Benih Yang Tak Kau Harapkan

Benih Yang Tak Kau Harapkan
Hari kedua setelah menikah


__ADS_3

Di Amerika Serikat David Dirgantara yang sudah menghabiskan waktu kuliahnya selama mengikuti kelas sempat teringat didalam benaknya akan sosok Clarissa. Tak seperti biasanya hari ini dia begitu gelisah, bahkan dia tidak konsen mengikuti pelajaran mata kuliah.


"Oh my God kenapa dengan fikiran ku, hati aku merasa tidak enak seperti ini" batin David


"Hallo Dav..Are you okay???" tanya teman kampus David yang bernama Jesicca


"Hallo Jes.. I'm okay.." balas David dengan senyum yang dipaksakan


"Dav don't hesitate to tell me how you feel now" ujar Jesicca


"No jess.. i'm fine, thank you" balas David dengan berlalu pergi meninggalkan Jesicca di ruangan kampus


Seketika Jesicca merasa bersedih karena David selalu menghindar dan bersikap acuh terhadap dirinya.


"Dav you are a man hard for me to approach.. I care but you try to avoid it, what's wrong if I have a little love" batin Jesicca mendengus kesal


**


David sudah tiba di Apartemen nya, dia sudah tidak sabar untuk menelfon teman semasa SMA nya yaitu Ilham dan Alvian. David sudah ingin menanyakan keberadaan dan kabar Clarissa, meskipun ia awalnya merasa segan tetapi tidak ada pilihan lain selain rasa penasaran nya terbalaskan.


Segera David meraih benda pipih dan menelfon Ilham dan Alvian


"Tut..Tut...Tut"


"Ahh kenapa mereka ga mengangkat telfon dari gue.. Apa mereka sudah tidur" ucap David seraya menoleh ke arah jam tangannya


"Iya gue baru sadar kalau di Indonesia sekarang sudah malam,.Hmm ya sudah deh besok sajaue telfon mereka" fikirnya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi Hari mentari bersinar dengan indah, menyorot cahaya tajam menembus jendela kamar. Sepasang pengantin baru masih terlelap dalam tidurnya.


Clarissa Aulia yang terbiasa bangun lebih awal berbeda dengan hari ini, hari pertama ia menjadi seorang istri dari Bryan Sanjaya Putra.


Beberapa saat Kemudian Bryan terbangun dari tidurnya,.ia masih tidak menyangka bahwa hari ini statusnya sudah berubah menjadi seorang suami. Tak mau ia terus-menerus berada dalam posisi tidurnya, ia beranjak duduk dan mengumpulkan energi terlebih dahulu yang sempat terkuras habis.


"Hemm gak kelakuan nya yang absurd tetapi kebiasaan nya juga yang masih belum berubah, pantas saja dia sering terlambat datang ke kampus!!!!" gerutu Bryan tak kala dirinya tanpa sengaja menoleh ke arah ranjang tempat tidur.


Bryan yang sudah habis kesabaran tanpa ragu membangunkan Clarissa.

__ADS_1


"Bangun..Ini udah siang..." pekik Bryan ditelinga Clarissa


"Hemmmmmzz apa sih aku masih ngantuk" timpal Clarissa dengan sura serak khas bangun tidur


"Kamu ini yaa baru aja sehari jadi istri saya, sudah bikin kesal" ungkap Bryan berkacak pinggang seraya membulatkan netra cokelat nya dengan sempurna


Suara Bryan terdengar cukup kencang, beruntung kamar Clarissa kedap suara, kalau tidak sudah dipastikan suara tinggi Bryan akan terdengar ke luar kamar.


Clarissa yang tersadar ia terperanjat dan berusah membuka kedua matanya.


