
"Kamu tunggu sebentar di mobil ya" pinta Bryan
"Memangnya kak Bryan mau kemana dulu?" tanya Clarissa yang sudah berhasil masuk dan duduk di kursi penumpang
"Aku ada urusan penting" jawab Bryan dengan singkat
Tak ingin berlama-lama Bryan segera pergi menuju gedung kampus nya kembali. Kali ini ia berniat mencari keberadaan Fajar dan juga ia akan memberikan peringatan supaya Intan tidak lagi bersikap yang tidak baik terhadap Clarissa.
**
Suasana riuh pun terdengar dari gedung basket yang berada di kampus. Bryan tau kalau Fajar pasti sedang berada di sana.
Bryan terus melebarkan langkah nya, ia terhenti bersamaan dengan Fajar dan kapten nya yang sudah menyelesaikan pertandingan basket nya.
"Fajar" pekik Bryan dari arah tempat duduk penonton
Fajar menoleh seketika dan menghampiri Bryan.
"Bryan ada apa kamu ko berteriak memanggil namaku, Oh ya tadi aku cari kamu ko ga ada. Aku tadi mau ajakin kamu main basket" ucap Fajar
"Ahh sudah lah gua kesini bukan buat basa-basi, cuman mau ngasih peringatan kalau pacar Lo tuh si Intan jangan keterlaluan sama si Clarissa" ujar Bryan dengan raut wajah kesal
"Tunggu..tunggu sejak kapan Lo care sama si Clarissa? Bukan nya setiap cewek di kampus ini selalu Lo cuekin. Kenapa sama Clarissa Lo seperhatian dan sepeduli ini? Hah gua tau Lo naksir kan sama si Clarissa???" tuduh Fajar
Bryan mengerejap-ngerjapkan kedua matanya
"Lo ga usah tau gua suka atau engga, yang jelas Lo harusnya kasih teguran kek ke si Intan agar gak semena-mena lagi terhadap adik tingkat" ucap Bryan
"Gua sih udah capek nasehatin dia supaya jangan jadi cewek bar bar, at least gua udah ngasih tau tapi kalau dia bersikeras ya mau gimana lagi. Sebenernya gua juga udah cape pacaran sama si Intan, dia itu terlalu overthingking dan posesif! Gua pengen putus aja sih.. Gimana kalau gua sama si Clarissa cocok ga??" tanya Fajar
Seketika ucapan Fajar sudah membuat emosi Bryan memuncak. Amarah nya yang tak dapat diredam membuat Bryan kehabisan stok kesabaran yang setipis tissue.
Bryan mencoba mengangkat kerah baju kaos yang dikenakan Fajar.
"Gua peringatin jangan berani-berani nya ngedeketin Clarissa lagi" ancam Bryan dengan sorot mata yang tajam bak seekor burung elang
Fajar menepis kuat tangan Byran, dan melepaskan cengkraman tangan nya
"Lepas!!!" ucap Fajar
"Siapa Lo, ko ngatur ngatur gua hah??" tanya Fajar melawan Bryan.
Semua yang berada di gedung basket, terutama team regu nya mendekati ke arah Fajar dan Bryan yang sudah membuat keributan dan kegaduhan.
"Ada apa ini?" tanya Aldo seorang teman satu regu dengan Fajar
Bryan yang sudah dihadapkan dengan kehadiran regu basket ia segera meninggalkan mereka semua,.Bryan juga tak ingin rahasia nya yang sudah menikah dengan Clarissa harus terbongkar hari ini juga.
"Huhffft!! Aneh banget itu orang datang main marah-marah, psikopat apa dia" umpat Fajar dengan sungut nya yang maju
Setelah meninggalkan gedung Basket, Bryan kembali masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil ia masih menunjukkan sikap kesalnya.
"Kak are you okay??" tanya Clarissa menatap lekat wajah tampan suaminya
Bryan tak menyahut ia langsung tancap gas menuju kediaman nya.
Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan yang terjadi diantara mereka, hingga traffic light sedang berwarna merah.
Suara deringan ponsel terdengar di dalam tas Clarissa, seketika Clarissa yang sedang fokus menatap jalan raya tersadar dan mulai membuka resleting tas nya. Saat ia genggam benda pipih itu ternyata papah nya yang Video Call. Segera Clarissa memencet tombol telfon warna hijau.
