Benih Yang Tak Kau Harapkan

Benih Yang Tak Kau Harapkan
After 6 Bulan kemudian


__ADS_3

6 Bulan kemudian.


Bryan sudah menamatkan studi S1 Manajemen bisnis. Pagi itu Bryan akan di wisuda, semua para mahasiswa dan mahasiswi yang hendak di wisuda sudah berkumpul di gedung rektorat.


Bryan menghadiri wisuda nya dengan ditemani sang istri Clarissa, dan juga kedua orang tua nya, beserta papah Farhan selaku mertuanya.


Bryan dan Clarissa, mereka memutuskan untuk membina rumah tangga nya dengan begitu baik. Bryan sudah menerima Clarissa menjadi istri seutuhnya tanpa terikat perjanjian kontrak nikah.


Begitu pun dengan kedua orangtua mereka, yang mulai menerima kehamilan Clarissa. Meskipun awalnya mamah Desi sempat sulit memaafkan perbuatan yang sudah dilakukan anak dan menantunya.


Acara wisuda pagi itu sudah dimulai, Kepala rektor berdiri dihadapan semua wisudawan, ia langsung memberikan sambutan sepatah dua patah kata. Kemudian setelah itu Kepala BAA (Biro Administrasi Akademik) membacakan mahasiswa/mahasiswi yang lulus dengan predikat cumlaude dan Summa cumlaude.


Tak menunggu lama, kepala BAA itu membacakan peraih nilai akademik terbaik dan tertinggi di kampus universitas Indonesia.


"Baiklah para hadirin sekalian, kepada rektor, dekan dan semua wisudawan dengan ini saya akan membacanya peraih nilai tertinggi di kampus ini tahun lulusan 2023 diberikan kepada, Selamat Bryan Sanjaya Putra" ucap kepala BAA


"Alhamdulillah," ucap Bryan menempelkan kedua tangannya ke arah hidung, dan ia mengusap wajahnya. Bryan langsung berdiri dan bersujud syukur, sebagai bentuk pencapaian nya selama ini.


Bryan berjalan ke arah depan dan menerima sertifikat Cumlaude,. Dan juga topi toga yang dikenakan nya tali nya di pindahkan ke sebelah kanan oleh rektor.


Dengan begitu Bryan resmi menjadi wisudawan SI Management bisnis


"Selamat Bryan, semoga ilmu mu dapat bermanfaat untuk orang banyak" ucap rektor dikampus nya, mengucapkan selamat dengan tersenyum manis


"Sama-sama pak" balas Bryan


Clarissa begitu bahagia melihat suaminya, sudah berhasil menamatkan pendidikan kuliah SI nya dengan nilai terbaik.


Clarissa mengelus perut buncitnya yang sudah semakin membesar.


kandungan nya sudah memasuki usia 8 bulan, dengan nafas yang tersengal, Clarissa tak ingin melewatkan hari kelulusan suaminya.


Sebelum Bryan beranjak kembali ke tempat duduknya, ia meraih mix dan memberikan sepatah kata.


"Assalamualaikum, warahmatullahi wabarakatu"


"Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatu" seru semua orang yang ada di gedung itu, membala ucapan salam dari Bryan.


"Alhamdulillah hari ini saya bangga akan keberhasilan yang saya raih, itu semua tidak terlepas dari dukungan orang yang saya sayangi, yaitu kedua orang tua saya. Dan juga istri saya.. thank you without your prayers I would not be anything" tutur Bryan dengan raut wajah yang berkaca-kaca


Semua yang melihat pun bertepuk tangan.

__ADS_1


Bryan kembali ke tempat duduknya.


"Mas Bryan selamat hari ini kamu sudah di wisuda dan menjadi sarjana manajemen. Saya bangga sama kamu mas, semoga dengan ilmu mu dapat menjadi orang yang sukses dan bermanfaat untuk semua orang" ujar Clarissa


"Aamiin makasih Cla, aku juga tidak tahu kalau tidak ada dukungan dari keluarga ku dan kamu juga, aku mungkin tidak akan bersemangat dalam belajar" ungkap Bryan.


Memang selama ini, setelah Bryan pulang dari kuliahnya ia sering nongkrong dengan teman-teman nya, tetapi meskipun begitu ia masih tetap belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh, tanpa meninggalkan prestasi nya.


**


Setelah itu, semua wisudawan ada yang memilih berswa foto dan juga memberikan ucapan selamat disertai dengan memberikan sebuah buqet bunga.


"Selamat Bryan atas keberhasilan dan prestasi mu, papah harap setelah kamu lulus sarjana kamu dapat bekerja ataupun melanjutkan pendidikan S2 mu" ucap papah Farhan dengan menepuk pundak Bryan


"Makasih pah, tapi sepertinya Byran memutuskan untuk bekerja saja sementara waktu, mengingat istir Bryan sendiri, Clarissa tengah mengandung. Tanggung jawab Bryan sudah sangat besar" ungkap nya


"Baik Bryan apapun yang menjadi keputusan mu, papah akan dukung kamu terus. Atau kalau kamu mau, kamu bisa bekerja diperusahaan papah" tawar papah Farhan


"Tidak pak Farhan, sebaiknya Bryan akan saya masukkan bekerja diperusahaan saya sendiri, Pak Farhan gak usah repot-repot" cela papah Angga


"Ya sudah saya tidak bisa berkata-kata apalagi, saya serahkan semuanya kepada Bryan" ujar papah Farhan


Mereka akhirnya berbincang hangat dan begitu bahagia, karena rumah tangga Bryan dan juga Clarissa hampir nyaris sempurna.