"Kak Bryan..." balas Clarissa tercengang


"Iya ini saya kenapa????" tanya Bryan dengan memajukan bibirnya


Clarissa berusaha bangkit dan mulai duduk


"KK kenapa ada dikamar saya???" tanya Clarissa


"Iya jelas ada kemarin kan kita sudah menikah!!!!" jawab Bryan dengan suara bentakan


"Menikah???" tanya Clarissa


"Jangan so soan amnesia dehh, apa perlu saya bawa kamu ke RSJ" umpat Bryan dengan terus menghardik Clarissa


"Maaf kak habisnya saya masih belum terbiasa, saya lupa" ujar Clarissa


"Nikah aja lupa tapi berbuat tak senonoh sampai gak lupa!!! Aneh banget, saya jadi penasaran dengan orang yang sudah berhasil menghamili mu... Ko bisa dia ga mikir dua kali. Kalau saya sih lebih baik nyari perempuan lain, jangan perempuan peak seperti mu" umpat Bryan dengan senyuman mengejek


"Ko kk tega banget sih bicara seperti itu, bagaimana pun juga sekarang saya tuh istrinya kk.. Seharusnya KK lebih menghargai perasaan saya!!!" balas Clarissa


"Istri??? Hah jangan berharap kamu mau saya anggap istri. Kamu tidak lebih dari istri diatas kertas!!!!" Bentak Bryan


Clarissa terdiam membisu dengan terus memandangi wajah Bryan dengan sorot mata tajam penuh nanar.


"Kenapa tersinggung, mau marah??? Mau nangis??? Nangis aja gak bakalan ada yang peduli!!!" tutur Bryan berlalu pergi menuju kamar mandi.


"Astaghfirullah ya Allah kuatkan lah aku dalam mengahadapi sikap suamiku"


"David seandainya kamu ada disini sekarang, aku sudah ingin menceritakan semuanya bahwa janin yang aku kandung itu adalah hasil dari perbuatan mu sendiri. Aku juga sudah salah seharusnya kak Bryan tidak di libatkan dalam masalah ini, sampai dia harus menanggung semuanya" batin Clarissa lirih

__ADS_1


**


"Sudah kamu jangan terus terusan melamun gak jelas!!! mandi sana saya kan sudah janji kalau hari ini kita akan pergi dari rumah ini. Saya akan membawa mu kerumah pribadi saya" ujar Bryan sayang sudah kembali dari kamar mandi


Tak ada jawaban dari Clarissa, Clarissa beranjak dari tempat tidurnya dan berlalu masuk kedalam kamar mandi.


**


"Sudah semua kan barang yang akan kamu bawa??" tanya Bryan


"Sudah kak" jawab Clarissa dengan suara yang dipaksakan


"Clarissa saya minta setelah nanti kita tinggal dirumah pribadi saya, kamu harus mematuhi dan mengikuti apapun peraturan yang saya buat. Saya tidak mau kamu seenaknya bertingkah laku. Seperti contohnya pagi ini kamu bangun tidur dengan terlambat dan tidak membangun saya. Apa seperti ini kamu setiap hari, bangun siang, tidur kayak kebo!!! tutur Bryan


"Tidak kak, hanya hari ini saja.. Saya kan tadi sudah minta maaf kenapa harus dibahas lagi???" ucap Clarissa tak terima Bryan masih saja menyalahi Clarissa


"Ya sudah tidak ada waktu untuk meladeni kamu, buang buang waktu tidak penting!! cibir Bryan


"Tunggu kak" cegah Clarissa


"Apalagi Clarissa Aulia!!!! ucap Bryan


"Aku minta KK jangan terus-terusan menyalahi saya terus, saya juga punya hati kak. Saya tidak bisa diperlakukan tidak baik. KK tau dari kecil sampai saya beranjak dewasa saya tidak pernah dibentak, dikata-katain kasar apalagi sampai direndahkan. Kedua orang tua saya itu memperlakukan saya dengan baik" ujar Clarissa


"Hmm itu kan orang tua kamu, sedangkan saya bukan siapa-siapa kamu!!! You understand!!! bisik Bryan


"Tapi kan KK sekarang itu bukan orang lain lagi, KK adalah suami saya" sergah Clarissa


"Ingat suami di atas kertas!!! Bukan berarti saya harus seperti kedua orang tua mu yang memperlakukan mu dengan lembut, sorry Cla saya itu tidak seperti itu!!! balas Bryan


"Ya sudah kalau itu maunya KK.. tapi jangan salah kan saya kalau seandainya saya juga tidak bisa menghormati KK seperti istri-istri yang lain" sahut Clarissa


"Maksud kamu???" tanya Bryan mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan apa yang dituturkan Clarissa


Clarissa tak menyahut ia segera keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah koper yang ia bawa


"Cla tunggu" teriak Bryan


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2