"Hallo papah" Sapa Clarissa dengan melambaikan tangan di layar Video Call
"Hallo juga anak papah how are you?" tanya papah Farhan dengan tersenyum manis
"I'm fine thanks you pah" balas Clarissa
"Papah sangat rindu akan putri kecilnya papah" ucap papah Farhan
"Miss you too pah" ucap Clarissa
"Cla kamu sedang apa Dan dimana??" tanya papah Farhan
"Cla lagi dijalan pah bersama Mas Bryan habis ngampus" jawab Clarissa
"Owh gimana kalau kamu mampir ke kantor papah sebentar, papah udah rindu ingin bertemu dengan mu. Ajak juga Bryan suami kamu" pinta papah Farhan
"Sebentar pah Cla bilang dulu"
"Kak ini papah" bisik Clarissa"
Sedangkan Bryan yang sedang fokus menyetir mobilnya saat traffic light berubah berwarna hijau, ia mulai menoleh dan melihat ke layar Video Call
"Hallo pah bagaimana kabarnya?" tanya Bryan pada papah mertuanya
"Alhamdulillah papah baik saja. Oh iya Bryan kamu bisa kan sekarang ke kantor papah? Ajak Clarissa juga" titah papah Farhan
"Bisa pah.. Bryan bisa sekarang juga ke kantor papah" Jawab Bryan tanpa fikir panjang
"Ya sudah papah tunggu kedatangan kalian. Papah matikan video call nya ya" ucap papah Farhan
"Iya pah"
**
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mobil yang dikendarai Bryan telah tiba disebuah Gedung perusahaan yang memiliki 20 Lantai.
"Cla ini kan gedung perusahaan milik papah kamu?" tanya Bryan memastikan
"Iya kak ini" balas Clarissa dengan perasaan bahagia nya karena hari ini juga dirinya akan menemui papah kandung nya.
Bryan memarkirkan mobilnya di gedung basement. Ia turun bersama dengan Clarissa.
Saat keduanya sudah memasuki lobby kantor Bryan terperangah melihat sekeliling bangunan kantor yang begitu megah dan juga didesain dengan interior sekelas internasional. Bryan takjub seketika ia masih tidak menyangka bahwa istrinya adalah anak seorang pengusaha sukses dan kayak raya.
Semua karyawan perempuan di kantor papahnya membelalakkan matanya saat melihat Bryan.
"Shut...Shutt itu cowok ganteng banget sih" bisik salah satu staf di kantor itu
Terdengar bisikan dan juga sapaan hangat untuk Clarissa dan Bryan.
Sama sekali Bryan tak menghiraukan bisikan dari staf kantor yang sok kecentilan.
Ada juga yang berani mengajak Bryan berkenalan.
"Hai kenalin aku Meta staf operasional di kantor ini" ucap Meta seraya mengulurkan tangannya
"Hai mba Meta" sahut Clarissa yang menggandeng tangan Bryan
"Ehh hai nona Clarissa apa kabar??" tanya Meta yang seakan menelan saliva saat melihat Clarissa dengan sengaja menggandeng tangan Bryan
"Ini cowok nya mba?" tanya Meta tak percaya
"Hmmm" balas Clarissa tersenyum tipis dan sedikit mengangguk
"Papah ada kan diruangannya?" tanya Clarissa berusaha mengalihkan pembicaraan
"Oh maksudnya bos Farhan? Ada nona di ruangan nya" balas Meta
"Ya sudah permisi mba saya mau ke ruangan papah.. yukss sayang kita sekarang kesana" ajak Clarissa pada Bryan
Meta memicingkan matanya dan mendegus kesal.
"Huhhhftttt aku kira itu cowok bukan pacar nya non Clarissa" umpat meta.
~~
Clarissa dan Bryan yang sudah berhasil melewati karyawan yang sok kecentilan itu ia mulai melepaskan genggaman tangan nya
"Maaf kak tadi itu saya tidak bermaksud apa-apa, hanya saya gak mau aja KK risih menghadapi karyawan seperti mbak Meta yang so kecentilan" ujar Clarissa yang sudah over protective
'Sebenarnya aku senang Cla akhirnya kamu begitu peduli dan perhatian terhadap aku' batin Bryan
"Memang begitu karyawan papah mu?" tanya Bryan
"Iya mereka apa gak pernah melihat cowok tampan datang ke kantor ini?" ucap Bryan seolah hidungnya terbang
Clarissa yang tersadar atas perkataan suaminya dengan segera menyenggol lengan nya dan juga mencubit pinggang Bryan.