Pada malam hari nya, Bryan dan Clarissa tertidur.


Saat ini Clarissa merasakan tidak nyaman dengan tidurnya, perutnya sudah semakin membesar, berat badannya pun bertambah.


Beruntung Bryan sang suami dengan siaga peduli dan memperhatikan Clarissa. Bryan selalu mengantar Clarissa cek kandungan setiap satu bulan sekali, ia juga selalu mengingat Clarissa untuk tidak lupa meminum vitamin kandungan dan juga susu hamil.


"Duhh ko aku merasa gerah, dan tidur pun sudah tidak nyaman" gumam Clarissa.


Clarissa terbangun dan membuka kedua matanya, sedangkan Bryan sang suami sayang tidur berada disampingnya ia begitu terlelap.


Semenjak keduanya memutuskan untuk memulai pernikahan yang sebenarnya, Bryan dan Clarissa memilih untuk tidur satu kamar dan satu ranjang tempat tidur. Meskipun begitu Bryan masih memberikan batasan, ia juga tak ingin memaksakan hak yang seharusnya diberikan oleh Clarissa.


Bryan akan bersabar sampai anak yang dikandung Clarissa lahir.


Bryan tak pernah meminta hak nya, ia pun tidak ingin kandungan Clarissa merasa terguncang, meskipun menurut penuturan pihak medis berhubungan intim saat sedang hamil masih di anjurkan dan tidak ada larangan, hanya saja harus dengan kendali.


Bryan yang belum pernah melakukan hal semacam itu, dia masih menjaga harga dirinya. Sangat langka di zaman sekarang yang masih mempertahankan harga dirinya, apalagi Bryan seorang pria.

__ADS_1


Clarissa berusaha bangkit dan duduk di ranjang tempat tidur.


Seketika Bryan terbangun.


"Loh Cla ko kamu belum tidur?" tanya Bryan


"Saya merasa tidur sudah tidak nyaman kak.. sangat serba salah" jawab Clarissa dengan bibir yang mengerucut


"Sini-sini Cla aku usapin kamu" pinta Bryan


Clarissa mendekat kan tubuh suaminya, kepalanya bersandar di bahu Bryan.


Bryan mulai mengelus rambut Clarissa, dan ia juga mengelus perut Clarissa.


"Anak papah dan mamah, semangat ya nak sebentar lagi kamu akan melihat betapa indahnya dunia ini. Bisa melihat wajah papah yang ganteng, melihat wajah mamah yang cantik" ucap Bryan berusaha berinteraksi dengan janin yang dikandung Clarissa.


Seketika Clarissa merasa tersentuh dengan penuturan suaminya. Ia tak percaya Bryan mampu menjadi suami yang baik dan begitu perhatian, sampai Bryan sudah menganggap anak yang dikandung Clarissa merupakan janin nya sendiri.


Clarissa menahan rasa sedihnya.


"Maafkan mamah nak, seharusnya yang menjadi papah kamu bukan papah Bryan, dia sudah rela menjadi papah untukmu" batin Clarissa.


"Hiks..Hiks... hikss," Clarissa menangis sesenggukan


"Loh Cla kenapa kamu bersedih?" tanya Bryan mengangkat wajah Clarissa.


Bryan mulai memandangi wajah istrinya dari dekat.


"Kak Bryan saya tidak bisa menyembunyikan kesedihan saya, saya tersentak saat kak Bryan mengucapkan kata papah. Saya tidak tahu harus membalas dengan apa semua kebaikan KK kepada saya" jawab Clarissa dengan Isak tangis nya.


"Sudahlah kamu jangan merasa bersedih seperti itu, anak yang kamu kandung itu tidak akan tahu siapa ayah yang sebenarnya. Cla aku mohon jangan beri tahu dia kalau aku bukan papah biologis nya, meskipun aku hanya ayah sambung. Aku akan tetap menyanyangi anak kamu, dan menganggap seperti anak ku sendiri" tutur Bryan


"Sekarang kamu hapus air mata kamu, kamu harus bahagia. Menyambut kedatangan anakmu sendiri" pinta Bryan


Bryan menghapus linangan air mata Clarissa.


"Makasih kak Bryan, KK selalu ada disamping saya" ucap Clarissa memeluk hangat tubuh suaminya.


Bryan pun merasa terharu, ia membalas pelukan yang diberikan Clarissa istrinya. Bryan mengelus dan mencium ubun-ubun istrinya.


Kemudian mereka memutuskan untuk kembali terlelap saling berpelukan.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2