
"Memangnya kenapa kamu gak mau??" tanya Bryan
Clarissa terdiam tak ingin melanjutkan perkataannya. Ia membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah kamar mandi. Belum saja ia melangkah sudah dicegat oleh tangan suaminya, sehingga Clarissa jatuh ke pelukan Bryan dengan posisi telungkup menindih tubuh nya.
Bryan tak henti-hentinya berkedip. Debaran jantung nya memompa begitu cepat. Untuk kesekian kalinya mereka harus bertatapan dengan seintim itu. Bryan lelaki normal ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan nya kali ini. Ia memberanikan diri dengan menongakan kepala nya ke arah bibir ranum Clarissa. Bryan mulai m*l*at bibir Clarissa dengan cukup lama. Tak ada penolakan dari Clarissa.
Seakan tersengat aliran listrik Clarissa merasa malu dan salah tingkah saat Bryan berhasil melepaskan ciumannya.
"Maaf Cla" ucap Bryan
Seketika Clarissa berusaha bangkit dari posisi telungkup nya. Ia mulai berdiri dan merapihkan rambutnya.
Clarissa masuk ke dalam kamar mandi, ia masih tidak percaya Bryan Suaminya sudah melakukan cium*n bibir dengan dirinya. Clarissa berusaha menyentuh bibir yang sudah tersentuh Bryan, sesekali ia merasa bahagia.
__ADS_1
"Makasih Clarissa Aulia bibir kamu begitu menggoda dan juga lembut" gumam Bryan
...****************...