"Auwww ko kamu malah cubit pinggang ku sih, kan sakit" ringis Bryan yang mendramatisir
"Tau!!! Jadi kamu senang digoda sama tante tante dikantor ini.. Gak high class banget sih selera nya" umpat Clarissa mendengus kesal.
Lalu ia secepat mungkin meninggalkan Bryan dan masuk ke dalam lift
"Cla tunggu dong..." teriak Bryan yang dihiraukan begitu saja oleh Clarissa
Ting!!!
Lift yang ditumpangi Clarissa dan Bryan telah tiba di lantai 10
Mereka berdua keluar dan melangkah menuju ruang kerja papah Farhan.
Sebelum mereka masuk Bryan menarik lengan Clarissa.
"Tunggu" cegah Bryan
"Ada apa??" tanya Clarissa mengedarkan pandangannya ia masih marah dengan sikap Bryan
"Kamu masih marah??" tanya Bryan yang terus mentap manik mata Clarissa
Clarissa mulai memberanikan menatap wajah suaminya
"Sudah lah lupakan saja" ketus Clarissa
"Aku minta maaf Cla. Aku gak bermaksud bicara seperti itu. Aku sayang sama kamu" ungkap Bryan
Clarissa terdiam dan tidak percaya bahwa Bryan mengatakan itu
"Kk ga sedang berbohong kan?" tanya Clarissa membulatkan kedua matanya
Bryan berusaha menggenggam tangan Clarissa
"Aku gak bohong Cla. Aku memang sayang sama kamu" jawab Bryan dengan senyum yang tergaris dibibirnya dengan begitu ikhlas tak ada paksaan apapun
Clarissa seakan salah tingkah, pipinya memerah seperti kepiting rebus.
"Ahh ya sudah kak nanti saja bahas itu, sekarang kita ke ruangan papah" ucap Clarissa berusaha mengalihkan pembicaraan supaya tidak terlalu larut dalam kebahagiaan nya yang menurut nya masih terlalu cepat ia rasakan.
__ADS_1
**
Tok...Tok...tokk
Clarissa berusaha menggedor pintu ruangan Papahnya. Sedangkan papah Farhan yang berada di ruang nya ia terperanjat dan mulai mengatur posisi duduknya.
"Masuk" teriak papah Farhan dari dalam ruangan
"Kak papah menyuruh masuk" ucap Clarissa
"Ya sudah kita masuk saja" balas Bryan
Tak berselang lama, pintu ruangan dibuka oleh Clarissa.
CEKLEK
Ia masuk bersama suaminya
"Papah" teriak Clarissa kegirangan
Papah Farhan berusaha beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati putri nya
"Sayang anak papah"
Sebuah pelukan hangat yang papah Farhan berikan untuk Putri nya. Beberapa menit kemudian mereka berdua melepaskan pelukan itu.
Papah Farhan menoleh dan melirik pandangan matanya ke arah Bryan
"Pah" ucap Bryan menyapa hangat papah mertua nya seraya menyalami dan mencium punggung tangan papah Farhan
"Menantu papah" balas papah Farhan dengan mengelus lembut punggung Bryan
"Ya sudah sudah sekarang kalian duduk dulu" ucap papah Farhan mempersilahkan Bryan dan Clarissa untuk duduk di kursi sofa yang berada di ruangan kerja nya.
Mereka pun akhirnya duduk.
"Bagaimana dengan pernikahan kalian berdua, aman terkendali kan?" tanya papah Farhan dengan senyuman yang mengembang
Karena kesepakatan kontrak masih berjalan, Bryan dan Clarissa sama-sama mengangguk saat papah nya bertanya akan pernikahan mereka. Mereka tidak ingin pernikahan di atas kertas nya sampai ketahuan oleh papah nya sendiri.
"Lalu kapan kalian akan berbulan madu?" tanya papah Farhan kembali
Sedetik kemudian Clarissa merasa gugup pertanyaan papah nya kali ini bagaikan seorang HRD yang menginterview karyawan nya. Degup jantung Clarissa berdenyut kencang dan ia mulai merasa resah dan bersalah sudah membohongi papah nya.
Clarissa langsung menatap mimik wajah suaminya. Sama halnya dengan Bryan yang merasa bersalah sudah membohongi kedua orang tuanya dalam pernikahan kontrak yang di lakukannya bersama Clarissa. Ia tidak tahu akan seperti apa jadinya kalau kedua orang tua nya tau tentang pernikahan mereka. Pernikahan yang tidak pernah di dasari oleh rasa cinta. Hanya Pernikahan untuk kepentingan masing-masing.
"Loh ko kalian diam saja??" tanya Papah Farhan sedikit bingung
Bryan mencoba mengela nafas terlebih dahulu dan mengatur posisi duduknya dengan menegakkan badannya.
"Jadi begini pah, saya dan Clarissa belum merencanakan sesuatu untuk pergi berbulan madu, mengingat kita berdua masih kuliah pah" jawab Bryan
"Nah iya pah benar apa yang dikatakan kak Bryan...Ehh mas Bryan" hampir saja Clarissa salah berucap
"Iya I know.. papah tidak akan memaksa kalian untuk sekarang ini. Ya mungkin nanti pas kalian tengah libur setelah ujian semester. Maybe!!" ucap papah Farhan
"Kalau soal itu saya belum fikirkan itu pah" timpal Bryan
"Loh kenapa? Kalian kan memutuskan menikah dengan cepat. Kenapa sekarang kalian belum memikirkan rencana berbulan madu. Ayolah Cla papah sudah ingin melihat kamu hamil dan memberikan papah cucu" ucap papah Farhan
Deg
Lagi-lagi ucapan papah nya membuat jantung Clarissa seakan ingin berpindah tempat. Tak bisa lagi dibendung apa yang tengah Clarissa rasakan. Keringat dingin bercucuran dan ia mulai merasa tak tenang.
Bryan langsung menatap wajah istrinya yang menyadari bahwa perkataan papah nya barusan telah menampar keras hati dan juga perasaan Clarissa.
Tak ingin Bryan melihat istrinya bersedih, ia menggenggam kuat lengan Clarissa.
"Pah kita akan merencanakan bulan madu kita dengan waktu yang sangat cepat pah" ucap Bryan
Clarissa menoleh ke arah suaminya.
Bryan mengerjapkan kedua matanya dan memberikan isyarat agar Clarissa menurut saja dengan apa yang dikatakan suaminya.
"Nah bagus itu. Apa perlu papah yang menyiapkan tiket honeymoon kalian. Papah akan pesankan destinasi wisata yang berada diluar negeri. Kamu pilih Cla mau ke Maldives, Paris, Eropa, Inggris, Swis, Cappadocia?" tanya papah Farhan dengan menghitung jari tangan nya menyebutkan semua destinasi yang berada diluar negeri
"Tidak pah biar mas Bryan aja yang menyiapkan itu semuanya" ucap Clarissa mengedipkan matanya
"Iya pah, papah tenang saja semua Bryan yang urus. Papah hanya berikan do'a saja supaya Clarissa segera mendapatkan apa yang diinginkan" sahut Bryan
"Papah senang banget melihat keromantisan kalian, papah harap pernikahan kalian langgeng seumur hidup" ucap papah Farhan penuh harap
"Aamiin" balas mereka berbarengan.
**
Beberapa jam kemudian Clarissa dan Bryan keluar dari ruangan papah nya. Papah Farhan melanjutkan pekerjaan nya, sedangkan Clarissa dan Bryan berniat pulang ke rumahnya.
Di dalam mobil suasana kembali seperti semula masih dalam mode jaim.
"Kak maafkan atas perkataan papah tadi" ucap Clarissa
"Tidak apa-apa semua orang tua pasti mendo'akan yang terbaik untuk pernikahan anaknya, dan juga hal yang wajar kalau orang tua menginginkan anaknya setelah menikah bisa memberikan cucu untuk mereka" Ujar Bryant
__ADS_1
Clarissa terdiam dan merenungi apa yang sudah terjadi di dalam hidupnya. Andai waktu bisa diputar Clarissa tak ingin terjebak dengan situasi yang teramat sulit menimpa hidupnya. Ia ingin hidup mengalir dengan baik sebagai mana mestinya, menjadi anak yang berprilaku baik tetapi semesta sudah menentukan takdir hidupnya harus seperti ini. Sesal yang didapat setelah peristiwa kelam dimalam itu tak ingin lagi menggelayuti fikiran nya terus menerus. Clarissa berusaha kuat menjalani hidup meskipun ia tidak tahu kejutan apalagi setelah ini.